Kesehatan

Sabtu, 29 April 2017

Thalasemia 3

"Tahukah anda, apa itu thalasemia? Sudahkah anda melakukan screening thalasemia?"
Thalasemia itu sebenarnya nggak pas dikatakan suatu penyakit. Thalasemia itu bukan penyakit karena serangan kuman/virus dari luar, bukan penyakit menular, bukan pula penyakit yg muncul karena suatu gaya hidup yg salah, bukan pula suatu cacat yg terjadi selama proses kehamilan, tapi thalasemia itu lebih pas dikatakan suatu kelainan darah genetik (istilah medisnya 'genetic disorder')... Meski tidak pas juga jika disandingkan dengan penyakit cacat bawaan genetik seperti buta warna, tunarungu, dsb yg umumnya tak punya dampak samping penyakit lain... Kecenderungannya lebih ke arah sana dengan perbedaan menyolok, yaitu kemungkinan munculnya berbagai dampak penyakit fisik lain, karena kondisi fisik yg 'lemah' akibat 'cacat genetik thalasemia'nya tersebut...

Seseorang yg terlahir dgn thalasemia mayor, hidupnya akan tergantung dari rutin tranfusi berkala sepanjang hidupnya, dan karena tranfusi rutin berkala yg tidak bisa dihindarinya itu, terjadi penumpukan zat besi yg berlebihan, maka perlu konsumsi obat kelasi (chelation) zat besi nyaris setiap hari sepanjang hidupnya...
Dampak penyakit lain yg mungkin muncul karena kondisi thalasemianya, bisa dikatakan sangat kompleks, mulai dari gangguan hormonal, gangguan syaraf, gangguan jantung, gangguan paru,
pengeroposan tulang, diabetes, gangguan limpoid, dsb... Kompleks banget deh kemungkinannya, karena itulah perawatan rutin berkala yg disiplin, yg tepat, perlu dilakukan secara konsisten sepanjang hidupnya, untuk menekan semua dampak penyakit yg mungkin muncul, dan untuk meraih kualitas hidup yg sebaik mungkin...
Dalam perjalanan hidupnya seorang thalasemia mayor, bisa berhubungan dengan banyak dokter dokter spesialis bahkan dokter dokter sub spesialis...
Hidup sebagai thalasemia mayor, bukanlah hidup yg bisa sederhana, menpunyai dampak besar pada kehidupan sosial, ekonomi, bahkan psikologi, termasuk berdampak besar pada keluarganya...
(Bayangkan jika biaya perawatan rutin berkalanya, menurut dr pustika amalia di tv thn 2015, untuk thaller yg berat badannya 20kg, bisa mencapai 300 juta rupiah per tahun, jelas akan membuat guncangan besar dari sisi ekonomi dan sosialnya, bukan?.. Belum lagi semakin dewasa semakin besar berat badannya, semakin besar biaya perawatan rutin berkalanya...)
Kelainan darah thalasemia ini dipandang dari hukum mendel, dikatakan bersifat resesif ('tersembunyi')... BUKAN bersifat DOMINAN...
Bagaimana pemahaman resesif itu?
Untuk menjelaskan hal itu kita perlu ulas dulu tentang sel, kromosom, dan gene...
Sel sel manusia itu, dalam setiap inti selnya mengandung infomasi 'sifat sifat fisik manusia' yg persis sama pada setiap selnya..
Didalam setiap inti sel manusia itu terdapat 46 (23 pasang) untai kromosom, kecuali di sel sperma dan sel telur, yg dalam intinya hanya mengandung informasi setengahnya, 23 untai kromosom saja...
Jadi kalau kita ambil sel rambut, sel kulit, sel tulang, sel darah putih, sel otot, pokoknya setiap sel yg ada intinya pada orang itu, didalam intinya itu mengandung informasi yg persis sama, 46 untai kromosom yg persis sama...
23 untai itu diperoleh dari sel telur (ibu), 23 untai lagi diperoleh dari sel sperma (ayah)...yg bersatu ketika terjadi pembuahan, dan menjadi zigote, pada suatu kehamilan...
Satu untai kromosom itu terdiri dari jutaan 'potongan-potongan informasi', setiap potongan informasi itu dikatakan 'gene'...
Gene inilah yg menentukan sifat fisik manusia, sifat bentuk hidungnya, sifat jenis rambutnya, sifat warna matanya, dsb...
Setiap sifat fisik manusia itu ditentukan oleh sepasang gene, satu dari ibu, satu dari ayah...
Nah gene itu ada yg sifatnya dominan...
Artinya jika ada satu saja gene-dominan (dari yg sepasang), maka yg dominan-lah yg menentukan sifat fisik yg muncul...
gene juga ada yg resesif, jika sepasang gene-nya resesif (bukan hanya salah satunya), maka baru menentukan sifat fisik yg muncul...
Nah kelainan gene thalasemia itu bersifat resesif, artinya jika sepasang genenya (KEDUANYA, satu dari ibu dan satu dari ayah) ada kelainan thalasemia, maka baru bisa muncul thalasemia (mayor/intermediate) pada fisiknya...
Jika hanya salah satu gene yg ada kelainan thalasemia (entah yg dari ayah, atau yg dari ibu), maka sifat fisik thalasemianya nggak akan muncul... Inilah yg dimaksud dengan istilah "secara genetik thalasemia itu sifatnya resesif atau 'tersembunyi'...
Berdasarkan pengetahuan inilah, maka jika pada pasangan ortu,
ada bayi yg terlahir sebagai thalasemia mayor/intermediate, tak peduli anak keberapapun, maka bisa kita pastikan kedua genenya (satu dari ayah, satu dari ibu) ada kelainan thalasemia... Bisa kita pastikan, kedua orang tuanya membawa kelainan gene thalasemia (pembawa sifat)...
Jika ada satu saja anak yg terlahir sebagai thalasemia mayor/intermediate, entah anak keberapapun, maka pada setiap kehamilan berikutnya (entah kehamilan yg keberapapun pada pasangan yg sama), ada potensi/kemungkinan 25% si bayi akan terlahir sebagai thalasemia mayor/intermediate, 50% kemungkinan terlahir sebagai pembawa sifat thalasemia (yg dari ayah, atau yg dari ibu), 25% kemungkinannya sama sekali tidak membawa kelainan gene thasemia alias normal...
Note: Bayi yg bawa satu kelainan gene thalasemia (dari sepasang gene yg ada), dikatakan sebagai pembawa sifat... Karena kelainan thalasemia itu bersifat resesif, maka pembawa sifat itu akan layaknya seperti orang normal saja, sifat fisik thalasemianya nggak akan muncul (tersenmbunyi)...
Potensi pembawa sifat thalasemia di nusantara ini bisa dikatakan tersebar merata mulai dari aceh sampai merauke, ada disetiap ras, tidak kenal agama, tidak kenal suku(Sara) berkisar 5-10%...
Gambarannya begini, jika kita kumpulkan 10-20 orang sehat secara acak, maka ada 1-2 diantaranya adalah pembawa sifat thalasemia..
Nah anda merasa sehat?
Sudahkah melakukan screening thalasemia?
Siapa tahu anda termasuk yg 1-2 diantara 10-20 orang tersebut...
Tanpa screening thalasemia di laboratorium, pembawa sifat thalasemia itu tidak bisa dibedakan secara fisik dgn yg normal.. Ingat secara genetik, kelainan thalasemia itu bersifat resesif...
Ayo lakukan screening thalasemia, cukup dilakukan sekali seumur hidup..
Dan untuk memutus rantai kelahiran bayi dengan thalasemia mayor, hindarilah pernikahan antara sesama pembawa sifat thalasemia...
Hari Thalasemia sedunia, diperingati pada tgl 8 mei..
Salam perjuangan..

Jumat, 14 April 2017

Thalasemia dan Kehamilan

Thalassemia adalah salah satu kondisi kolektif disebut hemoglobinopathies. Nama ini berdasarkan fakta bahwa masalahnya adalah ada pada si haemoblobine yang membawa oksigen ke tubuh. Hemoglobinopati lain yang umum adalah penyakit sel sabit. Kelainan darah ini membuat Anda harus ekstra hati-hati menjalani kehamilan. Wanita dengan thalasemia, memiliki tingkat kesuburan yang lebih rendah. Namun tak sedikit pula yang bisa hamil dan melahirkan anak-anak yang sehat.

