Kesehatan

Kamis, 29 November 2018

BAGAIMANA MELAKUKAN TAPAS

ACUPRESSURE TECHNIQUE® - TAT®
Diterjemahkan oleh: Reza Gunawan – Certified TAT Trainer
Free Download eBook/Audiobook: http://myebookyourebook.blogspot.com/

TAT adalah proses penyembuhan sederhana
namun efektif, yang dilakukan dengan
menyentuh ringan beberapa titik akupresur di
kepala (Pose TAT) berbarengan dengan
membawa perhatian Anda pada masalah
tertentu (Langkah TAT).
Secara umum, TAT dapat membantu Anda
menyembuhkan trauma dan luka batin,
mengatasi emosi negatif yang sulit
disembuhkan, membantu proses
penyembuhan fisik serta alergi, dan juga
membebaskan Anda dari keyakinan diri yang
membelenggu. TAT merupakan salah satu
cara sederhana, indah, cepat serta efektif
untuk mencapai hidup sehat, selaras dan
bahagia.

Disclaimer
TAT adalah suatu pendekatan penyembuhan yang relatif  baru, sehingga seberapa jauh efektivitas, risiko dan manfaatnya belum diketahui sepenuhnya. Mohon perhatikan hal-hal berikut ini:
• Emosi, sensasi fisik, maupun memori yang belum tuntas bisa muncul dalam prosesnya.
• Memori trauma yang tadinya bisa diingat dengan jelas bisa menjadi pudar. Ini dapat mempengaruhi kemampuan untuk memberikan kesaksian hukum di pengadilan yang terkait dengan peristiwa traumatis. Sebelum membaca dan menggunakan informasi dalam dokumen ini, saya mengetahui dan
menyetujui bahwa:
• Keputusan saya untuk menggunakan TAT adalah berdasarkan pilihan saya sendiri.
• Saya menerima tanggung jawab penuh untuk merawat diri sendiri di seluruh aspek kehidupan saya.
• Keputusan saya untuk menggunakan TAT bebas dari tekanan luar apapun.
• Saya akan membaca dokumen ini secara lengkap sebelum menggunakan TAT.
• TAT tidak memberikan diagnosa medis atau menawarkan kesembuhan; TAT juga tidak menggantikan terapi dari tenaga medis profesional. Saya akan berkonsultasi dengan ahli medis saya sehubungan dengan masalah medis, psikologis maupun aspek kesehatan manapun yang saya miliki.



BAGAIMANA MELAKUKAN POSE TAT
Dengan salah satu tangan, sentuhkan ujung ibu jari secara ringan di titik akupresur yang letaknya kurang lebih 1/8 inci di atas sudut mata dalam. Kemudian letakkan ujung jari manis tangan yang sama dengan ringan pada titik akupresur yang letaknya kurang lebih 1/8 inci di atas sudut mata dalam di sisi sebelahnya.
Letakkan ujung jari tengah tangan yang sama di titik yang letaknya sekitar 1/2 inci di atas titik pertengahan kedua alis.


Sekarang letakkan telapak tangan yang masih bebas di belakang kepala, dengan posisi ibu jari kurang lebih menyentuh perbatasan antara leher dan kepala belakang.
Dasar tengkorak kepala seolah ditimang oleh telapak tangan tersebut. Kedua tangan Anda hanya menyentuh dengan
sangat ringan.
Tidak perlu ada tekanan pada jari atau tangan sama sekali.



Bila Anda melakukan pose TAT untuk orang lain, bagian kepala belakang
yang disentuh sama, hanya saja jari kelingking Andalah yang ada di
perbatasan leher dan kepala belakang.

Untuk anak-anak berusia 11 tahun kebawah, letakkan telapak tangan Anda di depan kening anak tersebut, hingga menutupi setengah bagian atas dari kedua matanya.
Untuk bayi, orang yang sangat sakit/lemah, atau orang yang tidak nyaman disentuh, pose TAT ini dilakukan dengan posisi yang sama seperti untuk anak-anak, namun kedua tangan berjarak 1-2 inci dari kepala orang tersebut.


Posisi untuk Langkah ke-9 dalam proses TAT adalah sebagai berikut:
Posisi tangan pertama: sama dengan posisi TAT. Posisi tangan kedua: dari posisi pertama, tukarkan posisi tangan kanan menjadi posisi tangan kiri.

Posisi tangan ketiga:

Letakkan kedua tangan melingkari kedua daun telinga.
Posisikan ibu jari tepat di pertemuan daun telinga bawah dengan leher Anda, dan jari kelingking tepat di bagian teratas dari daun telinga Anda.
Jari yang lain diistirahatkan di daun telinga bagian belakang.


Setiap langkah TAT dilakukan selama kurang lebih 1 menit, atau hingga Anda merasa “sudah selesai”. Rasa “sudah selesai” dapat berbentuk helaan nafas, atau rasa bahwa masalah ini tidak lagi
“mencengkram” Anda, atau pikiran Anda beralih perhatian, pelepasan energi, atau sebuah rasa yang sederhana dimana Anda merasa sudah selesai. Bagi anak-anak, proses ini terkadang terjadi hanya dalam beberapa detik saja.

Jarang sekali terjadi bahwa perasaan /emosi Anda bisa menjadi lebih kuat saat melakukan TAT. Bilamana ini terjadi, tetaplah berada dalam pose TAT dan letakkan perhatian Anda pada apa yang sedang Anda lakukan di tahap tersebut. Jangan arahkan perhatian Anda untuk masuk lebih dalam ke
perasaan/emosi tersebut. Bila Anda terus mengikuti instruksi yang diberikan, biasanya emosi Anda akan berubah menjadi rasa tentram dan damai dalam beberapa menit kemudian. Bilamana Anda tidak memperoleh rasa damai tersebut dalam beberapa menit, mintalah bantuan Praktisi TAT Bersertifikasi
atau ahli kesehatan mental yang profesional.

Anda dapat melepaskan lengan dan tangan Anda untuk beristirahat kapan saja – selama sebuah langkah dan/atau diantara langkah. Mata Anda boleh terbuka atau tertutup. Tidak jadi masalah tangan kiri atau kanan yang Anda letakkan di depan kening.

Lakukan TAT maksimum 20 menit per hari dalam pose TAT.
Minumlah 6-8 gelas air di hari ketika Anda melakukan TAT.

Sekarang setelah Anda selesai melakukan TAT, ukurlah kembali reaksi Anda terhadap trauma yang sama. Dengan mengukur skala subjektif 0 – 10, dimana ‘0’ berarti tidak ada stres dan ‘10’ berarti kondisi rasa yang paling buruk, ukurlah reaksi Anda terhadap trauma tersebut, pada saat ini.
Bandingkan ukuran sebelum dan sesudah proses ini bagi Anda.

Itu saja prosesnya. 
Pose dan Langkah diatas merupakan fondasi dasar TAT.
Seringkali proses ini dikatakan sebagai proses yang begitu indah dan sederhana, namun luar biasa efektif. Ketika melakukan TAT, Pose dan Langkah 3-9 tetap sama, namun Langkah SATU dan Langkah DUA bisa berubah sesuai dengan isu apa yang ditangani.

Perhatikan bahwa ketika Anda sedang menyembuhkan sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu, Anda bisa meletakkan perhatian akan sebuah peristiwa atau serangkaian peristiwa tanpa harus mengulangnya secara nyata sekali lagi. Dalam TAT, kita tidak perlu dan tidak disarankan untuk mengalami ulang peristiwa traumatik, untuk mencapai penyembuhan.

Ikhtisar Langkah TAT®


BERNIAT / DOA
Berniatlah dalam hati agar penyembuhan yang Anda akan lakukan juga akan bermanfaat bagi:
• semua generasi sebelum Anda (ancestors), seluruh keluarga Anda, & seluruh generasi setelah Anda
• semua pihak yang terlibat, terpengaruh maupun mempengaruhi Anda dalam masalah ini,
• semua bagian dari diri Anda dan semua sudut pandang Anda tentang masalah ini,
• bilamana sesuai dengan keyakinan pribadi, semua pastlife (kehidupan masa lampau) Anda

• semua yang mengalami penderitaan serupa dengan Anda saat ini.

1: MASALAH
Pilihlah kalimat di bawah ini yang paling sesuai untuk situasi Anda:
“PERISTIWA INI” sudah terjadi
• Semua yang menyebabkan “MASALAH INI” sudah terjadi
• “Pikiran Negatif” (pikiran, keyakinan, kebiasaan).

2: KEBALIKAN DARI MASALAH
Pilihlah kalimat di bawah ini yang paling sesuai untuk situasi Anda:
“PERISTIWA INI” sudah terjadi, sudah berlalu, saya OK, dan sekarang saya boleh rileks
• Semua yang mengakibatkan munculnya “MASALAH INI” sudah terjadi, sudah berlalu, maka sekarang “MASALAH INI” pun sirna
• Tidak benar bahwa “Pikiran Negatif” ATAU gunakan kalimat lain yang kebalikan.

3: TEMPAT PENYIMPANAN
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati, tanpa perlu tahu dimana saja tempat trauma tersebut
tersimpan selama ini:
Semua tempat dalam batin saya, tubuh saya, dan hidup saya, dimana MASALAH INI tersimpan
selama ini, sekarang disembuhkan. (optional: “terimakasih Tuhan (nama lainnya)”).

