Kesehatan
Sabtu, 25 November 2017
Thalasemia 2
"Tahukah anda, apa itu thalasemia? Sudahkah anda melakukan screening thalasemia?"
Thalasemia itu sebenarnya nggak pas dikatakan suatu penyakit. Thalasemia itu bukan penyakit karena serangan kuman/virus dari luar, bukan penyakit menular, bukan pula penyakit yg muncul karena suatu gaya hidup yg salah, bukan pula suatu cacat yg terjadi selama proses kehamilan, tapi thalasemia itu lebih pas dikatakan suatu kelainan darah genetik (istilah medisnya 'genetic disorder')... Meski tidak pas juga jika disandingkan dengan penyakit cacat bawaan genetik seperti buta warna, tunarungu, dsb yg umumnya tak punya dampak samping penyakit lain... Kecenderungannya lebih ke arah sana dengan perbedaan menyolok, yaitu kemungkinan munculnya berbagai dampak penyakit fisik lain, karena kondisi fisik yg 'lemah' akibat 'cacat genetik thalasemia'nya tersebut...
Seseorang yg terlahir dgn thalasemia mayor, hidupnya akan tergantung dari rutin tranfusi berkala sepanjang hidupnya, dan karena tranfusi rutin berkala yg tidak bisa dihindarinya itu, terjadi penumpukan zat besi yg berlebihan, maka perlu konsumsi obat kelasi (chelation) zat besi nyaris setiap hari sepanjang hidupnya...
Dampak penyakit lain yg mungkin muncul karena kondisi thalasemianya, bisa dikatakan sangat kompleks, mulai dari gangguan hormonal, gangguan syaraf, gangguan jantung, gangguan paru,
pengeroposan tulang, diabetes, gangguan limpoid, dsb... Kompleks banget deh kemungkinannya, karena itulah perawatan rutin berkala yg disiplin, yg tepat, perlu dilakukan secara konsisten sepanjang hidupnya, untuk menekan semua dampak penyakit yg mungkin muncul, dan untuk meraih kualitas hidup yg sebaik mungkin...
Dalam perjalanan hidupnya seorang thalasemia mayor, bisa berhubungan dengan banyak dokter dokter spesialis bahkan dokter dokter sub spesialis...
Hidup sebagai thalasemia mayor, bukanlah hidup yg bisa sederhana, menpunyai dampak besar pada kehidupan sosial, ekonomi, bahkan psikologi, termasuk berdampak besar pada keluarganya...
(Bayangkan jika biaya perawatan rutin berkalanya, menurut dr pustika amalia di tv thn 2015, untuk thaller yg berat badannya 20kg, bisa mencapai 300 juta rupiah per tahun, jelas akan membuat guncangan besar dari sisi ekonomi dan sosialnya, bukan?.. Belum lagi semakin dewasa semakin besar berat badannya, semakin besar biaya perawatan rutin berkalanya...)
Kelainan darah thalasemia ini dipandang dari hukum mendel, dikatakan bersifat resesif ('tersembunyi')... BUKAN bersifat DOMINAN...
Bagaimana pemahaman resesif itu?
Untuk menjelaskan hal itu kita perlu ulas dulu tentang sel, kromosom, dan gene...
Sel sel manusia itu, dalam setiap inti selnya mengandung infomasi 'sifat sifat fisik manusia' yg persis sama pada setiap selnya..
Didalam setiap inti sel manusia itu terdapat 46 (23 pasang) untai kromosom, kecuali di sel sperma dan sel telur, yg dalam intinya hanya mengandung informasi setengahnya, 23 untai kromosom saja...
Jadi kalau kita ambil sel rambut, sel kulit, sel tulang, sel darah putih, sel otot, pokoknya setiap sel yg ada intinya pada orang itu, didalam intinya itu mengandung informasi yg persis sama, 46 untai kromosom yg persis sama...
23 untai itu diperoleh dari sel telur (ibu), 23 untai lagi diperoleh dari sel sperma (ayah)...yg bersatu ketika terjadi pembuahan, dan menjadi zigote, pada suatu kehamilan...
Satu untai kromosom itu terdiri dari jutaan 'potongan-potongan informasi', setiap potongan informasi itu dikatakan 'gene'...
Gene inilah yg menentukan sifat fisik manusia, sifat bentuk hidungnya, sifat jenis rambutnya, sifat warna matanya, dsb...
Setiap sifat fisik manusia itu ditentukan oleh sepasang gene, satu dari ibu, satu dari ayah...
Nah gene itu ada yg sifatnya dominan...
Artinya jika ada satu saja gene-dominan (dari yg sepasang), maka yg dominan-lah yg menentukan sifat fisik yg muncul...
gene juga ada yg resesif, jika sepasang gene-nya resesif (bukan hanya salah satunya), maka baru menentukan sifat fisik yg muncul...
Nah kelainan gene thalasemia itu bersifat resesif, artinya jika sepasang genenya (KEDUANYA, satu dari ibu dan satu dari ayah) ada kelainan thalasemia, maka baru bisa muncul thalasemia (mayor/intermediate) pada fisiknya...
Jika hanya salah satu gene yg ada kelainan thalasemia (entah yg dari ayah, atau yg dari ibu), maka sifat fisik thalasemianya nggak akan muncul... Inilah yg dimaksud dengan istilah "secara genetik thalasemia itu sifatnya resesif atau 'tersembunyi'...
Berdasarkan pengetahuan inilah, maka jika pada pasangan ortu,
ada bayi yg terlahir sebagai thalasemia mayor/intermediate, tak peduli anak keberapapun, maka bisa kita pastikan kedua genenya (satu dari ayah, satu dari ibu) ada kelainan thalasemia... Bisa kita pastikan, kedua orang tuanya membawa kelainan gene thalasemia (pembawa sifat)...
Jika ada satu saja anak yg terlahir sebagai thalasemia mayor/intermediate, entah anak keberapapun, maka pada setiap kehamilan berikutnya (entah kehamilan yg keberapapun pada pasangan yg sama), ada potensi/kemungkinan 25% si bayi akan terlahir sebagai thalasemia mayor/intermediate, 50% kemungkinan terlahir sebagai pembawa sifat thalasemia (yg dari ayah, atau yg dari ibu), 25% kemungkinannya sama sekali tidak membawa kelainan gene thasemia alias normal...
Note: Bayi yg bawa satu kelainan gene thalasemia (dari sepasang gene yg ada), dikatakan sebagai pembawa sifat... Karena kelainan thalasemia itu bersifat resesif, maka pembawa sifat itu akan layaknya seperti orang normal saja, sifat fisik thalasemianya nggak akan muncul (tersenmbunyi)...
Potensi pembawa sifat thalasemia di nusantara ini bisa dikatakan tersebar merata mulai dari aceh sampai merauke, ada disetiap ras, tidak kenal agama, tidak kenal suku(Sara) berkisar 5-10%...
Gambarannya begini, jika kita kumpulkan 10-20 orang sehat secara acak, maka ada 1-2 diantaranya adalah pembawa sifat thalasemia..
Nah anda merasa sehat?
Sudahkah melakukan screening thalasemia?
Siapa tahu anda termasuk yg 1-2 diantara 10-20 orang tersebut...
Tanpa screening thalasemia di laboratorium, pembawa sifat thalasemia itu tidak bisa dibedakan secara fisik dgn yg normal.. Ingat secara genetik, kelainan thalasemia itu bersifat resesif...
Ayo lakukan screening thalasemia, cukup dilakukan sekali seumur hidup..
Dan untuk memutus rantai kelahiran bayi dengan thalasemia mayor, hindarilah pernikahan antara sesama pembawa sifat thalasemia...
Hari Thalasemia sedunia, diperingati pada tgl 8 mei..
Salam perjuangan..
Jumat, 24 November 2017
Banyak minum air, benarkah bermanfaat?
70 % planet kita ini ditutupi oleh air, 80 % tubuh kita terdiri dari air.
Berapa persenkah diit kita seharusnya mengandung air?
Kita disarankan untuk memastikan agar 70 % pola makan kita terdiri dari makanan yang kaya akan air. Itu berarti; buah2an, sayur2an segar, atau jus yang baru diperas.
Pernah dengar saran atau rekomendasi untuk minum 8 hingga 12 gelas air setiap harinya untuk "membersihkan sistem tubuh"?. kemudian diteruskan dengan; "Himbauan ini disampaikan oleh Dinas atau instansi yang bekerjasama dengan Perusahaan XXX dan disponsori oleh YYY?"
8 gelas atau liter hingga 12 gelas atau liter?
Tahukah saudara/i bahwa itu gila?
Terlalu banyak mengkonsumsi air belum tentu baik. Karena kemungkinan besar air yang kita minum mengandung klorofin, fluoride, mineral, dan zat2 beracun lainnya.
Minum air yang disuling mungkin lebih baik. Tetapi, apapun air yang kita minum, (jika tujuannya demi membersihkan sistem tubuh), tentu kita sangat paham bahwa kita tidak bisa membersihkan sistem kita dengan menenggelamkannya.
Jumlah air yang kita minum hendaknya di dikte oleh rasa dahaga !!
Daripada mencoba membersihkan sistem tubuh kita dengan membanjirinya dengan air, kita tinggal makan makanan yang secara alami kaya akan air. Hanya ada tiga jenis di planet ini;
1. buah2an,
2. sayur2an dan
3. tunas.
Ketiganya akan memberi kita banyak air, substansi pembersih yang memberikan kehidupan. Ketika orang hidup dengan diit makanan yang rendah kandungan airnya, hampir pasti fungsi organ tubuhnya akan terganggu.
Seperti dikatakan Alexander Bryce, M.D. dalam The Laws of Life and Health, "Ketika tubuh kekurangan cairan, darah mempertahankan gravitasi spesifik yang lebih tinggi, dan produk2 sisa beracun seperti perubahan tissue atau sel dibuang dengan cara yang sangat tidak sempurna.
Oleh karenanya, tubuh diracuni oleh ekskresinya sendiri_dan dapatlah dikatakan bahwa alasan utamanya adalah karena tubuh kekurangan cairan untuk membuang limbah sel tubuh itu sendiri".
Diit kita hendaknya secara konsisten membantu tubuh kita dengan proses pembersihan, daripada membebaninya dengan bahan makanan yang tak dapat dicerna.
Menumpuknya produk sisa di dalam tubuh berpotensi mendatangkan penyakit. Salah satu cara untuk sebisa mungkin membebaskan aliran darah dan tubuh dari sisa2 racun adalah membatasi makanan maupun yang bukan makanan yang berpotensi menekan organ2 pembuangan tubuh; cara lainnya adalah dengan memberikan air yang cukup kepada sistem untuk membantunya membuang sisa tersebut. "Tidak ada cairan yang dikenal ahli kimia, yang bisa melarutkan substansi padat sebanyak air, yang sungguh merupakan pelarut terbaik yang pernah ada. Oleh karenanya, kalau tubuh diberikan cukup air, keseluruhan proses nutrisinya distimulasikan karena efek produk2 sisa beracun yang melumpuhkan tersebut disingkirkan dengan cara dilarutkan lalu dibuang oleh ginjal, kulit, perut, atau paru-paru. Kalau sebaliknya, jika bahan2 beracun ini dibiarkan menumpuk dalam tubuh, muncullah segala jenis penyakit".
Mengapa salah satu penyakit paling mematikan sat ini adalah penyakit jantung?
Mengapakah ada orang yang tumbang tewas di lapangan tennis di usia 40 tahun?
Salah satu alasannya adalah karena mereka telah seumur hidup menyumbat sistem mereka sendiri. Kualitas hidup kita, tergantung kepada kualitas kehidupan sel2 di seluruh tubuh kita. Kalau aliran darah kita penuh dengan produk sisa, lingkungan yang dihasilkannya tidaklah mempromosikan kehidupan sel yang sehat, kuat, hidup_atau pun biokimiawi yang mampu menciptakan kehidupan emosional yang seimbang bagi individu yang bersangkutan.
Dr. Alexis Carrel, seorang pemenang Hadiah Nobel pada tahun 1912 dan anggota Rockefeller Institute, berupaya membuktikan teori ini dengan mengambil tissue dari ayam (yang usia normalnya rata2 11 tahun) dan menjadikan sel2 tubuh ayam itu hidup tak terhingga hanya dengan membebaskannya dari produk2 sisa mereka sendiri dan dengan memberikan makanan yang mereka butuhkan. Sel2 ini dipelihara hidup selama 34 tahun, setelah Rockefeller Institute yakin bahwa mereka bisa memelihara sel2 tersebut hidup selamanya dan oleh karenanya memutuskan untuk mengakhiri eksperimen tersebut.
Kembali ke topik utama; "Seberapa persenkah dari diit anda terdiri dari makanan yang kaya akan air?, seandainya kita buat daftar hal2 yang kita cerna minggu lalu, seberapa persenkah yang kaya akan air?, 70 % kah?, Rasanya tidak. Bagaimana dengan 50 %?, 25?, 15?....
Ketika pertanyaan seperti diatas ditanyakan dalam berbagai seminar kesehatan, kita akan menemukan bahwa kebanyakan orang hanya makan 15-20 % makanan yang mengandung air. Dan itu jelas lebih tinggi daripada populasi secara keseluruhan.
Izinkan saya mengatakan sesuatu; "15-20 % itu BUNUH DIRI !! "
Kalau tidak percaya, silahkan googling dan buka, kemudian periksa saja statistik kanker dan penyakit jantung dan evaluasikanlah jenis2 makanan yang hendaknya anda hindari menurut rekomendasi National Academy of Sciences, dan periksa jumlah kandungan airnya.
Kalau kita memperhatikan alam dan kita lihat hewan2 yang paling besar, paling berkuasa, maka kita akan menemukan bahwa mereka itu herbivora; gorilla, gajah, badak, dan sebagainya itu semua makan makanan yang kaya akan air. Herbivora itu usianya lebih panjang daripada karnivora. Bayangkanlah burung pemakan bangkai. Mengapakah penampilannya mengerikan seperti itu?, karena ia tidak makan makanan yang kaya air.
Kalau kita makan sesuatu yang kering dan mati, terkalah seperti apa penampilan kita nanti. :)
Hanya separuh berchanda saja dalam hal ini. :)
Sebuah gedung itu hanya mungkin sekuat dan seindah bagian2nya.
Demikian pulalah halnya dengan tubuh kita.
Sesederhana itu saja.
Bagaimana kita bisa memastikan 70 % dari diit kita terdiri dari makanan yang kaya akan air?,
Juga Sederhana saja,..
Pastikan saja mulai dari sekarang, kita makan salad setiap kali makan.
Jadikanlah buah sebagai makanan ringan dan bukannya coklat. kemudian,
rasakan perbedaannya ketika tubuh kita lebih efisien dan oleh karena memungkinkan kita lebih energik.
Jumat, 10 November 2017
Gerila SEMUT
Sejarah pasukan Gerila Dayak melawan Jepang.
Kawasan-kawasan operasi gerilawan Dayak yang disebut "Gerila SEMUT."
Pasukan gerila SEMUT dibentuk oleh tentara British dan Australia, dengan menggunakan suku-suku Dayak yang sememangnya ahli dalam perang gerila hutan.
Operasi SEMUT ini terdiri dari empat kelompok pasukan gerila, yaitu :
SEMUT I
Dipimpin oleh Major Tom Harrison.
Kawasan operasi mereka di sekitar lembah Bario sampai ke Belait dan Trusan, juga kawasan pedalaman di sekitarnya. Kawasan ini kebanyakannya dari suku kaum Kelabit, Lun Bawang, Murut dan Dusun Belait@Bisaya.
SEMUT II
Dipimpin oleh Major Torby Carter.
Kawasan operasinya di sekitar lembangan Sungai Baram, Tutong, Marudi dan Brunei, juga kawasan-kawasan pedalaman di sekitarnya. Kawasan ini kebanyakannya dari suku kaum Kenyah, Kayan, Punan, Kelabit, Dusun Tutong@Bisaya, Lundayeh, Murut, Kedayan dan Brunei.
SEMUT III
Dipimpin oleh Captain W.L.P. Sochon.
Kawasan operasinya di seluruh lembangan Sungai Rajang, di kawasan yang kebanyakannya dari suku kaum Iban, Bidayuh dan Melanau.
SEMUT IV
Dipimpin oleh Major Bill Jinkin.
Kawasan operasinya di sekitar Bintulu dan Mukah. Iban, Melanau, Bidayuh dan Melayu.
Operasi Semut merupakan pergerakan gerila untuk melawan Jepang, dengan cara merekrut penduduk peribumi Borneo serta melatih mereka menggunakan senjata api. Operasi SEMUT berhasil melatih kira-kira 2000 orang Dayak pedalaman dari pelbagai suku yang ada di Sarawak-Brunei-Sabah untuk menjadi gerilawan.
Sepanjang Operasi Semut, 2800 tentara Jepun berhasil dibunuh dan 300 yang lain ditawan.
Beberapa anggota pasukan ini bahkan hanya menggunakan sumpit dan Mandau untuk melawan Jepang, dengan menggunakan taktik perang tradisional.
Sumber: https://web.facebook.com/pulaudayak2/photos/a.495981193914573.1073741828.495977887248237/742073049305385/?type=3&theater
Kawasan-kawasan operasi gerilawan Dayak yang disebut "Gerila SEMUT."
Pasukan gerila SEMUT dibentuk oleh tentara British dan Australia, dengan menggunakan suku-suku Dayak yang sememangnya ahli dalam perang gerila hutan.
Operasi SEMUT ini terdiri dari empat kelompok pasukan gerila, yaitu :
SEMUT I
Dipimpin oleh Major Tom Harrison.
Kawasan operasi mereka di sekitar lembah Bario sampai ke Belait dan Trusan, juga kawasan pedalaman di sekitarnya. Kawasan ini kebanyakannya dari suku kaum Kelabit, Lun Bawang, Murut dan Dusun Belait@Bisaya.
SEMUT II
Dipimpin oleh Major Torby Carter.
Kawasan operasinya di sekitar lembangan Sungai Baram, Tutong, Marudi dan Brunei, juga kawasan-kawasan pedalaman di sekitarnya. Kawasan ini kebanyakannya dari suku kaum Kenyah, Kayan, Punan, Kelabit, Dusun Tutong@Bisaya, Lundayeh, Murut, Kedayan dan Brunei.
SEMUT III
Dipimpin oleh Captain W.L.P. Sochon.
Kawasan operasinya di seluruh lembangan Sungai Rajang, di kawasan yang kebanyakannya dari suku kaum Iban, Bidayuh dan Melanau.
SEMUT IV
Dipimpin oleh Major Bill Jinkin.
Kawasan operasinya di sekitar Bintulu dan Mukah. Iban, Melanau, Bidayuh dan Melayu.
Operasi Semut merupakan pergerakan gerila untuk melawan Jepang, dengan cara merekrut penduduk peribumi Borneo serta melatih mereka menggunakan senjata api. Operasi SEMUT berhasil melatih kira-kira 2000 orang Dayak pedalaman dari pelbagai suku yang ada di Sarawak-Brunei-Sabah untuk menjadi gerilawan.
Sepanjang Operasi Semut, 2800 tentara Jepun berhasil dibunuh dan 300 yang lain ditawan.
Beberapa anggota pasukan ini bahkan hanya menggunakan sumpit dan Mandau untuk melawan Jepang, dengan menggunakan taktik perang tradisional.
Sumber: https://web.facebook.com/pulaudayak2/photos/a.495981193914573.1073741828.495977887248237/742073049305385/?type=3&theater
Langganan:
Postingan (Atom)




