Saya sudah mengerti bagaimana thalasemia mempengaruhi badan saya tapi saya belum mengerti bagamana thalasemia mempengaruhi saya sebagai manusia, dan pengaruh itu pasti telah terjadi pada badan saya?
Baiklah, setiap orang dan setiap keluarga adalah unik, dan dipengaruhi oleh thalasemia, bereaksi terhadapnya, dan berurusan dengannya dalam cara yang unik pula. Bagaimanapun, kami mengetahui beberapa hal mengenai perkembangan sekitar keluarga dan individu, yang bisa membantu kamu memahami hal-hal itu sedikit lebih baik. Kita harus mulai dengan membicarakan sedikit mengenai kemungkinan yang terjadi pada kamu dan keluargamu ketika kamu didiagnosa mempunyai thalasemia.
Ketika dua manusia memutuskan untuk menikah, mereka mulai dengan gagasan bahwa mereka ingin selalu bersama dalam suka dan duka. Tentu saja, tak seorangpun yang mengetahui terlebih dahulu suka dan duka apa yang akan terjadi, namun keduanya percaya bahwa dengan melakukan bersama mereka dapat melewatinya. Hal yang terakhir yang mereka bayangkan adalah ketika mereka memutuskan untuk mempunyai seorang anak, anak mereka akan lahir dengan suatu penyakit kronis sebab mereka adalah pembawa sifat. Di awal pernikahan mereka, pasangan mencoba untuk mengatasi hidup mereka satu sama lain. Mereka merundingkan perbedaan-perbedaan mereka, dan membangun jalan hidup bersama. Sebagian pasangan mempunyai kesukaran dalam menyelesaikan perselisihan paham dan konflik dimulai dari awal. Cepat atau lambat kebanyakan pasangan memutuskan untuk mempunyai anak. Mereka berharap bahwa ini akan membantu memperkuat komitmen bersama mereka, namun tentu saja banyak orang yang tidak tahu bahwa kehadiran anak-anak dalam kehidupan mereka akan merubah mereka, atau hubungan mereka dengan pasangannya. Ketika seorang anak lahir, biasanya memerlukan waktu bagi pasangan itu untuk merundingkan kembali hubungan mereka dan untuk penyesuaian yang penuh terhadap kehadiran anggota keluarga yang baru.
Diagnosa thalasemia biasanya datang pada suatu awal dan waktu yang kritis dalam hidup keduanya, anak dan pasangan itu. Biasanya bahkan sang orang tua tidak mengetahui apa itu thalasemia. Hasilnya adalah normal dan dapat diduga: orang tua itu sangat terkejut, patah harapan dan kecewa. Mereka berada dalam keadaan putus asa sebab mereka tidak mengetahui bagaimana cara mengatasi peristiwa yang begitu tragis dan tak dapat terduga seperti itu dalam hidup mereka, dan kehidupan anak mereka. Sering kehadiran penyakit ini membawa orang tua itu semakin dekat, untuk saling menolong dalam menghadapi kemalangan yang umum dalam hidup mereka. Bagaimanapun juga, hal ini dapat mendorong mereka untuk berpisah, jika si ibu mengikat perhatian sepenuhnya dengan si anak yang sakit dan meninggalkan pasangannya dan setiap anaknya yang lain keluar dari perhatiannya. Tak peduli bagaimana setiap keluarga, setiap ibu, ayah, saudara laki laki maupun perempuan berurusan dengan peristiwa yang tak terduga ini, sungguh bukan suatu tugas yang mudah! Orang tua perlu diberitahukan dan memahami apaitu thalasemia. Mereka perlu banyak dukungan dan dorongan untuk belajar bagaimana cara berhadapan dengannya dalam cara yang paling efektif, dan dengan suatu cara yang akan menimbulkan masalah sekecil mungkin pada anak mereka. Karena itulah bantuan dari seorang psikolog dapat menjadi sangat berguna pada saat yang kritis ini.
Namun bagaimana thalasemia mempengaruhi perkembangan psikologis saya?
Thalasemia dapat mempunyai suatu efek yang sangat besar dalam perkembangan psikologismu, baik pada masa kanak-kanak maupun pada masa dewasa. Erik Erikson, seorang psikolog terkemuka, telah menjelaskan bagaimana semua kemanusiaan melewati delapan tahap kehidupan. Setiap tahap mempunyai hal yang positif, atau hasil yang diinginkan, dan hal yang negatif, atau hasil yang tidak diinginkan. Apakah hasil dari setiap tahap akan menjadi positif dan meningkatkan pertumbuhan atau tidak, tergantung pada beribu faktor. Kehadiran thalassaemia dapat mempunyai efek pada setiap tahap tahap ini.
Menurutmu apakah pengaruh thalasemia pada perkembangan anak anak?
Terdapat empat tahap besar di dalam perkembangan psikologis pada masa kanak-kanak. Pengembangan kepercayaan, otonomi, prakarsa dan ketekunan (trust, autonomy, initiative, and industriousness). Mari kita lihat satu persatu, dan bagaimana cara thalasemia mempengaruhinya.
Tahun ke-1. Hal pertama yang kita serukan untuk belajar dalam hidup ini adalah bagaimana untuk PERCAYA. Sebagai bayi kita tidak bisa bertahan sendiri. Kita sepenuhnya tergantung pada orang yang mengasuh kita. Kita berharap dan ingin bahwa orang ini (biasanya ibu kita) mempunyai kemungkinan niat terbaik, tetapi kita dapat belajar untuk percaya kepadanya hanya dengan mengalami kasih sayang dan kepeduliannya yang konsisten. Hasrat Dan Kesediaannya ada di sana untuk kita merupakan yang paling penting, terutama selama tahun pertama hidup kita. Diagnosa thalasemia selama tahun pertama hidup ini membuat hal yang lebih rumit untuk keduanya si anak dan si orang tua. Orang tua sedang melintasi waktu berduka dan tergoncang, dan sering mereka tidak mengetahui bagaimana cara berhadapan dengan bayi mereka. Mereka merasa berdosa dan mereka merasa bertanggung jawab. Sering mereka juga marah terhadap kemalangan yang mendadak ini. Perubahan pada orang tua ini, dan perubahan perilaku mereka ke si anak, dikombinasikan dengan perawatan awal yang menyakitkan dapat membuat sangat sulit bagi si anak untuk mengembangkan rasa percaya pada orang lain. Si-anak tidak akan bisa memahami apa yang tiba tiba terjadi, apa yang telah merubah hidupnya secara begitu dramatis. Si anak merasakan perbedaan itu namun tak ada cara untuk menjelaskan ataupun untuk memahaminya. Meskipun sianak terlalu sangat muda untuk memahami gagasan suatu penyakit turunan yang kronis, ia mampu khususnya untuk merasakan ketika ia sedang benar-benar dicintai, dan diperlakukan dengan kejujuran.
Tahun ke-2. Dalam rangka menjadi matang, kompeten, dan mandiri seseorang harus mulai mengembangkan suatu pengertian dasar OTONOMI pada saat mereka memasuki “masa belajar berjalan” (Todderhood). Masa yang disebut “dua yang mengerikan” (Terrible two’s) merupakan masa yang sulit bagi orang tua (tentu saja lebih sedikit dibanding masa remaja) sebab sianak mulai berkata “tidak” dan mempunyai pendapat sendiri. Sebagai tambahan anak mulai bergerak disekitarnya sendiri. Sekarang ia bisa pindah dan bergerak kearah ibunya atau orang lain, dan mulai menjelajahi dunia. Jika otonomi dan keingin-tahuan yang baru saja dikembangkan ini dirintangi oleh perlindungan yang berlebihan dan ketakutan dari orangtua, si-anak mengembangkan rasa malu, dan ragu dalam keinginan dan kemampuannya. Sangat sering orang lain, seperti halnya orang tua dan para profesional medis percaya bahwa seorang anak yang sakit adalah lemah, peka dan dalam kondisi butuh lebih perlindungan dan pengawasan tetap. Bagaimanapun juga sikap ini mengkomunikasikan gagasan kepada si-anak bahwa ia lebih rendah dan lebih sedikit kemampuannya. Ketakutan bahwa sesuatu mungkin terjadi pada si-anak atau bahwa si-anak tidak akan mampu melakukannya sendiri bertentangan dengan perkembangan otonomi. Otonomi anak thalassaemia dirintangi tidak hanya oleh orang tua, tetapi juga oleh perawatan medis yang meningkatkan ketergantungan akan kehadiran orang dewasa dan ketakberdayaan dalam ketidakhadiran mereka. Ini meliputi orang tua, dokter, juga donor darah. Jadi isu otonomi, ketergantungan, kemandirian, percaya diri dan yang lain, menjadi lebih kompleks, dan lebih sukar untuk diselesaikan, daripada mereka, anak-anak tanpa thalasemia.
Tahun ke-3 s/d 5-6. Pada tahap berikutnya, si-anak mulai untuk membuat aktivitas sendiri, seperti bermain dengan anak-anak yang lain, berkomunikasi dengan yang lebih dewasa, dll. Perkembangan PRAKARSA adalah penting dalam rangka persiapan si-anak ke sekolah. Ketakutan, Perlindungan yang berlebihan, dan batasan faktor perawatan medis (termasuk perawatan desferal yang biasanya dimulai sekitar masa ini) dapat membuat si-anak thalassaemia merasakan ragu-ragu mengenai kemampuannya dan merasa bersalah untuk berusaha melakukan sesuatu hal sendiri. Merupakan suatu hal yang sangat penting bagi orang tua dan penyedia layanan kesehatan untuk mengijinkan anak-anak thalasemia menyatakan diri mereka sendiri, dan ikut ambil bagian dalam semua aktivitas sesuai dengan umur mereka. Cacat fisik mereka haruslah tidak diperluas ke dalam suatu cacat emosional atau cacat mental, yang seharusnya tidak ada.
Tahun ke-6-7 s/d 12-13. Ketika si-anak masuk sekolah orang tua harus berurusan dengan perhatian penting yang lain; memperkenalkan anak mereka kepada dunia. Semua orang tua memperhatikan apa yang akan anak mereka lakukan di sekolah. Apakah si-anak cukup cerdas, cukup tangkas, cukup dihormati, dll.
Bagaimana nanti para guru dan anak anak yang lain menerima dan menilai si-anak?
Perhatian ini bahkan lebih menonjol bagi orang tua sianak thalasemia. Si-anak harus mengembangkan KETEKUNAN dan harus didukung untuk menjadi tangkas keduanya secara akademis dan secara sosial, dan tidak dibuat untuk merasakan lebih rendah diri dan kurang tangkas dibanding anak yang lain. Tentu saja benar bahwa banyak orang dewasa dapat sangat berprasangka terhadap seorang anak yang sakit, sebagian oleh karena ketidaktahuan dan sebagian lagi oleh karena ketakutan mereka sendiri dari apa yang artinya menjadi sakit. Bagaimanapun, hal yang paling utama adalah bagaimana siorang tua merasakan, dan pesan yang mereka teruskan kepada si anak dan kepada sistem sekolah.
Empat tahap pengembangan ini dapat dipecahkan secara positif (yaitu, anak mengembangkan kepercayaan, otonomi, prakarsa dan ketekunan) atau secara negatif (yaitu., anak mengembangkan ketidak-percayaan, malu dan keraguan, rasa bersalah, dan sifat rendah diri). Hali ini adalah kritis untuk seberapa baik persiapan si-anak untuk memasuki masa remaja. Tentu saja tak seorangpun yang pernah mempunyai masa kanak-kanak yang sempurna seperti segalanya akan jadi positif. Tetapi adalah penting untuk mengenali tingkatnya yang mana, sebagai contoh, kita adalah bersifat curiga atau penunggang kesalahan (guilt-ridden), dan takut untuk menjadi kita sendiri.
Tetapi mengapa masa remaja selalu dipikir sebagai masa yang sulit?
Masa remaja pada dasarnya merupakan suatu tahap persiapan untuk memasuki kedewasaan. Kedewasaan berarti meninggalkan rumah, penetapan hubungan karib/intim di luar keluarga, penyelesaian pendidikan seseorang dan memasuki dunia pekerjaan. Anak remaja menjadi lebih sadar akan tugas ini dan harus mulai mempersiapkan dirinya sendiri. Dalam rangka melakukan ini, para remaja harus mulai membentuk IDENTITAS mereka sendiri. Sejumlah hal membuat masa remaja menjadi sulit. Pada permulaan terdapat banyak perubahan fisik. Anak perempuan mulai menjadi wanita dan demikian juga dengan anak laki laki. Ini mengakibatkan banyak perubahan emosional juga. Dalam rangka sepenuhnya memahami kenapa begitu sulit menjadi seorang remaja, kita harus menyadari bahwa masa remaja juga membawa perubahan mental yang penting.
Remaja bisa berpikir dengan cara yang sangat berbeda dari seorang anak. Anak remaja mulai ingin tahu sekitar keberadaan mereka dengan cara yang lebih abstrak dan lebih filosofis. Seperti pertanyaan Siapa saya? Apa yang ingin saya lakukan dalam hidup saya? dll. menjadi sangat penting buat mereka. Memiliki thalasemia dapat membuat pertanyaan pertanyaan seperti itu menjadi lebih sulit oleh karena mempunyai suatu penyakit kronis bukanlah suatu yang dapat dengan mudah diterima dan diintegrasikan kedalam satu identitas. Tak seorangpun suka berpikir bahwa mereka sakit, dan khususnya bahwa mereka mempunyai suatu beban seumur hidup. Sering ditambah komplikasi seperti kencing manis, masalah pertumbuhan dan hormonal, dan takut akan hidup yang lebih pendek. Semua dapat mempersulit persoalan. Pertanyaan tentang kemampuan seseorang untuk sungguh-sungguh mandiri dan mencukupi sendiri, dibuat lebih sulit oleh karena peningkatan ketergantungan fisik dalam kaitannya dengan perawatan, dan cara orang lain memandang remaja thalasemia. Secara umum dikatakan, remaja cenderung bereaksi melawan apa yang diberitahukan kepada mereka oleh bentuk "otoritas", dalam rangka mengumumkan kemerdekaan mereka dan hak-hak mereka untuk mempunyai pandangan mereka sendiri.
Usaha mereka, yang sungguh normal dan sesuai, adalah untuk terpisah dari keluarga mereka, dari apa yang umumnya orang dewasa pikir, dan merumuskan pendapat mereka sendiri, keberadaan mereka. Teman teman sebaya menjadi suatu sumber pengaruh yang penting, dan termasuk dalam sebuah "kelompok sebaya" adalah kritis untuk penghargaan diri mereka. Pada kasus thalassaemia pemberontakan dapat mengambil bentuk penolakan, atau"pemenuhan" (“Compliance”) yang rendah terhadap perawatan medis, khususnya perawatan Desferal yang paling bertentangan dengan peningkatan hidup sosial mereka. Walaupun hal ini mungkin adalah suatu tahapan ke arah kematangan emosional, ke arah peduli kesehatan sendiri sebab inilah yang diinginkan bukannya yang diberitahukan untuk dilakukan, namun hal ini mungkin juga jadi berbahaya kecuali jika tahap ini dicapai dengan cepat. Dukungan kelompok bisa merupakan suatu bantuan besar untuk remaja berjuang dengan semua pertimbangan dan perhatian yang penting ini.
Bagaimana dengan kehidupan dewasa? Sekarang thalasemia tumbuh ke kedewasaan, apa yang dapat saya ketahui dan akan membantu saya?
Cinta dan Pekerjaan adalah dua area hidup yang penting yang orang dewasa terpanggil untuk memenuhinya dan memberikannya kepuasan. Ketika kita masuk kekedewasaan, dengan beberapa pengertian dasar tentang siapa kita, tentang identitas seksual kita, dan apa yang kita ingin lakukan dalam hidup, tugas sulit dan yang paling utama yang kita harus capai adalah membentuk hubungan karib. Kita harus bisa percaya dan terbuka bagi sebagian orang yang kita pilih dengan hati hati untuk menjadi teman teman kita, sedemikian sehingga kita tidak merasa kesepian dan terisolasi. KEAKRABAN adalah tahap keenam dalam perkembangan emosional. Hal ini dapat sulit dicapai karena untuk dapat mempunyai persahabatan sejati dan persekutuan sejati dalam hidup kita harus rela dan mampu menjadi sangat terbuka terhadap diri kita sendiri. Ini melibatkan beberapa resiko sebab terkadang ketika kita membuka diri kita kita mendapat luka. Sakit emosional dapat lebih serius dibanding sakit fisik maka kita sering melindungi diri kita dengan tidak terbuka terhadap orang lain. Bagaimanapun juga, keakraban sejati tidak bisa dicapai ketika kita menyembunyikan diri kita sendiri.
Namun dapatkah saya terbuka mengenai diri dan tidak terluka?
Bagaimana mudahnya atau berapa banyaknya kita terluka oleh orang lain tergantung pada seberapa penting pendapat mereka untuk kita. Semakin banyak kita menyukai diri kita semakin sedikit kita takut menjadi terbuka, sebab kita merasakan kita mempunyai lebih sedikit hal untuk disembunyikan. Kita menyukai diri kita, kita merasa baik mengenai diri kita. Kita mempedulikan lebih sedikit mengenai apa yang setiap orang akan katakan, dan lebih banyak mengenai apa yang sebagian dari teman dekat kita pikirkan.
Tapi dapatkah saya menyukai saya sendiri, dapatkah teman saya menyukai saya karena saya mempunyai thalasemia?
Memiliki thalassaemia tidak berarti bahwa kamu tidaklah menyenangkan sebagai orang. Semua orang harus belajar bagaimana menyukai dan menerima diri mereka sebagaimana adanya. Tidak ada yang perlu untuk dibuat malu, tidak ada yang perlu membuat kita merasa buruk terhadap kita sendiri karena kita thalassaemia. Semua orang mempunyai kekuatan dan kelemahan, sisi baik dan buruk. Tak seorangpun yang semuanya baik atau semuanya buruk, kecuali dalam kasus sangat jarang. Kita semua harus belajar bagaimana hidup dengan, menerima, menghormati, dan jika mungkin atau perlu, merubah apa yang kita punya dan siapa kita.
Memiliki thalassaemia bukanlah sesuatu yang dapat kita ubah, tetapi kita dapat ubah bagaimana kita merasakan dengan memilikinya. Adalah benar, dan sangat normal, kita sering merasakan bahwa terlalu banyak untuk sebuah beban dan itu membuat hidup kita lebih sulit. Adalah normal terkadang merasa tertekan dan muram, marah dan kecewa. Adalah benar bahwa sebagian orang mungkin tidak dapat berpikir tentang berbagi hidup mereka, tentang menjadi teman, atau tentang mempekerjakan seseorang dengan suatu masalah medis dan sebagai konsekwensinya boleh menampik kita. Adalah benar bahwa hidup dengan lebih sedikit tanpa perawatan, dan kita sering harus berpikir berapa cepat kita akan mati dan mengapa kita harus berjuang banyak. Bagaimanapun juga, semua perhatian-perhatian dan kesulitan-kesulitan ini tidak harus membuat kita tidak menyukai diri kita sendiri, atau berpikir diri kita kurang dari orang lain. Sebaliknya, hal itu mengambil banyak kekuatan dan keberanian untuk menghadapi tantangan dalam berurusan dengan thalasemia.
Jenis pekerjaan apakah yang harus saya pertimbangkan?
PEKERJAAN adalah aspek penting yang lain dari kehidupan orang dewasa. Apakah kita mempunyai thalassaemia atau bukan, memilih suatu karier atau pekerjaan bukanlah suatu tugas yang mudah. Sering kehendak hati kita dipengaruhi oleh apa yang orang lain, masyarakat dan orang tua kita, pertimbangkan sesuai, inginkan dan hormati. Ketika memilih suatu pekerjaan kita harus mempertimbangkan sejumlah faktor. Yang pertama, bekerja adalah penting untuk bisa mencukupi-diri. Kemandirian finansial adalah aspek penting dari mencukupi-diri. Untuk mampu melakukan sesuatu yang kita inginkan dalam hidup, kita harus dapat mengusahakannya dan tidak harus tergantung pada yang lain untuk mencapainya.
Yang kedua, bagaimanapun, kita harus pula mempertimbangkan dengan serius apa yang memberikan kita pemenuhan (fulfillment) dan kepuasan. Memiliki suatu pekerjaan yang membuat kita bosan, tak dipenuhi dan tidak puas, untuk menyediakan keamanan finansial adalah sebuah kompromi yang besar. Di dalam kehidupan dewasa sedikitnya separuh waktu kita digunakan di tempat kerja, jadi mempunyai sebuah pekerjaan yang membuat kita merasa mandek dan tak bahagia bukannya kreatif dan produktif dapat membuat hidup kita sangat tak karuan. Bagian dari kesulitan dalam memilih suatu pekerjaan yang memenuhi dan memuaskan adalah bahwa pilihan itu biasanya dibuat pada masa remaja. Pada waktu itu bagaimanapun juga, kita mungkin tidak mengetahui apayang benar benar kita inginkan dan apa yang membuat kita tidak bahagia, atau bagaimana sesuatu yang ideal dalam pikiran kita dapat dicapai dalam kehidupan nyata. Cukup sering, dikehidupan selanjutnya, orang orang merasa mereka telah membuat pilihan yang salah dan lebih suka melakukan hal yang lain. Hal ini dapat menyebabkan suatu krisis yang besar terutama untuk orang-orang yang berkeluarga dan mempunyai anak. Meskipun penuh resiko untuk meninggalkan sebuah pekerjaan dan suatu hal yang seseorang tahu cara melakukannya, suatu perubahan bisa menjadi suatu pengalaman yang sangat meningkatkan pertumbuhan, dan dapat mendorong kearah hidup yang lebih memenuhi dan memuaskan.