4: AKAR PENYEBAB
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati, tanpa perlu tahu apa saja akar penyebab dari masalah Anda: Segala akar penyebab dari MASALAH INI sekarang disembuhkan. (optional: “terimakasih Tuhan (nama lainnya)”).

5: PEMAAFAN
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati: (tanpa perlu mencari atau mengingat setiap orang yang
terlibat; cukup niatkan saja dalam hati Anda)
a. Saya mohon maaf kepada semua pihak yang saya sakiti sehubungan dengan masalah ini, semoga semua hidup penuh kasih sayang, damai dan bahagia.
b. Saya maafkan semua pihak yang menyakiti saya sehubungan dengan masalah ini, semoga semua hidup penuh kasih sayang, damai dan bahagia.
c. Saya maafkan semua pihak yang saya salahkan dalam masalah ini, termasuk Tuhan maupun diri saya sendiri.

6: BAGIAN DIRI
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati: (tanpa perlu mencari bagian diri yang relevan).
Semua bagian diri saya yang merasa perlu untuk tetap memelihara MASALAH INI sekarang disembuhkan. (optional: “terimakasih Tuhan (nama lainnya)”)

7: APAPUN YANG TERSISA
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati: (tanpa perlu tahu apa yang tersisa).
Apapun yang masih tersisa dari MASALAH INI sekarang disembuhkan. (optional: “terimakasih Tuhan (nama lainnya)”)

8: MEMILIH
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati:
Saya memilih (apapun hasil positif yang ingin Anda capai sehubungan dengan MASALAH INI).

9: INTEGRASI
Perhatikan / rasakan / renungkan dalam hati dengan 3 POSISI TANGAN (liat Gambar diatas).
Penyembuhan ini sekarang menyatu dengan utuh, tuntas dan sempurna. (optional: “terimakasih
Tuhan (nama lainnya)”)

BERSYUKUR: Terakhir saya sarankan Anda untuk berterimakasih kepada siapapun dan apapun yang berperan dalam penyembuhan Anda – Tuhan, Ibu Pertiwi, Ruh Kudus, Cinta Ilahi, dll.

MENCARI MAKNA TAO

Apa yang dimaksud mencari ke dalam diri (INTROPEKSI DIRI) ?

"Tao berada dalam diri kita sendiri, di luar diri kita tidak terdapat Tao".

"Di dalam sanubari saya terdapat Buddha, bila tidak memiliki benih Buddha, dimanakah saya dapat menemukan Buddha?"

Orang jaman dahulu percaya bahwa melalui metode latihan spiritual, manusia mampu melampaui kondisi manusia biasa. Sebuah kondisi lebih tinggi yang memberikan seseorang sukacita dan pengetahuan yang unik, terbebas dari penderitaan dan ilusi dunia.
Untuk mencapai kondisi tersebut, diperlukan kejujuran moral, pengendalian hasrat, dan penggunaan tekhnik khusus untuk memperbaiki pikiran dan tubuh. Berbagai aliran kultivasi muncul, masing-masing menawarkan jalan spiritualnya sendiri. Tradisi ini diturunkan dari para Master kepada Siswa-siswanya, tetapi yang paling unik adalah yang bisa mencapai kondisi tersebut dengan usaha dan metodenya sendiri.

Berlatih, membina diri artinya berupaya memperbaiki diri dan menjalani hidup secara harmonis dengan selalu mendekatkan diri pada prinsip-prinsip Universal Sejati, Baik, Bijak, dan Sabar.
Pemahaman setiap orang terhadap prinsip-prinsip universal adalah unik dan terus berkembang seiring dengan terus belajar dan berlatih. Tidak ada "standart keyakinan" yang harus diadopsi oleh seseorang. Setiap orang berasumsi dan menerapkan prinsip-prinsip tersebut dengan caranya sendiri.

Untuk mengkultivasi pikiran, kita wajib menerapkan prinsip-prinsip universal dalam setiap aspek kehidupan; menjadi lebih jujur, belas kasih dan sabar dalam pikiran, perkataan dan tindakan.

"Mencari ke dalam diri" adalah ungkapan yang sederhana, tetapi ketika kita sungguh-sungguh dapat melakukannya, bahkan pada hal-hal kecil, itu akan mengubah pandangan kita dan membuat segalanya di sekitar kita terlihat berbeda dan lebih baik. Kita akan lebih mudah menghadapi dan menangani konflik dengan sesama_mencari kedalam diri (intropeksi diri) untuk menemukan kekurangan diri, menjadi lebih jujur dan memiliki keberanian untuk mengatakan hal-hal yang sebelumnya kita khawatirkan tidak ingin didengar oleh orang lain. Sampai pada suatu level dimana kita bisa membiarkan berbagai hal mengalir apa adanya, dan melihatnya dari sudut pandang orang lain,..
Intropeksi diri menyadarkan kita bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik secara keseluruhan, menjadi lebih positif dalam berpikir, sehat secara psikis dan fisik, lebih bahagia dan lebih memperhatikan orang lain dibandingkan sebelumnya.



Tao ( 道 ), dalam huruf mandarin terdiri dari dua titik ' 丷 ', yang adalah simbol dari dualitas, artinya "yin" dan "yang" atau plus dan minus. Plus dan minus juga berarti Tao, didalam plus terdapat minus, didalam minus terdapat plus. Bila hanya minus tidak akan ada perubahan perkembangan, dan bila hanya ada plus tak akan ada proses pertumbuhan. Yang artinya bisa disamakan dengan perubahan dalam dualitas. Tapi dalam praktek, yang minus tetaplah minus, yang seharusnya plus tetaplah plus. Itulah Realitas.
Kita juga bisa menemukan kesamaan dalam Buddhisme; Demikian yang kudengar:
"Ketika kita mampu melampaui dualitas, kita akan jelas melihat bahwa ada sesuatu yang nyata. Tapi yang tidak nyata itu tidak bertentangan dengan yang nyata. Apa yang tidak nyata hanya tidak nyata. Ini adalah di luar realitas, terpisah dari realitas. Tapi itu bukan dan tidak dapat bertentangan dengan realitas. Sesuatu yang nyata tidak dapat memiliki lawannya. Tidak ada yang bisa mengancam yang nyata. Dengan demikian, langkah pertama pada jalan spiritual adalah untuk melampaui dualitas."
Ibarat kita mengendarai mobil, jika memang waktunya perlahan, maka kemudikanlah dengan perlahan. Jika waktunya harus mengemudi cepat, maka kemudikanlah dengan cepat. Jika sebaliknya akan timbul masalah.

Di bawah dua titik yin-yang terdapat garis ' 一 ', (baca 'yi') artinya "Esa", ialah target paling akhir yang dicari dan dituntut oleh berbagai agama dan berbagai aliran filsafat.
Maka Konfusianisme mengajarkan untuk konsisten dengan Keesaan, Agama Buddha berpendapat kembali kepada yang Esa, Taoisme berpendapat mempertahankan yang Esa. Esa (bukan "EKA" (yang artinya satu)) adalah keseluruhan, termasuk yang asli dan yang palsu. Dari sini kita dapat bayangkan betapa pentingnya arti "Esa", bahkan ada orang-orang yang mengerahkan seluruh kehidupannya untuk mencari yang Esa ini.
Dalam aksara Mandarin ' 人 ' (baca ren) = manusia setelah mendapatkan yang Esa ' 一 ' , akan menjadi ' 大 ' (baca da) = besar. Lalu yang Esa ini, jika dikembangkan sesuai dengan kehendak alam, maka akan menjadi ' 天 ' (baca Thien) = langit dan mencapat suatu taraf terpadunya alam semesta dengan manusia tersebut.
Para Nabi bersabda: "Apabila Langit mendapatkan yang Esa akan menjadi bening, bila bumi mendapatkan yang Esa akan menjadi tentram, bila manusia mendapatkan yang Esa akan menjadi SUCI, kembali ke alamiahnya, menyatu dengan alam.

Lalu kita telaah lagi huruf Tao ini, dibawah garis ' 一 ' terdapat huruf ' 自 ' (baca zi) - artinya diri sendiri, yang berarti Tao berada dalam diri kita sendiri, di luar diri kita tidak terdapat Tao seperti tertera dalam Kitab "Liu Cu Than Cing" (Sutra Altar Patriacha ke-6); "Bila kita meninggalkan Tao, sepanjang hidup takkan melihat adanya Tao", Dhamma Buddha mengatakan "Semua makhluk memiliki benih Buddha dalam dirinya", Konfusianisme: "Tao tidak menjauhkan manusia, manusia sendiri yang menjauhkan Tao", Yesus berkata; "Tuhan bersama dengan saya".
Semua pernyataan itu sama maknanya, hanya pengutaraannya saja yang berbeda. Seperti apa yang dikatakan: "Di dalam sanubari saya terdapat Buddha, bila tidak memiliki benih Buddha, dimanakah saya dapat menemukan Buddha?". Semua pernyataan-pernyataan itu mengingatkan kita agar kita mencari yang Esa itu kedalam diri, jangan mencari di luar.

Lanjut,..
Mari kita gabung ketiga huruf ini; ' 丷, 一, 自 ', tiga huruf ini, bila dihimpun menjadi satu jadilah huruf ' 首 ' (baca sou) - artinya yang pertama/utama. Disini berarti dari langit sampai ke bumi, hanya Tao yang paling mulia. "Berkelana mencari jalan hidup di dunia fana ini, hanya membina diri dalam Tao yang paling tiada salahnya".
Sejak dahulu kala, yang membuat kita selalu terkenang dalam sanubari adalah orang-orang yang berhasil mencapai kesempurnaan dan kembali ke asalnya, meninggalkan nama harum di dunia ini. "Lakukanlah hal-hal besar, jangan hanya jadi pembesar", ~Sun Yat Sen.

Lanjut membedah aksara Tao
disebelah kiri terdapat huruf ' 辶 ' - (baca chuo), mirip orang berdiri mengayuh diatas sampan yang berarti harus dilaksanakan. Berdiri di perahu tetapi tidak mendayung maka perahu tidak akan bergerak. Tao bukan untuk buah bibir, tapi harus disimpan di hati dan dihayati, direnungkan.
Tao adalah kesadaran yang timbul dari sanubari yang telah memperoleh keesaan/Pencerahan.
Ibarat setelah minum, barulah kita dapat merasakan dingin atau panasnya secangkir minuman. Bila Tao hanya dibaca di mulut saja tapi tidak dilaksanakan, lain di mulut lain di hati, maka bagi diri sendiri ataupun bagi masyarakat tidak ada gunanya. Tapi kalau dibaca dan dilaksanakan seumur hidup, akan berguna bagi diri sendiri dan orang banyak. "Jika tiada budi kebajikan yang tinggi, maka Tao takkan tertampak nan mulia padanya.



"TAO" ( 道 ) adalah hakekat kebenaran dari seluruh jagad raya, oleh karena itu, Tao boleh juga dikatakan Kebenaran atau Aturan Semesta Alam Tanpa Batas. Tao tiada bentuk dan tiada wujud, tiada suara, tiada bau, tidak dapat dilihat, tak dapat digambarkan. Tapi bila jagad raya tidak terdapat Tao, maka semuanya tidak dapat berproses, mengalami perubahan dan tidak akan berkelanjutan. Dalam Dhamma Buddha kita menyebutnya: "Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang yang artinya "Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak".
Tao berada di langit, di bumi, di benda, ada di masalah-masalah, dan di segalanya. Di dalam tubuh manusia Tao dikenal sebagai Hati Nurani. Bila ada seseorang yang melakukan hal-hal yang berlawanan dengan hati nurani dan kebenaran Tao, maka dikatakan perbuatannya telah membelakangi kehendak Semesta Alam.

Tao adalah kebenaran yang takkan berubah. Jagad raya berubah, manusia dan segala masalah juga selalu mengalami perubahan, hanya Tao yang setelah berjuta tahun tidak pernah berubah. Dalam Buddhisme dikenal sebagai salah satu dari Tiga Corak Universal (Tilakhana) yakni anicca. Konon, ribuan tahun yang lalu, bila seseorang memperoleh Tao, maka ia menjadi orang yang tercerahkan, bila memperoleh Pencerahan, mereka dikenal sebagai orang suci. Bila memperoleh Pencerahan, bertambah kebijaksanaan, naluri, feeling, hal-hal bersifat abstrak yang biasanya disebut instinct semakin peka, dlsbg. Oleh karena itu, "Barang siapa tahu jalan ini, mereka dapat kembali ke asalnya, tidak tersesat kembali ke lingkaran samsara, menderita kelahiran berulang atau terjatuh ke alam rendah".

Seperti diutarakan diatas, Kebenaran (Tao) ini, bila terdapat di langit, maka jadilah hukum-hukum langit, di bumi jadilah hukum bumi, di dalam tubuh manusia, jadilah apa yang disebut Budi Pekerti, Kebaikan Hati, di masalah-masalah menjadi Aturan, di dalam kebendaan menjadi hukum alam, di dalam karya tulis juga terdapat aturan-aturan tertulis.
Bila langit kehilangan aturan, bintang-bintang akan bertabrakan, bila bumi kehilangan aturan, terjadilah tanah longsor, bencana banjir, dlsbg. Bila manusia kehilangan aturan menjadi tidak manusiawi, hanya sebuah karya tulis yang tiada aturan, tiada pengaruh yang luas, ..
Maka di dalam alam semesta ini, semua hal dan benda bila terdapat aturan akan kedamaian akan terwujud, tetapi bila kehilangan aturan akan menjadi bencana, angkara murka dan celaka.

' 理 ' (baca li) = aturan/rasional, harus mendapatkan ' 一 ' yang Esa, kalau kehilangan ' 一 ' (Esa), akan menjadi ' 埋 ' (baca mai) = terpendam. ' 理 ' (baca li) = aturan/rasional yang ' 埋 ' aturan apapun yang terpendam tidak akan ada gunanya.
Pepatah mengatakan; "Berpegang pada aturan, dapat berkelana di seluruh dunia, tiada aturan setindak pun sulit".

Tao juga bisa diartikan Jalan, jalan ini adalah satu-satunya jalan Pembebasan menuju Pencerahan Akal Budi.
Konon, pada jaman dahulu, bila seseorang ingin mendapatkan Tao, ia harus meninggalkan keluarganya, hartanya, kariernya, seorang diri menempuh jalan yang jauh dan terpencil karena Tao di jaman dulu masih tersembunyi, untuk memperoleh Tao sangatlah sulit. Sampai pada suatu waktu, beberapa orang yang telah berkali-kali membina diri dan timbunan kebajikannya di kehidupan-kehidupan lampau sebelumnya sudah cukuplah yang bisa berhasil memperoleh Tao dan SADAR bahwa Tao tidak berjarak dengan diri kita sendiri seperti di sebutkan diatas "Tao berada dalam diri kita sendiri, di luar diri kita tidak terdapat Tao".
"Di dalam sanubari saya terdapat Buddha, bila tidak memiliki benih Buddha, dimanakah saya dapat menemukan Buddha?"

Bersambung,..

Sabtu, 10 November 2018

PERSPEKTIF KEHIDUPAN KEKAL SETELAH KEMATIAN


Posted by: Ryu Hasan on Twitter


"Kematian adalah resiko terbesar bagi organisma hidup, karena tidak akan ada resiko lagi setelah organisma itu mati."

Sebagian orang takut dirinya mati, sebagian kecil lainnya tidak takut kematian, ini adalah variasi otak per individu, yang sudah merupakan bakat alamiahnya.
Individu yang takut mati berguna untuk menjaga kelangsungan spesies, yang rela mati demi kelompok berguna sebagai "sejata" (berburu / melawan musuh).
Kasarnya, individu yang takut mati "tugas"nya menyambung keturunan spesies, yang tidak takut mati "tugas" nya menunjang kebutuhan-kebutuhan kelompok.

Konsep adanya hidup sesudah mati di otak manusia mengikuti evolusi konsep kesadaran diri dan konsep dikotomi entitas dalam diri (raga-jiwa-ruh).
Konsep adanya kehidupan sesudah mati dalam otak manusia sudah ada sejak jaman pra-sejarah, indikatornya adalah ritual pemuliaan jenazah.

Banyak lukisan-lukisan prasejarah di goa-goa yang menggambarkan ritual pemuliaan jenazah; mengubur atau membakar jenazah adalah bentuk-bentuk pemuliaan.
Sebelum mengenal pemuliaan itu, jenazah manusia yang mati dibiarkan begitu saja, dibuang ke jurang atau ke sungai.

Konsep kesadaran diri dan konsep dikotomi raga-jiwa, menimbulkan rasa takut di otak tentang prediksi jika jiwa meninggalkan raga, takut mati. Tetapi, perasaan takut mati ini teratasi dengan konsep baru bahwa mati tidak sekedar mati, ada kehidupan selanjutnya. Rupanya varian semacam ini lebih fit terhadap seleksi alam.

Dalam perjalanan evolusinya, konsep "after life" menghasilkan konsep religiositas, amplifikasi hasil kerja sirkuit pahala NAcc di otak mamalia. Reward-punishment (pahala-dosa), yang juga adalah konsep, merupakan hasil kerja NAcc yang merupakan sirkuit yang sudah terbentuk pada otak moyang-moyang manusia. Sirkuit pahala NAcc ada pada otak semua mamalia, jadi tikus pun juga kenal konsep pahala-dosa di otaknya. Konsep after life yang di-drive oleh NAcc menghasilkan spiritualisme religiositas, yang berdasarkan adanya dikotomi dosa-pahala setelah mati.

Dalam evolusinya, konsep after life pada relijiusitas tentang adanya pahala-dosa ini mensyaratkan adanya 'agen penyedia' pahala-dosa tersebut. Kemudian konsep tentang 'agen penyedia' pahala-dosa selanjutnya berkembang sesuai dengan tempat dan waktu dimana satu kelompok masyarakat hidup.
Nah,.. disini bermula konsep atau penggambaran tentang segala bentuk Tuhan yang bertindak sebagai otoritas penentu pahala-dosa pada relijiusitas.
Konsep relijiusitas ini berlawanan dengan spiritualisme altruis yang didorong oleh sirkuit altruisme otak yang ada di orbito frontal cortex.

Dalam perjalanan evolusi, relijiusitas (di masa lalu) membuat homo sapiens lebih fit terhadap seleksi alam. Neanderthal yang lebih altruis punah. Relijiusitas meningkatkan ikatan dalam kelompok, karena konsekwensinya ada orang yang dianggap lebih dekat dengan Tuhan dan dianggap punya otoritas. Orang yang dianggap mempunyai kedekatan dengan dewa, Tuhan atau apalah namanya cenderung dipatuhi. Secara langsung hirarki terbentuk dengan sendirinya.

Sejalan waktu, pernak pernik relijiusitas mengalami sofistikasi dan variasi, keliaran imajinasi manusia versus imajinasi tandingan. Tapi ya,.. selalu saja ada varian, dalam populasi homo sapiens yang cenderung memegang relijiusitas muncul juga varian yang cenderung altruis. "yang ada" adalah adanya realitas keyakinan (theis maupun atheis) yang hidup dalam alam pikiran manusia. Setiap keyakinan membangun struktur logikanya untuk membenarkan (rasionalisasi dan atau sakralisasi) dalil-dalil keyakinan. atau istilah lain kita kenal dengan sebutan "intelektual pada ego".

Tubuh makhluk hidup itu disusun oleh bahan-bahan alam yang tentu saja bekerja sesuai dengan hukum alam.
Ada karbon, hidrogen, oksigen, kalium, natrium, bahkan seng dan besi juga ada, semua mengikuti hukum alam.
Tidak ada kejadian tahayul didalamnya. Bahkan proses munculnya kehidupan, juga terikat dengan hukum alam.

Dalam proses kematian yang dialami satu organisme (mulai bakteri hinga manusia) juga tidak melibatkan tahayul sama sekali, proses ini adalah mekanisme alamiah.
Sepanjang sejarah, keyakinan dan ideologi-ideologi tidak secara terang-terangan menyebut bahwa hidup manusia bernilai paling / lebih tinggi.

Tidak heran jika ada sebagian kecil manusia yang mengagungkan agen penjemput kematian (Giam Lo Ong kalau bahasa Kho Ping Hoo), mereka memandang kematian adalah bagian kehidupan paling penting.
Menurut sebagian makhluk klenik, manusia mati karena ada lelembut yang sudah menetapkannya, dan saat-saat kematian mereka adalah pengalaman metafisik suci yang penuh dengan makna.
Ketika ada seorang anak manusia yang hampir “meregang nyawa” itulah saatnya memanggil pandito, ahli nujum atau dukun. :P
Klenik muncul karena manusia itu sendiri yang doyan mencoba mengarang-ngarang tentang pasca kematian.

Bayangkan saja, dimana ada suatu dunia tanpa kematian, artinya adalah suatu dunia tanpa surga, tanpa neraka, atau tanpa reinkarnasi. Klenik nggak laku lah kalau begini ceritanya.
Tetapi untunglah ada sains. Sains modern memiliki sudut pandang yang berbeda dengan klenik soal kehidupan dan kematian.

Kematian tidak dianggap sebagai misteri metafisik dan tentu saja kematian tidak dipandang sebagai sumber makna kehidupan.
Kematian adalah “masalah teknis” yang seharusnya bisa dipecahkan.

Dalam cerita-cerita peri Eropa abad pertengahan, "MAUT” adalah sosok berkerudung dan jubah hitam, dengan “clurit aneh” di tangan kiri dan pecut di tangan kanannya.
Kalau dia sudah nongol, tidak ada satu manusiapun yang bisa menawar apalagi menolak ajakannya.
Tapi dalam kenyataannya, manusia tidak mati karena didatangi gendruwo berjubah dan berkerudung hitam yang menepuk pundaknya, bukan karena ada lelembut sudah menetapkannya, juga bukan karena hal ini adalah bagian esensial dari rencana kosmis.
Manusia mati selalu karena suatu kesalahan teknis.
Masalah-masalah teknis itu antara lain:
1. jantung berhenti memompa darah,
2. arteri utama di otak tersumbat gumpalan lemak atau bekuan darah,
3. terlalu banyak bakteri berbiak di paru-paru,
4. sel-sel kanker menyebar di liver.
5. dlsbg, dst, dst,..

Lha, terus yang menyebabkan adanya masalah-masalah teknis ini apa? Ya masalah teknis yang lain laa. Jantung berhenti memompa darah karena oksigen yang mencapai otot-otot jantung tidak cukup.
Kuman berbiak di paru-paru karena ada makhluk lain bersin-bersin di angkot dan menularkan penyakitnya. dlsbg,..
Tidak ada yang metafisik dalam hal ini. Semua adalah masalah teknis. Dan, setiap masalah teknis ada solusi teknisnya. Kalau di saat jantung berhenti memompa, kemungkinan untuk bisa dihidupkan lagi itu ada, misalnya dengan obat-obatan atau defibrillator, kalau tidak berhasil bisa dicangkokkan jantung baru. Kuman bisa ditumpas dengan antibiotik kalau tidak akut. Sel-sel kanker bisa dibasmi dengan operasi, kemoterapi dan radioterapi kalau belum stadium akhir, dst, dst,..

Solisi teknis dari masalah teknis.
Walau harus diakui bahwa memang benar, saat ini kita belum punya solusi atas semua masalah teknis. Tapi justru karena hal inilah sekarang kita punya alasan untuk menginfestasikan banyak waktu dan uang dalam meneliti kanker, kuman, teknologi nano dan genetika, dlsbg. Upaya menemukan solusi teknis. Tapi,.. ya gitu deh, mayoritas manusia lebih suka solusi klenik... namanya juga manusia, manusiawi laa. :P
Makanya jangan heran jika sampai ribuan tahun, makhluk-makhluk ini ribut tentang apa yang terjadi dan akan mereka temui setelah mati.

Uniknya, ribuan tahun mayoritas manusia hidup dalam ketidaktahuan tentang apa penyebab dan bagaimana proses kematian ini terjadi, dan mereka tidak pusing dengan penyebab dan proses kematian. Dan setelah sukses menghayal tentang hidup setelah kematian, pelan tapi pasti kaum-kaum ini semakin tidak menghargai kehidupan mereka yang sesungguhnya. Kehidupan ini sementara, kehidupan setelah mati abadi... kata nya. Bagaimana mau sukses jika hidupnya bukan buat dunia tapi untuk akherat,..
"Sains adalah klenik baru".

Sel-sel kita mengalami penuaan dan kemudian mati justru pada saat kita mulai menghirup oksigen.
Jadi kalau ada pertanyaan: “Kapan sebenarnya kematian kita dimulai?”
Jawaban yang sekarang ini paling mendekati kebenaran ilmiah adalah : “Saat kita lahir”.

Alam dan evolusi mempunyai selera ironi yang sama dan sangat unik ketika mereka berdua membuat hidup kita begitu tergantung kepada oksigen. Tapi disisi lain, oksigenlah penyebab utama terjadinya penuaan yang akhirnya menyebabkan kematian sel-sel kita.
Apa bukan ironi namanya? :)

Pada umumnya organisma hidup (termasuk manusia) akan menua dan akhirnya mati. Tetapi ada juga yang enggak contohnya: immortal jelly fish.
Rata-rata di jaman sekarang, saat manusia melewati umur 60 tahun, maka yang tersisa hanya 25%-30% dari rentang hidupnya. Proses kematian makin hebat !
Pertanyaan lanjutannya adalah:
“Kenapa organisme hidup pada umumnya akan menua dan kemudian mati?,
Apa atau siapa yang bertanggung jawab dalam hal ini?”

Semua adalah ulah evolusi, karena evolusi hanya tertarik dengan reproduksi dan tidak perduli kesehatan setelah kita bereproduksi. Sistem-sistem mekanik (mesin) yang aktif, semuanya akan rusak, aus karena usia tua. Hal ini juga berlaku bagi sel dalam sistem biologis. Setelah manusia melewati usia 60 tahun, efek penuaan jadi lebih jelas. Ingatan tidak setajam dulu, gerakan jadi lebih lambat, lutut jadi sakit. dll.
Proses menua bukan bagian program perkembangan manusia atau organisme hidup lain pada umumnya. Tidak ada gen yang mendorong penuaan. Bahkan, evolusi secara 'bijaksana' menemukan aktivitas sel untuk menghambat penuaan, sayangnya ini hanya aktif sampai reproduksi kita berhenti.

Dari sudut pandang evolusi, menghambat penuaan hanya diperlukan sampai binatang selesai bereproduksi dan selesai mengasuh anaknya. Setelah satu organisme hidup bereproduksi dan tuntas mengasuh anaknya, alam seolah kehilangan minatnya menjaga kebugaran organisme tersebut.
Alam hanya menyediakan langkah perbaikan dan menunda penuaan sampai tujuan reproduksi dan pengasuhan tercapai. Setelah itu dia bilang: PERSETAN ! :P

Ini yang itu disebut dengan teori “dispossable soma”, manusia dan binatang-binatang lain dibuang setelah reproduksi dan pengasuhan anak selesai.
Lha,.. terus kalau tidak diprogram oleh gen, kenapa penuaan bisa terjadi?
Jawabannya sama dengan yang terjadi pada mesin mobil tua: karena aus !

Penuaan setiap organisme adalah hasil akumulasi kerusakan seluler dan molekuler yang tidak lagi bisa diperbaiki, khususnya dalam DNA dan protein. Pemeliharaan eksistensi dan integritas DNA adalah tantangan utama bagi sel, karena kerusakan setiap DNA menyebabkan hilangnya protein penting. Kerusakan DNA juga menyebabkan kesalahan sintesis protein pada sel, kesalahan 'timing' sintesis, dan dihasilkannya protein yang ‘cacat’. Kerusakan semacam ini selalu terjadi setiap saat dan akan terakumulasi sepanjang hidup sejak sel dan jaringan tubuh pertama mulai terbentuk.

Kerusakan lain yang juga selalu terjadi ada di mitokondria, di membran, dan bisa juga akibat kesalahan dalam proses pelipatan protein. Panjangnya umur manusia dan binatang-binatang lain, terutama ditentukan oleh mekanisme yang telah berevolusi untuk mengatur tingkat pemeliharaan tubuh. Tidak diragukan lagi bahwa sel setiap manusia menua, sel kita pada saat usia muda akan terus menggandakan diri dan pada akhirnya berhenti. Salah satu penjelasan menurunnya kapasitas pembelahan sel seiring bertambahnya umur setiap binatang, terkait erat dengan yang namanya “telomer”.

Telomer ini fungsinya seperti plastik di ujung tali sepatu, dia melindungi ujung kromosom yang jadi makin pendek saat setiap sel-sel membelah diri. Pemendekan ini terjadi karena absennya enzim ‘telomerase’, enzim yang membuat telomer tumbuh lagi ke panjang sebelum sel membelah diri. Dengan melihat telomer kita bisa menghitung jumlah pembelahan yang sudah dialami sel, karena telomer jadi sedikit lebih pendek pada setiap pembelahan. Pemendekan telomer ini sebenarnya untuk melindungi sel dari mutasi yang bisa menimbulkan pembelahan tidak terkendali seperti yang terjadi pada kanker. Dan penuaan adalah harga yang harus kita bayar atas sistem perlindungan yang dibentuk proses evolusi kita ini. Pajak perlindungan mutasi :D

Kromosom adalah struktur dalam sel yang integritasnya paling sulit dipelihara sepanjang hidup sel. Dalam hal ini peran telomer jadi mutlak. DNA dalam setiap kromosom mengalami ribuan modifikasi setiap harinya. Dan beberapa mekanisme terpenting dalam proses penuaan melibatkan DNA.
Sel-sel kita selalu berusaha menghindari kerusakan ini dengan melilitkan DNA ke seperangkat protein, makin padat lilitannya makin terlindung DNAnya. Kalau ada mutasi DNA yang membahayakan, sel cenderung merespons dengan cara bunuh diri (apoptosis), ini cara untuk mencegah munculnya kanker. Apoptosis (program bunuh diri sel) adalah proses alamiah sebagai perlindungan bagi integritas kromosom, mekanisme ini terbentuk oleh proses evolusi.

Apoptosis lebih sering terjadi pada jaringan tua dimana kerusakan DNA yang terakumulasi lebih banyak. Bisa juga seh terjadi lebih dini. Hilangnya banyak sel dalam sebuah jaringan akibat apoptosis dengan sendirinya akan mempercepat penuaan. Makin tua, laju penuaan jadi lebih cepat.
Penyebab utama kerusakan molekul DNA dan molekul lain adalah oksigen reaktif alias 'radikal bebas', molekul kecil oksigen yang termodifikasi. Pada saat kita lahir, saat itu juga kita terpapar oksigen, molekul sederhana yang menghidupi sekaligus yang mematikan kita.

Nah sudah jelas kan?
kalau ada pertanyaan: “Kapan sebenarnya kematian kita dimulai?”, Jawaban yang paling mendekati kebenaran ilmiah adalah: “Saat kita lahir”. kita sudah sekarat sejak lahir, des :D

Lanjut,..
Untuk melanjutkan kehidupan, kita harus mengambil kehidupan lain, hanya dengan makan organisme hidup lain kita bisa bertahan hidup. Seperti binatang, manusia juga harus mengambil bahan-bahan organik dari organisme lain untuk bisa bertahan hidup.
Dengan makan kentang sama saja kita mengambil kehidupan kentang. Makan sapi, sama artinya dengan kita mengambil kehidupan sapi. Manusia makan kentang atau sapi secara biologis adalah sama, sama-sama makan saudara. Manusia, kentang, dan sapi punya nenek moyang yang sama. Secara biologi lho ya. Namun secara sosio kultural, konstruksi budaya, akhirnya manusia memilah organisme mana yang 'layak' dimakan dan mana yang ‘tidak boleh’

Secara biologi, membunuh sapi atau bengkoang sama halnya dengan membunuh manusia. Tapi tidak demikian kalau dilihat dari sisi moralitas. Secara biologipun, ada beberapa perbedaan dalam mendefinisikan apa yang disebut dengan “kehidupan”, yang memang sangat dipengaruhi oleh dasar pemikiran masing-masing.
Tapi walaupun begitu, ada ciri-ciri penting (yang disepakati secara biologi) dari apa yang disebut dengan kehidupan ini.
Ciri2 kehidupan:
1. Punya kemampuan untuk bereplikasi, memperbanyak diri,
2. Punya kemampuan untuk mempertahankan keteraturan dan menghasilkan energi sendiri bagi semua aktifitasnya,
3. Punya kemampuan berevolusi,
4. Bisa mati, jadi yang gak bisa mati  ya,.. bukan kehidupan namanya.

Pada ciri-ciri kehidupan yang disepakati secara biologi tersebut, termyata tetap saja ada yang mengejutkan dan tidak terduga sebelumnya. Bahwa pemain utama kehidupan (yang sekarang sekompeks ini) adalah molekul ‘sederhana’ berbentuk benang, yaitu DNA dan protein!
Sekarang kita bisa tahu banyak tentang kehidupan setelah kita mulai tahu tentang sel.

Hanya berangkat dari mempelajari seluk beluk sel maka kita bisa belajar tentang kehidupan. Karena sel adalah unit terkecil dari kehidupan. Protein adalah mesin kehidupan yang sesungguhnya yang ada di dalam sel. Dan yang tidak kalah penting adalah DNA, yang menyusun gen dalam kromosom.
Di dalam sel, DNA tidak punya aktifitas apapun selain menyediakan kode untuk pembuatan berbagai macam protein. That's it and that's all.
DNA punya sifat unik yang sangat mendasar, barang ini satu-satunya molekul dalam sel yang direplikasi (disalin identik) sebelum sel membelah diri. DNA di sel kita ada dalam nukleus (inti sel, struktur berbentuk cakram yang dikelilingi selaput). Ada juga sebagian kecil terdapat di mitokondria. Ada sekitar 100 ribu jenis protein dalam tubuh kita, merupakan deretan molekul kecil sederhana disebut asam amino, yang dirangkai menjadi satu

Ada 20 jenis asam amino pembentuk protein-protein kita, 10 diantaranya bisa dibuat oleh sel kita sendiri, 10 yang lain harus diperoleh dari makanan. Hampir semua aktifitas dalam sel adalah akibat protein yang berinteraksi satu sama lain atau dengan molekul lain seperti asam nukleat, karbohidrat, dan lemak. Dari semua fungsi sel, membuat sel baru, menjadi bertambah besar dan kemudian membelah adalah 3 hal yang paling penting. Karena fungsinya yang sangat penting, pembelahan sel harus punya sistem kontrol yang akurat, memastikan pembelahan terjadi pada saat yang tepat.

Pengaturan waktu rangkaian kejadian sel dikontrol oleh protein khusus bernama siklin, yang konsentrasinya naik turun selama siklus pembelahan. Ada kecenderungan umum segala sesuatu di alam ini untuk menjadi tidak teratur, seperti yang dinyatakan hukum ke dua termodinamika.
Padahal ciri dasar ke-2 kehidupan: pemeliharaan keteraturan dalam sel, yang melibatkan pertumbuhan dan sintesis molekul baru, serta penyedian energinya!
Konsekwensinya adalah: untuk Mempertahankan keteraturan dan mencegah kegagalan fungsi SEL sehingga tidak terjadi kekacauan atau kerusakan pada SEL tersebut, maka dibutuhkanlah ENERGI.

Hukum termodinamika.
Semua sistem di alam cenderung menuju kondisi acak kecuali ada energi yang digunakan untuk mencegahnya. Dalam sel energi ini adalah ATP. ATP dalam tubuh kita diproduksi oleh mitokondria (merupakan proses yang sudah berjalan ratusan juta tahun) yang didasarkan pada transport elektron.
Sebelum tahun 1961 kita belum tahu bagaimana proses pembentukan ATP di mitokondria. Orang yang pertama mengenalkan adakah: Peter Mitchel.
Ini merevolusi pengetahuan kita dalam memahami metobolisme sel, metabolisme tubuh kita.
Ciri ke-3 kehidupan: evolusi, yg menyebabkan kehidupan dan semua organisme hidup mulai bakteri, tumbuhan, sampai manusia akhirnya terbentuk.

Yang dimaksud disini memang teori evolusi Darwin, yang intinya bahwa sifat-sifat dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kalau suatu sifat memberikan manfaat, organisme pewarisnya akan lebih berpeluang untuk sukses dan jumlahnya meningkat ketimbang yang tidak mewarisinya. Tentu saja warisan ini bisa berubah sehingga organisme bisa menghasilkan keturunan yang berbeda dari sifat induknya. Pada dasarnya, yang disebut evolusi adalah perubahan sifat yang diwarisi dan penyeleksian manfaatnya.

Pewarisan sifat sepenuhnya terjadi melalui gen, satu-satunya struktur dalam sel yang ber-replikasi, sehingga dengan demikian gen bisa diwariskan. Mutasi DNA diekspresikan sebagai perubahan sifat protein dan juga waktu serta tempat protein dibuat. Kalau mutasi ini membuat organisme bertahan hidup, berarti mutasi ini bisa dipertahankan pada generasi berikutnya.
Tapi kalau suatu mutasi membuat semuanya jadi lebih buruk, organisme dengan mutasi seperti ini akan mati, dan tak bisa mewariskan sifatnya. Organisme yang mempunyai sifat seperti ini akan punah, karena tidak bisa mewariskan sifatnya, lha wong mati...
Mutasi dalam sebuah gen bisa saja terjadi melalui perubahan 1 nukleotida saja, tapi ini pun akan mempengaruhi struktur protein secara keseluruhan. Yang ke-4 dari ciri utama kehidupan adalah bisa mati, mungkin hal ini terasa aneh, tapi bukankah harus hidup dulu untuk bisa mati? :)

Kematian sel terjadi saat semua fungsi penting berhenti.

Faktor utamanya adalah kerusakan pada mitokondria yang tidak bisa lagi diperbaiki. Dengan rusaknya mitokondria maka energi tak lagi bisa diproduksi.

Faktor penting lain kematian sel adalah kerusakan membran sel. Karena eksistensi sel hanya bisa dipertahankan selama membran sel ini ada. Selain mengembangkan sistem yang kompleks untuk proses penggandaan dan pembebelahan, sel juga membuat cara memperbaiki kekeliruan.

Salah satu cara memperbaiki kesalahan mutasi adalah: hampir semua sel kita mengembangkan mekanisme apoptosis alias “program kematian bunuh diri”
Kematian akibat “program bunuh diri sel” ini berbeda dengan kematian akibat cedera yang membuat sel menumpahkan isinya dan bisa menyebabkan peradangan.
Pada saat program bunuh diri diaktifkan, sel mengerut dan struktur di dalamnya hancur akibat aksi dari enzim bunuh diri.
Hancurnya sel ini memberi sinyal kepada sel darah putih khusus pembersih jaringan yang disebut fagosit untuk datang dan menelan sel yang mati.
Dengan demikian isi sel tidak tumpah keluar, dan tidak merusak sel-sel sekitarnya. Karena tidak terjadi proses radang.
Sebuah tindakan mulia :)
Serem juga membayangkan hal yang terjadi jika semua sel melakukan bunuh diri secara massal, mampuslah kita :)

Tapi untungnya, program bunuh diri sel ini hanya diaktifkan saat sel tidak lagi dibutuhkan, atau jika sel membahayakan karena bermutasi jadi kanker misalnya.
Bunuh diri sel ini terjadi bila pilihan itu menjadi pilihan logis dan jelas, untuk mempertahankan kehidupan satu organisme. Sel juga melakukan bunuh diri kalau tidak menerima faktor yang memastikan bahwa dia akan hidup terus, khususnya selama perkembangan janin.
Contoh klasik dari apoptosis yang terjadi masa janin adalah kematian sel di sela-sela jari tangan dan kaki kita, sehingga tangan dan kaki kita tidak berselaput seperti bebek.

Kayak Deni Manusia Ikan yak? :)
Demikian sekelumit dari keseluruhan kerumitan kehidupan yang diawali dari hidupnya sel.
Barangkali saja bisa membuat kita jadi lebih menghargai kehidupan ketimbang apapun yang lain
Kehidupan tak ternilai harganya...

Ribuan tahun orang percaya bahwa roh punya eksistensi fisik. Di tahun 1907, Dr. Duncan McDougal dari Massachusetts mencoba menimbang roh. Demi memenuhi hasrat penelitiannya, McDougal mengumpulkan 6 pasien yang sedang sekarat. Dan membuat timbangan khusus yang dia klaim sangat peka. McDougal juga memilih pasien-pasien yang "anteng" saat sekarat, bukan yang meronta-ronta, alasannya supaya hasil timbangan lebih akurat.
"The Soul: hypothesis containing soul substance together with experimental evidence of existence of substance". Makalah Duncan McDougal itu adalah hasil pengamatannya, dirilis di jurnal American Medecin edisi april 1907. Dalam salah satu catatannya, mcDougal menulis, "jarum timbangan bergerak turun pada saat pasien meninggal, kehilangan berat tepat 3/4 ounce".
McDougal semakin yakin setelah menimbang 15 anjing yang sekarat,  berat badan anjing tetap saat mati. Karena menurut keyakinannya, anjing tidak punya roh. Sebelum dimuat American Medicine, Maret 1907 The New York Times mempublikasikan McDougal, dengan bahasa media tentu saja, hasilnya bisa ditebak.
Berkat media massa, pernyataan roh punya berat 21 gram diamini  pembaca, berita lama ini dari mulut kemulut menyebar dengan segala macam bumbu.

Ada hal-hal yang perlu dicermati pada penelitian McDougal,
- Pertama, jumlah sampel yang 6 biji, sangat tidak memadai dan tidak signifikan secara statistik.
- Masalah ke 2 lebih mendasar. Sebetulnya McDougal hanya mendapatkam 1 pasien kehilangan 21 gram, sedangkan 5 yang lainnya dikesampingkan karena "masalah teknis".
Jadi, sebenarnya Mc Dougal hanya menggunakan 1 dari 6 sampel yang ada. Kejadian pada 1 orang jelas tidak bisa mewakili 7 milyar populasi manusia.
- Masalah ke 3 lebih spesifik lagi, McDougal tidak mempunyai batasan kapan seseorang disebut mati, dia tidak menjelaskan apapun soal hal ini.
Bahkan sekarang pun, dengan segala kecanggihan teknologi, ilmuan masih sulit menentukan kapan seseorang disebut mati.
Mati otak?
Mati jantung? atau
Mati sel?
Dari SATU hasil timbangan pada SATU orang sekarat (dan tidak pernah diulang), sebuah mitos abadi dilahirkan, berat roh adalah 21 gram, omaigattt,..
Ya memang mungkin saja ada penurunan berat badan saat kematian, ini terjadi juga pada diri kita setiap saat karena metabolisme yang terus berlangsung.
Satu hal lagi, konon,.. kalau orang mati rohnya melayang ke atas, lebih ringan dari udara, harusnya berat badan orang mati justru naik.
Yang jelas, dari sudut pandang ilmu biologi terkini ruh atau nyawa atau apalah itu tidak ada. Suka atau tidak ya begitu lah...
Sudah biasa, kalau ada fakta baru bertentangan dengan keyakinan, seseorang lebih memilih mengabaikan fakta dari pada merevisi keyakinannya.
Tapi ada juga orang yang bahkan ribuan kali merevisi keyakinannya karena tidak sesuai dengan fakta-fakta yang dia ketahui, yang model begini nggak banyak.

http://rationallyspeaking.blogspot.com/2007/03/does-soul-weigh-21-grams.html?m=1



AMUKAN ASMARA



JATUH CINTA

Siapa yang belum pernah merasakan?, mari sejenak tinggalkan dulu urusan politik yang sebenarnya bukan urusan kita dan tanggalkan dulu debat jubah keagamaan untuk seterusnya,.. baca ini.

Jatuh cinta awalnya memang tidak sengaja, selanjutnya yang terjadi adalah mampetnya pusat-pusat rasional di otak karena gelombang dopamin dan oksitosin.
Secara neurologis, jatuh cinta pada pandangan pertama memang ada, tapi yaa,.. tidak selalu kedua pihak mengalami hal yang sama pada saat yang sama.
Kita ini sebenarnya jauh lebih mudah ditebak dari yang kita kira. Kalau ada yang bilang cinta tidak bisa ditebak, yaa,.. karena dia tidak tahu neurologi saja.

Sepanjang evolusi sebagai spesies, otak kita sudah belajar cara memilih pasangan tersehat, yang paling mungkin memberi keturunan, inilah awal mula cinta.
Otak kita menuntun kepada pasangan yang sumber daya dan komitmennya dapat membantu keturunan kita untuk bertahan hidup. Banyak pelajaran yang diperoleh laki-laki dan perempuan di masa purba kemudian sandinya tersimpan dalam otak modern kita sebagai sirkuit-sirkuit cinta neurologis Sirkuit-sirkuit cinta di otak ini sudah ada sejak kita lahir, kemudian diaktifkan di masa pubertas oleh campuran berbagai neurotransmiter yang bekerja dengan cepat.
Sirkuit cinta yang sudah tersusun di otak secara evolusioner sangat anggun.
Otak kita secara otomatis akan menaksir pasangan yang potensial.

Tentu saja, yang disebut pasangan potensional bagi tiap individu pada akhirnya sangat beragam, tapi pada mulanya adalah untuk ketahanan hidup.
Kalau ada si doi yang sesuai dengan "daftar harapan" leluhur kita, kita akan merasakan sengatan kimia yang membuat pusing akibat rasa ketertarikan.
Daftar harapan leluhur kita tentang pasangan-pasangan kita, tersimpan rapih di kromosom yang tersembunyi jauh dalam inti setiap sel. Inilah yang kita kenal sebagai Nafas Kehidupan.
Sengatan berbagai neurotransmitter (senyawa kimia saraf) cinta ini bekerja seakurat sinar laser. Proses ini dikenal sebagai Amukan Asmara atau Jatuh Cinta.
Inilah langkah awal dalam cara kuno membentuk ikatan pasangan, dan membuka gerbang-gerbang ke program "percumbuan-perkawinan-pengasuhan" di otak kita.

Beruntunglah bila ada dua orang yang secara bersama-sama mengalami sengatan neurotransmiter2 cinta sehingga tidak bertepuk sebelah tangan, saling jatuh cinta.
Pasangan yang terkena sengatan kimia cinta secara bersamaan, mereka akan menghadapi kegelisahan, kekhawatiran, dan kegembiraan yang menumpulkan pikiran.
Sebetulnya mereka tidak bisa mengendalikan semua itu, karena saat-saat seperti itu, gejala biologislah yang sedang membangun masa depan mereka bersama.
Perlu diingat bahwa manusia menghabiskan lebih dari 99% dari sekian juta tahun (yang diperlukan untuk berevolusi) dengan hidup dalam kondisi yang primitif. Sehingga sebagai akibatnya, sirkuit-sirkuit otak kita memang berkembang untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi nenek moyang manusia jaman dulu.

Tantangan terpenting yang dihadapi nenek moyang kita adalah masalah reproduksi. Jangan heran kalau sampai sekarang dorongan punya anak sebanyak-banyaknya masih ada. Masalah reproduksi bukan hanya masalah punya anak, juga untuk memastikan bahwa anak-anak itu akan hidup cukup lama untuk menyebarkan gen-gen kita.
Nenek-kakek moyang yang pilihan pasangannya menghasilkan lebih banyak keturunan yang mampu bertahan hidup, berarti berhasil menurunkan gen-gen mereka.
Alhasil, sistem otak mereka, khususnya yang mengembangkan kemampuan untuk "ketertarikan percumbuan" lebih sukses dalam soal reproduksi ini.
Nenek-kakek moyang dengan langkah reproduksi yang salah, tidak meninggalkan jejak di masa depan spesies. Mereka punah ditengah perjalanan evolusi.
Akibatnya, struktur otak para leluhur dengan konsep reproduksi dari jaman purba itu lah yang jadi struktur standart bagi manusia modern.
Nah, aktifitas "sirkuit percumbuan" dalam otak kita inilah yang sekarang dikenal sebagai 'Jatuh Cinta’.
Yang tentu saja ada di luar jangkauan kesadaran.
to be continued....

Sirkuit percumbuan dalam otak yang terbentuk sepanjang jutaan tahun ini mendasari kecenderungan memilih pasangan. Tiap individu adalah unik.
Hal ini juga yang mendasari kenapa seseorang mempunyai pilihan tipe-tipe tertentu yang berbeda. Tiap orang punya kecenderungan berbeda.
Nah kerja senyawa-senyawa kimia di otak lah yang menghasilkan sensasi berjuta rasa di saat-saat jatuh cinta, otak emosi meluap dan otak rasional mandeg.
Meski otak laki-laki dan perempuan merespon secara beda, tapi jatuh cinta adalah salah satu perilaku atau keadaan otak yang paling tidak rasional bagi keduanya
Otak yang jatuh cinta menjadi 'tidak logis’ dalam gelora asmara. Akibatnya otak benar-benar buta "kekurangan" si doi. Ini di luar kesadaran !!.

"Kasmaran Gila" itu sekarang menjadi keadaan otak yang terdokumentasi, yang berbagi sirkuit-sirkuit otak dengan keadaan obsesi, mania, mabuk, haus, dan lapar.
Keadaan yang tidak karuan ini bukan hasil kerja satu macam emosi, tetapi perpaduan dari beberapa emosi yang menguat dan beberapa emosi yang lain melemah.

Area jatuh cinta di otak ini sebenarnya merupakan sistem motivasi yang berbeda dengan area dorongan seks, tapi saling bertumpang tindih emosinya.
Aktivitas otak yang jatuh cinta membara ini dibahan-bakari hormon-hormon dan neurotransmiter2 seperti dopamin, estrogen, oksitosin dan testosteron.
Sirkuit-sirkuit otak yang diaktifkan saat jatuh cinta sama dengan area-area otak seorang pecandu narkoba yang sedang parah-parahnya (sakaw) mengharap suntikan-suntikan selanjutnya.
Pada saat ini, Amigdala (sistem siaga-takut) dan anterior cinguli cortex (sistem khawatir-berfikir kritis) di otak benar-benar dimatikan ketika sirkuit cinta aktif.
Mirip orang minum ekstasi, kewaspadaan yang normalnya dimiliki manusia terhadap orang tak dikenal justru dimatikan dan semua sirkuit cinta dihidupkan.
Jadi, sebenarnya, jatuh cinta dengan asmara menggebu adalah mabuk ekstasi yang alami. Bagi yang suka obatan "alami" sering-sering saja jatuh cinta :D

Berbagai gejala klasik saat awal jatuh cinta sama dengan efek awal narkoba seperti: amfetamin, kokain, dan candu seperti heroin dan morfin.
Obat-obat tadi memicu sirkuit reward (pahala) di otak yang menimbulkan pelepasan dan efek kimiawi yang sama dengan efek jatuh cinta asmara yang membara.
Pendapat bahwa orang bisa ketagihan cinta, tidak salah. Orang kasmaran, khususnya 6 bulan pertama, selalu inginkan kegembiraan meluap-luap dari kebersamaan. Jatuh cinta pada 6 bulan pertama juga memunculkan rasa saling bergantung yang kuat. Setelah itu ya,.. mulai turun. :P

Penelitian-penelitian tentang otak yang jauh cinta, memperlihatkan bahwa keadaan otak kasmaran secara ngawur ini berlangsung selama ±6-8 bulan pertama.
Mabok cinta begitu kuatnya sehingga kepentingan, kebahagiaan dan hidup orang yang dicintai itu jadi sama pentingnya bahkan melebihi diri sendiri.
Selama fase awal cinta ini, seseorang bisa menghafal setiap detail kekasihnya.
Perpisahan setelah pertemuan bagaikan perjuangan hidup-mati. Tersiksa saat perpisahan fisik pada orang jatuh cinta bukan sekedar fantasi. Ini adalah rasa sakit akibat berkurangnya beberapa neurotransmiter.

Banyak orang bahkan tidak menyadari betapa terikatnya atau betapa cintanya sampai-sampai mereka merasakan sentakan saat kekasih tidak ada di dekatnya.

Banyak yang terbiasa menganggap kerinduan orang jatuh cinta bersifat psikologis, sebenarnya bersifat fisik. Seperti kondisi otak kekurangan narkoba

Selama perpisahan inilah, pada orang-orang yg mabuk cinta, motivasi untuk bersatu lagi bisa mencapai puncaknya di otak
Tapi begitu bertemu kembali, semua komponen dalam ikatan cinta itu dapat dipulihkan oleh membanjirnya dopamin dan oksitosin.

Aktivitas seperti membelai, mencium, menatap dan memeluk dapat memulihkan ikatan kimia cinta dan kepercayaan di otak
Tindakan mendekap/berpelukan melepaskan oksitosin di otak, khususnya pada perempuan, menimbulkan kecenderungan percaya orang yang memeluk.
Saking tidak logisnya, sampai-sampai lebih percaya rayuan laki-laki yang baru dikenal beberapa hari ketimbang nasihat orang tua sendiri. :(

Dari sebuah penelitian mengenai pelukan, oksitosin secara alami dikeluarkan di otak setelah satu pelukan berdurasi 20 detik. Tidak percaya? Cobak saja :D

Oksitosin menguatkan ikatan antara orang-orang yang berpelukan itu memicu sejumlah sirkuit kepercayaan di otak.
Jadi, para perempuan, jangan biarkan seorang laki-laki memelukmu, kecuali kamu punya rencana mempercayainya :)

Sentuhan, tatapan, berciuman dan orgasme seksual juga melepaskan oksitosin dalam otak perempuan. Tapi tidak pada laki2 :)

Estrogen dan progesteron juga memunculkan efek ikatan ini di dalam otak perempuan dengan meningkatkan oksitosin dan dopamin. Kesiapan perempuan untuk jatuh cinta yang kemudian membentuk keterikatan emosi, dapat dipengaruhi variasi sirkuit otak tiap individu.
Variasi-variasi sirkuit di otak perempuan ini disebabkan oleh faktor genetik, pengalaman dan keadaan hormon di otak masing-masing.
Saat badai asmara surut, sirkuit aman mengendor di otak perempuan, timbullah rasa curiga yang berlebihan kepada pasangan, posesif habis deh :)
Trus, bisakah kaum perempuan mengalami jatuh cinta yang berjuta rasanya ini berulang-ulang dalam hidupnya? Tentu saja bisa! Kepada laki-laki yang lain tapi :)
Perempuan bisa jatuh cinta berulang-ulang untuk jangka pendek. Tapi keterikatan emosi non asmara jangka panjang lah yang lebih penting dipertahankan.
Nah, begitulah kira-kira yang terjadi pada otak kaum perempuan, .....


TSUNAMI CINTA BEDES LAKI-LAKI

Dibandingkan wanita yang kasmaran, kelakuan pria yang jatuh cinta sebenernya jauh lebih mudah ditebak polanya meskipun sama-sama irasionalnya. Tapi pola otak kaum pria lebih sederhana dalam urusan jatuh cinta ini. Apa yang terjadi pada otak kaum pria yang sedang jatuh cinta faktanya berbeda dengan yang terjadi pada otak wanita.
Meskipun sama-sama menimbulkan perilaku irrasional, mekanisme jatuh cinta pada otak kaum pria berbeda secara kimiawi dengan yang terjadi pada kaum wanita.

Memang benar bahwa seks tidak selalu menimbulkan cinta, tapi bagi otak kaum pria, hal ini merupakan bagian penting dalam rangkaian proses jatuh cinta.
Respon otak kaum pria terhadap peluang seks menghasilkan zat kimiawi yang memunculkan efek euforia yang membahagiakan, seperti mabuk kokain.
Otak kaum pria tak bisa memahani alasannya kenapa dia bisa jatuh cinta, dan ketika harus berjauhan dengan kekasih, dia akan benar-benar merasakan ketagihan kebutuhan secara biologis yang primitif.

Bahkan, kaum pria yang jatuh cinta pada umumnya tidak menyadari perubahan perilakunya.
Pemicu rangkaian proses jatuh cinta pada pria dimulai dengan hal yang sama dengan yang terjadi pada perempuan, yaitu adanya “gempa” testosteron.

Gempa testosteron” yang mengguncang ventral tegmental area di otak kaum pria dapat (tidak selalu sih) menghasilkan “tsunami” jatuh cinta.
Gempa testosteron yang terjadi di Ventral Tegmentum Area kaum pria bila mendapatkan sinyal “iya” dari calon pasangan yang membangkitkan minat kimiawinya akan menimbulkan gelombang dopamin, ini yang berpotensi jadi tsunami jatuh cinta.
VTA yang kebanjiran dopamin menimbulkan sensasi membahagiakan, dan ini akan mengaktifkan sirkuit jatuh cinta berikutnya: nucleus accumbens!

Tsunami di otak kaum pria makin besar ketika dopamin-testosteron-vasopresin bercampur di nucleus accumben. Hal ini menyebabkan otak pria menjadi semakin tidak rasional.
Jika tsunami kimia jatuh cinta wanita adalah kombinasi dopamin-oksitosin- estrogen, bahan bakar jatuh cinta di otak pria adalah dopamin-testosteron-vasopresin!

Tsunami yang mengamuk di VTA dan nucleus accumbent kaum pria benar-benar akan membuat dua area itu kehilangan fungsinya. VTA yang berfungsi sebagai pusat motivasi otak terhadap konsep ‘pahala’ dan nucleus accumben sebagai antisipator, jadi kacau karena tsunami cinta.
Campuran dopamin dan neurotransmiter-neurotransmiter lain ini menghasilkan bahan bakar yang adiktif dan "beroktan tinggi" yang membuat pria benar-benar jatuh cinta.
Saat pria yang jatuh cinta berjauhan dengan pujaannya, otaknya akan tertuju ke pasangannya itu secara terus menerus.
Zat-zat adiktif itulah penyebabnya!

Tsunami cinta dengan gelombang adiktifnya membuat kaum pria tidak bisa berhenti memikirkan, membayangkan dan membicarakan cintanya.
Dalam suatu penelitian terungkap bahwa kaum pria yang jatuh cinta menghabiskan 85% waktu terjaganya untuk membayangkan kekasihnya!
Kurang gak rasional apa coba?
Hidup kok cumak untuk ngayal? :)

Dan coba lihat fakta ini;
Secara statistik, rata-rata kaum pria menginginkan 14 pasangan seksual dalam hidup mereka, sedangkan kaum wanita rata-rata hanya menginginkan 1-2 pasangan seksual.
Kurang nggatheli gimana coba? :)

Perbedaan respon antara kaum pria dan wanita atas "area bawah puser" pasangannya dipengaruhi perbedaan kimiawi yang mendasar pada otak masing-masing.

Rendaman testosteron yang terjadi dua kali di masa embrio otak pria, membuatnya lebih peka saat muncul ‘gempa’ testosteron yang menggugah selera.
Dorongan naluri primitif pada otak kaum pria untuk berpasangan sebanyak-banyaknya dihambat oleh gen vasopresin yang muncul belakangan.
Makin panjang gen vasopresin bedes pria, makin besar kecenderungan mereka untuk bermonogami. Gen ini juga berhubungan dengan altruisme.

Jadi, bagi kaum wanita yang ingin suami setia, sebaiknya mengutamakan panjangnya gen vasopressin ini dari pada penjangnya barang-barang yang lain. :P
Kalau ingin yang setia lho ya,.. kalau ingin yang lain ya nggak papa juga seh. :)

Keinginan didorong oleh naluri sedangkan keputusan dihasilkan oleh kerja otak emosi dan otak rasional. Resultantenya menjadi sikap.
Jadi, perilaku kaum pria ditentukan oleh banyak variabel sehingga seolah-olah kaum pria punya kehendak bebas. Hanya perlu waktu 5 menit untuk berinteraksi secara santai dengan wanita yang menarik sehingga level testosteron di otak kaum pria meningkat.
Tidak percaya? Coba saja,.. tapi jangan nyesel atau ketagihan ya. :D
Dan otak kaum pria hanya memerlukan 1/5 detik untuk mengelompokkan kaum wanita terlihat menarik secara seksual atau tidak.
Cobaaaaak :)

Tapi ya des, dorongan itu terjadi jauh sebelum proses pikiran sadar kaum pria berfungsi. Ini disebut sebagai otak di bawah puser, naluri seksual!

Baik kaum pria maupun kaum wanita mempunyai otak bawah puser (naluri seksual) nya masing-masing. Dan pada pria, pusatnya adalah ‘penis’!
Semua bedes pria juga tahu, bahwa penis memiliki keinginannya dan bisa menegang sendiri tanpa perintah apapun dari otaknya. Tul gak?

Ereksi ‘reflektif’ ini berbeda dengan rangsangan seksual yang sebenarnya, karena berasal dari tanda yang tidak disadari dari jaringan saraf dan otak kaum pria
Ereksi reflektif tidak berasal dari hasrat yang disadari oleh kaum pria untuk berhubungan seksual.

Reseptor testosteron yang ada di jaringan saraf, testikel, penis dan otaklah yang mengaktifkan seluruh jaringan seksual kaum pria.
Kaum wanita sering terkejut karena penis itu bisa bergerak secara otomatis, lebih terkejut lagi karena kaum pria tidak selalu mengetahui kapan mereka mengalami ereksi.

Rangsangan seksual sebenarnya bagi kaum pria umumnya bermula karena reaksi di dalam otak, dengan pemikiran atau bayangan erotis. Hal inilah yang diperlukan otak pria untk mengirimkan sinyal menuruni jaringan saraf tulang belakang ke penis, untuk membuatnya ereksi!

Selama kaum pria mempunyai pasokan testosteron yang memadai, melihat hal yang erotis secara otomatis akan mengaktifkan sirkuit seksual di otak mereka. Secara neurobiologi diketahui, pengejaran-seksual otak kaum pria dan sirkuit rangsangan untuk bertindak dipersiapkan oleh testosteron agar berfungsi.
Hormon testosteron ini meningkatkan minat seksual dan meningkatkan kekuatan otot dan penis pria supaya dapat berfungsi dengan baik.
Jadi, sebelum usia 50 tahun, ‘melihat’ seringkali merupakan hal yang lebih dari cukup bagi banyak kaum pria untuk benar-benar mengalami ereksi. Setelah usia itu, frekwensi pengerasan secara instan berkurang, dan kaum pria sering kali perlu stimulasi fisik untuk ereksi yang cukup buat penetrasi.

Nah jadi ya des, jangan heran kalau sulit dibedakan antara kaum pria yang jatuh cinta dan yang diamuk birahi, sirkuitnya overlaping!
Bagi otak kaum pria, jatuh cinta pada dasarnya adalah masa percumbuan, yaitu masa yang berakhir pada hubungan seksual (kenthu) pertama.
Dorongan primitif pria untuk menebar benih sebanyak-banyaknya secara evolusioner dikontrol dan dihambat oleh gen vasopresin yang muncul belakangan.
Jatuh cinta pada kaum adam durasinya lebih pendek dibandingkan dengan kaum hawa, sehingga pada hubungan selanjutnya fungsi orbitofrontal cortex lebih diperlukan. OFC yang juga dikenal sebagai tempat sirkuit altruisme, membuat kaum pria rela secara sadar berbagi tanggung jawab saat masa jatuh cinta usai.

Mungkin bagi perempuan masa kini lebih perlu mengetahui seberapa dominan OFC pasangannya, sehingga tahu seberapa tanggung jawab bedes itu.
Makin dominan OFC bedes pria, makin tinggi kecenderungannya untuk setia kepada pasangannya. Meskipun masa percumbuan sudah berlalu.
Uwis lah, gutlak ya bedes-bedes.

Uwis ah, kapan2 lagi :)
Kepanjangan... :P
Sumber kultwit: Ryu Hasan