Kata AIDS berarti Sindrom Berkurangnya kekebalan yang diperoleh (=”Acquired Immune Deficiency Syndrome”). AIDS adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan suatu virus. (Untuk lebih tepatnya, disebabkan oleh suatu retrovirus: “retro” menjelaskan beberapa kareakteristik biologis yang khusus dari virus tersebut). Penyakit ini pertama kali muncul di Afrika. Virus ini tumbuh dalam limposit, satu kelompok dengan sel darah putih yang berfungsi mempertahankan tubuh terhadap infeksi. Sekali limposit telah diserang oleh virus tersebut, tubuh terbuka terhadap infeksi yang secara normal dapat dihindarkan oleh pertahanannya. Oleh karena inilah mengapa disebut simdrom berkurangnya kekebalan tubuh. Kata “Acquired”(=yang diperoleh) dipakai untuk membedakannya dari beberapa bentuk yang diwariskan yaitu berkurangnya kekebalan tubuh yang ada sejak dilahirkan.
Disebut apakah virus AIDS itu?
Orang orang menyebutnya HIV, singkatan dari "Human Immunodeficiency Virus." (Virus pengurang kekebalan tubuh manusia)
Apakah setiap orang yang terinfeksi HIV selanjutnya akan mendapat AIDS?
Kita tidak cukup pasti tentang itu. Sekarang ini terdapat banyak kasus dimana infeksi belum mengarah kepenyakit tersebut.
Bagaimana kamu mengetahui jika telah terkena infeksi HIV?
Kamu dapat menemukannya melalui uji darah yang khusus, untuk melihat apakah kamu mempunyai antibodi terhadap virus tersebut?
Bagaimana HIV ini ditularkan?
HIV dapat ditularkan melalui tranfusi darah, namun biasanya lebih banyak ditularkan oleh hubungan fisik yang intim, khususnya hubungan sex.
Berapa resiko terkena HIV dari tranfusi darah?
Sangat kecil hingga kamu tak perlu mengkhawatirkannya. Hampir disetiap tempat di dunia ini, setiap unit darah diuji terhadap HIV, dan setiap unit yang terlihat positif tidak akan digunakannya. Jadi kemungkinan untuk mendapatkan infeksi ini kurang lebih satu per sejuta setiap tranfusi. Menyaring darah (“Filtering”) menurunkan resiko lebih jauh, karena virus ini hanya tinggal pada sel darah putih, dan penyaringan menghilangkan sebagian besar dari sel darah putih tersebut.
Meskipun demikian, beberapa penderita thalasemia telah tertular oleh virus AIDS ini, sebelum uji ini tersedia pada bank darah untuk menyaringnya.
Tindakan pencegahan seperti apakah yang perlu diambil oleh pembawa HIV untuk menghindari penyebarannya kepada orang lain?
Tindakan pencegahan utama yang perlu dilakukan menyangkut prilaku sex. Tidak jelas apakah ciuman bernafsu dapat menyebarkan virus tersebut, namun pasti dapat ditularkan dari hubungan sex. Penularan dapat dicegah menggunakan kondom.
Perlukan seseorang yang terinfeksi HIV melakukan tindakan pencegahan yang lain?
Ya, mereka seharusnya diyakinkan untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan medis secara teratur.
Sumber: Thalasemia International Federation
Sumber: Thalasemia International Federation
Ayahuasca & Gold Ash Powder – HIV / AIDS
HIV / AIDS menjadi sebuah penyakit yang sangat menakutkan bagi banyak manusia di jaman modern, penyakit ini telah beberapa dekade menjadi bagian dari penyakit – penyakit berbahaya yang belum ditemukan obatnya secara medis, maka penderita penyakit ini hampir dipastikan menghadapi kematian cepat atau lambat. Banyak temuan obat – obatan baru dalam dunia medis belakangan ini yang bekerja lebih efektif untuk meredam gejala – gejala penyebaran virus AIDS dalam tubuh pasien tetapi tidak satupun obat yang bekerja maksimal untuk menyembuhkan penyakit ini sampai dengan tuntas. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, serangan mereka mampu melemahkan bahkan menghancurkan sistem kekebalan tubuh, maka efeknya adalah AIDS (Acquired Immuno-Deficiency Syndrome), sebuah sindrom yang terjadi karena lemahnya sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini menular melalui kontak kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah dengan sangat mudah, penggunaan jarum suntik, hubungan sex, genetika, adalah faktor – faktor yang merupakan jalur penularan utama dari penyakit yang sangat menakutkan ini. Beberapa tahun lalu China pernah mengembangkan obat – obatan untuk AIDS dari bahan – bahan herbal, dan dinyatakan bahwa pengobatan dengan cara itu lebih efektif dan tidak memiliki resiko bagi penderita, mereka menggunakan bahan dasar hydoxytylosol, asam elagic, punicalagin, xanthone, antosianin, substansi – substansi ini merupakan substansi yang efektif untuk membinasakan virus apapun. Banyak orang tersembuhkan dengan obat – obatan tersebut, tetapi kebanyakan orang memilih jalan yang lebih umum atau proses medis normal di rumah sakit walaupun itu tidak membuahkan hasil maksimal.
Banyak ilmuan yang telah meneliti pengobatan – pengobatan yang lebih efektif untuk menyembuhkan penyakit AIDS, pada prinsipnya virus HIV memang menyerang sistem kekebalan tubuh dan mereka sangat mudah untuk mereplikasikan diri mereka sendiri sehingga peningkatan gejala sangat sulit dicegah. Maka obat yang paling efektif adalah dengan menemukan substansi yang sangat ampuh untuk membasmi virus – virus tersebut dari dalam tubuh penderita. Dr Susana Bustos adalah salah satu ilmuan yang sangat tertarik untuk meneliti obat – obatan tradisional terhadap pengobatan AIDS, penelitian medis telah dilakukan selama beberapa dekade tetapi berakhir dengan membuatnya putus asa untuk menemukan solusi untuk penyembuhan penyakit AIDS yang makin banyak diderita orang – orang saat ini. Susana dan suaminya kemudian memutuskan untuk mengalihkan perhatian kepada pengobatan tradisional, mereka mencari beberapa Shaman dan meminta pandangan dari Shaman – Shaman Indian yang masih ada di sekitar mereka tentang penyakit AIDS. Ada beberapa jawaban yang mereka akhirnya tertarik untuk dalami, seorang Shaman Indian mengungkapkan dengan analogi sederhana, bahwa tubuh kita adalah menyerupai laboratorium mini seperti yang dilakukan dokter dalam penelitian, tubuh menciptakan penyakit itu sendiri dan tubuh itu sendiri yang akan menemukan metode pengobatan terhadap serangan apapun yang masuk ke dalam tubuh, dengan cara membangkitkan sistem kekebalan tubuh (auto immune system). Dan proses ini selalu dilakukan tubuh dengan ‘trial-error’, dan pusat kontrol dari itu semua adalah pikiran. Pada saat ada serangan virus dari luar dan itu sangat sulit dihadapi, maka seringkali pasien akan merasa putus asa dengan itu, ini yang menyebabkan mereka tidak mampu membangkitkan sistem kekebalan tubuh mereka sendiri, karena keputusasaan, maka penyembuhan tidak dapat dilakukan dengan hanya memberikan stimulan terhadap organ fisik apapun yang terserang tanpa membangkitkan pikiran untuk menyerang semua virus dari luar, ini membutuhkan proses yang terintegritas, fisik dan pikiran, dan ini yang tidak pernah disentuh dari sisi medis.
Dr Susana Bustos kemudian mempelajari substansi Ayahuasca seperti yang direkomendasikan oleh beberapa Shaman Indian, Ayahuasca adalah substansi yang tepat untuk menyentuh sisi pikiran dari penderita. Secara penelitian laboratorium, kandungan substansi harmine (alkaloid) dalam Ayahuasca adalah substansi yang sangat efektif untuk memberikan efek regenerasi dan pertumbuhan sel neutron. Ayahuasca memang tidak menyerang secara langsung virus apapun, tetapi dengan kandungan harmine yang berasal dari tumbuhan Banisteriopsis Caapi (bahan dasar Ayahuasca), pertumbuhan sel neuron baru akan terjadi dalam waktu yang singkat, ini efeknya luar biasa hebat untuk membangkitkan sistem kekebalan tubuh manusia, karena pusat kontrolnya ada pada otak. Berdasarkan penelitian ini, Susana kemudian mengembangkan sebuah metode pengobatan AIDS dengan cara yang direkomendasikan oleh para Shaman, integrasi antara pengobatan fisik dengan Ayahuasca sebagai materi herbal utama, dan bimbingan spiritual dari para Shaman, dokter, dan dibantu oleh para misionaris dari gereja Katholik Peru. Gereja – gereja Katholik di Peru selalu menggabungkan ajaran spiritual mereka dengan Shamanism asli Indian, mereka mendukung budaya – budaya Indian untuk berkembang dan menaunginya. Dengan kerja sama ini, mereka telah menemukan cara yang lebih baik untuk menyembuhkan banyak orang dari AIDS. Pola pengobatan seperti ini memang bukan hal yang mudah untuk dipercaya oleh banyak orang, mereka lebih percaya pada pengobatan medis, tetapi ini bisa menjadi salah satu alternatif bagi orang – orang yang ingin mencoba, walupun proyek pengembangan metode ini dilakukan dengan terbatas, pemerintah Peru mendukung usaha – usaha yang dilakukan oleh ilmuan, Shaman, dan Katholik, mereka telah melegitimasi metode ini menjadi salah satu pengobatan herbal dan psikologis sebagai sebuah metode pengobatan baru yang berlaku secara nasional.
Salah satu tipe pengobatan lain yang menarik adalah apa yang dilakukan oleh Dr Ch Murali Manohar (Myanmar), ia adalah seorang penulis buku berjudul ‘Ayurveda for All’, sebuah buku yang membahas teori pengobatan tradisional dari kitab Ayurveda (Hindu). Murali mengungkapkan bahwa tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan, semua berasal dari keberadaan makhluk biologis yang bersifat sama dengan makhluk lain, mereka memiliki pola yang sama dengan alam semesta, maka tidak ada yang tidak dapat dipelajari cara kerjanya. Murali membuka sebuah metode yang mampu mengatasi penyakit AIDS dan penyakit kronis lainnya, ada sebuah substansi yang disebut sebagai ‘Gold Ash Powder’, penemu dari substansi ini adalah U Shein Syaryagyi, seorang master Ayurveda yang berasal dari Burma / Myanmar. Ia menemukan substansi ini setelah ia menjadi master dari Ayurveda, sekitar 40 tahun lalu, dan substansi ini digunakan oleh masyarakat Myanmar sejak 40 tahun lalu untuk menyembuhkan banyak penyakit kronis, seperti hepatitis, kanker, gangguan ginjal, gangguan pikiran, jantung dan bebagai penyakit kronis yang dianggap mengerikan bagi manusia. Gold Ash Powder adalah substansi yang dianggap ajaib oleh masyarakat Myanmar, mereka menggunakan ini sebagai obat – obatan sehari – hari. Dalam penelitian Ch Murali, ia menemukan bahwa substansi Gold Ash Powder bisa menyembuhkan HIV / AIDS, dengan tanpa resiko kepada penderita, penyembuhan bisa berlangsung setahun dengan mengkonsumsi substansi ini. Murali telah mempraktekkan ini kepada banyak orang yang datang ke Myanmar karena menderita HIV / AIDS, dan rata – rata mereka tersembuhkan, dapat hidup normal kembali.
Gold Ash Powder terbuat dari bahan – bahan alami, pengetahuan ini berdasar pada kitab Ayurveda, bahwa tubuh manusia terdiri dari 7 dhaatus (metal) yaitu emas, perak, tembaga, timah, besi, zinc, dan timbal. Penggunaan ketujuh jenis logam ini dalam pengobatan berdasarkan Ayurveda adalah hal yang sangat umum, semua keseimbangan dalam tubuh fisik bergantung pada formulasi ketujuh logam ini, ketidakseimbangan terjadi jika salah satu logam memiliki kadar yang berlebihan atau kurang, ini adalah sumber dari semua penyakit fisik. U Shein Syaryagyi membuat Gold Ash Powder dari materi tujuh logam tersebut yang difermentassikan selama 15 tahun, substansi yang digunakan untuk fermentasi adalah berasal dari asam buah – buahan yang mengandung substansi anti-toksik dan madu pegunungan yang berasal dari sarang lebah yang berada di ketinggian lebih dari 3000 meter diatas permukaan laut. Logam – logam tersebut akan hancur karena proses fermentasi yang terjadi karena asam dari buah – buahan dan madu, lalu setelah semua logam mencair, substansi dijemur dibawah terik matahari, sampai dengan berubah menjadi bubuk, maka substansi tersebut siap untuk dikonsumsi sebagai obat. 40 tahun lalu, saat U Shein Syaryagyi menemukan substansi ini, ia mencobanya sendiri, dan memberikan substansi ini kepada para pengikutnya, efek yang terjadi pada mereka adalah sistem kekebalan tubuh mereka meningkat, semua penyakit yang mereka derita tersembuhkan, dan vitalitas tubuh meningkat. Tidak ada efek samping dalam penggunaan materi ini.
Mungkin banyak orang akan meragukan tentang pengobatan menggunakan logam yang dikonsumsi tubuh, tentu hal ini diluar dari pengetahuan yang umum dikembangkan manusia. Penggambaran sederhananya adalah tubuh kita terdiri dari 70 % air (artinya dengan kandungan mineral – mineral didalamnya termasuk 7 logam), materi logam adalah bagian dari keberadaan fisik. Ketidakseimbangan kadar logam pada tubuh fisik menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan dan penyakitpun datang. Lalu bagaimana logam membentuk keseimbangan tubuh fisik? Logam adalah substansi utama yang terdapat dalam kandungan air didalam tubuh, kita mengenalnya sebagai mineral (yang jika diurai secara kimiawi terdiri dari 7 logam), dengan memasukan formulasi 7 logam dalam porsi yang seimbang ke dalam tubuh, maka substansi ini akan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh, mereka akan mengisi kekurangan kadar logam tertentu dalam tubuh, dan menghilangkan kelebihan logam lain yang ada dalam tubuh, proses ini adalah seperti regenerasi dari semua kandungan logam dalam tubuh. Maka efeknya adalah substansi ini melakukan anti-toksik dengan membuang semua substansi yang tidak dibutuhkan / diinginkan tubuh dalam berproses, termasuk mikroorganisme yang tidak diinginkan dan virus, bakteri, kuman, apapun bentuknya. Maka sebenarnya substansi Gold Ash Powder tidak hanya spesifik untuk penyembuhan penyakit tertentu, tetapi semua penyakit fisik dan pikiran, karena pada prinsipnya dengan keseimbangan seharusnya, tubuh akan membentuk sistem auto-immune yang kuat untuk membuang semua substansi yang tidak dibutuhkan dalam proses.
Gold Ash Powder tidak bisa dibuat oleh sembarang orang, karena proses pembuatannya melibatkan beberapa proses yaitu alchemy (proses kimiawi penguraian materi). Yang kedua adalah proses spiritual, dimana pemahaman pembuat substansi tentang keseimbangan materi logam dalam tubuh harus sangat berdasar, dengan kata lain pembuatnya sendiri harus telah mengalami keseimbangan itu sehingga ia mampu menginterpretasikan keseimbangan dalam bentuk materi logam. Dan ketiga adalah proses yang melibatkan pengaruh dari aliran energi dari 8 penjuru arah mata angin, fermentasi yang sempurna hanya akan terjadi dengan menempatkan substansi tersebut selama 15 tahun pada wilayah yang telah dipersiapkan sebagai ‘portal’ energi alam semesta, merupakan medan magnetik berkekuatan besar yang mampu mendukung proses pencairan logam dengan bantuan asam dari buah – buahan dan madu gunung. Lamanya waktu pembuatan adalah karena proses penguraian logam membutuhkan waktu yang lama secara alami, dan mempercepat proses itu dengan bantuan alat apapun tidak akan efektif. Tidak banyak orang – orang yang tersisa di Bumi ini saat ini yang mampu membuat substansi seperti ini, Myanmar beruntung memiliki master U Shein Syaryagyi yang telah mengembangkan substansi ini sejak 40 tahun lalu. Ia mengajarkan pada pengikutnya untuk membuat substansi Gold Ash Powder untuk digunakan dalam kehidupan mereka. Dr Ch Murali Manohar membuka pengetahuan ini kepada dunia untuk memberikan sebuah solusi tentang penyakit – penyakit yang belum ditemukan obatnya dalam dunia medis. Ilmu – ilmu ini telah ditinggalkan nenek moyang manusia dalam kitab – kitab atau pengetahuan verbal yang disampaikan turun – temurun, hanya saja manusia lebih banyak melupakan itu semua. Pada saat alam semesta menciptakan masalah, maka semua solusi untuk itu juga tersedia di alam semesta, itu adalah prinsip dasar dalam pengobatan tradisional peninggalan nenek moyang manusia.
Penulis: David Devanta



Tidak ada komentar:
Posting Komentar