Thalasemia terjadi akibat kehilangan satu atau lebih gen pengatur perintah produksi protein jenis globin. Protein ini adalah pembentukan hemoglobin (komponen sel darah merah pembawa oksigen), sehingga tubuh si pengidap tidak mampu memproduksi sel darah merah secara normal. Selain itu, hemoglobin yang terdapat dalam sel darah merah mengandung zat besi (Fe). Pada pengidap thalasemia, zat besi yang ditinggalkan sel darah merah yang rusak itu menumpuk dalam organ tubuh seperti jantung dan hati. Hemoglobin yang diproduksi dalam kondisi rusak. Hal ini menyebabkan kondisi kronis yang ditandai oleh anemia dan masalah kesehatan lainnya, untuk berbagai tingkat, tergantung pada tingkat keparahan atau kecacatan haemoglobin itu sendiri. Hemoglobinopathies adalah kondisi genetik maka penting bagi ibu hamil untuk mengetahui prospek anak mereka kelak.
Darah manusia terdiri atas plasma dan sel darah yang berupa sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Seluruh sel darah tersebut dibentuk oleh sumsum tulang, sementara hemoglobin merupakan salah satu pembentuk sel darah merah. Hemoglobin terdiri dari 4 rantai asam amino (2 rantai amino alpha dan 2 rantai amino beta) yang bekerja bersama-sama untuk mengikat dan mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Rantai asam amino inilah yang gagal dibentuk sehingga menyebabkan timbulnya thalassemia. Berdasarkan rantai asam amino yang gagal terbentuk, thalassemia dibagi menjadi thalassemia alpha (hilang rantai alpha) dan thalassemia beta (hilang rantai beta). Sementara itu, hilangnya rantai asam amino bisa secara tunggal (thalassemia minor/trait/heterozigot) maupun ganda (thalassemia mayor/homozigot).
Thalassemia alpha disebabkan karena adanya mutasi dari salah satu atau seluruh globin rantai alpha yang ada. Thalassemia alpha dibagi menjadi :
– Silent Carrier State (gangguan pada 1 rantai globin alpha). Pada keadaan ini mungkin tidak timbul gejala sama sekali pada penderita, atau hanya terjadi sedikit kelainan berupa sel darah merah yang tampak lebih pucat (hipokrom).
– Alpha Thalassemia Trait (gangguan pada 2 rantai globin alpha). Penderita mungkin hanya mengalami anemia kronis yang ringan dengan sel darah merah yang tampak pucat (hipokrom) dan lebih kecil dari normal (mikrositer).
– Hb H Disease (gangguan pada 3 rantai globin alpha). Gambaran klinis penderita dapat bervariasi dari tidak ada gejala sama sekali, hingga anemia yang berat yang disertai dengan perbesaran limpa (splenomegali).
– Alpha Thalassemia Major (gangguan pada 4 rantai globin alpha). Thalassemia tipe ini merupakan kondisi yang paling berbahaya pada thalassemia tipe alpha. Pada kondisi ini tidak ada rantai globin yang dibentuk sehingga tidak ada HbA atau HbF yang diproduksi. Biasanya fetus yang menderita alpha thalassemia mayor mengalami anemia pada awal kehamilan, membengkak karena kelebihan cairan (hydrops fetalis), perbesaran hati dan limpa. Fetus yang menderita kelainan ini biasanya mengalami keguguran atau meninggal tidak lama setelah dilahirkan.
Thalassemia beta terjadi jika terdapat mutasi pada satu atau dua rantai globin yang ada. Thalassemia beta dibagi menjadi :
– Beta Thalassemia Trait. Pada jenis ini penderita memiliki satu gen normal dan satu gen yang bermutasi. Penderita mungkin mengalami anemia ringan yang ditandai dengan sel darah merah yang mengecil (mikrositer).
– Thalassemia Intermedia. Pada kondisi ini kedua gen mengalami mutasi tetapi masih bisa memproduksi sedikit rantai beta globin. Penderita biasanya mengalami anemia yang derajatnya tergantung dari derajat mutasi gen yang terjadi.
– Thalassemia Major (Cooley”s Anemia). Pada kondisi ini kedua gen mengalami mutasi sehingga tidak dapat memproduksi rantai beta globin. Biasanya gejala muncul pada bayi ketika berumur 3 bulan berupa anemia yang berat.
Berbeda dengan thalassemia minor (thalassemia trait/bawaan), penderita thalassemia mayor tidak dapat membentuk haemoglobin yang cukup di dalam darah mereka, sehingga hampir tidak ada oksigen yang dapat disalurkan ke seluruh tubuh, yang lama-lama akan menyebabkan asfiksia jaringan (kekurangan O2), edema, gagal jantung kongestif, maupun kematian. Oleh karena itu, penderita thalassemia mayor memerlukan transfusi darah yang sering dan perawatan medis demi kelangsungan hidupnya.
PENYEBAB :
Thalassemia bukan penyakit menular melainkan penyakit yang diturunkan secara genetik dan resesif. Penyakit ini diturunkan melalui gen yang disebut sebagai gen globin beta yang terletak pada kromosom 11. Pada manusia kromosom selalu ditemukan berpasangan. Gen globin beta ini yang mengatur pembentukan salah satu komponen pembentuk hemoglobin. Bila hanya sebelah gen globin beta yang mengalami kelainan disebut pembawa sifat thalassemia-beta. Seorang pembawa sifat thalassemia tampak normal/sehat, sebab masih mempunyai 1 belah gen dalam keadaan normal (dapat berfungsi dengan baik).
Seorang pembawa sifat thalassemia jarang memerlukan pengobatan. Bila kelainan gen globin terjadi pada kedua kromosom, dinamakan penderita thalassemia (Homozigot/Mayor). Kedua belah gen yang sakit tersebut berasal dari kedua orang tua yang masing-masing membawa sifat thalassemia. Pada proses pembuahan, anak hanya mendapat sebelah gen globin beta dari ibunya dan sebelah lagi dari ayahnya. Bila kedua orang tuanya masing-masing pembawa sifat thalassemia maka pada setiap pembuahan akan terdapat beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama si anak mendapatkan gen globin beta yang berubah (gen thalassemia) dari bapak dan ibunya maka anak akan menderita thalassemia. Sedangkan bila anak hanya mendapat sebelah gen thalassemia dari ibu atau ayah maka anak hanya membawa penyakit ini. Kemungkinan lain adalah anak mendapatkan gen globin beta normal dari kedua orang tuanya.
Mekanisme penurunan penyakit thalassemia :
– Jika kedua orang tua tidak menderita Thalassemia trait/bawaan, maka tidak mungkin mereka menurunkan Thalassemia trait/bawaan atau Thalassemia mayor kepada anak-anak meraka. Semua anak-anak mereka akan mempunyai darah yang normal
– Apabila salah seorang dari orang tua menderita Thalassemia trait/bawaan, sedangkan yang lainnya tidak maka satu dibanding dua (50%) kemungkinannya bahwa setiap anak-anak mereka akan menderita Thalassemia trait/bawaan, tetapi tidak seseorang diantara anak-anak mereka Thalassemia mayor
– Apabila kedua orang tua menderita Thalassemia trait/bawaan, maka anak-anak mereka mungkin akan menderita thalassemia trait/bawaan atau mungkin juga memiliki darah yang normal, atau mereka mungkin menderita Thalassemia mayor
Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa kemungkinan anak dari pasangan pembawa sifat thalassemia beta adalah 25% normal, 50% pembawa sifat thalassemia beta, dan 25% thalassemia beta mayor (anemia berat).
GEJALA : Semua thalassemia memiliki gejala yang mirip, tetapi beratnya bervariasi, tergantung jenis  rantai  asam  amino  yang hilang  dan jumlah kehilangannya (mayor atau minor). Sebagian besar penderita mengalami anemia yang ringan, khususnya anemia hemolitik. Pada bentuk yang lebih berat, khususnya pada beta-thalassemia mayor, penderita dapat mengalami anemia karena kegagalan pembentukan sel darah, pembesaran limpa dan hati akibat anemia yang lama dan berat, perut membuncit karena pembesaran kedua organ tersebut, sakit kuning (jaundice), luka terbuka di kulit (ulkus/borok), batu empedu, pucat, lesu, sesak napas karena jantung bekerja terlalu berat, yang akan mengakibatkan gagal jantung dan pembengkakan tungkai bawah.
Sumsum tulang yang terlalu aktif dalam usahanya membentuk darah yang cukup, bisa menyebabkan penebalan dan pembesaran tulang, terutama tulang kepala dan wajah. Tulang-tulang panjang menjadi lemah dan mudah patah. Anak-anak yang menderita thalassemia akan tumbuh lebih lambat dan mencapai masa pubertas lebih lambat dibandingkan anak lainnya yang normal. Karena penyerapan zat besi meningkat dan seringnya menjalani transfusi, maka kelebihan zat besi bisa terkumpul dan mengendap dalam otot jantung, yang pada akhirnya bisa menyebabkan gagal jantung.
DIAGNOSIS :
Diagnosis thalassemia dibuat berdasarkan anamnesis mengenai gejala klinis, riwayat keluarga/pola herediter, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan adalah untuk analisa hemoglobin yaitu hematologi rutin, hapusan darah tepi, dan elektroforesis.
PENGOBATAN :
Sampai saat ini belum ada obat yang menyembuhkan penyakit thalassemia secara total. Pada dasarnya pengobatan yang diberikan pada penderita thalasemia bersifat simptomatik dan suportif. Secara garis besar, pengobatan thalssemia terdiri dari pengobatan terhadap penyakitnya dan pengobatan terhadap komplikasi. Pengobatan terhadap penyakitnya meliputi transfusi darah, splenektomi, induksi sintesa rantai globin, transplantasi sumsum tulang dan terapi gen.
Pengobatan terhadap komplikasi meliputi mencegah kelebihan dan penimbunan besi, pemberian kalsium, asam folat, imunisasi dan pengobatan terhadap komplikasi lainnya. Transfusi darah pada penderita thalassemia bertujuan untuk mengatasi anemia yang menyebabkan anoksia jaringan dan mengancam hidup penderita; supresi eritropoesis yang berlebih-lebihan, dan menghambat peningkatan absorbsi besi di usus. Beberapa pendapat mengusulkan agar kadar Hb dipertahankan sama atau diatas 10 g/dl. Sayangnya, transfusi darah pun bukan tanpa risiko.
Risikonya terjadi pemindahan penyakit dari darah donor ke penerima. Yang lebih berbahaya, karena memerlukan transfusi darah seumur hidup, maka anak bisa menderita kelebihan zat besi yang mengganggu fungsi organ-organ vital seperti jantung, hati, ginjal, paru, dan alat kelamin sekunder. Gangguan tersebut bisa mengakibatkan kematian. “Jadi, ironisnya, penderita diselamatkan oleh darah tetapi dibunuh oleh darah juga.” Untuk mengatasi masalah kelebihan zat besi, dengan memberikan obat kelasi besi atau pengikat zat besi secara teratur dan terus menerus. Pada penderita thalassemia diberikan pula  tambahan vitamin C, E, calcium dan asam folat.
Pada beberapa keadaan, kadang diperlukan suatu tindakan operasi untuk mengambil limpa dari dalam tubuh (splenectomy), karena limpa telah rusak. Terapi lain dapat berupa induksi sintesis rantai globin, dan transplantasi sumsum tulang. Transplantasi sumsum tulang prinsipnya ialah memberikan stem cells (sel punca) normal donor yang mempunyai kompatibilitas sama kepada penderita thalassemia. Transplantasi sumsum tulang lebih efektif daripada transfusi darah, namun memerlukan sarana khusus dan biaya yang tinggi. Terdapat hasil menguntungkan transplantasi stem cells dari anggota keluarga dengan HLA (Human Leucocyte Antigen)  yang identik pada pasien thalasemia berat.
Penundaan transplantasi terlalu lama atau bila sudah timbul kerusakan hati dan jantung karena penimbunan besi akan mengurangi kemungkinan keberhasilan transplantasi. Jadi pada pasien thalasemia yang mempunyai donor HLA identik untuk sesegera mungkin menjalani transplantasi. Darah tali pusat sebagai sumber stem cells, mampu menyusun kembali sumsum tulang pada pasien thalassemia setelah terapi persiapan (mielo-ablasi prekondisional). Manfaat utama darah tali pusat dibandingkan sumber stem cells lainnya adalah kemampuan menembus sawar HLA, dan terdapat bukti lebih sedikit terjadi reaksi penolakan. Penggunaan donor stem cells darah tali pusat berhubungan dengan ketidaksesuaian 1-3 antigen HLA harus dipertimbangkan sebelumnya untuk keberhasilan transplantasi. Sumber stem cells yang lain adalah dari hewan kelinci yang dikembangbiakkan secara khusus (xenotransplantasi). Sumber stem cells ini menguntungkan karena tak pernah ditemukan bukti penularan virus yang berbahaya (retrovirus) dari kelinci ke manusia dan tak pernah ditolak tubuh yang memerlukan obat-obat penekan reaksi imun (imunosupresi).  Satu lagi adalah terapi gen, merupakan pengobatan yang paling utama dari semua penyakit genetik, namun terapi gen pada thalassemia masih terus dalam penelitian.Â
PENCEGAHAN : Karena penyakit ini belum ada obatnya, maka pencegahan dini menjadi hal yang lebih penting dibanding pengobatan. Program pencegahan thalassemia terdiri dari beberapa strategi, yakni (1) penapisan (skrining) pembawa sifat thalassemia, (2) konsultasi genetik (genetic counseling), dan (3) diagnosis prenatal.
Skrining pembawa sifat dapat dilakukan secara prospektif dan retrospektif. Secara prospektif berarti mencari secara aktif pembawa sifat thalassemia langsung dari populasi diberbagai wilayah, sedangkan secara retrospektif ialah menemukan pembawa sifat melalui penelusuran keluarga penderita thalassemia (family study). Kepada pembawa sifat ini diberikan informasi dan nasehat-nasehat tentang keadaannya dan masa depannya. Suatu program pencegahan  yang baik untuk thalassemia seharusnya mencakup kedua pendekatan tersebut. Program yang optimal tidak selalu dapat dilaksanakan dengan baik terutama di negara-negara sedang berkembang, karena pendekatan prospektif memerlukan biaya yang tinggi. Atas dasar itu harus dibedakan antara usaha program pencegahan di negara berkembang dengan negara maju. Program pencegahan retrospektif akan lebih mudah dilaksanakan di negara berkembang daripada program prospektif.
Konsultasi genetik meliputi skrining pasangan yang akan kawin atau sudah kawin tetapi belum hamil. Pada pasangan yang berisiko tinggi diberikan informasi dan nasehat tentang keadaannya dan kemungkinan bila mempunyai anak. Diagnosis prenatal meliputi pendekatan retrospektif dan prospektif. Pendekatan retrospektif, berarti melakukan diagnosis prenatal pada pasangan yang telah mempunyai anak thalssemia, dan sekarang sementara hamil. Pendekatan prospektif ditujukan kepada pasangan yang berisiko tinggi yaitu mereka keduanya pembawa sifat dan sementara baru hamil. Diagnosis prenatal ini dilakukan pada masa kehamilan 8-10 minggu, dengan mengambil sampel darah dari villi khorialis (jaringan ari-ari) untuk keperluan analisis DNA.
Dalam rangka pencegahan penyakit thalassemia, ada beberapa masalah pokok yang harus disampaikan kepada masyarakat, ialah : (1) bahwa pembawa sifat thalassemia itu tidak merupakan masalah baginya; (2) bentuk thalassemia mayor mempunyai dampak mediko-sosial yang besar, penanganannya sangat mahal dan sering diakhiri kematian; (3) kelahiran bayi thalassemia dapat dihindarkan.
Karena penyakit ini menurun, maka kemungkinan penderitanya akan terus bertambah dari tahun ke tahunnya. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sangat penting dilakukan untuk mencegah bertambahnya penderita thalassemia ini. Sebaiknya semua orang Indonesia dalam masa usia subur diperiksa kemungkinan membawa sifat thalassemia. Pemeriksaaan akan sangat dianjurkan bila terdapat riwayat : (1) ada saudara sedarah yang menderita thalassemia, (2) kadar hemoglobin relatif rendah antara 10-12 g/dl walaupun sudah minum obat penambah darah seperti zat besi, (3) ukuran sel darah merah lebih kecil dari normal walaupun keadaan Hb normal.
Ada etnis dominan untuk masing-masing kondisi. Beta- Thalasemia adalah kebanyakan ditemukan pada orang asal Mediterania. Maka karena itu di daerah-daerah di mana Anda tidak menemukan banyak pendatang dari bagian dunia, dokter pasif akan kurangnya pengalaman berurusan dengan masalah yang terkait dengan kondisi ini.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menggunakan darah tali pusat dari saudara baru lahir dapat sebagai efektif sebagai transplantasi sumsum tulang (9). Seperti sumsum tulang, darah tali pusat mengandung sel terspesialisasi yang disebut sel induk yang memproduksi semua sel darah lainnya. Dan dalam penelitian lain penundaan pemotongan tali pusat juga sangat membantu mencegah terjadinya thalasemia.
Talasemia dalam kehamilan
Dalam transfusi darah wanita yang memerlukan tingkat ketidaksuburan sering lebih tinggi.Namun, beberapa dari mereka berhasil hamil. Jika Anda memiliki thalassemia dan berencana untuk memiliki anak, Anda harus mempertimbangkan banyak faktor penting dalam kesehatan, baik Anda dan bayi Anda.
Pertimbangan untuk kesehatan bayi
Jika Anda menderita thalassemia dan jika pasangan Anda adalah pembawa sifat talasemia, ada kemungkinan bahwa penyakit ini menular ke bayi Anda. Tekanan yang berhubungan dengan kehamilan dapat memperburuk talasemia. Memang, selama kehamilan, jantung dan hati yang lebih rentan dan itu berlaku untuk sistem endokrin yang mengeluarkan hormon.
Selama kehamilan, volume darah meningkat secara dramatis dalam tubuh wanita. Mengingat risiko anemia, adalah mungkin bahwa transfusi darah lebih banyak diperlukan, tidak untuk menyebutkan bahwa jantung diaktifkan untuk memberikan lebih banyak darah ke seluruh jaringan tubuh. Lebih darah meningkat volume, jantung harus diaktifkan. Oleh karena itu, disarankan bahwa wanita dengan talasemia untuk menilai fungsi jantung sebelum hamil. Setelah hamil, mereka mungkin meresepkan transfusi darah untuk mengurangi tekanan pada jantung.
Orang dengan talasemia berada pada risiko lebih tinggi terkena diabetes mellitus. Tekanan kehamilan dapat memperburuk kondisi ini. Diabetes harus dikendalikan sebelum pembuahan dan selama kehamilan.
Dari sudut pandang gizi, diketahui bahwa konsumsi asam folat sangat penting selama minggu-minggu pertama kehamilan, dan ini sama untuk wanita dengan talasemia. Selain mencegah perkembangan cacat tabung saraf pada bayi, asam folat akan mengurangi risiko bahwa ibu mengembangkan tipe khusus anemia yang disebut anemia megaloblastik.
References
Rund, D. and Rachmilewitz, E. Medical Progress: Beta-Thalassemia. New England Journal of Medicine, volume 353, number 11, September 15, 2005, pages 1135-1146.
New York Academy of Sciences. Cooley’s Anemia Eighth Symposium. Posted 7/22/05, accessed 5/2/08.
National Heart, Lung and Blood Institute. Thalassemias. Posted 1/08.
Cooley’s Anemia Foundation. About Thalassemia. Updated 2007.
Northern California Comprehensive Thalassemia Center. Alpha Thalassemia. Accessed 5/2/08.
Cohen, AR, et al. Thalassemia. Hematology 2004, American Society of Hematology, pages 14-34.
Food and Drug Administration (FDA). FDA Approves First Oral Drug for Chronic Iron Overload.FDA News, November 9, 2005.
Cunningham, MJ Update on Thalassemia: Clinical Care and Complications. Pediatric Clinics of North America, volume 55, April 2008, pages 447-460.
Di Bartolomeo, P., et al. Long-term Results of Survival in Patients with Thalassemia Major Treated with Bone Marrow Transplantation. American Journal of Hematology, February 13, 2008 (Epub ahead of print).
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Hemoglobinopathies in Pregnancy.ACOG Practice Bulletin, number 78, January 2007. 

