Kawasan-kawasan operasi gerilawan Dayak yang disebut "Gerila SEMUT."
Pasukan gerila SEMUT dibentuk oleh tentara British dan Australia, dengan menggunakan suku-suku Dayak yang sememangnya ahli dalam perang gerila hutan.
Operasi SEMUT ini terdiri dari empat kelompok pasukan gerila, yaitu :
SEMUT I
Dipimpin oleh Major Tom Harrison.
Kawasan operasi mereka di sekitar lembah Bario sampai ke Belait dan Trusan, juga kawasan pedalaman di sekitarnya. Kawasan ini kebanyakannya dari suku kaum Kelabit, Lun Bawang, Murut dan Dusun Belait@Bisaya.
SEMUT II
Dipimpin oleh Major Torby Carter.
Kawasan operasinya di sekitar lembangan Sungai Baram, Tutong, Marudi dan Brunei, juga kawasan-kawasan pedalaman di sekitarnya. Kawasan ini kebanyakannya dari suku kaum Kenyah, Kayan, Punan, Kelabit, Dusun Tutong@Bisaya, Lundayeh, Murut, Kedayan dan Brunei.
SEMUT III
Dipimpin oleh Captain W.L.P. Sochon.
Kawasan operasinya di seluruh lembangan Sungai Rajang, di kawasan yang kebanyakannya dari suku kaum Iban, Bidayuh dan Melanau.
SEMUT IV
Dipimpin oleh Major Bill Jinkin.
Kawasan operasinya di sekitar Bintulu dan Mukah. Iban, Melanau, Bidayuh dan Melayu.
Operasi Semut merupakan pergerakan gerila untuk melawan Jepang, dengan cara merekrut penduduk peribumi Borneo serta melatih mereka menggunakan senjata api. Operasi SEMUT berhasil melatih kira-kira 2000 orang Dayak pedalaman dari pelbagai suku yang ada di Sarawak-Brunei-Sabah untuk menjadi gerilawan.
Sepanjang Operasi Semut, 2800 tentara Jepun berhasil dibunuh dan 300 yang lain ditawan.
Beberapa anggota pasukan ini bahkan hanya menggunakan sumpit dan Mandau untuk melawan Jepang, dengan menggunakan taktik perang tradisional.
Sumber: https://web.facebook.com/pulaudayak2/photos/a.495981193914573.1073741828.495977887248237/742073049305385/?type=3&theater



Tidak ada komentar:
Posting Komentar