Namun bukankah thalasemia mempengaruhi pilihan karir saya?
Ketika memilih suatu karier adalah penting untuk ingat akan batasan kita. Sebagai contoh, tidaklah realistis memutuskan untuk menjadi seorang atlet profesional. Kita juga harus ingat bahwa dalam rangka memiliki karir yang kita inginkan, kita harus mempunyai pendidikan yang terbaik yang tersedia untuk kita. Thalassaemia itu sendiri tidak mempengaruhi bagaimana kita dapat menjadi kreatif atau produktif. Bagaimanapun juga, semua orang harus berjuang sangat keras untuk menemukan suatu pekerjaan yang memenuhi dan memuaskan, yang juga menyediakan peralatan yang diperlukan untuk bertahan hidup. Kita tidak boleh takut untuk memasuki pasar pekerjaan dan bersaing dengan orang lain untuk suatu posisi yang kita inginkan. Kita harus bisa yakinkan bahwa kita mempunyai ketrampilan dan kecakapan yang diperlukan. Kita jugaharus memiliki perawatan medis yang terbaik, yang tersedia pada waktu yang cocok, sedemikian sehingga perawatan kita tidak bertentangan dengan pendidikan dan pekerjaan kita.
Ketika kita mencapai usia tua, atau semakin dekat dengan kematian kita, kita akan mengkaji ulang hidup kita dan kita akan berpikir tentang dari semua hal yang sudah dan belum kita lakukan. Tahap ke delapan, perkembangan terakhir dari emosional kita adalah mengakhiri hidup kita dengan suatu pengertian INTEGRITAS terhadap penggunaan suatu kehidupan yang baik dan bukannya suatu perasaan KEPUTUS-ASAAN terhadap penggunaan suatu kehidupan yang tidak baik. Bagaimanapun juga, banyak orang yang tidak memiliki wawasan dan kebijaksanaan itu, untuk menyadari bahwa hidup tidak akan terus selamanya. Mereka perlu memulai melakukan semua hal mereka ingin lakukan, dan membuat mereka merasa baik terhadap diri mereka dan hidup mereka sendiri, sebelum semuanya itu menjadi terlambat.
Tapi Saya tengah berpikir tentang kemungkinan saya meninggal lebih cepat dibanding kebanyakan orang dan hal itu sangat menakutkan saya.
Merupakan hal yang alami dan normal bahwa kamu mempunyai pemikiran yang demikian. Dan juga alami dan normal jika pemikiran itu membuat kamu sedih dan penuh ketakutan. Bagaimanapun juga, kematian adalah suatu bagian dari kehidupan. Setiap keberadaan yang telah dilahirkan akan mati. Beberapa kehidupan hanya untuk waktu sesaat atau sejumlah hari, beberapa kehidupan bisa untuk bertahun tahun. Tak ada seorangpun yang tahu sebelumnya kapan miliknya akan mati, tak peduli bagaimana sehatnya mereka.
Kenyataan bahwa suatu hari kita akan mati tidaklah harus menghentikan kita dari kehidupan kita sekarang. Sesungguhnya gagasan mengenai kematian dapat membantu kita memahami betapa pentingnya kehidupan itu. Hal itu dapat membantu kita untuk menghargai hidupdan semua hal yang kita miliki, dan hal itu dapat membuat kita bekerja keras untuk menggapai apa yang kita ingin selesaikan sebelum menjadi terlalu terlambat. Semakin baik kita hidup saat ini semakin sedikit ancaman yang kita rasakan tentang kematian esok hari.
Hal yang paling penting untuk diingat adalah, bahwa karena suatu hari kita semua akan mati, kita harus berusaha untuk membuat setiap saat dan setiap hari dari hidup kita seindah, sepuas dan sepenuh yang dapat kita lakukan. Dalam melakukannya, kita harus, sedini mungkin, mengembangkan suatu perasaan yang mendalam dan percaya bahwa kita mampu, dan berhak, untuk memiliki suatu kehidupan yang bahagia. Thalasemia sepertinya bukanlah suatu rintangan untuk menggapai cara berpikir seperti ini. Itulah cara kita bersaing dengan sesuatu yang dapat merintangi perkembangan kita.
Jakarta, September 2010...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar