Kesehatan

Minggu, 18 September 2016

Mengenal Transfusi Darah

Kebanyakan penderita thalassaemia yang hidup saat ini akan memerlukan transfusi secara teratur untuk waktu bertahun-tahun – mungkin sepanjang hidupnya – sehingga cukup berharga meluangkan waktu dan berpikir bagaimana mengatur perawatan ini dengan cara kemungkinan yang terbaik!

Dapatkah kamu jelaskan kapan perlu memulai tranfusi anak secara teratur?
     Terkadang sangat sulit untuk memutuskan kapan tranfusi itu dimulai. Yang berikut ini semua harus diperhitungkan:
  1. Tingkat Haemoglobin. Jika si anak tak dapat mempertahankan tingkat haemoglobinnya dengan mantap diatas 50% (7 g/dl) maka ia mungkin memerlukan tranfusi secara teratur.
  2. Tingkat Haemoglobin-dewasa (HbA). Banyak penderita thalasemia tidak mempunyai haemoglobin dewasa(HbA). Ini akan pasti memerlukan tranfusi jika mereka tidak dapat mempertahankan tingkat Hbnya diatas 50% (7 g/dl). Beberapa penderita memiliki HbA mulai 30%-70%. Beberapa dari penderita ini dapat mempertahankan dengan baik tingkat-Hbnya sekitar 50% (7 g/dl).
  3. Tumbuh kembang anak. Diagram pertumbuhan seharusnya digunakan oleh setiap penderita thalasemia. (terdapat satu dalam buku catatan yang disediakan untuk para orang tua dan penderita). Jika tumbuh kembang anak tak dapat mengikuti dengan mantap sepanjang garis yang seharusnya, namun mulai turun, si anak mungkin memerlukan tranfusi.
  4. Perubahan tulang. Perubahan bentuk muka yang sangat jelas (terutama jika terjadi ketulian, yang dapat terjadi karena perkembangan sumsum tulang di dalam telinga) atau terdapat tulang yang patah, hal ini menandakan kebutuhan untuk memulai tranfusi darah.
  5. Umur si penderita dan ukuran limpa. Penderita yang mulai membutuhkan tranfusi diatas umur 5 atau 6 tahun, dan mempunyai limpa yang besar, bisa jadi sesungguhnya merupakan bentuk thalasemia yang ringan. Jika limpanya diangkat, beberapa dari penderita ini mungkin tidak memerlukan tranfusi.
     Adalah penting untuk tidak membiarkan mulainya tranfusi terlalu terlambat, atau beberapa perubahan yang telah terjadi tidak dapat dikembalikan lagi.

Pada tingkat Hb berapakah seharusnya darah mulai diberikan? Berapakah tingkat Hb terbaik sebelum tranfusi?
     Setiap orang setuju bahwa kita perlu mencapai suatu tingkat-Hb yang normal, yaitu tingkat-Hb rata-rata diantara 85% dan 90% (12-13 g/dl). Ini disebut “Skema tranfusi-tinggi” meskipun sesungguhnya akan lebih tepat jika disebut Skema tranfusi normal. Dapat dilihat pada tabel 1 bahwa untuk mempertahankan Hb rata-rata 12 g/dl (85%), kamu perlu mulai tranfusi pada tingkat-Hb sebelum tranfusi yang tergantung dari waktu (minggu) antar tranfusi.
Jika limpamu telah diangkat, perhitungan ini hampir selalu tepat.
Jika limpamu belum diangkat, perlu sedikit lebih sering untuk mempertahankan tingkat-Hb yang tinggi.



Berapa angka yang tepat untuk “minggu antar tranfusi”?
     Terdapat beberapa skema tranfusi yang memungkinkan. Skemamu akan tergantung pada banyak hal seperti apakah kamu harus menempuh perjalanan jauh dan perlu bermalam untuk tranfusimu, atau kamu tinggal dekat pusat perawatan yang memungkinkan tranfusi harian, dan tergantung dari jumlah kantong darah yang diperlukan. Di Cyprus mereka memberikan sedikit tranfusi setiap dua minggu, di Italy mereka memberikan setiap tiga minggu, dan di Inggris mereka umumnya memberikan tranfusi yang lebih banyak setiap 4 sampai 5 minggu. Masuk akal bahwa fluktuasi Hb yang kecil (misalnya tranfusi yang lebih sedikit dalam waktu yang lebih sering) membebankan tekanan yang lebih kecil terhadap tubuh penderita thalasemia. Akan tetapi Tak ada data yang cukup untuk menjawab masalah ini dengan memuaskan.



Berapa banyak darah yang diperlukan setiap tranfusi?
     Hal ini tergantung dari waktu antar tranfusi. Kami merencanakan jumlah darah yang perlu diberikan sebagai berikut: di antara tranfusi, tingkat-Hb turun sekitar 7% (or1 g/dl) setiap minggunya. Jadi jika kamu di tranfusi setiap empat minggu, tingkat Hb akan turun sekitar 28% (atau 4g/dl). Karena itu pada setiap tranfusi kamu memerlukan darah yang cukup untuk menaikkan Hb sekitar 28% (atau 4g/dl). Untuk menaikkan HB 7% (1 g/dl) kamu memerlukan 3 ml sel darah merah (PRC) [Red. di Indonesia memerlukan angka 4 ml/kg untuk setiap kenaikan hb 1 g/dl] setiap kilogram berat badan = 5 ml darah pendonor (WB). Jadi untuk meningkatkan Hb28% (4 g/dl) diperlukan 12 ml PRC atau 20 ml WB perkilogram berat badan. Contoh, jika berat badanmu 20 kg, kamu memerlukan 240 ml PRC = 400 ml WB untuk meningkatkan Hb sebanyak 28% (4 g/dl)

Apakah aman untuk memberikan setiap pasien 12 ml PRC/Kg pada sekali tranfusi?
     Adalah aman untuk memberikan darah sejumlah tersebut kepada pasien yang menggunakan skema tranfusi tinggi, karena secara umum jantung mereka sehat. Meskipun demikian, jika pasien berada pada skema tranfusi rendah, jantung mereka umumnya lemah dan sirkulasinya tidak sehat. Oleh karena itu akan bijaksana untuk memberikan jumlah yang lebih kecil pada sekali tranfusi. Hal ini dapat diatur dengan memberikannya dalam dua kali tranfusi dengan jarak satu atau dua hari diantara tranfusi, atau memberikan tranfusi setiap dua minggu.

Karena pertumbuhan anak, jelas diperlukan lebih banyak darah pada setiap tranfusi berikutnya. Berapa banyak kebutuhan penambahan darah tersebut?
     Kamu benar, jumlah darah yang diperlukan setiap tranfusi berikutnya berangsur meningkat. Gambar 14 adalah grafik yang menunjukkan jumlah darah yang perlu diberikan setiap tranfusi meningkat dengan meningkatnya berat badan. Jumlah darah yang harus diberikan padasetiap tranfusi meningkat seiring pertumbuhan anak.



Grafik itu menunjukkan jumlah darah yang diperlukan tiap bulanan tranfusi dalam hubungannya dengan berat badan (dan pendekatan umur). Jika pasien mempunyai limpa yang besar yang menghancurkan darah terlalu cepat, mereka akan membutuhkan darah lebih banyak dari yang dicantumkan disini. Jika limpanya sudah diangkat mereka mungkin membutuhkan darah yang sedikit lebih berkurang.





Akan tetapi darah tersedia dalam satuan kantung darah(“units”). Bagaimana meng-hitung jumlah kantung darah yang diperlukan?
     Umumnya sekitar 450 ml darah diambil dari setiap pendonor darah. Ini adalah unit darah. Sebelum diberikan  kepada pasien, plasma dan kebanyakan sel darah putihnya dipisahkan terlebih dahulu, jadi kira kira 250 ml sel darah merah (PRC) yang tertinggal dalam kantung darah. Oleh karena itu satu unit darah berarti sekitar 400 ml darah donor atau sekitar 250 ml sel darah merah (PRC). Pada grafik terlihat bahwa kamu memerlukan satu unit darah ketika berumur 3-4 tahun, namun umumnya memerlukan dua unit darah ketika berumur 10 tahun. Darah sangat berharga, dan tidak seharusnya dibuang begitu saja! Seiring pertumbuhan anak kamu dapat meningkatkan pemberikan darah dari satu unit menjadi dua unit, dengan mengubah jumlah minggu antar tranfusi. Tabel 1 membantu perencanaan ini. Sebagai contoh, ketika si anak memerlukan 1.5 unit darah setiap empat minggu, ia dapat memberikannya satu unit darah setiap 3 minggu selama setahun, kemudian mengubahnya menjadi dua unit darah setiap lima minggu, kemudian mengubahnya lagi menjadi2 unit darah setiap 4 minggu. Yang penting adalah menjaga pada Hb rata-ratanya tetap sama. Sesungguhnya skema tranfusi dapat diatur sesuai kebutuhan setiap individu.

Seberapa sering tingkat Hb perlu diukur?
     Tingkat haemoglobin seharusnya diukur setiap sebelum dan sesudah tranfusi, sehingga kamu dapat menghitung untuk tranfusi yang berikutnya. Hb sebelum tranfusi seharusnya tidak lebih rendah dari 70% (10 g/dl) dan tidak pernah dibawah 60% (8.6 g/dl). Adalah sangat penting untuk mengukur haemoglobin secara teratur,karena jika tidak hati hati, kamu akan merosot lagi kedalam skema tranfusi-rendah.

Apakah setiap pasien berbeda kebutuhan darahnya setiap bulan?
     Ya, mereka dapat cukup berbeda banyak. Kebanyakan pasien yang limpanya telah diangkat membutuhkan jumlah darah yang relatif sama. Pasien dengan limpa yang normal umumnya membutuhkan darah 20-30% lebih banyak dibandingkan pasien yang telah diangkat limpanya. Pasien yang limpanya sangat aktif (over-active) dapat membutuhkan darah 2 sampai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan pasien yang lain. Dalam kasus ini limpa tersebut seharusnya diangkat.

Tambahan;
Yang perlu ditelaah dengan seksama adalah perlu bisa membedakan:
- hb sebelum tranfusi..
- hb setelah tranfusi

- hb RATA RATA...
semua itu mempunyai arti yang berbeda.
.
Memahami hal ini, jarak antar tranfusi itu sebenarnya jelas tergambarkan bahwa ditentukan oleh hb setelah tranfusi...!!!
Atau dengan kata lain jarak antar tranfusi bagi thaller mayor itu sangat ditentukan oleh JUMLAH DARAH yang ditranfusikan.
.
Jika kita tidak paham akan hal ini, kita akan kebingungan sendiri, 
misalnya ada pertanyaan;, "kok bulan lalu hb sebelum tranfusinya 9, kok bulan kini 7 sih?"
Itu sebenarnya karena kita tidak mau perhatian dengan jumlah darah yang seharusnya ditranfusikan. 

Artikel di atas adalah artikel yang cukup lama, tahun 1995.
Ada sedikit koreksi, yaitu... 
"Hindari hb setelah tranfusi melebihi 14.
Karena dampaknya jumlah zat besi yang masuk akan lebih banyak.
.
Artikel di atas berdasarkan asumsi turunnya hb dari 16 ke 9 berlangsung LINIER.
.
Itu sudah dikoreksi bahwa turunnya hb dari 14 ke 8 yang turun secara linier. 
Diatas itu atau dibawah itu turunnya hb tidak linier.
.
Jadi dengan kata lain, mempertahankan jarak tranfusi sebulan sekali, itu jadi tidak memungkinkan. Jika kita mau mengikuti anjuran TIF agar menjaga hb sekitar 9-10.5 sudah tranfusi lagi.
.
Yang optimum dengan hb setelah tranfusi sekitar 13-14, jarak antar tranfusinya sekitar 3 mingguan saja.

Semoga bermanfaat dan Salam Perjuangan

Tidak ada komentar: