Kesehatan

Selasa, 27 Maret 2018

Pasangan Ideal Sepanjang Sejarah

        Kalo saya disuruh memilih satu pasangan paling ideal, saya pilih Jean-Paul Sartre & Simone de Beauvoir. Pasangan penulis dan pemikir yang tidak pernah menikah tetapi selalu bersama dan pacaran terus sampai tua, sampai detik-detik terakhir. Sartre & Beauvoir bertemu waktu kuliah. Beaver lebih sering menulis sesudah dia mengobrol dengan Sartre.








Walaupun mereka berdua sama-sama tahu kalau mereka tidak bakal bisa lepas satu sama lain seumur hidup, tetapi mereka menolak perkawinan yang mengikat.






Apakah hubungan ini lebih kurang dari suami istri? 
Nilai sendiri. 
Mereka bersama selama 50 tahun. 



Semua tulisan Sartre dibaca dulu oleh Beaver, demikian juga semua tulisan Beaver dibaca terlebih dahulu oleh Sartre sebelum dipublish. 
Saling diskusi saling kritik. 
Sama-sama aktivis, dan bersama-sama juga mereka membuat gerakan bawah tanah melawan Nazi. Walau beberapa kali terpisah karena aktivitas, tetapi mereka selalu bisa dipertemukan kembali dan mulai menghabiskan waktu bersama dengan minum kopi bersama.



La Nausea (Kemuakan) adalah novel karangan Sartre, dan The Second Sex adalah tulisan Beaver.
Satu-satunya buku Beaver yang tidak dibaca terlebih dulu seperti biasanya oleh Sartre sebelum diterbitkan adalah Adieux Sartre (Selaman jalan Sartre) yang ditulis setelah Sartre wafat. 
Sesudah menulis ucapan selamat jalan ini, tidak lama sesudahnya, dia (Beaver) pun menyusul sahabat, kekasih, orang yang dicintainya.

Tahun 1970, Sartre dan Beaver menentang opresi pembungkaman pendapat oleh pemerintah, sengaja menjual buletin "La cause du peuple" di jalanan. Dan mereka sama-sama ditangkap polisi. 
Sampai tua mereka tidak kenal lelah memperjuangkan ide-ide mereka bersama-sama.. 
Romantis toh? 



Ketika Satre meninggal di tahun 1980, ribuan aktivis dan masyarakat ikut mengantar arakan mobil jenazahnya. 
Penduduk Paris tumpah-ruah ke jalan, padahal dia hanya seorang penulis.
Perancis adalah tempat dimana penulis dan pemikir bisa mendapat dukungan jauh lebih banyak daripada politisi dan orang-orang suci Agama. 



Sebab Sartre tidak ingin menikah dengan Beaver adalah karena dia ingin bebas, tidak ingin terikat. Dia sosialist, dan hak kepemilikan itu dia rasakan bukan hanya tidak adil tetapi mengikat. Daripada dia merasa tidak nyaman (nausea) oleh hak milik, dia bahkan tidak mau memiliki Beaver untuk dirinya sendiri. 

Lalu, apakah hubungan mereka setara? 
Well,.. tergantung sudut pandang. 
Orang sepopuler Sartre, yang dikelilingi banyak pria dan wanita, bagaimana bisa setara ya?
Tetapi,. be fair. Setidaknya dia tidak memperlakukan Beaver seperti umumnya pria populer lain terhadap wanita-wanita, mereka terus bersama sampai tua.

Sartre membuktikan, untuk digila-gilain oleh banyak wanita cantik tidak perlu wajah tampan dan body bagus. Salah satu mata Sartre hampir buta, kacamatanya tebal, tinggi badan Sartre jauh dibawah normal. Selain itu dia juga suka ngebeer dan makan, maka perutnya pun buncit. 



Tetapi menurut saya, Beaver itu merasa aman dengan Sartre walau dia digila-gilain banyak wanita. Dia tahu siapa Sartre. Sartre terkesima oleh diskusi yang cerdas, dan umumnya wanita-wanita yang mengelilingi Sartre tidak memiliki fitur untuk itu.




Simone Beauvoir santai aja, Sartre pasti kembali. Setidaknya jika mereka terpisah, mereka akan dipersatukan kembali dalam keabadian,..

--------------------------------