Gambaran umum, tentang thalasemia mayor dan penanganannya masa kini.
Dimulai dari adanya kecacatan pembentukan protein globin (pada internal sel ketika pembentukan sel darah merah), maka jumlah molekul haemoglobin yang berfungsi baik, yang terbentuk dalam sel darah merah jadi berkurang atau cacat fungsi.
.
Jadi, pada kasus thalasemia, yang berkurang adalah jumlah molekul haemoglobin dalam sel sel darah merah, bukan berkurangnya kemampuan produksi sel sel darah merahnya itu sendiri.
Memang dari sekian banyak sel sel darah merah yang akan terbentuk, banyak sekali sel sel calon darah itu yang mati dan hancur, sebelum sempat keluar dari sumsum tulang dan masuk ke peredaran darah untuk melakukan fungsinya. Sehingga jumlah sel sel darah merah dalam peredaran darah tetap
kekurangan meski sumsum tulang berusaha memproduksi sel darah merah secara besar besaran, ditambah lagi, yang berhasil masuk peredaran darah, sel sel itu kandungan molekul haemoglobinnya sangat rendah, maka sel sel darah merah yang berhasil masuk peredaran darah itu mudah rusak dan usia fungsinya lebih pendek dibanding sel-sel darah merah yang haemoglobinnya normal.
Maka secara keseluruhan akan menimbulkan kondisi fisik yang "anemia" (kekurangan darah) dari yang menengah sampai berat.
.
Usaha memberi supplemen dengan tujuan untuk meningkatkan produksi sel darah merah bagi thalasemia mayor adalah usaha yang sia sia saja, karena tanpa dibantu supplemen apapun, sumsum tulang sudah terus menerus produksi besar besaran sel sel darah merah, meski banyak yang mati dan hancur sebelum sempat matang dan berhasil keluar ke peredaran darah.
.
Sel sel darah merah yang berhasil 'matang' bahkan ada yang 'belum matang' dan berhasil keluar ke peredaran darah untuk melakukan fungsinya, juga terbebani dimer/tetramer yang terbentuk dari kelebihan produksi alpha globin dan membuat sel darah merah itu 'terbebani' dari dalam, dampaknya sel darah merah itu bentuknya bisa tidak sempurna dan mudah hancur.
.
Nah, itulah 'inti' permasalahan pada thalasemia mayor.
Jadi jelas berbeda dan jangan disama-samakan dengan anemia yang lainnya seperti;
anemia defisiensi zat besi, atau leukeumia, atau MDS, atau anemia aplastik, atau berkurangnya produksi sel darah merah karena gangguan ginjal, dsb, dsb, dsb...
Meski sama sama anemia, namun penyebabnya berbeda beda, tentu saja penanganannya bisa berbeda pula disesuaikan dengan apa penyebabnya.
.
Produksi sel sel darah merah yang besar besaran, meski hasilnya banyak yang cacat dan mengandung molekul haemoglobin yang rendah itu akan mengakibatkan:
1. Sumsum tulang meluas, akibat selanjutnya pertumbuhan tulang akan kalah dengan pertumbuhan sumsum tulang, dan membuat tulang menjadi keropos.
2. Banyak sel sel darah yang gampang aus, dan itu akan membebani organ limpa yang salah satu tugasnya menghancurkan sel sel darah yg aus/tua... Organ limpa akan
membesar untuk mengimbangi tugasnya yang sangat berat.
3. Organ liver (dan limpa) bisa ikut membantu produksi darah, yang seharusnya fungsinya sudah dialihkan ke sumsumn tulang. Ini akan membuat organ liver dan limpa membesar.
4. kerja jantung akan lebih berat, karena akan berusaha menyebarkan sel sel darah merah yang haemoglobinnya kurang itu, untuk memenuhi kebutuhan oksigen pada seluruh sel sel tubuh. Organ jantung bisa membesar, kadang bisa terjadi bocor katup saking terus menerus dipaksa kerja keras..
5. Organ ginjal kerja lebih keras juga, terus menerus memproduksi 'sinyal' bahwa tubuh masih kekurangan oksigen.. Ini akan memacu sumsum tulang untuk terus meningkatkan kecepatan produksi sel sel darah merahnya...
6. dsb...
.
Untuk menekan semua dampak itu, tidak akan bisa dengan memberikan supplemen atau ramuan apapun yang men-stimulasi produksi darah lebih cepat karena produksinya sudah besar besaran, bahkan usaha yang sengaja memacu produksi sel darah merah itu, jangka panjangnya bisa memperburuk kondisi anemianya!
Jalan yang kini ditempuh untuk menekan semua dampak thalasemia yang disebutkan diatas, adalah memasok sel darah merah yg baik dari luar/tranfusi...
dengan terpenuhinya jumlah sel sel darah merah yang baik (dari luar), kebutuhan pasokan oksigen untuk seluruh sel sel tubuh bisa terpenuhi, produksi sel darah
merah yang cacat itu bisa berkurang_dalam arti; malah sengaja diturunkan kecepatan produksinya, bukan malah dipacu lebih cepat.
Dengan berkurangnya kecepatan produksi sel sel darah merah yang cacat itu, maka diharapkan semua dampak dampak thalasemianya bisa dikurangi juga...
Contoh:
- perluasan sumsum tulang bisa diperlambat, pertumbuhan tulang bisa lebih baik dan tidak terlalu keropos.
- beban kerja organ limpa bisa berkurang, pembesaran organ limpa bisa diperlambat...
- beban kerja organ jantung bisa berkurang...
- dsb dsb dsb...
.
Nah, itulah penyelesaian buat menekan dampak dampak thalasemianya.
.
Tapi sel darah yang baik dari luar juga ada usianya. Lambat laun, akan aus juga dan harus dihancurkan oleh organ limpa. Kemudian jumlah sel darah merah yang baik itu akan berkurang, tubuh pasien thaller mulai lagi akan berusaha meningkatkan produksi sel darah merah yang cacat itu, dan mulai lagi lingkaran seperti yg dijelaskan sebelumnya. Jadi perlu lagi dipasok darah yg baik dari luar.
Oleh karena itulah penanganan thaller mayor itu menjadi perlu rutin berkala tranfusinya.
Sampai kapan?
Bisa seumur hidupnya.
Selama produksi protein globinnya dalam inti selnya masih cacat, dan tidak bisa dikoreksi, selama itu pula tak akan mampu memproduksi jumlah haemoglobin yang memadai.
.
Bagaimana memperbaiki agar produksi protein globinnya jadi baik?
Jika cetakan produksi protein globinnya, yaitu gene-nya dalam inti selnya cacat, seberapa cepatpun produksinya, hasil protein globinnya cacat juga.
.
Apakah mungkin mengganti gene yang cacat itu dengan yang baik?
Informasi gene yang cacat itu ada dalam setiap sel tubuh thaller mulai dari; sel rambut, sel otot, sel syaraf, sel tulang, sel kuku, pokoknya semua sel deh.
Gimana memperbaiki semuanya itu?
Jadi penyelesaiannya gimana dong?
Pasoklah dengan darah yang baik dari luar secara berkala dengan waktu dan jumlah yang tepat, itu adalah salah satu penyelesaiannya.
.
Apakah memasok darah dari luar tu tidak beresiko tertular penyakit?
Semua penyakit itu bisa ada dalam darah, jadi kita perlu usaha yang super ekstra, agar bisa memperoleh darah dari pendonor yang sehat.
Disamping itu, semakin tranfusi darah, semakin banyak zat besi yang masuk dalam tubuh, sedang kebutuhan zat besi pada tubuh itu sebenarnya sedikit sekali.
Tumpukan zat besi yg berlebihan ini bisa merusak praktis semua sel sel tubuh yang ditumpukinya.
.
Jadi, itu bukan penyelesaian dong?,
dibiarkan tanpa ditranfusi bisa menyebabkan banyak organ tubuh yang rusak karena kekurangan oksigen, dipasok dengan berkala tranfusi bisa menyebabkan tumpukan zat besi yang banyak, dan itu juga lambat laun bisa merusak banyak organ tubuh. Belum ditambah lagi dengan resiko tertular penyakit.
Karena itulah, penanganan thalasemia mayor tak cukup hanya tranfusi berkala dengan waktu dan jumlah yg tepat, tapi juga perlu diimbangi dengan obat khelasi zat besi yang MEMADAI, agar kelebihan zat besi itu bisa sedikit demi sedikit dibuang lewat urine atau faeses.
.
Apakah itu berarti thaller mayor selain butuh rutin tranfusi berkala, juga butuh obat khelasi zat besi tiap hari seumur hidupnya?
.
Jawabnya; YA!... Gimana lagi?!.
.
Apakah obat khelasi besi yang perlu dikonsumsi tiap hari seumur hidupnya itu tak akan membawa dampak samping yg buruk?
Setiap obat yg dikonsumsi tiap hari, apalagi seumur hidupnya, pasti ada dampak sampingnya laa...
Apakah dampak sampingnya bisa berbahaya?
.
YA!!.
Oleh karena itulah, komsumsi obat khelasi zat besi itu perlu pemantauan berkala kinerja organ livernya... (Dan organ lain yang bisa kena dampaknya)
Dengan mampu memantau dampak dampak sampingnya yang mungkin muncul, kita bisa bergerak untuk menghentikan sementara obatnya agar tubuh diberi kesempatan untuk memperbaikinya sebelum organ itu menjadi rusak permanen...
.
Apakah ada cara penyelesaian lain lagi, selain menempuh cara tranfusi darah dan obat khelasi besi seumur hidupnya?
.
Ada !!
Banyak sekali dokter dan pemerhati di dunia ini, yang mau bantu menemukan cara lain untuk penanganan thalasemia mayor ini, karena thalasemia mayor itu sudah menjadi masalah dunia.
Salah satunya adalah tranplantasi sumsum tulang. Hanya memang, tidak semua thaller yang bisa dan sempat untuk menempuh cara itu. Selain resikonya besar, biayanya besar, butuh perjuangannya juga luaar biasa.
.
Jadi adakah yang terbaik untuk menangani thalasemia mayor saat kini?
Yang terbaik, minimal sampai saat ini, adalah putus rantai kelahiran bayi dengan thalasemia mayor.
Selain itu apa ada lagi cara yang lain?
Daripada mencari sesuatu yang kita sendiri tidak mampu mencarinya, mendingan pilih dan lakukan apa yang sudah ditemukan saat ini saja.
.
Belajar hidup disiplin, terus semangat, terus belajar, dan terus berusaha.
Mau pake cara tranfusi rutin berkala dengan obat khelasi zat besinya, itu juga sudah terbuktikan, banyak thaller yang kualitas hidupnya meningkat, bisa punya anak, punya cucu, dengan segala pahit dan getir perjalanan hidupnya.
Mau menempuh tranplantasi juga, perlu usaha dan disiplin yang kuat agar tubuh tetap layak menempuh tranplantasi itu.
.
Sebagai orang normal atau thaller (yang benar benar minor/ pembawa sifat), adakah yang sehat melulu sepanjang hidupnya? Nggak ada toh...
.
Sakit dalam kehidupan adalah hal yang lumrah, memang ada yang fisiknya lebih kuat dan tak mudah sakit sakitan, ada yang fisiknya kurang kuat dan mudah sakit sakitan..
Itu menyangkut masalah pola dan cara kita menjalani hidup sejak kecil, baik secara fisik maupun bathin, dan kini sesudah besar, kondisi yang ada adalah akumulasi yang terbentuk sejak kita kecil hingga kini. Makanya ada yang tubuhnya lebih sehat, ada yang tubuhnya kurang sehat, dst..
Itu semua tergantung pola dan cara hidup kita sebagai orang normal ataupun thaller minor.
.
Bagaimana dgn thaller intermediate dan thaller mayor?
Ada kecacatan genetik yang cukup signifikan (berpengaruh) terhadap perkembangan fisik dan bathin, sehingga perlu tambahan pemahaman dan kesadaran akan adanya kelainan genetik yg ada berikut dampak dampaknya_dan,_ bagaimana merawat dan menutupi kelainan yang ada_Yang tentu saja akan berbeda dengan orang normal atau thaller minor lainnya.
.
Menerima kondisi kelainan genetik yang ada, ini memang tidak mudah, hidup berbeda dari yg lain itu tidak mudah. Tapi bukan tidak mungkin thaller mayor/intermediate itu bisa hidup mendekati orang normal lainnya. Bukan berarti sama loh, tapi ada tambahan kegiatan yang diperlukan untuk menutupi kecacatan bawaan yang ada.
Apakah dengan disiplin perawatan berkalanya, thaller mayor tidak akan sakit sakitan?
Ya nggak mungkin lah. Berpikir begitu adalah keliru banget, nget, nget.
.
Dgn disilplin merawat secara berkala ( tranfusi rutin berkala, minum obat khelasi besi tiap harinya, kontrol organ organ tubuh berkala ), itu usaha yang bisa kita lakukan untuk menutupi kecacatan yang ada, agar kita bisa hidup sedekat mungkin kayak orang normal lainnya.
.
Di awal sudah saya jelaskan, orang normal pun ada yang tubuhnya sehat, ada yang tubuhnya kurang sehat. Nah serupa saja dgn thaller intermediate dan thaller mayor, dengan bisa hidup disiplin perawatan berkalanya, berarti bisa mendekati kehidupan orang normal saja.
Seperti orang normal, ada yang sehat dan kurang sehat tubuhnya tergantung pola dan cara hidupnya, demikian pula dengan thaller mayor yang mampu disiplin menjalani perawatan berkalanya. Ada yang tubuhnya sehat ada yang tubuhnya kurang sehat, itu tergantung pola dan cara hidup sejak kecilnya.
.
Memang tak bisa dipungkiri, usaha untuk bisa disiplin dan mendekati hidup yang normal saja banyak kendala, sehingga banyak akhirnya mengisi hidup seolah hanya berkutat dalam usaha perawatan rutinnya. Lebih parah lagi yang terjebak dalam mental depresi, belum bisa menerima kecacatan yang ada, akhirnya lari dan lalai dengan perawatan rutin berkalanya.
Ini membuat tubuhnya kian buruk, dan bisa membuat mentalnya lebih depresi lagi.
.
Tak bisa ikhlas menerima kecacatan bawaan yang ada, dan sibuk menghabiskan waktu hidupnya untuk mengharap keajaiban dan malah semakin jauh untuk bisa hidup sedekat orang normal yang lainnya.
Memang tidak mudah untuk bisa hidup berbeda dari yang lainnya.
Ayo, semangat, bangkit, dan maju.
Lakukan perawatan rutin berkalanya sedisiplin mungkin sejak dini, dan hidup tidak akan jadi sebatas urusan thalasemianya saja.
sumber tulisan: Andiranto Gandhi
Pengenalan tentang gene (thalasemia)

Mahluk hidup (manusia, binatang, tumbuhan, bakteri, amoeba, mikroba, virus) itu tersusun dari sel-sel...
Ada yg hidupnya bersel tunggal (misal bakteri, virus), ada yg hidupnya bersel ganda (multi/banyak)
.
Manusia sebagai mahluk hidup, tersusun dari trilyunan sel, ada bermacam macam sel, mulai dari sel rambut, sel kulit, sel otot, sel syaraf, sel otak, sel indra, sel tulang, sel kuku, dsb dsb dsb...
.
Setiap sel dari segitu banyaknya jenis sel itu, mempunyai inti sel, yg didalamnya mengandung INFORMASI kehidupan YANG SAMA...
.
Jadi kalau kita ambil inti sel rambut, inti sel otot, inti sel syaraf, di dalam inti selnya mengandung informasi yg sama (persis!)...
.
Informasi ini terkelompokan dalam pasangan kromosom...
.
Tiap mahluk hidup mempunyai jumlah kromosom yg khas...
.
Manusia dalam inti selnya mengandung 23 pasang kromosom.. 23 dari ayah (sel sperma), dan 23 lagi dari ibu (sel telur)
.
Kromosom itu terbentuk dari untaian DNA yg berbentuk double helix (kayak tangga putar)... Jumlah dna ini juga sangat banyak, bisa triyunan...
.
Sekelompok kumpulan DNA ini mempunyai fungsi membentuk informasi fungsional kehidupan, yg disebut GENE, misal yg menentukan bentuk hidung, warna rambut, golongan darah, anti body, dsb...
.
Nah...
Thalasemia itu disebabkan oleh kelainan genetik, istilah medisnya "genetic disorder"..
.
Kelainan/kecacatan ini terbentuk sejak sel telur bertemu dengan sel sperma dan membentuk sel awal kehidupan (zigote)...
.
Kemudian sel awal itu membelah diri, memperbanyak diri, dari satu menjadi 2, dari dua menjadi 4, dari 4 menjadi 8... (Inilah sel sel awal, atau sel punca, atau stemcells)...
Terus berkembang, dan mulai terjadi pembedaan (differensiasi), menjadi induk induk sel fungsional, induk sel yg membentuk paru paru, induk sel yg membentuk jantung, membentuk tulang, membentuk darah, dsb...
Semua informasi pembentukan itu ada dalam inti sel, yaitu di kromosom..
...
Jadi pada penyandang thalasemia, jika diambil inti sel rambutnya, inti sel darah putihnya, inti sel ototnya, inti sel puncanya, semua mengandung kromosom yg sama (persis), mengandung kecacatan yg sama, yg diturunkan dari sel awal (zigote) hasil pertemuan sel telur dan sel sperma...
.
Thalasemia itu dipandang dari kecacatan gene globinnya, ada thalasemia alpha, ada thalasemia beta, ada thalasemia delta, ada thalasemia gamma...
.
Gene globin alpha itu ada dua pasang, terdapat dalam kromosom no 16...
.
Gene globin beta itu ada sepasang saja, terdapat dalam kromosom no 11...
.
Alpha Thalasemia itu bisa muncul jika gene globin alphanya ada yg cacat info (termutasi), bisa satu gene yg cacat, atau dua gene yg cacat, tiga gene yg cacat, atau keempat gene globin alphanya cacat...
.
Beta thalasemia itu bisa muncul jika gene globin betanya ada yg cacat info (terjadi mutasi), bisa satu gene yg cacat atau kedua genenya cacat...
.
Kita jelaskan gene globin beta saja yach...
.
Gene globin beta itu merupakan untaian dna sepanjang kurang lebih 1500 dna...
.
Jika ada satu titik (dna) saja yg salah informasinya... Misal seharusnya G terjadi mutasi jadi C...
Maka protein beta-globin yg terbentuknya bisa cacat, bahkan gagal sama sekali...
.
Akibatnya protein beta-globin-nya bisa berkurang produksinya, atau tidak bisa membentuk beta-globin sama sekali...
.
Nah karena gene globin beta itu ada sepasang, jika hanya satu gene yg mengandung kecacatan, masih ada satu lagi gene globin beta yg normal, maka kebutuhan globin betanya masih bisa tercukupi oleh sebelah yg normal itu, sehingga tidak akan muncul masalah... Inilah yg dikatakan pembawa sifat thalasemia (atau secara klinisnya termasuk beta thalasemia minor)
.
Jika kedua gene globin betanya cacat, maka bisa terjadi keteteran produksi sampai tak sanggup memproduksi globin beta...
.
Akibatnya, kekurangan sampai tak bisa membentuk molekul haemoglobin dewasa (HbA)...
.
Itulah yg dikatakan thalasemia beta mayor/intermediate...
.
Tadi saya jelaskan kurang lebih ada 1500 untaian dna yg membentuk gene globin beta...
.
Sudah saya jelaskan juga, jika ada satu saja dna yg ngaco, akan mempunyai dampak berkurangnya kemampuan produksi globin beta sampai sama sekali tak sanggup membentuk globin beta...
.
Lokasinya mutasinya juga bisa berpengaruh... (Misal cacat diurutan ke 150 akan berbeda dengan cacat diurutan ke 1200)...
.
Kini sudah diketahui ada sekitar 200 lokasi mutasi gene globin beta yg ditemukan...
.
Tentunya dampaknya bisa berbeda beda...
.
Ada titik kecacatan yg khas, karena hasil akhirnya membentuk haemoglobin yg berbeda dari HbA yg seharusnya, misal HbE, inilah yg biasa dikatakan "kelainan haemoglobin" atau istilah medisnya "haemoglobinopati"
.
Nah demikian yg bisa saya jelaskan apa itu thalasemia dipandang dari sisi kecacatan genetiknya...
.
Jika pada inti sel rambut, sel otot, sampai sel kuku, (semua sel deh) dari penyandang thalasemia ini mempunyai kecacatan yg sama, pertanyaannya, gimana bisa merubah semua sel itu agar tidak cacat lagi?
.
Karena itulah thalasemia itu tidak tepat kalau dikatakan suatu penyakit (kayak penyakit menular, keracunan, gagal organ, sampai kanker), thalasemia itu merupakan kelainan genetik yg ditentukan sejak sel telur bertemu dengan sel sperma dan membentuk sel awal kehidupannya...
.
Salam perjuangan...
.
Manusia sebagai mahluk hidup, tersusun dari trilyunan sel, ada bermacam macam sel, mulai dari sel rambut, sel kulit, sel otot, sel syaraf, sel otak, sel indra, sel tulang, sel kuku, dsb dsb dsb...
.
Setiap sel dari segitu banyaknya jenis sel itu, mempunyai inti sel, yg didalamnya mengandung INFORMASI kehidupan YANG SAMA...
.
Jadi kalau kita ambil inti sel rambut, inti sel otot, inti sel syaraf, di dalam inti selnya mengandung informasi yg sama (persis!)...
.
Informasi ini terkelompokan dalam pasangan kromosom...
.
Tiap mahluk hidup mempunyai jumlah kromosom yg khas...
.
Manusia dalam inti selnya mengandung 23 pasang kromosom.. 23 dari ayah (sel sperma), dan 23 lagi dari ibu (sel telur)
.
Kromosom itu terbentuk dari untaian DNA yg berbentuk double helix (kayak tangga putar)... Jumlah dna ini juga sangat banyak, bisa triyunan...
.
Sekelompok kumpulan DNA ini mempunyai fungsi membentuk informasi fungsional kehidupan, yg disebut GENE, misal yg menentukan bentuk hidung, warna rambut, golongan darah, anti body, dsb...
.
Nah...
Thalasemia itu disebabkan oleh kelainan genetik, istilah medisnya "genetic disorder"..
.
Kelainan/kecacatan ini terbentuk sejak sel telur bertemu dengan sel sperma dan membentuk sel awal kehidupan (zigote)...
.
Kemudian sel awal itu membelah diri, memperbanyak diri, dari satu menjadi 2, dari dua menjadi 4, dari 4 menjadi 8... (Inilah sel sel awal, atau sel punca, atau stemcells)...
Terus berkembang, dan mulai terjadi pembedaan (differensiasi), menjadi induk induk sel fungsional, induk sel yg membentuk paru paru, induk sel yg membentuk jantung, membentuk tulang, membentuk darah, dsb...
Semua informasi pembentukan itu ada dalam inti sel, yaitu di kromosom..
...
Jadi pada penyandang thalasemia, jika diambil inti sel rambutnya, inti sel darah putihnya, inti sel ototnya, inti sel puncanya, semua mengandung kromosom yg sama (persis), mengandung kecacatan yg sama, yg diturunkan dari sel awal (zigote) hasil pertemuan sel telur dan sel sperma...
.
Thalasemia itu dipandang dari kecacatan gene globinnya, ada thalasemia alpha, ada thalasemia beta, ada thalasemia delta, ada thalasemia gamma...
.
Gene globin alpha itu ada dua pasang, terdapat dalam kromosom no 16...
.
Gene globin beta itu ada sepasang saja, terdapat dalam kromosom no 11...
.
Alpha Thalasemia itu bisa muncul jika gene globin alphanya ada yg cacat info (termutasi), bisa satu gene yg cacat, atau dua gene yg cacat, tiga gene yg cacat, atau keempat gene globin alphanya cacat...
.
Beta thalasemia itu bisa muncul jika gene globin betanya ada yg cacat info (terjadi mutasi), bisa satu gene yg cacat atau kedua genenya cacat...
.
Kita jelaskan gene globin beta saja yach...
.
Gene globin beta itu merupakan untaian dna sepanjang kurang lebih 1500 dna...
.
Jika ada satu titik (dna) saja yg salah informasinya... Misal seharusnya G terjadi mutasi jadi C...
Maka protein beta-globin yg terbentuknya bisa cacat, bahkan gagal sama sekali...
.
Akibatnya protein beta-globin-nya bisa berkurang produksinya, atau tidak bisa membentuk beta-globin sama sekali...
.
Nah karena gene globin beta itu ada sepasang, jika hanya satu gene yg mengandung kecacatan, masih ada satu lagi gene globin beta yg normal, maka kebutuhan globin betanya masih bisa tercukupi oleh sebelah yg normal itu, sehingga tidak akan muncul masalah... Inilah yg dikatakan pembawa sifat thalasemia (atau secara klinisnya termasuk beta thalasemia minor)
.
Jika kedua gene globin betanya cacat, maka bisa terjadi keteteran produksi sampai tak sanggup memproduksi globin beta...
.
Akibatnya, kekurangan sampai tak bisa membentuk molekul haemoglobin dewasa (HbA)...
.
Itulah yg dikatakan thalasemia beta mayor/intermediate...
.
Tadi saya jelaskan kurang lebih ada 1500 untaian dna yg membentuk gene globin beta...
.
Sudah saya jelaskan juga, jika ada satu saja dna yg ngaco, akan mempunyai dampak berkurangnya kemampuan produksi globin beta sampai sama sekali tak sanggup membentuk globin beta...
.
Lokasinya mutasinya juga bisa berpengaruh... (Misal cacat diurutan ke 150 akan berbeda dengan cacat diurutan ke 1200)...
.
Kini sudah diketahui ada sekitar 200 lokasi mutasi gene globin beta yg ditemukan...
.
Tentunya dampaknya bisa berbeda beda...
.
Ada titik kecacatan yg khas, karena hasil akhirnya membentuk haemoglobin yg berbeda dari HbA yg seharusnya, misal HbE, inilah yg biasa dikatakan "kelainan haemoglobin" atau istilah medisnya "haemoglobinopati"
.
Nah demikian yg bisa saya jelaskan apa itu thalasemia dipandang dari sisi kecacatan genetiknya...
.
Jika pada inti sel rambut, sel otot, sampai sel kuku, (semua sel deh) dari penyandang thalasemia ini mempunyai kecacatan yg sama, pertanyaannya, gimana bisa merubah semua sel itu agar tidak cacat lagi?
.
Karena itulah thalasemia itu tidak tepat kalau dikatakan suatu penyakit (kayak penyakit menular, keracunan, gagal organ, sampai kanker), thalasemia itu merupakan kelainan genetik yg ditentukan sejak sel telur bertemu dengan sel sperma dan membentuk sel awal kehidupannya...
.
Salam perjuangan...
Thalasemia itu artinya lautan anemia (=kekurangan darah).
Thaller mayor itu pasti anemia terus menerus, tapi berpikirnya jangan dibalik. Kalau anemia terus menerus, pasti thalasemia, Itu keliru, karena yang anemia itu bukan hanya thalasemia.
Thalasemia itu hanya salah satu jenis anemia saja.
Anemia itu bisa disebabkan karena defisieinsi zat besi, defisiensi asam folat, defisiensi vitamin B12, bisa karena sumsum ngadat produksi (kayak anemia aplastik), bisa karena leukeumia, bisa karena mds, bisa karena gagal ginjal, bisa karena masalah autoimun (lupus), dsb dsb dsb...
Jadi keliru berpikirnya, kalau melihat seseorang anemia terus menerus, maka pasti dia thalasemia.
Itu jelas keliru !!
.
Demikian juga dengan salah satu dampak thalasemia adalah organ limpanya yang terus membesar. Tapi jangan dibalik. Kalau ada seseorang yang anemia, limpanya besar, maka pasti thalasemia. Itu keliru. Itu hanya salah satu kemungkinan saja. Membesarnya limpa bisa karena banyak hal, thalasemia hanya salah satunya saja.
Limpa bisa membesar: karena malaria, karena gangguan pencernaan, karena serangan virus tertentu, bisa karena pengerasan organ liver, bisa karena tersumbatnya saluran darah dari organ limpa ke organ liver, dsb dsb dsb...
Jadi keliru kalau melihat seseorang anemia terus menerus, limpanya besar, pasti thalasemia.
Itu jelas keliru, itu hanya salah satu kemungkinannya saja.
.
Oleh karena itulah penegakan suatu diagnosa thalasemia tidak bisa hanya berpatokan dengan misal; karena hbnya turun terus, limpanya besar, dst. Ada beberapa faktor yang perlu ditelaah.
.
Patokan kasarnya adalah dalam penegakan diagnosa thalasemia perlu penelaahan:
1. Apusan darah tepi.
Perlu terlihatnya ada bentuk bentuk sel darah merah yang tidak normal, ketika dilihat dibawah mikroskop.
Kadang terlihat jelas adanya suatu "inklusi". Bintik bintik hitam dalam sel darah merah.
.
2. Cek darah lengkap.
Terutama diperhatikan Nilai MCV dan MCH-nya.
MCV itu rata rata ukuran sel darah merah.
Thalasemia itu ukuran sel sel darah merahnya lebih kecil dibanding orang normal.
MCH itu Kadar haemoglobin rata rata dalam satu sel darah merah.
Thalasemia itu kadar haemoglobin dalam sel darah merahnya lebih sedikit dibanding orang normal.
Kadang terlihat adanya sel sel darah merah "muda" yang masih berinti (belum matang), dalam jumlah yang cukup banyak. Yang oleh mesin automatic itu terukur sebagai sel darah putih, padahal bukan, itu sel darah merah "muda" yang masih berinti.
.
3. Perlu dilihat kadar zat besi dalam aliran darahnya.
.
4. Perlu hb analisis/elektroforesa, untuk melihat jenis jenis haemoglobin yang ada.
Thalasemia itu ada penurunan haemoglobin jenis "dewasa" (HbA), ada kadar haenoglobin jenis "janin-nya" (HbF) yang tinggi, kadar HbA2 yang tinggi, kadang muncul haemoglobin haemoglobin jenis "aneh" (yang tidak umum), seperti HbE, HbS, HbC, dsb.
.
5. Tentu saja perlu dilihat kondisi fisiknya, apakah limpanya membesar, adakah pelebaran tulang, dsb dsb dsb...
.
Gabungan dari semua penelaahan itulah, yang bisa mem'piramid'kan suatu diagnosa dugaan/suspect thalasemia bisa ditegakkan.
Kadang dengan semua gabungan penelaahan itu masih juga buram (ragu, peng'krucut'an analisanya masih belum jelas dan tegas), belum bisa menegakkan diagnosa thalasemianya, sehingga perlu penelaahan lebih lanjut, misal dgn:
.
6. Bmp, pengambilan sample sumsum tulang, untuk dilihat langsung kondisinya dibawah mikroskop.
.
7. Cek genetik kecacatan thalasemia pada si pasien, kadang perlu didukung cek genetik kecacatan kedua orang tuanya.
Dari situlah nanti diagnosa thalasemia bisa ditegakkan, atau malah gugur sama sekali. Alias perlu penelaahan dengan dugaan penyakit darah yang lainnya.
Saya coba bagikan informasi ini, mengingat di daerah daerah kadang sarana terbatas, jadi terkendala dengan penegakan diagnosa thalasemianya.
Sedangkan penanganan rutin tranfusi berkalanya sudah jalan terus, karena memang kalau tidak dilakukan bisa membahayakan kondisi si pasien.
Thalasemia itu diwakilkan satu kotak yg berwarna merah.
Sel-sel punca ini berkembang biak sendiri sedemikian rupa sehingga jumlahnya tetap dipertahankan sepanjang hidup. Sedangkan limfosit yang berasal dari prekursor limfoid masih memerlukan pematangan lebih lanjut (sebagian di timus, sebagian di sumsum tulang) dan kemudian dibentuk di limpa dan kelenjar getah bening (limfopoiesis), semua sel prekursor lainnya berkembang biak dan matang hingga tahap akhir mereka di sumsum tulang (myelopoiesis), sampai akhirnya bisa lolos dari sana dan masuk ke dalam aliran darah.
Di antara faktor-faktor lain, dua hormon ginjal yang terlibat dalam hal ini, yaitu erythropoietin untuk pematangan dan proliferasi eritrosit, dan thrombopoietin untuk megakaryocytes dan trombosit, masing-masing.
Anemia adalah istilah yang diberikan untuk kondisi kekurangan jumlah sel darah merah, atau kekurangan konsentrasi hemoglobin dan / atau rendahnya hematokrit.
Dari berbagai jenis anemia, thalasemia termasuk kelainan atau gagal dalam pembentukan haemoglobin yang disebabkan ada "cacat sintesa protein globin" secara genetik.
Pada gambar diatas; masing-masing kotak dibagian atas gambar, merupakan faktor-faktor penyebab terjadinya anemia, dan thalasemia hanya salah satunya yang diwakili kotak warna merah.
Sedangkan kotak bagian bawah adalah jenis jenis anemia, yang berhubungan dengan tahapan perkembangan sel-sel yang terganggu.
Sumber gambar:
http://
ATURAN AHLI GIZI no 1:
"Kamu dapat memperoleh semua kebutuhan gizi dari makanan itu sendiri" ~Michael pollak~Fakta: Kebanyakan Thaller (mayor dan intermediate) TIDAK BISA mendapatkan semua kebutuhan gizinya dari makanan itu sendiri.
Hasil penelitian terhadap 221 thaller ditemukan "ketidakcukupan asupan" khususnya pada:
1.'folat',
2. vitamin yang larut dalam lemak (Vit D, Vit E),
3. mineral (Calsium, Magnesium).
Seiring bertambahnya usia "ketidakcukupan asupan" meningkat pada beberapa nutrisi: Vit A, Vit E, Vit B6, Vit C, Folate, Calsium, magnesium, dan zinc
Ringkasnya: Jumlah kebutuhan nutrisi pada thaller lebih besar dibanding kemampuannya memenuhi asupan dari makanan-minuman sehari hari.
Jadi apakah thaller perlu asupan supplement?
Jawabannya: YA!
Thaller memerlukan asupan multivitamin, asupan mineral yang tidak mengandung zat besi.
Hasil penelitian tidak cukup membuktikan bahwa ada keuntungan lebih jika thaller diberi suplement dosis tinggi antioksidant yang biasa ditemukan dalam produk multivitamin
dengan catatan: suplemen itu bukan merupakan pengganti dari obat khelasi dan gizi makanan yg memadai
ATURAN AHLI GIZI no 2:
"Kekurangan zat besi adalah kasus terbanyak dalam kekurangan gizi didunia ini"
Fakta: Kelebihan zat besi adalah masalah yg UTAMA pada thaller (mayor dan intermediate), meski zat besi dari makanan bukan 'penjahat' nyata bagi thaller mayor.
Terdapat dua jenis utama senyawa zat besi dalam makanan yaitu jenis Heme (dari makanan hewani) dan jenis Non-Heme (dari makanan nabati), yang diserap usus dengan cara yang berbeda.
- Zat besi Nabati, diserap lebih tinggi dengan adanya vitamin C dalam makanan, jadi hindarilah memakan, misal, cereal dengan jus jeruk.
- Zat besi hewani, bisa dihambat penyerapannya dengan mengkonsumsi teh (bisa dihambat 40-95%).
DILEMA diet zat besi.
Mari kita bandingkan:
- Asupan zat besi dari tranfusi sekitar 200mg per kantong, jika tranfusi dua kantong tiap 3 minggu maka ada asupan zat besi 19 mg per hari.
- Asupan zat besi dari makanan, misal 4 ons daging 2 kali seminggu atau 2.5mg x 2 (absorpsi 10%) = 0.5mg per hari
JADI bagi Thaller Mayor: Asupan zat besi dari tranfusi jauh lebih besar dibanding dari makanan!
Sedang bagi Thalller Intermediate (yang tidak rutin tranfusi):
1. kurangilah konsumsi makanan zat besi dari hewani
2. ketika konsumsi makanan nabati yang kaya zat besinya jangan bersamaan dengan konsumsi makanan yang kaya vitamin C-nya
3. Konsumsilah daging dibarengi minum teh
sumber: http://thalassemia.com/
Check list dari general "Time Table" pada penanganan thalasemia
sumber: http://thalassemia.com/
note: "nothern california conprehensive thalasemia center" merupakan salah satu pusat rujukan mengenai penanganan thalasemia.. tentu saja selain "thalasemia international federation"
Begitu beragamnya titik kelainan genetik pada beta thalasemia, dengan mengetahui hal ini, bagaimana mungkin kita berpikir bahwa thalasemia mayor pasti sama gejala klinisnya pada semua thalasemia?
Gambar ini menunjukkan pengaruh 'lokasi kecacatan genetik pada globin beta' terhadap % HbA2, dihimpun dari 600 orang pembawa sifat beta-thalasemia..
Garis tegak sebelah kiri (promotor, cap, exon, dsb) itu mewakili 'gene globin beta' yg berada di kromosom no 11, kira kira sepanjang 1500 rangkaian DNA..
Kotak-kotak sebelah kanan menunjukkan "titik mutasi yg terjadi", misal "ivs-1-(nt)5 G->C" dan dihubungkan garis ke titik pada gene globin beta. Dibelakang kotak dituliskan "Beta+ severe" menunjukan tingkat keparahan yang ditimbulkan, dan skala dikanan bawah menunjukkan %HbA2 dalam darahnya.
Kita bisa amati kelainan gene globin beta ini dicoba digolongkan lagi menjadi:
1. beta plus 'silent'
2. beta plus 'mild'
3. beta plus 'severe'
4. beta zero
Yang ditunjukkan di gambar ini hanya 33 jenis titik kelainan gene globin beta. Sedangkan kini diketahui lebih dari 200 titik kelainan gene globin beta yang sudah ditemukan.
Dari variasi kelainan genetik itu bisa dilihat, bahwa %HbA2 rata-rata berkisar 3.5% sampai 6%... ada yang masuk kondisi normal juga.
Secara umum, dampak nya ke %HbA2 nggak lebih dari 7%..
Apakah anda sudah tahu dimana titik kelainan genetiknya?
Jika memungkinkan petakan-lah, karena itu bisa menggambarkan potensi kecacatan genetiknya.
Salam perjuangan..
sumber: "Disorder of hemoglobin" www.cambrige
Ini adalah hasil penelitian yang menunjukkan hubungan antara hb sebelum tranfusi pada thaller (atau hb kesetimbangan bagi yang jarang tranfusi) dengan kecepatan pembentukkan sel sel darah merah.
Semakin rendah hb-nya, akan semakin cepat proses pembentukkan sel sel darah merahnya 'yang cacat' itu.. semakin banyak 'sampah' yang dihasilkan dan akan semakin banyak gangguan yg akan terjadi.
Hb rata-rata sebelum tranfusi dipertahankan sekitar 9-10, agar kecepatan produksi sel sel darah merahnya bisa ditekan sampai berkisar 1-4 x kecepatan orang normal.
Hb sebelum tranfusi, lebih tinggi dari itu, penekanan produksi sel darah merahnya akan lebih baik tapi jumlah zat besi yg dimasukkan akan menjadi lebih banyak.
Kurang dari itu, jumlah zat besi yang dimasukkan akan berkurang, tapi dampak thalasemianya sendiri kurang bisa ditekan.
Oleh karena itulah perlu suatu kompromi, agar tujuan utama 'terapi tranfusi', yaitu menekan dampak thalasemianya yang bisa mengganggu banyak organ tubuh, bisa tercapai. Dan dengan mempertimbangkan jumlah zat besi yang masuk tidak terlalu kebanyakan.
Inilah problem UTAMA pada thalasemia, bagaimana menentukan kondisi yang optimal, bukan kondisi yang minimal ataupun bukan suatu kondisi yang maksimal terhadap salah satu saja, harus dipertimbangkan kondisi yang optimal bagi dampak thalasemianya dan dampak dari tumpukan zat besinya.
Semakin rendah hb-nya, akan semakin cepat proses pembentukkan sel sel darah merahnya 'yang cacat' itu.. semakin banyak 'sampah' yang dihasilkan dan akan semakin banyak gangguan yg akan terjadi.
Hb rata-rata sebelum tranfusi dipertahankan sekitar 9-10, agar kecepatan produksi sel sel darah merahnya bisa ditekan sampai berkisar 1-4 x kecepatan orang normal.
Hb sebelum tranfusi, lebih tinggi dari itu, penekanan produksi sel darah merahnya akan lebih baik tapi jumlah zat besi yg dimasukkan akan menjadi lebih banyak.
Kurang dari itu, jumlah zat besi yang dimasukkan akan berkurang, tapi dampak thalasemianya sendiri kurang bisa ditekan.
Oleh karena itulah perlu suatu kompromi, agar tujuan utama 'terapi tranfusi', yaitu menekan dampak thalasemianya yang bisa mengganggu banyak organ tubuh, bisa tercapai. Dan dengan mempertimbangkan jumlah zat besi yang masuk tidak terlalu kebanyakan.
Inilah problem UTAMA pada thalasemia, bagaimana menentukan kondisi yang optimal, bukan kondisi yang minimal ataupun bukan suatu kondisi yang maksimal terhadap salah satu saja, harus dipertimbangkan kondisi yang optimal bagi dampak thalasemianya dan dampak dari tumpukan zat besinya.
* Terapi Tranfusi *
.
Kebutuhan untuk teratur transfusi darah seumur hidup, ditunjukkan pada anak-anak yang telah ditegakkan diagnosa Thalasemia Mayornya, dengan:
(a) hemoglobin <7 g/dL (dalam DUA kejadian/kasus yg berurutan)... atau ...
(b) terjadi perubahan morfologi (bentuk tubuh), pertumbuhan yang buruk, patah tulang atau adanya hematopoiesis ekstramedular (penbentukan sel darah merah diluar sumsum tulang, oleh organ liver dan organ limpa...)
.
Dengan Terapi tranfusi ini bisa:
- mendorong pertumbuhan dan aktivitas fisik yang normal
- menekan pembentukan sel sel darah merah (erythropoiesis) yang cacat itu
- mencegah jaringan tubuh kekurangan oksigen (hypoxia) yang kronis, dan
- mencegah lebih awal terjadinya pembesaran (splenomegali) /over aktifnya (hipersplenisme) organ limpa.
.
Sebelum memulai "terapi transfusi" ini, harus dilakukan:
- pemetaan fenotip sel darah merahnya,
- Cek fungsi organ liver, HbsAg, IgG-Anti-HCV, dan
- cek HIV
- Semua anak-anak harus diimunisasi untuk hepatitis B.
.
Dianjurkan tranfusi menggunakan sel darah merah yang dikemas "Leucoreduced" (yg jumlah sel darah putihnya lebih kecil dari satu juta sel per labu), ABO dan Rh kompatibel (jika mungkin untuk C, E dan Kell juga) untuk:
- mengurangi efek samping dari reaksi transfusi non-hemolitik sekunder dari sel sel darah putih, dan
- mencegah lebih awal terjadinya 'alloimun' trombosit.
.
Pengurangan sel darah putih bisa dilakukan dengan filter saat tranfusi berlangsung, untuk menghilangkan sel-sel darah putih sampai 99,9%. penggunaan produk darah yg sudah disaring seluruhnya sebelum di simpan (leucodepleted), perlu dipertimbangkan jika penggunaan filter saat tranfusi masih terjadi reaksi samping yang non-hemolitik.
.
Jarak antar transfusi berkisar 2-6 minggu tergantung pada:
- berat badan,
- usia,
- jadwal pekerjaan dan sekolah.
Juga untuk menghindari pemborosan, Jarak antar tranfusi disesuaikan agar memungkinkan transfusi menggunakan unit labu darah secara utuh.
.
Volume darah yang ditransfusikan tergantung pada:
- jenis antikoagulan (anti beku) yang digunakan oleh bank darah setempat,
- perkiraan nilai hematokrit sel darah merah yang ditransfusikan, dan
- tingkat haemoglobin yang mau dicapai setelah tranfusi.
.
Darah ditransfusikan dengan kecepatan-tetes 5 mL/kg/jam, dan perlu dikurangi kecepatannya hingga 2 ml/kg/jam jika terdapat kasus penyakit/gangguan jantung.
.
Hb sebelum Transfusi dipantau secara rutin untuk mempertahankan hb pra-transfusi yang optimal (yaitu 9-10,5 g/dL); pasien yang sudah ada gangguan jantung membutuhkan tingkat hb pra-tranfusi yang lebih tinggi.
.
Pemantauan hb setelah-transfusi tidak diperlukan, kecuali dalam kasus yang sulit dijelaskan sehingga membutuhkan capai-an hb 14-15 g/dL.
.
Indikator terbaik dari tata-laksana yang tepat adalah memantau total konsumsi 'sel-darah-merah-murni' dalam satu tahun, yang bisa membantu untuk:
- menghitung laju penambahan zat besi transfusional per berat badan, dan
- mengidentifikasi terjadinya hipersplenisme (jika > 200 mL/kg/tahun).
.
Semua anak harus dipantau untuk terjadinya reaksi dini tranfusi dan reaksi tunda transfusi.
.
Dikutip dari: "Current Trends in the Management of Beta Thalassemia", A.P. Dubey, A. Parakh and S. Dublish, Department of Pediatrics, Maulana Azad Medical College and Lok Nayak Hospital, New Delhi, India.[Indian J Pediatr 2008; 75 (7) : 739-743]
Perlukah tranfusi dengan penghangat darah?
Penghangatan darah adalah praktek yang muncul dari kebutuhan yang saling bertentangan.
Dari sisi keamanan dan pelestarian, darah perlu didinginkan selama penyimpanan dan pengiriman, sampai saat darah itu mulai di transfusikan. Di sisi lain, metode 'transfusi-sangat-cepat' (masive transfusion) dalam kasus darurat bisa menyebabkan penurunan suhu tubuh (hipotermia) yang juga berbahaya, sehingga darah yang dingin itu perlu dihangatkan sebelum ditranfusikan secara 'sangat-cepat' tsb.
Namun demikian, Penghangatan darah menciptakan risiko tersendiri dan tidak boleh dilakukan tanpa suatu indikasi klinis yang khusus.
Sistem penghangat yang umum saat ini digunakan adalah cara penghangat 'in-line', dan sebagian besar dari alat yang tersedia, tidak memadai untuk mendukung proses 'tranfusi-sangat-cepat' (masive transfusion).
Sedangkan penghangatan darah sebenarnya jarang diperlukan untuk proses transfusi efektif pada tingkat yang biasa, bahkan untuk pasien dengan reaksi 'autoagglutinins dingin'.
Tidak ada bukti bahwa penghangatan darah itu bisa bermanfaat untuk pasien yang di transfusi secara lambat. Pada tingkat transfusi lebih besar dari 50 mL/menit (3 Liter/jam!), darah yang dingin mungkin menjadi faktor dalam terjadinya gagal jantung. Namun, menjaga pasien tetap hangat adalah lebih penting daripada penghangatan darah.
Penghangatan Darah ini dibutuhkan ketika Transfusi yang sangat cepat (masive transfusion) dengan tingkat kecepatan,
- Dewasa: lebih dari 50 mL/kg/jam.
- Anak-anak: lebih dari 15 mL/kg/jam.
Sedang tranfusi darah merah biasanya dilakukan pada tingkat kecepatan 2-5 ml/kg/jam saja!
Kalaupun diperlukan penghangatan darah, tidak boleh dihangatkan dalam air panas, dalam microwave, atau pada radiator penghangat. Pemanas yg tidak terkontrol dapat merusak sel darah merah itu sendiri dan tranfusi dengan darah yg sudah rusak (hemolisis) dapat menyebabkan reaksi tranfusi yang parah!
Sel Darah merah itu disimpan dalam lemari pendingin pada suhu 2 sd 6 derajat celsius, dan selama proses transportasi dari bank darah ke rumah sakit disimpan dalam box pendingin pada suhu 2-10 derajat celsius.
Sel darah merah itu harus sudah mulai ditranfusikan 30 menit setelah keluar dari lemari pendingin dan selesai ditranfusikan dalam waktu kurang dari 4 jam, lebih dari 4 jam sebaiknya tranfusi dihentikan dan sisa darah yg ada tidak digunakan lagi.
Sumber:
- Transfusion. 1991 Jul-Aug; 31(6): 558-71. 'Blood warming: current applications and techniques'. Iserson KV, Huestis DW.
- 'Clinical Transfusion Practice', WHO
Jumlah dan Frekuensi Transfusi
Bisa diharapkan bahwa pasien menerima darah merah, tidak lebih dari 15 ml/kg/hari (Hct RBC 75%), yang bisa meningkatkan kadar Hb sekitar 3,5 g/dL. Pada sebagian besar pasien, transfusi sekitar 15 ml PRC/kg setiap tiga minggu cukup untuk menjaga tingkat dasar Hb pra-transfusi yang diinginkan 9-10.5 g/dL.
Laju transfusi harus berkisar 5 sampai 7 ml/kg berat-badan/jam untuk menghindari peningkatan mendadak pada volume tubuh darah.
Pada pasien dengan gangguan jantung atau organ limpanya yg sudah membesar, mungkin transfusi harus mulai setiap dua minggu dan terkadang setiap minggu, dengan memperlambat laju transfusi ke 1 sampai 3 ml/kg/jam, tidak lebih dari 5 ml/kg/jam.
Transfusi sebaiknya diberikan secara rawat-jalan, dengan interval 2 sampai 4 minggu.
Sumber: "Textbook of pediatrics lap by Parthasarathy", Jaypee brothers, Medical Publishers, page 624
(dgn sedikit penyesuaian nilai hematokrit yg ada pada daerah kita)
Petunjuk Jumlah darah yg ditranfusikan, adalah:
Jumlah darah (ml) = 3/(Nilai hematokrit_labu_darah) x (Hb akhir - Hb awal g/dl) x Berat badan Kg
untuk daerah jkt dan sekitarnya, nilai hematokrit hasil pengolahan pmi-nya berkisar 50-75%...
Jadi nilai indexnya berkisar 6-4...
dari sisi prakteknya penggunaan index nilai 4 sudah cukup memadai, bagi thaller yg limpanya masih tidak besar..
Penyerapan zat besi (dari usus) pada thaller beta mayor.
Telah diketahui bahwa senyawa yg mengendalikan penyerapan zat besi diusus adalah senyawa hepcidin...
Hepcidin adalah senyawa protein zat besi yg dihasilkan oleh organ liver...
...
Ketika hb rendah (ingat KETIKA HB RENDAH!), jumlah hepcidin akan menurun, penyerapan zat besi diusus akan meninggi...
Sebaliknya, ketika hb tinggi, jumlah hepcidin akan meningkat, penyerapan zat besi di usus akan menurun...
...
Bagaimana pada thaller beta mayor, khan hbnya turun terus?
...
Ya, karena itulah usaha mempertahankan hb tetap tinggi (selalu diatas 9), akan mengurangi tingkat penyerapan zat besi di usus...
...
Bandingkan pada orang normal, dimana hbnya berkisar 12 keatas, penyerapan zat besi diususnya akan kecil sekali...
...
Bagaimana jika thaller beta mayor, hbnya rendah melulu, praktis selalu dibawah 8 (hanya sesekali saja hbnya dinaikkan diatas 8 setelah tranfusi)...
Tentu saja penyerapan zat besi diususnya akan selalu tinggi!
...
Oleh karena itulah bagi thaller beta intermediate, yg hbnya bisa bertahan disekitar 7-9 tanpa bantuan tranfusi (atau yg hanya sekali kali tranfusinya ketika terserang penyakit), hbnya termasuk selalu rendah (meski bisa bertahan!), penyerapan zat besi diususnya akan selalu tinggi!
Jadi diet keras terhadap makanan/minuman yg banyak zat besinya adalah suatu hal yg semestinya bagi thaller beta intermediate...
...
Sedang bagi thaller beta mayor, pertahankan hb selalu diatas 9, dengan mengatur jarak antar tranfusi dan jumlah darah yg ditranfusikan, adalah usaha yg lebih bermanfaat dibanding diet keras terhadap makanan dan minuman yg banyak zat besinya..
...
http://m.bloodjournal.org/
Dampak dari kelebihan produksi rantai alpha globin pada BETA-THALASEMIA..
Dampak dari kelebihan produksi rantai alpha globin pada BETA-THALASEMIA..
.
bisa menyebabkan dua hal:
- membran sel darah merah yg mudah pecah, sehingga menyebabkan anemia..
- pengendapan dan prematur apoptosis (selnya mati), sehingga produksi sel darah merah yg baik menjadi tidak efektif.. inipun bisa menyebabkan anemia berat..
..
kondisi anemia ini bisa menyebabkan:
- meningkatnya penyerapan zat besi di usus (via hepsidin)
- produksi sel darah merah yg meningkat drastis, terjadi perluasan sumsum tulang, perubahan (pelebaran dan pengeroposan) tulang.
- perlu rutin berkala tranfusi..
..
dampak tranfusi dan anemia beratnya bisa menyebabkan tumpukan zat besi yg berlebihan..
dan organ yg terlemah terhadap tumpukan zat besi adalah organ jantung..
..
sumber: http:// www.resonancehealth.com/ images/files/ clinician-information/ patient-management-guidelin es/ TIF%20Guidelines%20for%20th e%20Management%20of%20Tran sfusion%20Dependent%20Thal assaemia.pdf
.
bisa menyebabkan dua hal:
- membran sel darah merah yg mudah pecah, sehingga menyebabkan anemia..
- pengendapan dan prematur apoptosis (selnya mati), sehingga produksi sel darah merah yg baik menjadi tidak efektif.. inipun bisa menyebabkan anemia berat..
..
kondisi anemia ini bisa menyebabkan:
- meningkatnya penyerapan zat besi di usus (via hepsidin)
- produksi sel darah merah yg meningkat drastis, terjadi perluasan sumsum tulang, perubahan (pelebaran dan pengeroposan) tulang.
- perlu rutin berkala tranfusi..
..
dampak tranfusi dan anemia beratnya bisa menyebabkan tumpukan zat besi yg berlebihan..
dan organ yg terlemah terhadap tumpukan zat besi adalah organ jantung..
..
sumber: http://
Tingkat kebutuhan tranfusi pada thalasemia..
dilihat pada gambar, bisa kita bagi dalam tiga katagori (meski sebenarnya BERGRADASI, alias bisa bervariasi dan bisa dibagi lebih dari 3 katagori!)
.
1. thal trait/minor posisi paling kiri...
.
2. NTDT (non transfusion dependent thalasemia) atau thalasemia intermedia:
- intermedia ringan:
+ yg tranfusinya jarang diperlukan..
+ yg butuh sesekali saja.. misal ketika operasi, kehamilan, atau terkena infeksi
- Intermediate berat:
+ yg butuh lebih sering, misal karena buruknya tumbuh kembang, dan hal hal yg membahayakan kehidupannya..
.
3. TDT (tranfusion dependent thalasemia) atau thalasemia mayor..
yg butuh rutin berkala tranfusi seumur hidupnya... Dengan jarak antar tranfusi sekitar 2-6 minggu sekali...
.
sumber: http:// www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/ articles/PMC3669437/figure/ f1-0980833/
.
1. thal trait/minor posisi paling kiri...
.
2. NTDT (non transfusion dependent thalasemia) atau thalasemia intermedia:
- intermedia ringan:
+ yg tranfusinya jarang diperlukan..
+ yg butuh sesekali saja.. misal ketika operasi, kehamilan, atau terkena infeksi
- Intermediate berat:
+ yg butuh lebih sering, misal karena buruknya tumbuh kembang, dan hal hal yg membahayakan kehidupannya..
.
3. TDT (tranfusion dependent thalasemia) atau thalasemia mayor..
yg butuh rutin berkala tranfusi seumur hidupnya... Dengan jarak antar tranfusi sekitar 2-6 minggu sekali...
.
sumber: http://
komplikasi yg biasanya muncul pada thalasemia mayor dan thalasemia intermedia
....
tentu saja dengan penanganan rutin yg baik semuanya itu ditekan seminimal mungkin...
.....
kita bisa amati untuk thalasemia intermedia yg umumnya jarang perhatian dengan organ organ tubuhnya, dampak/komplikasinya cukup banyak bahkan dibanding dengan thalasemia mayor yg tertangani dengan memadai...
....
bagaimana jika thaller mayor yg belum tertangani dengan memadai, tranfusinya belum memadai, tentu saja dampak atau komplikasinya bisa serupa dgn thalasemia intermedia...
...
misal; batu empedu, penggumpalan pembuluh vena, pulmonary hypertension, dsb...
...
sumber: http:// www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/ articles/PMC3669437/figure/ f3-0980833/
....
tentu saja dengan penanganan rutin yg baik semuanya itu ditekan seminimal mungkin...
.....
kita bisa amati untuk thalasemia intermedia yg umumnya jarang perhatian dengan organ organ tubuhnya, dampak/komplikasinya cukup banyak bahkan dibanding dengan thalasemia mayor yg tertangani dengan memadai...
....
bagaimana jika thaller mayor yg belum tertangani dengan memadai, tranfusinya belum memadai, tentu saja dampak atau komplikasinya bisa serupa dgn thalasemia intermedia...
...
misal; batu empedu, penggumpalan pembuluh vena, pulmonary hypertension, dsb...
...
sumber: http://
Selain urusan tranfusi, obat khelasi zat besi, splenektomi (pengangkatan limpa), induksi HbF, ada beberapa potensi yg sedang dikembangkan untuk menekan ketidakefektifan dan dampak kecacatan genetik thalasemia... dalam rangka bisa memperpanjang jarak antar tranfusinya berkalamya... yaitu:
- JAK inhibitor
- Hepcidine modulator
- apo transferine modulator..
...
sumber: http:// www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/ articles/PMC3669437/
- JAK inhibitor
- Hepcidine modulator
- apo transferine modulator..
...
sumber: http://
Tonggak sejarah Thalasemia...
(ternyata sampai kini sudah 91 tahun!)
1925 Penjelasan klinis oleh Dr cooley
1946 Pertama kali penanganan dengan tranfusi
1973 Penggunaan desferal (obat khelasi zat besi)
1975 Biopsi liver untuk mengindikasi hemosiderosis (kelebihan zat besi)
1976 Prenatal DNA analisis
1982 Tranplatasi sumsum tulang
1984 MRI untuk mengukur kelebihan zat besi di organ Liver
1985 Induksi HbF
1989 awal penanaman diagnosa Genetic
2005 Terapi Gene
2014 Trial Jak2 inhibitor
Program persiapan sebelum menempuh tranplantasi bagi thaller yg usianya lebih besar dari 10 tahun... (slide tahun 2007 sih)
.
- HIPERtranfusions.. ( bukan high tranfusion lagi loh, ini lebih tinggi dari hightranfusion!) untuk menekan perluasan pembentukan sel sel pembentuk darah 'yg cacat itu' KHUSUSNYA untuk MENGECILKAN UKURAN LIMPA
.
- khelasi zat besi yg teratur sedikitnya 6-12 bulan (ini mustinya dosis max dan progresif deh untuk menurunkan sebanyak mungkin tumpukan zat besi yg ada di jaringan sel)
.
- Hidroxy urea (induksi HbF) untuk menekan perluasan sel sel pembentuk darah; 20 mg/kg/hari sedikitnya 6 - 12 bulan....
.
silahkan diamati, dipelajari, dgn TELITI... ini persiapannya 6 bulan - setahun sebelumnya.
.
- HIPERtranfusions.. ( bukan high tranfusion lagi loh, ini lebih tinggi dari hightranfusion!) untuk menekan perluasan pembentukan sel sel pembentuk darah 'yg cacat itu' KHUSUSNYA untuk MENGECILKAN UKURAN LIMPA
.
- khelasi zat besi yg teratur sedikitnya 6-12 bulan (ini mustinya dosis max dan progresif deh untuk menurunkan sebanyak mungkin tumpukan zat besi yg ada di jaringan sel)
.
- Hidroxy urea (induksi HbF) untuk menekan perluasan sel sel pembentuk darah; 20 mg/kg/hari sedikitnya 6 - 12 bulan....
.
silahkan diamati, dipelajari, dgn TELITI... ini persiapannya 6 bulan - setahun sebelumnya.
Apakah perlu jeda antar kantong tranfusi?
.pemahamannya keliru, jeda waktu itu dibutuhkan antar sesi tranfusi (belum tentu antar kantong), tergantung dari hb awalnya, berat badannya, kondisi jantung si thaller...
.
logika sederhananya gini deh...
ibarat orang disuruh minum 3 botol aqua @ 500cc, maka tergantung badan si orang itu laa...
kalau masih anak anak, mana sanggup disuruh minum 3 botol sekaligus? bisa muntah muntah kalau dipaksakan, bukan? maka perlu dibagi beberapa sesi untuk menghabiskan 3 botol tersebut...
lain halnya kalau orang itu badannya besar katakan berat badannya 100 kg, minum 3 botol itu kalau sanggup, bisa bisa saja sekaligus!...
.
CONTOH kasus aja yach...
.
CONTOH 1.
bb thaller 60kg... untuk naik hb 1 point butuh 240 cc (atau satu kantong)... katakan hb awalnya 9, mau dinaikkan hbnya ke 12.. jadi butuh 3 kantong darah....
karena hb awalnya 9, maka tranfusi bisa dilakukan sekaligus (1 sesi), alias thaller bisa tranfusi 3 kantong darah sekaligus, tanpa perlu jeda antar kantong!
kecepatan tetesnya juga tergantung berat badan, max 5ml/kgbb/jam x 60 kg = 300 cc/jam.. atau satu kantong boleh dihabiskan dalam 1 jam saja... 3 kantong bisa dihabiskan dalam 3-4 jam saja...
.
CONTOH 2.
bb thaller 20kg... untuk naik hb 1 point butuh 80 cc saja... katakan hb awalnya 7, mau dinaikkan hbnya menjadi 12.. jadi dibutuhkan darah 5x80cc = 400 cc (2 kantong darah)...
.
apakah boleh tranfusi sekaligus?
jangan laa!... sehari naikkan hb maksimum 3 point saja... jadi jangan sekaligus dinaikkan 5 point, kesian jantungnya!
jadi tranfusi dibagi dua hari/sesi....
misal hari pertama 150 cc (satu kantong), hari kedua 250 cc (satu kantong)...
kecepatan tetesnya max 5ml/kgbb/jam x 20kg = 100 cc/jam... jadi satu kantong darah bisa dihabiskan kira kira dalam dua jam...
.
CONTOH 3.
bb thaller 40kg... untuk naik hb 1 point dibutuhkan 160 cc.. katakan hb awalnya 5... mau dinaikkan hbnya menjadi 12... maka dibutuhkan jumlah darah 7x160 cc = 1120 cc (5 kantong darah)...
karena hb awalnya yg rendah, maka untuk menaikkan hb 7 point, sebaiknya dibagi 3 sesi atau 3 hari...
misal:
hari pertama 250 cc (1 kantong)... pake lasix
hari kedua 370 cc (2 kantong).. antar kantong tak perlu JEDA!
hari ketiga 500 cc (2 kantong).. antar kantong tak perlu JEDA!
karena hb awalnya rendah, kecepatan tetasnya perlu lambat sekitar 3ml/kgbb/jam x 40 kg atau 120 cc per jam... satu kantong perlu waktu dua jam an..
.
CONTOH 4.
bb thaller 50 kg... untuk naik hb 1 point dibutuhkan 200 cc... katakan hb awalnya 9, mau dinaikkan hbnya ke 12... maka dibutuhkan jumlah darah 3x200=600 cc (tiga kantong)....
.
tapi thaller itu udah suka sesek, ada gangguan dijantungnya...
apa boleh ditranfusikan sekaligus? (meski maksimum sehari BOLEH naik hb 3 point) jangan laa!... karena jantungnya sudah ada masalah, katakan tranfusi dibagi dua hari..
hari pertama 250 cc (1 kantong)
hari kedua 350 cc (2 kantong)... antar kantong tak perlu JEDA!
kecepatan tetesnya bisa 3 ml/kgbb/jam x 50kg = 150 cc/jam..
.
CONTOH 5...
bb thaller 10 kg... untuk menaikkan hb 1 point butuh 40 cc.. katakan hb awalnya 4 (perlu tranfusi di iccu! dalam pantauan ketat dokter), mau dinaikkan hbnya ke 12.. maka dibutuhkan jumlah darah 8x40cc = 320 cc...
.
karena hbnya sangat rendah... tranfusi pertama kali jangan lebih dari 5x berat badannya loh!
.
jadi
- hari pertama 50 cc.. satu kantong (dipake 50cc saja, sisanya dibuang... jangan demi hemat darah, terus disimpan, terus besok disambung lagi.. itu nggak boleh, darah yg sudah dibuka, harus habis dipakai dalam 4-5 jam, jangan disimpan lagi lebih dari 5 jam), pake lasix
kecepatan tetesnya selambat mungkin...
.
- hari kedua... dipantau oleh dokter, katakan denyut jantungnya masih ketinggian... maka katakan diputuskan, hari kedua masuk 70 cc saja.. (satu kantong, dipake 70 cc saja.. sisakan buang!), pake lasix
kecepatan tetesnya 2ml/kgbb/jam x10kg = 20 cc/jam.... 70 cc dihabiskan dalam 3-4 jam!
.
- hari ketiga.. 100 cc (satu kantong, dipake 100 cc saja.), pake lasix
.
- hari ke empat 100 cc...(satu kantong, dipake 100 cc saja...)
.
jadi total darah yg masuk 50+70+100+100=320 cc tapi butuhnya empat kantong darah!
nah sampai dibagi empat hari, demi menjaga dan tidak membahayakan jantung si thaller...
.
nah diamati dan disimak, ketika membagi jumlah darah dalam beberapa sesi, USAHAKAN, sesi pertama paling kecil, dan hari selanjutnya makin besar...
.
yg bisa kita pelajari disini adalah, semakin rendah hb awalnya, semakin perlu dibagi beberapa sesi, dan waktu tranfusi bisa lebih lama, bisa lebih banyak membutuhkan kantong darah, karena sebagian terpaksa dibuang (biaya darah lebih tinggi, biaya ruang bisa lebih tinggi kalau harus tranfusi di iccu)
.
jadi usahakan hb 9-10 udah tranfusi lagi, maka tak akan banyak masalah, tranfusi bisa sekaligus, kondisi jantung juga bisa tetap oke..
.
salam perjuangan...
.
note kunci yg perlu dicatat dan diingat:
.
1. Yg disarankan TIF kecepatan tetes tranfusinya berkisar 2-5 ml/kgbb/jam...
jadi untuk thaller yg berat badannya 10 kg, kecepatan tetesnya berkisar 20-50 ml/jam
untuk thaller yg berat badannya 50kg, kecepatan tetesnya berkisar 100-250 cc/jam
semakin besar berat badannya, kecepatan tetesnya bisa lebih cepat...
semakin kecil berat badannya, kecepatan tetesnya harus lebih lambat...
.
2. ketika hb awalnya dibawah 5, mulailah tranfusi dengan jumlah 5 x berat badannya saja.. untuk thaller yg berat badannya 10 kg, mulailah tranfusi dengan 50 cc saja... untuk thaller yg berat badannya 50 kg, mulailah tranfusi dengan 250 cc saja...
.
3. usahakan dalam satu hari, menaikkan hb jangan lebih dari 3 point... (dengan kata lain dalam satu hari max tambahnya 12 ml/kgbb)
.
4. kantong darah yg sudah dibuka, harus digunakan maks 4-5 jam saja... kantong darah yg belum dipakai sebaiknya tetap disimpan dalam lemari/box pendingin dibawah 6 der celsius..
.
5. rule of thumb (aturan kasarnya) dengan target hb akhirnya 12...
jika hb awalnya diatas 9, tranfusi boleh disekaliguskan
jika hb awalnya antara 7-9, tranfusi sebaiknya dibagi dua sesi atau dua hari
jika hb awalnya antara 5-7, tranfusi sebaiknya dibagi tiga sesi atau tiga hari
jika hb awalnya dibawah 5, sebaiknya tranfusi dalam pantauan khusus oleh dokter..
ini aturan kasar saja, bisa disesuaikan dengan kondisi dan kekuatan tubuh thaller masing masing, terutama thaller yg sudah ada masalah pada organ jantungnya, sebaiknya tranfusi dibagi lebih banyak sesinya...
.
6. jumlah darah prc (ml) yg diperlukan bisa dihitung dengan rumus kira kira/pendekatan = 4 x (hb akhir - hb awal) x kg berat badan.. dengan asumsi nilai hematokrit dalam kantong darah sekitar 75%
jadi jika hb awalnya dan hb akhirnya sama, maka thaller dengan berat badan 50 kg akan butuh jumlah darah 5x lebih banyak, dibanding thaller yg berat badannya 10 kg...
Cara mempersiapkan penggunaan desferal
DULU:
- dilakukan di atas usia 10 tahun
- ketika kebutuhan tranfusi tahunan lebih besar dari 200-250 ml PRC/ kilogram berat badan...
.
SEKARANG (kira kira tahun 2009)
- dengan perkembangan ilmu dan peningkatan penanganan thalsemia mayor dalam hal tranfusi, kondisi over aktifnya organ limpa (hypersplenisme) bisa dikurangi, dan banyak thaller mayor yg tak memerlukan lagi splenektomi (angkat limpa)...
.
Bagaimana dengan kondisi thaller di indonesia tahun 2016 kini?
.
kita masih kerap mendengar thaller yg diangkat limpanya... (terutama di daerah daerah).. berarti secara pengetahuan dan penerapan ilmu medis, memang kita masih tertinggal JAUH, bukan?
.
apa sih point yg berubah?
.
1. atur jarak antar tranfusi agar hb sekitar 9-10.5 sudah tranfusi lagi, hb setelah tranfusi jangan lebih dari 14-15... (DULU hb diatas 8 tak boleh tranfusi...)
.
2. rajin konsumsi obat khelasi zat besi tiap harinya dengan cara konsumsi yg benar dan dosis yg memadai... (DULU belum ada obat khelasi oral, penggunaan desferal sangat rendah tingkat kepatuhan/ketaatannya)
Info harga obat khelasi zat besi, untuk daerah DKI...(untuk daerah lain ada
sedikit perbedaan harga, sedikit saja)
.
Harga Ferriprox berdasarkan e-catalog LKPP: (berlaku mulai 7 Des 2015 sampai 31 desember 2016)
.
1. Ferriprox oral solution 250 ml, kode: 51000000-OBT-000057162
harga pemerintah 1.680.000 IDR (harga retail 2.227.500 IDR)
layanan kefarmasian 11% jadi harga di apotik berkisar 1.864.800 IDR
.
2. Ferriprox oral solution 500 ml, kode: 51000000-OBT-000057179
harga pemerintah 3.350.000 IDR (harga retail 4.455.000 IDR)
layanan kefarmasian 11% jadi harga di apotik berkisar 3.718.500 IDR
.
3. Ferriprox kaplet 500 mg, kode: 51000000-OBT-000057161
kemasan 100 butir/botol, harga pemerintah 33.000 IDR (harga retail 38.610 IDR)
layanan kefarmasian 28% jadi harga di apotik berkisar 42.240 IDR
.
sumber:
https:// e-katalog.lkpp.go.id/ backend/katalog/ list_produk/12/ ?isSubmitted=1&kategoriProd ukId&provinsiId=13&keyword =ferriprox&penyediaId=all& manufakturId=all&orderBy=p rodukAsc&list=20
.
---
.
Harga Exjade berdasarkan e-catalog LKPP (berlaku mulai 3 agustus 2016 sampai 31 desember 2016)
.
1. Exjade tablet 250 mg, kode: 51000000-OBT-000057487
harga pemerintah 76.000 IDR (harga retail 168.000 IDR)
kemasan 28 tablet per karton
layanan kefarmasian 26% jadi harga di apotik berkisar 95.760 IDR
.
2. Exjade tablet 500 mg, kode: 51000000-OBT-000057489
harga pemerintah 150.000 IDR (harga retail 311.640 IDR)
kemasan 28 tablet per karton
layanan kefarmasian 26% jadi harga di apotik berkisar 189.000 IDR
.
sumber:
https:// e-katalog.lkpp.go.id/ backend/katalog/ list_produk/12/ ?isSubmitted=1&kategoriProd ukId&provinsiId=13&keyword =exjade&penyediaId=all&man ufakturId=all&orderBy=prod ukAsc&list=20
.
---
.
Harga Desferal berdasarkan e-catalog LKPP (berlaku mulai 1 jan 2016 sampai 31 desember 2016)
.
Desferal serbuk injeksi 500 mg/vial, kode: 51000000-OBT-000057491
harga pemerintah 117.500 IDR (harga retail 119.892 IDR)
kemasan 10 vial per karton
layanan kefarmasian 26% jadi harga di apotik berkisar 148.050 IDR
.
sumber:
https:// e-katalog.lkpp.go.id/ backend/katalog/ list_produk/12/ ?isSubmitted=1&kategoriProd ukId&provinsiId=13&keyword =desferal&penyediaId=all&m anufakturId=all&orderBy=pr odukAsc&list=20
.
----
.
mari kita bandingkan biaya obat khelasi besi yg dibutuhkan thaller mayor per bulannya per kg berat badannya...
.
kita tahu bahwa dosis standart dari obat khelasi zat besi itu berdasarkan berat badan (bukan berdasarkan usia) dan berdasarkan kadar ferritinenya...
.
untuk memudahkan perbandingan, kita ambil dosis menengah yg standartnya dari produsennya..
.
untuk ferriprox 87.5 mg/kgbb/hari, 30 hari per bulan
untuk exjade 25 mg/kgbb/hari, 30 hari per bulan
untuk desferal 40 mg/kgbb/hari, 20 hari per bulan
.
berdasarkan harga diatas perkiraan biayanya/kgbb/bulan menjadi:
.
Ferriprox : Exjade : Desferal = Rp 204,200 : Rp 285,390 : Rp 236,880
.
terlihat biaya obat khelasi besi kurang lebih berkisar 200-300 ribu/kgbb/bulan
artinya...
.
kalau berat badan thaller 10 kg biaya obat khelasi zat besinya berkisar 2 juta-3 jutaan per bulan..
.
kalau berat badan thaller 20 kg biaya obat khelasi zat besinya berkisar 4-6 jutaan per bulan
.
kalau berat badan thaller 30 kg biaya obat khelasi zat besinya berkisar 6-9 jutaan per bulan
.
kalau berat badan thaller 40 kg biaya obat khelasi zat besinya berkisar 8-12 jutaan per bulan
.
kalau berat badannya thaller 50 kg biaya obat khelasi zat besinya berkisar 10-15 jutaan per bulan
.
kalau berat badannya thaller 60 kg biaya obat khelasi zat besinya berkisar 12-18 jutaan per bulan
.
dst dst dst...
.
yg termurah adalah ferriprox, yg menengah adalah desferal, yg termahal adalah exjade... ingat ini untuk dosis menengah saja... untuk dosis tertinggi tentu akan lebih mahal lagi...
.
semoga dengan menyimak ini kita kita bisa nyadar akan mahalnya hidup sebagai thalasemia mayor...
sedikit perbedaan harga, sedikit saja)
.
Harga Ferriprox berdasarkan e-catalog LKPP: (berlaku mulai 7 Des 2015 sampai 31 desember 2016)
.
1. Ferriprox oral solution 250 ml, kode: 51000000-OBT-000057162
harga pemerintah 1.680.000 IDR (harga retail 2.227.500 IDR)
layanan kefarmasian 11% jadi harga di apotik berkisar 1.864.800 IDR
.
2. Ferriprox oral solution 500 ml, kode: 51000000-OBT-000057179
harga pemerintah 3.350.000 IDR (harga retail 4.455.000 IDR)
layanan kefarmasian 11% jadi harga di apotik berkisar 3.718.500 IDR
.
3. Ferriprox kaplet 500 mg, kode: 51000000-OBT-000057161
kemasan 100 butir/botol, harga pemerintah 33.000 IDR (harga retail 38.610 IDR)
layanan kefarmasian 28% jadi harga di apotik berkisar 42.240 IDR
.
sumber:
https://
.
---
.
Harga Exjade berdasarkan e-catalog LKPP (berlaku mulai 3 agustus 2016 sampai 31 desember 2016)
.
1. Exjade tablet 250 mg, kode: 51000000-OBT-000057487
harga pemerintah 76.000 IDR (harga retail 168.000 IDR)
kemasan 28 tablet per karton
layanan kefarmasian 26% jadi harga di apotik berkisar 95.760 IDR
.
2. Exjade tablet 500 mg, kode: 51000000-OBT-000057489
harga pemerintah 150.000 IDR (harga retail 311.640 IDR)
kemasan 28 tablet per karton
layanan kefarmasian 26% jadi harga di apotik berkisar 189.000 IDR
.
sumber:
https://
.
---
.
Harga Desferal berdasarkan e-catalog LKPP (berlaku mulai 1 jan 2016 sampai 31 desember 2016)
.
Desferal serbuk injeksi 500 mg/vial, kode: 51000000-OBT-000057491
harga pemerintah 117.500 IDR (harga retail 119.892 IDR)
kemasan 10 vial per karton
layanan kefarmasian 26% jadi harga di apotik berkisar 148.050 IDR
.
sumber:
https://
.
----
.
mari kita bandingkan biaya obat khelasi besi yg dibutuhkan thaller mayor per bulannya per kg berat badannya...
.
kita tahu bahwa dosis standart dari obat khelasi zat besi itu berdasarkan berat badan (bukan berdasarkan usia) dan berdasarkan kadar ferritinenya...
.
untuk memudahkan perbandingan, kita ambil dosis menengah yg standartnya dari produsennya..
.
untuk ferriprox 87.5 mg/kgbb/hari, 30 hari per bulan
untuk exjade 25 mg/kgbb/hari, 30 hari per bulan
untuk desferal 40 mg/kgbb/hari, 20 hari per bulan
.
berdasarkan harga diatas perkiraan biayanya/kgbb/bulan menjadi:
.
Ferriprox : Exjade : Desferal = Rp 204,200 : Rp 285,390 : Rp 236,880
.
terlihat biaya obat khelasi besi kurang lebih berkisar 200-300 ribu/kgbb/bulan
artinya...
.
kalau berat badan thaller 10 kg biaya obat khelasi zat besinya berkisar 2 juta-3 jutaan per bulan..
.
kalau berat badan thaller 20 kg biaya obat khelasi zat besinya berkisar 4-6 jutaan per bulan
.
kalau berat badan thaller 30 kg biaya obat khelasi zat besinya berkisar 6-9 jutaan per bulan
.
kalau berat badan thaller 40 kg biaya obat khelasi zat besinya berkisar 8-12 jutaan per bulan
.
kalau berat badannya thaller 50 kg biaya obat khelasi zat besinya berkisar 10-15 jutaan per bulan
.
kalau berat badannya thaller 60 kg biaya obat khelasi zat besinya berkisar 12-18 jutaan per bulan
.
dst dst dst...
.
yg termurah adalah ferriprox, yg menengah adalah desferal, yg termahal adalah exjade... ingat ini untuk dosis menengah saja... untuk dosis tertinggi tentu akan lebih mahal lagi...
.
semoga dengan menyimak ini kita kita bisa nyadar akan mahalnya hidup sebagai thalasemia mayor...
-----------------------------------------
Ringkasan organ tubuh thalasemia mayor yg akhirnya terganggu karena tidak tertangani dengan baik dan benar...
.
sebelah kiri (warna pink): Organ yg terganggu jika TRANFUSI TIDAK MEMADAI...
.
- Perubahan wajah (pelebaran tulang rahang bagian atas), dikenal sebagai "thalasemia face"
- Membesarnya dan over-aktifnya organ limpa (hypersplenisme)
yg bisa berakibat menurunnya kadar trombosit, leucosit, eritrosit, dsb
- anemia kronis
- patah/retak tulang*
- gangguan tulang bonggol sendi*
* disebabkan perluasan sumsum tulang
.
.
kolom sebelah kanan (warna biru): organ yg terganggu jika KHELASI ZAT BESI TIDAK MEMADAI
.
- kelenjar pituitary (mempengaruhi tumbuh kembang, organ sexual, kelenjar adrenalin, kelenjar thyroid)
- kelenjar thyroid (jarang)
- kelenjar parathyroid (menyebabkan hypocalcaemia, menurunnya kadar calsium)
- Gangguan jantung (gagal jantung, merupakan organ penting yg dipengaruhi)
- Gangguan liver (pembesaran dan pengerasan)
- Gangguan pancreas (diabetes)
- penyumbatan pembuluh vena (trombosis)
- kulit menghitam
- Gangguan perkembangan organ sexual
- nyeri tulang dan sendi, pengeroposan tulang (karena hypoparathyroidism)
.
.
Sumber: buku "what is thalasemia?" dari TIF..
.
sebelah kiri (warna pink): Organ yg terganggu jika TRANFUSI TIDAK MEMADAI...
.
- Perubahan wajah (pelebaran tulang rahang bagian atas), dikenal sebagai "thalasemia face"
- Membesarnya dan over-aktifnya organ limpa (hypersplenisme)
yg bisa berakibat menurunnya kadar trombosit, leucosit, eritrosit, dsb
- anemia kronis
- patah/retak tulang*
- gangguan tulang bonggol sendi*
* disebabkan perluasan sumsum tulang
.
.
kolom sebelah kanan (warna biru): organ yg terganggu jika KHELASI ZAT BESI TIDAK MEMADAI
.
- kelenjar pituitary (mempengaruhi tumbuh kembang, organ sexual, kelenjar adrenalin, kelenjar thyroid)
- kelenjar thyroid (jarang)
- kelenjar parathyroid (menyebabkan hypocalcaemia, menurunnya kadar calsium)
- Gangguan jantung (gagal jantung, merupakan organ penting yg dipengaruhi)
- Gangguan liver (pembesaran dan pengerasan)
- Gangguan pancreas (diabetes)
- penyumbatan pembuluh vena (trombosis)
- kulit menghitam
- Gangguan perkembangan organ sexual
- nyeri tulang dan sendi, pengeroposan tulang (karena hypoparathyroidism)
.
.
Sumber: buku "what is thalasemia?" dari TIF..
sebelah kiri adalah:
.
* terapi pendukung:
.
+: tranfusi:
- gunakan darah leucoreduced/leucodepleted
- uji tapis darah terhadap virus sebaik mungkin (NAT)
.
+ terapi khelasi zat besi dgn:
- deferrioxamine (desferal tm),
- deferiprone (ferriprox tm),
- deferasirox (exjade tm),
- atau kombinasinya
.
+ terapi gangguan endokrin
- perbaikan hormonal
.
+ terapi osteoporosis
- perbaikan osteoclast
- vitamin D
.
+ supplemen:
- asam folat
- vitamin E
.
* terapi penyembuhan:
.
+ Tranplantasi hema stemcell
- dari pendonor sumsum tulang keluarga
- dari tali pusar bayi
- dari pendonor bukan keluarga (?)
- dari nonmyeloablative(?)
.
terapi masih dalam taraf percobaan
- erythropoietin
- induksi HbF (hydroxyurea, butyrate)
- anti oksidant
.
* gene terapi sebagai terapi masa depan
.
sebelah kanan adalah komplikasi yg mungkin muncul pada thalasemia mayor:
- tertular penyakit dari tranfusi
- pelebaran tulang tulang pipih
- hypopituitarism
- kelebihan pigmen melanin, kulit menghitam
- hypo-thyroidism (tubuh kerdil)
- hypo-parathyroidism->hypo calcemia
- pulmonary hypertension dan pulmonary embolism
- vena trombosis (penyumbatan pembuluh pembuluh vena)
- hemosideroris dan sirosis liver
- ekstramodular hematopoiesis
- splenomegali (pembesaran limpa)
- diabetes melitus
- arthropathy (sakit persendian)
- keterlambatan pubertas dan keterlambatan perkembangan sexual
- gagal testis dan gagal ovarium
- osteoporosis (pengeroposan tulang)
- tulang mudah patah/retak
.
sumber dari "mbah google"
.
* terapi pendukung:
.
+: tranfusi:
- gunakan darah leucoreduced/leucodepleted
- uji tapis darah terhadap virus sebaik mungkin (NAT)
.
+ terapi khelasi zat besi dgn:
- deferrioxamine (desferal tm),
- deferiprone (ferriprox tm),
- deferasirox (exjade tm),
- atau kombinasinya
.
+ terapi gangguan endokrin
- perbaikan hormonal
.
+ terapi osteoporosis
- perbaikan osteoclast
- vitamin D
.
+ supplemen:
- asam folat
- vitamin E
.
* terapi penyembuhan:
.
+ Tranplantasi hema stemcell
- dari pendonor sumsum tulang keluarga
- dari tali pusar bayi
- dari pendonor bukan keluarga (?)
- dari nonmyeloablative(?)
.
terapi masih dalam taraf percobaan
- erythropoietin
- induksi HbF (hydroxyurea, butyrate)
- anti oksidant
.
* gene terapi sebagai terapi masa depan
.
sebelah kanan adalah komplikasi yg mungkin muncul pada thalasemia mayor:
- tertular penyakit dari tranfusi
- pelebaran tulang tulang pipih
- hypopituitarism
- kelebihan pigmen melanin, kulit menghitam
- hypo-thyroidism (tubuh kerdil)
- hypo-parathyroidism->hypo calcemia
- pulmonary hypertension dan pulmonary embolism
- vena trombosis (penyumbatan pembuluh pembuluh vena)
- hemosideroris dan sirosis liver
- ekstramodular hematopoiesis
- splenomegali (pembesaran limpa)
- diabetes melitus
- arthropathy (sakit persendian)
- keterlambatan pubertas dan keterlambatan perkembangan sexual
- gagal testis dan gagal ovarium
- osteoporosis (pengeroposan tulang)
- tulang mudah patah/retak
.
sumber dari "mbah google"
------------------------------------
Ada beberapa metoda untuk mengukur dan menyatakan besarnya ukuran limpa:
.
1. metoda perabaan jarak terpanjang dalam cm...
2. metoda perabaan hackket.. kelas 0 smpi kelas 5
3. metoda perabaan schuffner.. dari schuffner 1 sampai Schuffner 8 (S1-S8)
4. metoda penngukuran volume organ limpa (dgn bantuan alat usg, mri, dsb), panjang x lebar x tinggi...
.
kita bicarakan metoda ke 3 saja yach, yaitu metoda shcuffner...
.
sebenarnya ini metoda lama, yg digunakan ketika dulu masih banyak terjadi wabah malaria, metoda ini dipakai untuk mengukur besarnya organ limpa sipasien yg terkena malaria..
.
organ limpa itu terletak disebelah kiri tubuh, letaknya tersembunyi dibawah rusuk kiri ke 9-12, bagi limpa yg normal, praktis sulit bisa diraba.. dikatakan ukurannya shuffner 0...(S0)
.
untuk mudahnya saya tampilkan dalam bentuk gambar yach...
.
A. dimulai dari cari titik pertengahan tulang selangka, tarik garis vertikal sampai ketemu rusuk kiri bagian bawah...
B. buat garis dari titik pusar ke titik rusuk kiri bagian bawah tersebut
C. tarik garis sejajar diagonal sampai ke tulang panggul bagian bawah
D. buat garis tegak lurus yg membagi kedua garis diagonal itu menjadi 8 bagian
E. beri nama garis itu dari S1-S8, dimana S4 adalah garis yg melalui titik pusar..
.
raba mulai dari perut bagian bawah, sampai teraba ujung organ limpa bagian bawah...
.
contoh digambar.. organ limpanya berkisar S4-S5
.
1. metoda perabaan jarak terpanjang dalam cm...
2. metoda perabaan hackket.. kelas 0 smpi kelas 5
3. metoda perabaan schuffner.. dari schuffner 1 sampai Schuffner 8 (S1-S8)
4. metoda penngukuran volume organ limpa (dgn bantuan alat usg, mri, dsb), panjang x lebar x tinggi...
.
kita bicarakan metoda ke 3 saja yach, yaitu metoda shcuffner...
.
sebenarnya ini metoda lama, yg digunakan ketika dulu masih banyak terjadi wabah malaria, metoda ini dipakai untuk mengukur besarnya organ limpa sipasien yg terkena malaria..
.
organ limpa itu terletak disebelah kiri tubuh, letaknya tersembunyi dibawah rusuk kiri ke 9-12, bagi limpa yg normal, praktis sulit bisa diraba.. dikatakan ukurannya shuffner 0...(S0)
.
untuk mudahnya saya tampilkan dalam bentuk gambar yach...
.
A. dimulai dari cari titik pertengahan tulang selangka, tarik garis vertikal sampai ketemu rusuk kiri bagian bawah...
B. buat garis dari titik pusar ke titik rusuk kiri bagian bawah tersebut
C. tarik garis sejajar diagonal sampai ke tulang panggul bagian bawah
D. buat garis tegak lurus yg membagi kedua garis diagonal itu menjadi 8 bagian
E. beri nama garis itu dari S1-S8, dimana S4 adalah garis yg melalui titik pusar..
.
raba mulai dari perut bagian bawah, sampai teraba ujung organ limpa bagian bawah...
.
contoh digambar.. organ limpanya berkisar S4-S5
Apakah pengukuran dengan metoda shuffner itu bisa mewakili over aktifnya (hipersplenisme) organ limpa? atau misal sama sama S3, apakah ukuran limpanya sama besar? ternyata TIDAK!
.
sebenarnya pembesaran organ limpa itu, meski secara umum membesar kearah pusar, namun bisa terjadi juga pembesaran kearah samping dan pembengkakan ke atas, maka pengukuran yg lebih tepat adalah mengukur volume organ limpa itu sendiri..
hanya tentu saja tidak bisa dengan perabaan saja, tapi sudah memerlukan alat ukur yg khusus, seperti usg, mri, dsb.. mencari panjang-nya x lebar-nya x tinggi-nya...
.
ini adalah kumpulan gambar organ limpa yg sudah membesar, silahkan di-amati-i, perut yg tidak buncit, belum tentu organ limpanya kecil.. ada yg membesar secara memanjang dan sempit.. ada yg membesar secara melebar.. ada yg membesar sampai menutupi hampir seluruh bagian perutnya (S8)...
.
contoh pembesaran organ limpa
(dikumpulkan dari google image)
.
sebenarnya pembesaran organ limpa itu, meski secara umum membesar kearah pusar, namun bisa terjadi juga pembesaran kearah samping dan pembengkakan ke atas, maka pengukuran yg lebih tepat adalah mengukur volume organ limpa itu sendiri..
hanya tentu saja tidak bisa dengan perabaan saja, tapi sudah memerlukan alat ukur yg khusus, seperti usg, mri, dsb.. mencari panjang-nya x lebar-nya x tinggi-nya...
.
ini adalah kumpulan gambar organ limpa yg sudah membesar, silahkan di-amati-i, perut yg tidak buncit, belum tentu organ limpanya kecil.. ada yg membesar secara memanjang dan sempit.. ada yg membesar secara melebar.. ada yg membesar sampai menutupi hampir seluruh bagian perutnya (S8)...
.
contoh pembesaran organ limpa
(dikumpulkan dari google image)
https://l.facebook.com/l.php?u=https%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3DgG7uCskUOrA&h=_AQHQeKip
jika sudah dapat gambaran bagaimana suatu protein terbentuk...
baru bisa masuk ke bagaimana "beta globin gene" itu?
Beta globin genetics:
1. https://www.youtube.com/watch?v=DaNkz0oIM38
2. https://www.youtube.com/watch?v=GCqaeUqmlvA
3. https://www.youtube.com/watch?v=xvqwG3svShg
4. https://www.youtube.com/watch?v=JSbb4B9nL8g
5. https://www.youtube.com/watch?v=goISnOqGUAI
begitulah protein globin itu terbentuk DALAM "bakal sel darah merah" dan bersama sama dengan molekul "heme" membentuk molekul hemoglobin.. molekul utama yg terdapat dalam sel darah merah...
satu sel darah merah kita kita mengandung sekitar 300 juta molekul hemoglobin.
Apa usaha yg sudah, sedang, dan akan dilakukan?
kita bisa bagi dalam beberapa katagori:
.
1. karena informasi pembentukan protein globin ada pada inti sel, maka jika kita mampu mengganti myloid-stemcell yg terdapat dalam sumsum tulang, maka proses pembentukan sel darah merahnya akan sesuai dengan pendonor stemcellnya... maka produksi sel darah merahnya akan seperti sel darah merah sipendonor...
ini dinamakan dengan "tranplantasi stemcell/sumsum tulang"
.
2. induksi HbF (ini untuk beta thalasemia), dengan bisa mengaktifkan kembali produksi "gamma-globin" yg terhenti ketika lahir dan digantikan dengan produksi beta-globin yg cacat itu, maka hemoglobin yg terbentuk akan seperti hb ketika janin.. yaitu HbF... jika jumlahnya mencukupi, maka kebutuhan tubuh akan oksigen bisa diperbaiki...
.
3. sel sel darah merah pada thaller beta mayor, mudah pecah... itu disebabkan ketika proses pembentukan sel darah merah, produksi alpha globin-nya tidak seimbang dengan jumlah beta-globin (yg sedikit dan cacat itu)... sehingga kelebihan alpha-globin itu membentuk molekul dimer dan tetramer yg tidak larut.. ini akan membebani permukaan sel dari dalam, itulah yg menyebabkan sel darah merahnya mudah pecah...
jika bisa dihambat proses pembentukan dime/tetramer-nya atau diarahkan membentuk molekul lain yg mudah larut, maka sel darah merah itu bisa lebih panjang usianya...
.
4. menyusupkan sepotong gene globin yg baik kedalam inti virus, kemudian virus itu dimasukkan ke dalam stemcell si thaller, kemudian dibiakkan diluar, sampai tahap tertentu, ditranplantasikan ke tubuh sithaller... maka ketika proses pembentukan sel darah merah didlam inti selnya sudah ada informasi yg benar untuk membentuk protein globin... maka diharapkan pembentukaqn hemoglobinnya jadi baik.. inilah yg dikatakan rekayasa genetika...
Sampai dimanakah praktisi medis dapat melakukan semua kategori diatas karena itu sudah bukan level Permukaan lagi tapi sudah low level yang bermain di inti cell?
Tranplantasi stemcell/sumsum tulang sudah banyak dilakukan diluar negri.. yg kini paling aktif melakukan tranplantasi untuk thaller adalah india...(Dulu italia) karena disana banyak sekali thallernya...dan tentu saja pemerintah disana mendukungnya...
Tingkat keberhasilan sangat tergantung dari:
1. Seberapa cocok HLA (human leucosit antigene) dari sipendonor dengan si thaller... Ini kendala yg terbesar...
2. Seberapa mungkin tubuh si thaller masih mungkin menempuh tranplantasi, karena salah satu prosesnya adalah "ablasi", yaitu "mengosongkan" sumsum tulang.. Ini proses yg kritikal karena titik imun/kekebalan sengaja diturunkan ke level mendekati NOL...
.
Jadi ini termasuk yg sudah dilakukan, dan sampai kini terus diusahakan menjadi lebih baik.
Usaha induksi HbF, sudah dilakukan juga sejak lama... hanya tak semua thaller (jenis beta saja loh) yg bisa merasakan manfaatnya... alias nggak semua thaller beta yg bisa cocok menempuh jalur ini.... penggunaan "hydroksi urea" sudah terbukti bisa membantu menaikkan level Hb, sebagian (kayak yg intermediate) bisa aakhirnya lepas dari kebutuhan tranfusinya sama sekali... yg mayor bisa bergeser lebih panjang jarak antar tranfusinya...kendala berikutnya adalah penggunaan jangka panjang hydroksi urea belum terpetakaan dengan baik dampak dampak sampingnya.... penggunaan hydroksiurea dibarengi wheatgrass sudah menjadi bagian proses penanganan thaller di salah satu dokter di india.
Jadi ini termasuk yg sudah dan sedang ditingkatkan terus pencegahan dampak sampingnya.
Berikutnya "lutercept" ini katagori yg ke 3, ini sedng dalam proses uji coba ke sekelompok thaller di amerika... hasilnyaa kira kira setara dengan induksi HbF, tapi beda jalur yg ditempuhnya... tentu bagi yg cacat globin betanya jenis zero-zero, tak akan bisa menempuh cara ini... jadi masuk sedang dalam proses uji coba tahap akhir.
Dan yg terakhir rekaayasa genetika, sudah berhasil pada satu thaller perancis... kini masuk uji coba ke 50 thaller diseluruh dunia... sayang indonesia tidak dihitung dan masuk pertimbangaan sample, mungkin karena terlalu jauh tertinggal pengetahuan medis thalasemianya.
--------------------
Itulah gambaran bagaimana dunia berusaha "menyembuhkaan" beta thalasemia... tentu ada banyak lagi cara yg sudah ditempuh, tapi kebanyakan tanpa dasar ilmu yg jelas dan bersifat spekulatif saja, sanggat mungkin bahkan tak menyentuh inti permasalahan pada terjadi pada thalasemia...
Lebih kerap malah sudah bersifat spekulatif juga bersifat "temporary", karena tidak menyentuh inti permasalahan, jadi banyak yg dalam jangka panjangnya malah MEMPERBURUK kondisi thalasemianya.
Usaha Penyembuhan Psikis;
Menjadi ortu thaller/thaller yg baik, yg ikhlas, yg mau belajar ilmunya, yg mau merawat tubuhnya dengan baik dan benar...akan paham benar akan corak kehidupan nyata... Yg bisa jauh berbeda dengan kemampuan berpikir banyak orang pada umumnya...
.
Orang pada umumnya terjerat pola berpikir dualitas, baik dan buruk, salah dan benar... Seolah dunia itu dipetakan jadi dua bagian (kayak warna hitam putih saja)... Yg paham kehidupan, tak ada yg kayak gitu dalam kehidupan...
Semua itu ada rentangnya...
.
Misal: banyak orang yg terpengaruh dan berpikir bahwa mengkonsumsi produk organik itu PASTI aman, itu jelas jelas "sesat pikir"!.. Kalau ada yg berpikir begitu, bisa jadi dia adalah korban indoktrinasi kepentingan pihak lain, atau korban cara berpikir keliru dirinya sendiri...
Yg benar adalah produk organik itu (RATA RATA, LEBIH) aman, karena berasal dari mahluk hidup juga... Kata dalam kurungnya itu biasa diabaikan, sampai berkesimpulan semua produk organik itu pasti aman... Jelas itu "sesat pikir"...
Saya suka memberi contoh, jamur itu produk organik, tapi ada jamur yg sangat beracun dan bisa mematikan... Bukan berarti sebaliknya juga kemudian berkesimpulan semua jamur itu pasti berbahaya, buktinya ada yg maakan jamur itu mati! Jadi itu adalah bukti bahwa semua jamur itu berbahaya... Kalau sampai berpikir begitu, itu namanya "sesat pikir"... Maunya dunia di bagi jadi hitam dan putih saja sesuai keterbatasan daya pikirnya yg sangat tertinggal perkembangannya...
.
Realita hidup itu tidak demikian, semua juga ada rentangnya, ada gradasinya...
.
Contoh lagi yach...
.
Menangani thaller itu butuh tranfusi rutin berkala...
Terus kalau berpikir pokoknya udah tranfusi, maka mustinya thaller itu 'sehat', kalau nggak tranfusi thaller itu "sakit"...
Itu benar...
Tapi kalau berpikirnya kalau thaller tranfusi PASTI jadi sehat, kalaau nggak tranfusi PASTI 'sakit'... Itu cara berpikir yg sesat...
Kenapa?
Thaller itu banyak jenisnya, nggak semua thaller perlu rutin tranfusi berkala...
Buktinya, ada thaller yg tidak butuh tranfusi kok...
.
Kita perlu tahu dimana rentangnya... Nggak bisa diubyah gubyah, seolah thaller itu kayak warna hitam dan putih saja... Kalau nggak hitam pasti putih, kalau nggak putih pasti hitam... Nggak ada yg begitu dalam realita kehidupan didunia ini...
.
Tranfusi itu baik thaller, tapi perlu tahu lebih lanjut... Berapa jumlahnya yg diperlukan...
Kalau tranfusinya kekurangan, ataupun kelebihan, itu juga tidak baik... Jadi berpikirnya perlu dikembangkan, bukan hanya sebatas tranfusi vs tidak tranfusi saja... Tapi terus dikembangkan pemahamannya, tranfusi yg baik itu gimana... Berapa rentangnya... Berapaa jumlah yg perlu ditambahkan... Bagaimana mempeoleh darah yg baik, dsb dsb dsb...
.
Sebenarnya pola berpikirnya sama saja ibarat makan itu bagus, kalau nggak makan bisa mati... Buktinya ada yg nggak makan terus mati...
Kalau kemudian berpikir, kayak hitam putih saja, yach "sesat pikir"...
Makan yg kebanyakan juga tidak baik laa... Lapar yg berlebihan juga tidak baik laa...
Yg baik itu makan 2-3 kali sehari, dengan porsi yg sesuai...
Nggak bisa seminggu sekali saja makannya... Sekali makan 21 piring...untuk sekaligus seminggu...
Yach keliru kalau berpikir begitu, bukan?
.
Nah demikian pulaa dengan obat khelasi zat besi... Ada rentang dosisnya... Ada cara konsumsinya yg benar...
---
thalasemia tidak mengenal suku, ras, agama... kebersamaan lah yg paling memungkinkan untuk menguatkan para ortu thaller/thaller dalam mengarungi kehidupannya...
kepedulian bersama lah yg akan mampu menekan banyak penderitaan yg ditempuh thalasemia mayor...
---
penyebaran thalasemia di nusantara (atau asia tenggara) ini, cukup merata... jadi mulai dari thailand, myanmar, laos, vietnam, malaysia, singapore, indonesia, philipina, papuanugini, ada thalasemia...
mulai dari aceh sampai merauke, ada thalasemia, dan tidak mengenal suku, ras, atau agamanya...
.
terlebih di indonesia yg posisinya berada diantara dua benua dan dua samudra dimana migrasi dan perkawinan silang cukup tinggi sejak dulu kala, maka indonesia termasuk yg tinggi thalasemianya baik jenis beta, HbE (ini yg khas asia tenggara), atau jenis alpha-nya (ini yg menyebar dari china selatan)...
.
khusus jenis beta yg manifestasi fisiknya termasuk yg berat (banyak mayornya), diduga munculnya mutasi genetik itu dari lanjutan wabah malaria yg terus menerus...
saat kini diperkirakan 5-10% penduduk di indonesia merupakan pembawa sifat beta thalasemia (plus HbE)...
.
gambarannya begini:
.
jika kita bertemu dengan 20 orang sehat secara acak, maka 1-2 orang sehat itu merupakan pembawa sifat beta thalasemia..(atau secara klinisnya dikatakan thalasemia minor)
.
jadi thalasemia minor itu tidak bisa diketahui dari tampilan fisiknya, pembawa sifat/thal minor itu sehat layaknya orang normal lainnya...
.
bagaimana seseorang bisa tahu bahwa dia itu ternyata pembawa sifat atau thal minor?
.
hanya bisa diketahui jika:
- melakukan "uji tapis thalasemia" di laboratorium yg mumpuni
- atau jika ada satu saja anak kandungnya yg terlahir sebagai thalasemia mayor, maka bisa dipastikan kedua ortunya yg sehat itu adalah thalasemia minor...
.
banyak orang yg masih berpendapat bahwa kalau seseorang sehat, tak pernah ada riwayat tranfusi darah, pasti bukan thalasemia...jelas itu pemahaman yg sangat keliru.. karena thalasemia minor itu sehat sehat saja kok, juga tak membutuhkan tranfusi karena thalasemianya...
.
thalasemia mayor/intermediate itu baru mungkin bisa muncul jika kedua ortunya mempunyai kecatatan genetik thalasemia...(entah pasangan minor dengan minor, atau pasangan mayor/intermediate dengan minor),
.
sebaliknya....
.
thalasemia mayor/intermediate itu tak akan pernah muncul jika salah satu ortunya benar benar normal dan tak membawa kelainan genetik thalasemia (misal.. pasangan minor dengan normal, pasangan mayor/intermediate dengan normal)
.
pengetahuan inilah yg bisa kita manfaatkan, hindarilah pernikahan antar pembawa kelainan genetik thalsemia ini (minor dengan minor, mayor/intermediate dgn minor, mayor/intermediate dengan mayor/intermediate)...maka kita bisa memutuskan rantai kelahiran thalasemia mayor/intermediate...
.
bagi pembaca yg merasa dirinya sehat, tak pernah mempunyai kerabat yg thalasemia mayor/intermediate, jangan pernah memastikan bahwa dirinya tidak membawa kelainan genetik thalsemia ini... karena pembawa sifat/minor itu sehat sehat saja kok..
.
bagi para remaja dan dewasa yg mau menikah, lakukanlah uji tapis thalsemia ini dilaboratoium yg mumpuni, cukup dilakukan sekali seumur hidup...
dan apapun hasilnya, jika ternyata membawa sifat kelainan genetik thalsemia ini, hindarilah berpasangan dengan yg membawa kelainan genetik thalsemia lagi...
dengan begitulah maka rantai kelahiran thalasemia mayor/intermediate bisa diputuskan...
--------
Langkah apa yg perlu dipersiapkan, ketika anak kita terdiagnosa (suspect/terduga) thalasemia mayor?
.
1. Tuntaskan penegakan diagnosanya... Jika masih buram, hasilnya, lakukan cek lab kedua, cek lab ketiga, jika masih ragu akan hasil diagnosanya, lakukan "second opinion" (pendapat dokter kedua), atau kalau perlu "third opinion"...
Thalasemia itu adalah urusan seumur hidup, lakukan usaha ekstra keras untuk memastikan sesuatu yg akan berlangsung seumur hidupnya...
.
2. Karena umumnya thalasemia mayor itu terdiagnosa saat masih batita, jangan lupa tuntaskan semua vaksinasinya, terutama hepatitis B-nya, lakukan sampai booster... Pastikan tubuhnya sudah kebal terhadap hepatitis B.. Dan siap menjalani rutin tranfusi berkalanya dengan sedikit lebih aman...
.
3. Buatlah kartu bpjs, sesuaikan dengan kemampuan masing masing... Pada 'thalasemia center', seharusnya tak ada perbedaan kelas 1, kelas 2, kelas 3 atau pbi dalam penanganan thalasemianya...
.
4. Tentukan rumah sakit dan doktor yg mumpuni, karena itu akan jadi rumah kedua thaller...
.
5. Unduh artikel artikel tentang "apa itu thalasemia?", dan "bagaimana penanganan thalasemia yg baik dan benar"... Dan pelajarilah dengan seksama, hal hal yg berurusan dengan sesuatu yg akan berlangsung seumur hidup, mustinya kita perlu benar benar memahaminya...
.
6. Tentukan salah satu (ibunya atau ayahnya) yg konsentrasi penuh untuk menangani thaller, kompromilah dengan baik baik...
Dari pengalaman yg ada dan yg terkumpulkan, hanya ortu sendirilah yg bisa "tahan banting" ketika mengurus perawatan thalasemia mayor...
.
7. Usahakan untuk tranfusi di ruang bersama, sebaiknya jangan di ruang privasi, itu akan banyak membantu perkembangan psikologi si anak...
.
8. Jika memutuskan mau menempuh "tranplantasi sumsum tulang", jaga dengan ketat kondisi si anak, agar nanti jika sudah memungkinkan, kondisi tubuh si anak masih mungkin menempuhnya... Perlu ditangani oleh dokter yg mumpuni, karena akan sedikit berbeda dan perlu lebih ketat dibanding penanganan thalasemia mayor pada umumnya
.
9. Bergabunglah dengan perkumpulan ortu thaller agar bisa saling sharing dalam menangani anak sebaik mungkin... Jika didaerahnya sudah ada popti (persatuan orang tua penyandang thalasemia indonesia), gabunglaah dan buat kartu anggotanya... Jika belum ada, carilah popti di daerah terdekat... Jika masih tidak mungkin, dirikan popti didaerah sendiri...
.
10. Jangan terlalu lama larut dalam kesedihannya, cepatlah bangkit, karena peran ortu sangat menentukaan perkembangan si anak...
.
11. Jika sudah paham 'apa itu thalasemia?', bantulah masyarakat sekitar, putuskanlah rantai kelahiran bayi dengan thalasemia mayor...
.
Nah itu yg sempet terpikir oleh saya saat ini... Silahkan di simpan, jika saat kini masih belum bisa konsentrasi untuk menyimaknya...
.
Silahkan ortu thaller lain jika mau menambahkan...
.--------
(Belum melalui proses editing)
Andrianto Gandhi

