Talasemia dalam kehamilan (sub)

       Dalam transfusi darah wanita yang memerlukan tingkat ketidaksuburan sering lebih tinggi.Namun, beberapa dari mereka berhasil hamil. Jika Anda memiliki thalassemia dan berencana untuk memiliki anak, Anda harus mempertimbangkan banyak faktor penting dalam kesehatan, baik Anda dan bayi Anda.
Pertimbangan untuk kesehatan bayi
Jika Anda menderita thalassemia dan jika pasangan Anda adalah pembawa sifat talasemia, ada kemungkinan bahwa penyakit ini menular ke bayi Anda. Tekanan yang berhubungan dengan kehamilan dapat memperburuk talasemia. Memang, selama kehamilan, jantung dan hati yang lebih rentan dan itu berlaku untuk sistem endokrin yang mengeluarkan hormon.
Selama kehamilan, volume darah meningkat secara dramatis dalam tubuh wanita. Mengingat risiko anemia, adalah mungkin bahwa transfusi darah lebih banyak diperlukan, tidak untuk menyebutkan bahwa jantung diaktifkan untuk memberikan lebih banyak darah ke seluruh jaringan tubuh. Lebih darah meningkat volume, jantung harus diaktifkan. Oleh karena itu, disarankan bahwa wanita dengan talasemia untuk menilai fungsi jantung sebelum hamil. Setelah hamil, mereka mungkin meresepkan transfusi darah untuk mengurangi tekanan pada jantung.
Orang dengan talasemia berada pada risiko lebih tinggi terkena diabetes mellitus. Tekanan kehamilan dapat memperburuk kondisi ini. Diabetes harus dikendalikan sebelum pembuahan dan selama kehamilan.
Dari sudut pandang gizi, diketahui bahwa konsumsi asam folat sangat penting selama minggu-minggu pertama kehamilan, dan ini sama untuk wanita dengan talasemia. Selain mencegah perkembangan cacat tabung saraf pada bayi, asam folat akan mengurangi risiko bahwa ibu mengembangkan tipe khusus anemia yang disebut anemia megaloblastik.
References
Rund, D. and Rachmilewitz, E. Medical Progress: Beta-Thalassemia. New England Journal of Medicine, volume 353, number 11, September 15, 2005, pages 1135-1146.
New York Academy of Sciences. Cooley’s Anemia Eighth Symposium. Posted 7/22/05, accessed 5/2/08.
National Heart, Lung and Blood Institute. Thalassemias. Posted 1/08.
Cooley’s Anemia Foundation. About Thalassemia. Updated 2007.
Northern California Comprehensive Thalassemia Center. Alpha Thalassemia. Accessed 5/2/08.
Cohen, AR, et al. Thalassemia. Hematology 2004, American Society of Hematology, pages 14-34.
Food and Drug Administration (FDA). FDA Approves First Oral Drug for Chronic Iron Overload.FDA News, November 9, 2005.
Cunningham, MJ Update on Thalassemia: Clinical Care and Complications. Pediatric Clinics of North America, volume 55, April 2008, pages 447-460.
Di Bartolomeo, P., et al. Long-term Results of Survival in Patients with Thalassemia Major Treated with Bone Marrow Transplantation. American Journal of Hematology, February 13, 2008 (Epub ahead of print).
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Hemoglobinopathies in Pregnancy.ACOG Practice Bulletin, number 78, January 2007. 

Pencegahan Thalasemia

Karena penyakit ini belum ada obatnya, maka pencegahan dini menjadi hal yang lebih penting dibanding pengobatan. Program pencegahan thalassemia terdiri dari beberapa strategi, yakni (1) penapisan (skrining) pembawa sifat thalassemia, (2) konsultasi genetik (genetic counseling), dan (3) diagnosis prenatal.
Skrining pembawa sifat dapat dilakukan secara prospektif dan retrospektif. Secara prospektif berarti mencari secara aktif pembawa sifat thalassemia langsung dari populasi diberbagai wilayah, sedangkan secara retrospektif ialah menemukan pembawa sifat melalui penelusuran keluarga penderita thalassemia (family study). Kepada pembawa sifat ini diberikan informasi dan nasehat-nasehat tentang keadaannya dan masa depannya. Suatu program pencegahan  yang baik untuk thalassemia seharusnya mencakup kedua pendekatan tersebut. Program yang optimal tidak selalu dapat dilaksanakan dengan baik terutama di negara-negara sedang berkembang, karena pendekatan prospektif memerlukan biaya yang tinggi. Atas dasar itu harus dibedakan antara usaha program pencegahan di negara berkembang dengan negara maju. Program pencegahan retrospektif akan lebih mudah dilaksanakan di negara berkembang daripada program prospektif.
Konsultasi genetik meliputi skrining pasangan yang akan kawin atau sudah kawin tetapi belum hamil. Pada pasangan yang berisiko tinggi diberikan informasi dan nasehat tentang keadaannya dan kemungkinan bila mempunyai anak. Diagnosis prenatal meliputi pendekatan retrospektif dan prospektif. Pendekatan retrospektif, berarti melakukan diagnosis prenatal pada pasangan yang telah mempunyai anak thalssemia, dan sekarang sementara hamil. Pendekatan prospektif ditujukan kepada pasangan yang berisiko tinggi yaitu mereka keduanya pembawa sifat dan sementara baru hamil. Diagnosis prenatal ini dilakukan pada masa kehamilan 8-10 minggu, dengan mengambil sampel darah dari villi khorialis (jaringan ari-ari) untuk keperluan analisis DNA.
Dalam rangka pencegahan penyakit thalassemia, ada beberapa masalah pokok yang harus disampaikan kepada masyarakat, ialah : (1) bahwa pembawa sifat thalassemia itu tidak merupakan masalah baginya; (2) bentuk thalassemia mayor mempunyai dampak mediko-sosial yang besar, penanganannya sangat mahal dan sering diakhiri kematian; (3) kelahiran bayi thalassemia dapat dihindarkan.
Karena penyakit ini menurun, maka kemungkinan penderitanya akan terus bertambah dari tahun ke tahunnya. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sangat penting dilakukan untuk mencegah bertambahnya penderita thalassemia ini. Sebaiknya semua orang Indonesia dalam masa usia subur diperiksa kemungkinan membawa sifat thalassemia. Pemeriksaaan akan sangat dianjurkan bila terdapat riwayat : (1) ada saudara sedarah yang menderita thalassemia, (2) kadar hemoglobin relatif rendah antara 10-12 g/dl walaupun sudah minum obat penambah darah seperti zat besi, (3) ukuran sel darah merah lebih kecil dari normal walaupun keadaan Hb normal.
Ada etnis dominan untuk masing-masing kondisi. Beta- Thalasemia adalah kebanyakan ditemukan pada orang asal Mediterania. Maka karena itu di daerah-daerah di mana Anda tidak menemukan banyak pendatang dari bagian dunia, dokter pasif akan kurangnya pengalaman berurusan dengan masalah yang terkait dengan kondisi ini.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa menggunakan darah tali pusat dari saudara baru lahir dapat sebagai efektif sebagai transplantasi sumsum tulang (9). Seperti sumsum tulang, darah tali pusat mengandung sel terspesialisasi yang disebut sel induk yang memproduksi semua sel darah lainnya. Dan dalam penelitian lain penundaan pemotongan tali pusat juga sangat membantu mencegah terjadinya thalasemia.

Diagnosis dan Theraphy Pengobatan Thalasemia

DIAGNOSIS :
Diagnosis thalassemia dibuat berdasarkan anamnesis mengenai gejala klinis, riwayat keluarga/pola herediter, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan adalah untuk analisa hemoglobin yaitu hematologi rutin, hapusan darah tepi, dan elektroforesis.
PENGOBATAN :
Sampai saat ini belum ada obat yang menyembuhkan penyakit thalassemia secara total. Pada dasarnya pengobatan yang diberikan pada penderita thalasemia bersifat simptomatik dan suportif. Secara garis besar, pengobatan thalssemia terdiri dari pengobatan terhadap penyakitnya dan pengobatan terhadap komplikasi. Pengobatan terhadap penyakitnya meliputi transfusi darah, splenektomi, induksi sintesa rantai globin, transplantasi sumsum tulang dan terapi gen.
Pengobatan terhadap komplikasi meliputi mencegah kelebihan dan penimbunan besi, pemberian kalsium, asam folat, imunisasi dan pengobatan terhadap komplikasi lainnya. Transfusi darah pada penderita thalassemia bertujuan untuk mengatasi anemia yang menyebabkan anoksia jaringan dan mengancam hidup penderita; supresi eritropoesis yang berlebih-lebihan, dan menghambat peningkatan absorbsi besi di usus. Beberapa pendapat mengusulkan agar kadar Hb dipertahankan sama atau diatas 10 g/dl. Sayangnya, transfusi darah pun bukan tanpa risiko.
Risikonya terjadi pemindahan penyakit dari darah donor ke penerima. Yang lebih berbahaya, karena memerlukan transfusi darah seumur hidup, maka anak bisa menderita kelebihan zat besi yang mengganggu fungsi organ-organ vital seperti jantung, hati, ginjal, paru, dan alat kelamin sekunder. Gangguan tersebut bisa mengakibatkan kematian. “Jadi, ironisnya, penderita diselamatkan oleh darah tetapi dibunuh oleh darah juga.” Untuk mengatasi masalah kelebihan zat besi, dengan memberikan obat kelasi besi atau pengikat zat besi secara teratur dan terus menerus. Pada penderita thalassemia diberikan pula  tambahan vitamin C, E, calcium dan asam folat.
Pada beberapa keadaan, kadang diperlukan suatu tindakan operasi untuk mengambil limpa dari dalam tubuh (splenectomy), karena limpa telah rusak. Terapi lain dapat berupa induksi sintesis rantai globin, dan transplantasi sumsum tulang. Transplantasi sumsum tulang prinsipnya ialah memberikan stem cells (sel punca) normal donor yang mempunyai kompatibilitas sama kepada penderita thalassemia. Transplantasi sumsum tulang lebih efektif daripada transfusi darah, namun memerlukan sarana khusus dan biaya yang tinggi. Terdapat hasil menguntungkan transplantasi stem cells dari anggota keluarga dengan HLA (Human Leucocyte Antigen)  yang identik pada pasien thalasemia berat.
Penundaan transplantasi terlalu lama atau bila sudah timbul kerusakan hati dan jantung karena penimbunan besi akan mengurangi kemungkinan keberhasilan transplantasi. Jadi pada pasien thalasemia yang mempunyai donor HLA identik untuk sesegera mungkin menjalani transplantasi. Darah tali pusat sebagai sumber stem cells, mampu menyusun kembali sumsum tulang pada pasien thalassemia setelah terapi persiapan (mielo-ablasi prekondisional). Manfaat utama darah tali pusat dibandingkan sumber stem cells lainnya adalah kemampuan menembus sawar HLA, dan terdapat bukti lebih sedikit terjadi reaksi penolakan. Penggunaan donor stem cells darah tali pusat berhubungan dengan ketidaksesuaian 1-3 antigen HLA harus dipertimbangkan sebelumnya untuk keberhasilan transplantasi. Sumber stem cells yang lain adalah dari hewan kelinci yang dikembangbiakkan secara khusus (xenotransplantasi). Sumber stem cells ini menguntungkan karena tak pernah ditemukan bukti penularan virus yang berbahaya (retrovirus) dari kelinci ke manusia dan tak pernah ditolak tubuh yang memerlukan obat-obat penekan reaksi imun (imunosupresi).  Satu lagi adalah terapi gen, merupakan pengobatan yang paling utama dari semua penyakit genetik, namun terapi gen pada thalassemia masih terus dalam penelitian.Â

Penyebab dan Mekanisme penurunan thalassemia

Thalassemia bukan penyakit menular melainkan penyakit yang diturunkan secara genetik dan resesif. Penyakit ini diturunkan melalui gen yang disebut sebagai gen globin beta yang terletak pada kromosom 11. Pada manusia kromosom selalu ditemukan berpasangan. Gen globin beta ini yang mengatur pembentukan salah satu komponen pembentuk hemoglobin. Bila hanya sebelah gen globin beta yang mengalami kelainan disebut pembawa sifat thalassemia-beta. Seorang pembawa sifat thalassemia tampak normal/sehat, sebab masih mempunyai 1 belah gen dalam keadaan normal (dapat berfungsi dengan baik).
Seorang pembawa sifat thalassemia jarang memerlukan pengobatan. Bila kelainan gen globin terjadi pada kedua kromosom, dinamakan penderita thalassemia (Homozigot/Mayor). Kedua belah gen yang sakit tersebut berasal dari kedua orang tua yang masing-masing membawa sifat thalassemia. Pada proses pembuahan, anak hanya mendapat sebelah gen globin beta dari ibunya dan sebelah lagi dari ayahnya. Bila kedua orang tuanya masing-masing pembawa sifat thalassemia maka pada setiap pembuahan akan terdapat beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama si anak mendapatkan gen globin beta yang berubah (gen thalassemia) dari bapak dan ibunya maka anak akan menderita thalassemia. Sedangkan bila anak hanya mendapat sebelah gen thalassemia dari ibu atau ayah maka anak hanya membawa penyakit ini. Kemungkinan lain adalah anak mendapatkan gen globin beta normal dari kedua orang tuanya.
Mekanisme penurunan penyakit thalassemia :
– Jika kedua orang tua tidak menderita Thalassemia trait/bawaan, maka tidak mungkin mereka menurunkan Thalassemia trait/bawaan atau Thalassemia mayor kepada anak-anak meraka. Semua anak-anak mereka akan mempunyai darah yang normal
– Apabila salah seorang dari orang tua menderita Thalassemia trait/bawaan, sedangkan yang lainnya tidak maka satu dibanding dua (50%) kemungkinannya bahwa setiap anak-anak mereka akan menderita Thalassemia trait/bawaan, tetapi tidak seseorang diantara anak-anak mereka Thalassemia mayor
– Apabila kedua orang tua menderita Thalassemia trait/bawaan, maka anak-anak mereka mungkin akan menderita thalassemia trait/bawaan atau mungkin juga memiliki darah yang normal, atau mereka mungkin menderita Thalassemia mayor
Dari keterangan diatas dapat dilihat bahwa kemungkinan anak dari pasangan pembawa sifat thalassemia beta adalah 25% normal, 50% pembawa sifat thalassemia beta, dan 25% thalassemia beta mayor (anemia berat).
GEJALA : Semua thalassemia memiliki gejala yang mirip, tetapi beratnya bervariasi, tergantung jenis  rantai  asam  amino  yang hilang  dan jumlah kehilangannya (mayor atau minor). Sebagian besar penderita mengalami anemia yang ringan, khususnya anemia hemolitik. Pada bentuk yang lebih berat, khususnya pada beta-thalassemia mayor, penderita dapat mengalami anemia karena kegagalan pembentukan sel darah, pembesaran limpa dan hati akibat anemia yang lama dan berat, perut membuncit karena pembesaran kedua organ tersebut, sakit kuning (jaundice), luka terbuka di kulit (ulkus/borok), batu empedu, pucat, lesu, sesak napas karena jantung bekerja terlalu berat, yang akan mengakibatkan gagal jantung dan pembengkakan tungkai bawah.
Sumsum tulang yang terlalu aktif dalam usahanya membentuk darah yang cukup, bisa menyebabkan penebalan dan pembesaran tulang, terutama tulang kepala dan wajah. Tulang-tulang panjang menjadi lemah dan mudah patah. Anak-anak yang menderita thalassemia akan tumbuh lebih lambat dan mencapai masa pubertas lebih lambat dibandingkan anak lainnya yang normal. Karena penyerapan zat besi meningkat dan seringnya menjalani transfusi, maka kelebihan zat besi bisa terkumpul dan mengendap dalam otot jantung, yang pada akhirnya bisa menyebabkan gagal jantung.

Sekilas tentang thalasemia alpha

Thalassemia alpha disebabkan karena adanya mutasi dari salah satu atau seluruh globin rantai alpha yang ada. Thalassemia alpha dibagi menjadi :
– Silent Carrier State (gangguan pada 1 rantai globin alpha). Pada keadaan ini mungkin tidak timbul gejala sama sekali pada penderita, atau hanya terjadi sedikit kelainan berupa sel darah merah yang tampak lebih pucat (hipokrom).
– Alpha Thalassemia Trait (gangguan pada 2 rantai globin alpha). Penderita mungkin hanya mengalami anemia kronis yang ringan dengan sel darah merah yang tampak pucat (hipokrom) dan lebih kecil dari normal (mikrositer).
– Hb H Disease (gangguan pada 3 rantai globin alpha). Gambaran klinis penderita dapat bervariasi dari tidak ada gejala sama sekali, hingga anemia yang berat yang disertai dengan perbesaran limpa (splenomegali).
– Alpha Thalassemia Major (gangguan pada 4 rantai globin alpha). Thalassemia tipe ini merupakan kondisi yang paling berbahaya pada thalassemia tipe alpha. Pada kondisi ini tidak ada rantai globin yang dibentuk sehingga tidak ada HbA atau HbF yang diproduksi. Biasanya fetus yang menderita alpha thalassemia mayor mengalami anemia pada awal kehamilan, membengkak karena kelebihan cairan (hydrops fetalis), perbesaran hati dan limpa. Fetus yang menderita kelainan ini biasanya mengalami keguguran atau meninggal tidak lama setelah dilahirkan.
Thalassemia beta terjadi jika terdapat mutasi pada satu atau dua rantai globin yang ada. Thalassemia beta dibagi menjadi :
– Beta Thalassemia Trait. Pada jenis ini penderita memiliki satu gen normal dan satu gen yang bermutasi. Penderita mungkin mengalami anemia ringan yang ditandai dengan sel darah merah yang mengecil (mikrositer).
– Thalassemia Intermedia. Pada kondisi ini kedua gen mengalami mutasi tetapi masih bisa memproduksi sedikit rantai beta globin. Penderita biasanya mengalami anemia yang derajatnya tergantung dari derajat mutasi gen yang terjadi.
– Thalassemia Major (Cooley”s Anemia). Pada kondisi ini kedua gen mengalami mutasi sehingga tidak dapat memproduksi rantai beta globin. Biasanya gejala muncul pada bayi ketika berumur 3 bulan berupa anemia yang berat.
Berbeda dengan thalassemia minor (thalassemia trait/bawaan), penderita thalassemia mayor tidak dapat membentuk haemoglobin yang cukup di dalam darah mereka, sehingga hampir tidak ada oksigen yang dapat disalurkan ke seluruh tubuh, yang lama-lama akan menyebabkan asfiksia jaringan (kekurangan O2), edema, gagal jantung kongestif, maupun kematian. Oleh karena itu, penderita thalassemia mayor memerlukan transfusi darah yang sering dan perawatan medis demi kelangsungan hidupnya.

Jumat, 07 April 2017

Kebohongan-kebohongan Sukses di muka bumi

       Banyak orang yang mengubah kombinasi makanan itu menjadi sesuatu yang sangat rumit, padahal sebetulnya sangat sederhana; Ada makanan tertentu yang hendaknya tidak dimakan bersamaan dengan makanan lainnya. Jenis makanan yang berbeda menuntut jenis cairan pencernaan yang berbeda pula.

Suatu ketika, Dr. Steven Smith merayakan ultahnya yang ke 100. Ketika ditanya, apa yang memungkinkannya hidup selama itu?, ia menjawab,
"Peliharalah perut Anda selama 50 tahun pertama, maka ia akan memelihara Anda untuk 50 tahun berikutnya".

       Pernah makan daging dengan kentang? Bagaimana dengan keju dan roti, atau sereal dengan susu, ikan dengan nasi?.. Sering yach? 
Bagaimana seandainya jika kita diberitahu bahwa kombinasi seperti itu benar2 berpotensi merusak sistem internal dan merampas energi kita?
Kita mungkin akan mengatakan bahwa sejauh ini penulis masuk akal, tetapi sekarang dia sudah tidak waras. 

      Begini penjelasannya, mengapa kombinasi tersebut merusak dan bagaimana kita bisa menghemat banyak sekali energi syaraf yang mungkin kita buang percuma selama ini.

Seperti dikemukakan di atas, makanan yang berbeda-beda itu dicerna secara berbeda-beda.
Makanan bertajin (nasi, roti, kentang, dst) menuntut media pencernaan alkalin, yang pada mulanya dipasok dalam mulut oleh enzim ptyalin. Enzim ptyalin dihasilkan oleh kelenjar ludah ( parotis ) di mulut_sering disarankan untuk mengunyah makanan agak lama yach?, ketika aktivitas mengunyah itulah saat produksi enzim ptyalin terbentuk.
Sedangkan makanan berprotein (daging, produk susu, kacang2an, biji2an, dan yang serupa), menuntut media asam untuk pencernaannya_hydrochloric acid dan pepsin. Hydrochloric acid adalah asam kuat, dan merupakan komponen utama dalam asam lambung. Pepsin adalah sebuah enzim di lambung yang memecah protein, lipase untuk memecah lemak, amilase memecah karbohidrat
Adalah hukum kimia apabila dua media yang bertolak belakang (asam vs alkali) tidak bisa bekerja secara bersamaan. Keduanya akan saling menetralkan satu sama lain.
Kalau kita makan protein bersamaan dengan makanan bertajin, pencernaan terganggu atau terhenti total. Makanan yang tidak dicerna akhirnya menjadi lahan subur bagi bakteri yang memfermentasikan dan membusukkannya, menimbulkan gangguan pencernaan dan menjadi gas.
Kombinasi makanan yang tidak cocok merampas energi kita, dan apapun yang menghasilkan hilangnya energi berpotensi menghasilkan penyakit_menciptakan asam berlebihan, yang kemudian membuat darah mengental sehingga lamban beredar ke seluruh sistem, merampas oksigen dari tubuh.

       Pernah atau mungkin sering kita bangun lelah di waktu pagi, bahkan setelah tidur sesuai yang direkomendasikan, 6 jam, 7 jam atau 8 jam bahkan lebih?
Mengapa?
Karena sementara kita sedang tidur, tubuh kita bekerja ekstra lembur mencerna kombinasi makanan yang tidak cocok tersebut. Bagi banyak orang, pencernaan menghabiskan lebih banyak energi syaraf daripada hampir kegiatan apapun juga. Ketika makanan yang kita konsumsi tidak cocok kombinasinya, waktu yang dibutuhkan untuk mencernanya bisa sampai 8, 10, 12 atau 14 jam bahkan lebih. Bayangkan.
Tetapi, apabila makanan tersebut cocok kombinasinya, tubuh akan dapat melaksanakan tugasnya dengan efektif, dan pencernaan berlangsung rata-rata hanya 3 hingga 4 jam saja, sehingga kita tidak perlu membuang-buang energi untuk pencernaan.

Jadi, kalau bisa, mulai sekarang berusahalah untuk tidak makan karbohidrat bertajin bersamaan dengan makanan berprotein.
Jangan makan kentang berbarengan dengan daging.
Ingat masak daging semur pake kentang yach? 
Bukannya tidak boleh sama sekali.
Jika kita merasa tidak bisa hidup tanpa keduanya, makanlah yang satu di siang hari dan yang lainnya di malam hari. 
Sederhana bukan?,

Tentang Buah

      Buah adalah makanan yang menuntut paling sedikit energi untuk dicerna tetapi memberi tubuh kita pengembalian yang sangat besar dan bermanfaat. Makanan yang bisa dimanfaatkan otak kita adalah glucose. Buah, terutama fructose (bahasa Inggris: fructose, levulose), atau gula buah, adalah monosakarida yang ditemukan di banyak jenis tumbuhan dan merupakan salah satu dari tiga gula darah penting bersama dengan glukosa dan galaktosa, yang bisa langsung diserap ke aliran darah selama pencernaan. dan 90-95 % nya air. Itu artinya buah membersihkan sekaligus memupuk sistem kita.

      Namun, mengapa banyak orang yang mengkonsumsi buah (secara teratur atau acak) tetapi tidak atau kurang mendapatkan manfaatnya?
Salah satu alasannya adalah kebanyakan orang menjadikan buah sebagai makanan pencuci mulut setelah makan sehari-hari atau di pesta besar dan kemudian menemukan diri bersendawa dengan rasa yang tidak enak sepanjang malam. Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa kita atau kebanyakan orang mengkonsumsi buah dengan cara yang tidak benar.
Kita seharusnya makan buah dengan perut kosong.
Mengapa?
Alasannya adalah karena buah itu bukanlah terutama dicerna dalam perut. Buah itu dicerna dalam usus kecil. Buah itu dirancang untuk langsung masuk ke dalam perut dalam beberapa menit dan ke dalam usus, dimana ia melepaskan gulanya.
Tetapi kalau ada daging atau kentang atau tajin dalam perut kita, buahnya akan terperangkap disana dan mulai mengalami fermentasi.
Jenis buah yang baik adalah buah segar atau jus buah yang baru diperas, bukan jus kaleng atau kemasan botolan.
Disarankan agar tidak meminum jus langsung dari kaleng atau botolnya.
Mengapa?
Kebanyakan buah itu telah dipanaskan ketika proses penyegelan, dan strukturnya telah menjadi asam.
Jika berniat memanfaatkan pembelian kita dengan sebaik-baiknya?, Belilah pembuat jus .
Anda punya mobil?
Juallah mobil Anda dan belilah pembuat jus. 
Beli saja pembuat jus sekarang !!,

Kita akan bisa mencerna jus itu seperti buahnya sendiri, dengan perut kosong. Dan jus itu dicerna demikian cepatnya sehingga kita bisa makan 15 hingga 20 menit kemudian.

       Dr. William Castillo, kepala studi jantung di Framington, Massachusetts juga menyatakan bahwa buah itulah makanan terbaik yang bisa kita makan untuk melindungi diri dari penyakit jantung. Buah itu mengandung Bioflavonoid atau flavonoid, (sebelumnya disebut vitamin P) adalah kelompok pigmen tumbuhan yang dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, dan bunga. yang berfungsi menghalangi darah dari proses pengentalan dan menyumbat pembuluh arteri.
Buah juga berfungsi menguatkan kapiler, dan kapiler yang lemah seringkali menuntun kepada pendarahan internal dan serangan jantung.

      Jadi, kesimpulan akhirnya adalah_ yang kita butuhkan adalah sesuatu yang mudah dicerna, yang memberikan fructose yang bisa langsung digunakan tubuh, dan yang membantu membersihkan tubuh untuk memulai hari.

Ketika bangun, dan selama mungkin hingga siang (asalkan tahan), usahakan untuk tidak memakan apapun selain buah segar atau jus buah yang baru diperas. Jagalah komitmen ini hingga setidaknya pukul 12 siang setiap harinya. Semakin lama kita tahan hanya makan buah, semakin besarlah peluang tubuh kita membersihkan dirinya.
Mulailah secara bertahap menghentikan diri minum kopi dan sampah lain yang biasanya kita konsumsi di awal hari dan ganti dengan mengkonsumsi buah2an segar (jus), kita akan merasakan vitalitas dan energi baru.
Perhatikan kata "usahakan" dan atau "kalau mampu".
Bagi teman-teman yang mempunyai alasan khusus untuk tidak melakukannya, tentu jangan dihiraukan artikel ini. Bagi yang selama ini bisa hidup sehat tanpa mengikuti arahan diatas, abaikan saja tulisan ini. 



Pernahkah mendengar ; "dikatakan bahwa ketika Anda cukup keras dan cukup lama berbohong, cepat atau lambat orang akan percaya?"

Mitos Air 

         70 % planet kita ini ditutupi oleh air, 80 % tubuh kita terdiri dari air.
Berapa persenkah diit kita seharusnya mengandung air?
Kita disarankan untuk memastikan agar 70 % pola makan kita terdiri dari makanan yang kaya akan air. Itu berarti; buah-buahan, sayur-sayuran segar, atau jus yang baru diperas.
Pernah dengar saran atau rekomendasi untuk minum 8 hingga 12 gelas air setiap harinya untuk "membersihkan sistem tubuh"?. kemudian diteruskan dengan; "Himbauan ini disampaikan oleh Dinas bla3x bekerjasama dengan Perusahaan Bla3x?"
8 gelas atau liter hingga 12 gelas atau liter?
Tahukah saudara/i bahwa itu gila?
Terlalu banyak mengkonsumsi air belum tentu baik. Karena kemungkinan besar air yang kita minum mengandung klorofin, fluoride, mineral, dan zat2 beracun lainnya.
Minum air yang disuling mungkin lebih baik. Tetapi, apapun air yang kita minum, (jika tujuannya demi membersihkan sistem tubuh), tentu kita sangat paham bahwa kita tidak bisa membersihkan sistem kita dengan menenggelamkannya.
Jumlah air yang kita minum hendaknya di dikte oleh rasa dahaga !!
        Daripada mencoba membersihkan sistem tubuh kita dengan membanjirinya dengan air, kita tinggal makan makanan yang secara alami kaya akan air. Hanya ada tiga jenis di planet ini;
1. buah-buahan,
2. sayur-sayuran dan
3. tunas.
Ketiganya akan memberi kita banyak air, substansi pembersih yang memberikan kehidupan. 
Ketika orang hidup dengan diit makanan yang rendah kandungan airnya, hampir pasti fungsi organ tubuhnya akan terganggu.
Seperti dikatakan Alexander Bryce, M.D. dalam The Laws of Life and Health, "Ketika tubuh kekurangan cairan, darah mempertahankan gravitasi spesifik yang lebih tinggi, dan produk-produk sisa beracun seperti perubahan tissue atau sel dibuang dengan cara yang sangat tidak sempurna.
Oleh karenanya, tubuh diracuni oleh ekskresinya sendiri_dan dapatlah dikatakan bahwa alasan utamanya adalah karena tubuh kekurangan cairan untuk membuang limbah sel tubuh itu sendiri".
Diit kita hendaknya secara konsisten membantu tubuh kita dengan proses pembersihan, daripada membebaninya dengan bahan makanan yang tak dapat dicerna.
       
Menumpuknya produk sisa di dalam tubuh berpotensi mendatangkan penyakit. Salah satu cara untuk sebisa mungkin membebaskan aliran darah dan tubuh dari sisa2 racun adalah membatasi makanan maupun yang bukan makanan yang berpotensi menekan organ2 pembuangan tubuh; cara lainnya adalah dengan memberikan air yang cukup kepada sistem untuk membantunya membuang sisa tersebut. "Tidak ada cairan yang dikenal ahli kimia, yang bisa melarutkan substansi padat sebanyak air, yang sungguh merupakan pelarut terbaik yang pernah ada. Oleh karenanya, kalau tubuh diberikan cukup air, keseluruhan proses nutrisinya distimulasikan karena efek produk2 sisa beracun yang melumpuhkan tersebut disingkirkan dengan cara dilarutkan lalu dibuang oleh ginjal, kulit, perut, atau paru-paru. Kalau sebaliknya, jika bahan2 beracun ini dibiarkan menumpuk dalam tubuh, muncullah segala jenis penyakit".
        
Mengapa salah satu penyakit paling mematikan sat ini adalah penyakit jantung?
Mengapakah ada orang yang tumbang tewas di lapangan tennis di usia 40 tahun?
Salah satu alasannya adalah karena mereka telah seumur hidup menyumbat sistem mereka sendiri. Kualitas hidup kita, tergantung kepada kualitas kehidupan sel2 di seluruh tubuh kita. Kalau aliran darah kita penuh dengan produk sisa, lingkungan yang dihasilkannya tidaklah mempromosikan kehidupan sel yang sehat, kuat, hidup_atau pun biokimiawi yang mampu menciptakan kehidupan emosional yang seimbang bagi individu yang bersangkutan.
Dr. Alexis Carrel, seorang pemenang Hadiah Nobel pada tahun 1912 dan anggota Rockefeller Institute, berupaya membuktikan teori ini dengan mengambil tissue dari ayam (yang usia normalnya rata2 11 tahun) dan menjadikan sel2 tubuh ayam itu hidup tak terhingga hanya dengan membebaskannya dari produk2 sisa mereka sendiri dan dengan memberikan makanan yang mereka butuhkan. Sel2 ini dipelihara hidup selama 34 tahun, setelah Rockefeller Institute yakin bahwa mereka bisa memelihara sel2 tersebut hidup selamanya dan oleh karenanya memutuskan untuk mengakhiri eksperimen tersebut.

         Kembali ke topik utama; "Seberapa persenkah dari diit anda terdiri dari makanan yang kaya akan air?, seandainya kita buat daftar hal2 yang kita cerna minggu lalu, seberapa persenkah yang kaya akan air?, 70 % kah?, Rasanya tidak. Bagaimana dengan 50 %?, 25?, 15?....
Ketika pertanyaan seperti diatas ditanyakan dalam berbagai seminar kesehatan, kita akan menemukan bahwa kebanyakan orang hanya makan 15-20 % makanan yang mengandung air. Dan itu jelas lebih tinggi daripada populasi secara keseluruhan.
Izinkan saya mengatakan sesuatu; "15-20 % itu BUNUH DIRI !! "
Kalau tidak percaya, silahkan googling dan buka, kemudian periksa saja statistik kanker dan penyakit jantung dan evaluasikanlah jenis2 makanan yang hendaknya anda hindari menurut rekomendasi National Academy of Sciences, dan periksa jumlah kandungan airnya.

        Kalau kita memperhatikan alam dan kita lihat hewan2 yang paling besar, paling berkuasa, maka kita akan menemukan bahwa mereka itu herbivora; gorilla, gajah, badak, dan sebagainya itu semua makan makanan yang kaya akan air. Herbivora itu usianya lebih panjang daripada karnivora. Bayangkanlah burung pemakan bangkai. Mengapakah penampilannya mengerikan seperti itu?, karena ia tidak makan makanan yang kaya air.
Kalau kita makan sesuatu yang kering dan mati, terkalah seperti apa penampilan kita nanti. :)
Hanya separuh berchanda saja dalam hal ini. :)

Sebuah gedung itu hanya mungkin sekuat dan seindah bagian2nya.
Demikian pulalah halnya dengan tubuh kita.
Sesederhana itu saja.
Bagaimana kita bisa memastikan 70 % dari diit kita terdiri dari makanan yang kaya akan air?,
Juga Sederhana saja,..
Pastikan saja mulai dari sekarang, kita makan salad setiap kali makan.
Jadikanlah buah sebagai makanan ringan dan bukannya coklat. kemudian, rasakan perbedaannya ketika tubuh kita lebih efisien dan oleh karena memungkinkan kita lebih energik.



Artikel selanjutnya ....

Selamat datang Kebohongan Sukses di dunia protein yang mengagumkan. 
Kapankah seseorang paling membutuhkan protein?
Ketika bayi?

Alam telah menyediakan makanan_yaitu Air Susu Ibu (ASI), yang memberi sang bayi segala yang ia butuhkan. Lalu, berapa banyak dari ASI itu adalah protein?, _50, 25, 10 % kah?
Terlalu tinggi !!
Air Susu Ibu hanya mengandung 2.38 % protein pada saat persalinan dan berkurang menjadi 1,2 - 1.6 % dalam waktu 6 bulan. Itu saja !!
Lalu, darimana umumnya orang mendapatkan ide bahwa manusia membutuhkan protein dalam jumlah besar?

Pernahkah mendengar, dikatakan bahwa kalau seseorang cukup keras dan cukup lama berbohong besar, cepat atau lambat orang akan percaya?
Selamat datang di dunia protein yang mengagumkan. Tidak ada kebohongan yang lebih besar daripada bahwa manusia membutuhkan diit berprotein tinggi untuk memelihara kesehatan dan kesejahteraan yang optimal. Banyak orang mencari tingkat energi lebih tinggi. Ada yang menyangka dirinya membutuhkan protein untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Ada yang makan demi tulang yang kuat, dst,..
Protein yang berlebihan justru berbahaya dalam kasus tersebut !!

Tidak ada seorang pun yang betul2 mengetahui persis, berapa banyak protein yang kita butuhkan.
Setelah 10 tahun mempelajari kebutuhan mencerna protein pada manusia, Dr. Mark Hegstead, mantan Profesor gizi Harvard Medical School menegaskan gakta bahwa manusia sebenarnya bisa beradaptasi terhadap berapa banyak pun konsumsi protein yang tersedia bagi mereka.
Bahkan Frances Lappe, yang menulis Diet for a Small Planet pun, yang hampir selama 10 tahun mempromosikan konsep kombinasi sayur2an untuk mendapatkan segala asam amino yang diperlukan, akhirnya mengatakan bahwa ia keliru, bahwa orang tidak perlu mengkombinasikan protein mereka, bahwa kalau kita makan diit sayur2an yang seimbang, kita sudah akan mendapatkan segala protein yang kita butuhkan.
National Academy of Sciences menyatakan bahwa pria dewasa membutuhkan 56 gram protein / hari. Dalam laporan International Union of Nutritional Sciences, kita temukan bahwa masing2 Negara melaporkan kebutuhan protein harian bagi pria dewasanya bervariasi dari 39 hingga 110 gram / harinya. Jadi, siapa yang betul2 mengerti?

Untuk apa kita butuhkan protein itu?
Diasumsikan untuk menggantikan yang hilang. Tetapi kita hanya kehilangan sedikit sekali lewat ekskresi dan keringat setiap harinya. Lalu, darimana mereka mendapatkan angka2 tersebut?

National Academy of Sciences ketika ditanya bagaimana mereka sampai pada kesimpulan 56 gram tersebut, malah, literatur mereka sendiri mengatakan kita hanya butuh 30 gram, tetapi mereka merekomendasikan 56 gram. Sekarang mereka juta mengatakan bahwa kelebihan konsumsi protein membuat saluran kemih bekerja lembur dan menimbulkan keletihan. Jadi, mengapa mereka merekomendasikan bahkan lebih daripada apa yang mereka katakan "kita butuhkan"?

Mereka hanya membantah dengan jawaban bahwa dulunya mereka memang merekomendasikan 80 gram, tetapi ketika mereka memutuskan untuk menurunkannya, mereka ditentang keras oleh publik.
Siapa? 
Apakah kita menelpon untuk mengeluh? 
Rasanya tidak.

Penentangan berasal dari pihak-pihak yang berkepentingan_yang mencari nafkah dari penjualan makanan dan produk berprotein tinggi.
Rencana pemasaran apakah yang paling hebat di muka bumi ini adalah membuat orang berfikir bahwa mereka akan mati kecuali mereka menggunakan produk mereka.
Itu lah persisnya yang terjadi dengan doktrin protein.

Sekarang, mari kita bedah topik tentang ide bahwa kita butuh protein untuk energi.
Apa sih yang dibutuhkan tubuh untuk energi?
Pertama, tubuh menggunakan glucose dari buah2an, sayur2an dan tunas. Lalu tajin, kemudian lemak, Dan hal terakhir yang digunakan tubuh untuk energi baru lah protein. 
Keliru sekali mitosnya !!

Bagaimana dengan ide bahwa protein membangun daya tahan tubuh? 
Keliru juga !! 
Protein berlebihan memberi tubuh nitrogen berlebihan yang menimbulkan keletihan. Para binaragawan yang dipompa dengan protein itu tidak pernah mampu lari marathon. Mereka terlalu lelah.

Bagaimana dengan mitos protein yang berguna untuk membangun tulang yang kuat?
Lagi-lagi keliru !!
Justru sebaliknya. Terlalu banyak protein telah terus menerus dihubungkan dengan oesteoporosis atau proses melemahnya tulang. Tulang terkuat di muka bumi ini adalah milik mereka yang vegetarian (hanya makan sayur2an). Ada seribu satu alasan mengapa makan daging demi proteinnya adalah salah satu hal terburuk yang biasa kita lakukan. Salah satu produk sampingan metabolisme protein adalah ammonia (umpamanya).

Ada 2 hal bagus yang patut disinggung, pertama_daging mengandung tingkat asam urat yang tinggi. Asam urat adalah satu produk sisa atau produk ekskresi tubuh akibat kerja sel2 hidup. Ginjal mengambil asam urat dari aliran darah dan mengirimkannya ke kandung kemih untuk dibuang sebagai air seni. Kalau asam urat tidak segera dan secara tuntas dibuang dari darah, kelebihannya menumpuk dalam jaringan2 tubuh, untuk kemudian menciptakan batu kandeng kemih_belum lagi akibatnya terhadap ginjal.
Penderita Leukemia itu biasanya ditemukan memiliki kadar asam urat yang sangat tinggi dalam aliran darahnya.
Rata-rata daging itu mengandung 14 gram asam urat, Tubuh kita hanya mampu membuang kira2 8 gram nya saja. Dan tahukan Anda, apa yang membuat daging terasa seperti itu? 
Yahh, asam urat dari hewan yang sudah mati yang hampir setiap hari kita konsumsi.

Kalau ragu tentang hal ini, cobalah makan daging sebelum dibumbui. Sementara darahnya terkuras, demikian pula lah sebagian asam uratnya. Daging tanpa asam urat itu tidak ada rasanya sama sekali !!
Apakah itu yang mau kita masukkan ke dalam tubuh kita, asam yang biasanya dibuang dalam air seni hewan?

Lebih lanjut, daging itu penuh dengan bakteri putrefactive_adalah kuman usus.

Ketika hewannya masih hidup, proses osmotic dalam ususnya menghalangi bakteri putrefactive itu memasuki hewan tersebut. Tetapi ketika hewan itu mati, proses osmotic nya pun hilang dan bakteri putrefactive itu pun menembus dinding ususnya dan masuk ke dalam dagingnya. Mereka itulah yang menjadikan dagingnya lunak. Coba perhatikan, daging mati itu pasti menua. Yang menjadikannya tua atau yang menjadikan dagingnya lunak adalah bakteri putrefactive tersebut.

Bakteri dalam daging itu sama karakternya dengan bakteri dalam kotoran hewan, dan lebih banyak jumlahnya dalam daging tertentu daripada dalam kotoran hewan yang masih baru. Semua daging terinfeksi kuman kotoran hewan dalam proses penjagalannya_dan jumlahnya meningkat semakin lama daging itu disimpan.
Apakah itu yang sering kita makan?

Artikel ini bukanlah mengatakan bahwa hanya dengan tidak makan daging kita akan sehat, juga bukan mengatakan bahwa kalau kita makan daging, kita tidak mungkin sehat. Ke dua pernyataan tersebut tidaklah benar.
Buktinya, banyak pemakan daging lebih sehat daripada pemakan sayur2an_hanya karena ada pemakan sayur-sayuran yang cenderung percaya bahwa kalau mereka tidak makan daging, mereka bisa makan apa pun juga. Jelas itu sangat tidak disarankan.
Tetapi hendaknya kita ketahui bahwa kita bisa menjadi lebih sehat dan bahagia daripada sebelumnya dengan memutuskan untuk tidak lagi ingin makan daging dan kulit makhluk hidup lainnya.

Pythagoras, Socrates, Plato, Aristotle, Leonardo da Vinci, Isaac Newton, Voltaire, Henry David Thoreau, George Bernard Shaw, Benjamin Franklin, Thomas Edison, Dr. Albert Schweitzer, Mahatma Gandhi, mereka semua pemakan sayur2an (vegetarian). 
Boleh dicontoh bukan?


Lanjut,..

Apakah produk susu baik bagi tubuh?
Mungkin ya, tetapi dalam hal tertentu malah lebih buruk.

Begini, setiap hewan memiliki susu dengan keseimbangan unsur2 yang tepat bagi hewan itu sendiri.
Banyak masalah bisa timbul dari minum susu hewan seperti susu sapi. Hormon pertumbuhan yang kuat dalam susu sapi itu dirancang untuk membesarkan anak sapi dari 40 kgs pada saat lahir menjadi 450 kgs setelah dewasa 2 tahun kemudian.
Sebagai perbandingan, bayi manusia dilahirkan dengan berat 2,5 kgs - 3,5 kgs dan mencapai kematangan fisik pada 45 kgs - 90 kgs 20 tahun kemudian.

Dr. William Ellis, seorang tokoh besar yang menulis tentang produk susu dan bagaimana produk tersebut mempengaruhi aliran darah manusia menyatakan bahwa; "kalau anda ingin alergi, minumlah susu, kalau anda mau sistem anda tersumbat, minumlah susu".
Alasannya adalah karena tidak banyak orang dewasa yang mampu memetaboliskan protein dalam susu sapi. Tahukah Anda bahwa protein utama dalam susu sapi adalah casein?, yang memang dibutuhkan oleh metabolisme sapi untuk kesehatannya.
Casein mengandung asam beragam asam amino yang diperlukan mamalia muda untuk tumbuh. Casein merupakan golongan protein yang komposisinya mencapai 80% dari komposisi keseluruhan protein susu. Tetapi casein bukanlah yang dibituhkan manusia !!.

Baik bayi ataupun manusia dewasa kesulitan mencerna casein.
Pada bayi, 50 % atau lebih dari casein itu tidak dicerna, dan protein yang dicerna hanya sebagian kecil ini seringkali memasuki aliran darah dan mengganggu tissue, menciptakan kerentanan terhadap penyebab alergi. Ujung2nya, hati harus bekerja ekstra keras untuk membuang semua protein sapi yang dicerna sebagian tersebut, dan itu pada gilirannya akan membebani keseluruhan sistem ekskresi khususnya hati.

Berbeda dengan lactalbumin, protein utama dalam susu manusia, itu sangat mudah dicerna manusia.
Sementara susu sapi yang diminum demi mendapatkan calsiumnya, setelah dilakukan test terhadap lebih dari 20.000 orang, ditemukan bahwa mereka yang minum 3, 4 atau 5 gelas susu seharinya itulah justru paling rendah terdapat calsium dalam darahnya.
Kalau Anda perhatian terhadap calsium, makan saja banyak sayur2an hijau, sesame butter atau kacang2an_yang semuanya kaya calsium dan mudah dicerna dan digunakan tubuh.
Tetapi penting juga diperhatikan bahwa kalau kita mengkonsumsi terlalu banyak calsium, itu bisa menumpuk dalam ginjal dan membentuk batu ginjal.

Demikianlah, untuk menjaga konsentrasi darah tetap rendah, tubuh kita menolak 80 % dari calsium yang kita makan.

Tetapi kalau Anda prihatin, ada sumber2 lain selain susu. Umpamanya turnip hijau_dengan bobot yang sama tetapi mengandung lebih banyak calsium daripada susu.
Jadi, keprihatinan kebanyakan orang tentang calsium tidak beralasan.

Lebih lanjut.

Apakah efek utama susu terhadap tubuh? 
Ia menjadi massa yang membentuk lendir yang menyumbat dan melekat kepada segalanya di dalam usus kecil, menjadikan tugas tubuh lebih sulit tentunya.
Bagaimana dengan keju, yogurt, es krim, pizza dan brie, dst?
Sebenarnya keju, adalah susu yang dipadatkan. Dibutuhkan 2 hingga 5 quart (1 guart = 1.14 liter) susu untuk membuat setengah kgs keju. Kandungan lemaknya saja sudah cukup alasan untuk membatasi konsumsinya. Tetapi, bukan berarti kita tidak boleh makan keju sama sekali.
Jika benar2 ingin makan keju, makanlah sedikit tetapi dikombinasikan dengan salad besar. Dengan demikian, kita memiliki makanan yang kaya air untuk mengurangi atau bahkan meniadakan efek penyumbatannya.
Dan yang terakhir.

Mengapa sih kita baru mendengar hal2 tentang produk susu? 
Banyak alasannya, antara lain juga ada hubungannya dengan pengkondisian dan sistem kepercayaan di masa lalu.
Alasan lainnya mungkin ada hubungannya dengan fakta bahwa kita (pemerintah pusat) menghabiskan sekian juta dollars per tahunnya untuk menangani pasokan produk susu.
Malahan ada sumber yang menyatakan bahwa strategi terbaru adalah kampanye pemerintah untuk mendorong konsumsi produk susu lebih banyak, walaupun ikaln2 tersebut bertentangan dengan kampanye pemerintah lainnya yang justru memperingatkan bahaya mengkonsumsi terlalu banyak lemak.

Ngomong-ngomong, artikel ini bukanlah dimaksudkan sebagai serangan kepada industri produk susu.
Rasanya para penghasil produk susu itu adalah individu2 yang bekerja paling keras dalam kebudayaan kita. Tetapi itu tidaklah berarti bahwa saya dan Anda akan terus menggunakan produk mereka kalau sekarang telah kita sadari bahwa kesemuanya itu tidak mendukung kita dalam menjadi lebih baik secara fisik.

Keseluruhan artikel yang saya bagikan dari kemarin dirancang agar kita mendapatkan informasi, kemudian memutuskan yang mana yang kita anggap bermanfaat, dan membuang kebiasaan2 yang kita temukan tidak efektif.

Lalu, mengapa tidak mulai mencoba semua prinsip tersebut sebelum kita memberikan penilaian?

Sedikit tambahan; Pernahkah melihat kebakaran gedung dimana jalan keluarnya sedikit?, 
Semua orang berebutan menyelamatkan diri melalui jalan keluar yang sama.

Tubuh kita pun demikian. Ia akan mulai membersihkan sampah yang telah menumpuk dalam sistem kita selama bertahun-tahun, dan ia mungkin menggunakan energi barunya untuk melakukan itu secepat mungkin. Jadi, bisa saja kita tiba2 bersin mengeluarkan banyak sekali lendir. Apakah itu berarti kita terserang flu?, Belum tentu. Justru kejadian seperti itu umumnya disebabkan karena diit kita yang tidak benar. Kita makan hingga "flu". Kita ciptakan FLU dengan cara bertahun-tahun kebiasaan makan yang mengerikan. Tubuh kita sekarang mungkin mempunyai energi untuk menggunakan organ2 pembuangan kita untuk membuang produk2 sisa yang sebelumnya disimpan dalam tissue dan aliran darah. Sejumlah kecil orang bisa melepaskan cukup banyak racun dari tissue mereka ke dalam aliran darah untuk menghasilkan sakit kepala ringan. 
Haruskah kita minum pereda nyeri, excedrin?, 
Tidak !!
Kemanakah kita menginginkan racun itu? 
Keluar atau masuk? 
Ke saputangan atau ke dalam paru2 kita? 
Itu hanya harga kecil yang harus kita bayar untuk membersihkan bertahun-tahun kebiasaan makan yang mengerikan.

TETAPI 90 % ORANG TIDAK AKAN MENGALAMI REAKSI NEGATIF SAMA SEKALI KETIKA MENCOBA MENERAPKAN PRINSIP DAN DISIPLIN KOMBINASI MAKANAN YANG EFEKTIF, MELAINKAN AKAN MERASA LEBIH BERENERGI DAN LEBIH PRODUKTIF DALAM KESEHARIANNYA.

Jadi, artikel yang saya salin dari buku ini terbatas untuk membahas diit, banyak topik seperti lemak dan minyak, gula, kopi, dst yang tidak dibahas. Semoga kita bisa terpacu untuk meriset sendiri soal kesehatan kita.
Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan dan cara penyampaiannya,.
Saya sudahi artikel ini sampai disini,.
Semoga Bermanfaat
Salam Damai untuk kita semua.
Di salin dari Buku Unlimited Power by Anthony Robbins
Sedikit mengutip dari Food Combining Made Easy by Dr. Herbert Shelton, dan
Fit For Life by Harvey & Marilyn Diamond.