Kesehatan

Rabu, 28 September 2016

JALAN MENUJU KUASA

"Manusia dilahirkan untuk hidup
dan bukan mempersiapkan hidup."
—BORIS PASTERNAK

Apakah Anda ingat ketika Jimmy Carter masih menjadi Presiden Amerika Serikat, film "The Empire Strikes Back" sedang toptopnya, Yoda dan Pac Man sedang toptopnya, dan tidak ada yang dapat memisahkan Brooke Shields dari Calvinsnya?
Ayatollah Khomeini telah berkuasa di Iran dan menyandera warga Amerika. Di Polandia, seorang tukang listrik dari galangan kapal Gdansk bernama Lech Walesa melakukan hal yang tak terbayangkan: ia memutuskan untuk melawan pemerintahan Komunis. Ia memimpin rekanrekan
sekerjanya melakukan aksi mogok, dan ketika pemerintah berusaha menjauhkannya dari tempat kerjanya, ia memanjat temboknya. Banyak tembok yang roboh sejak saat itu, bukan?
Apakah Anda ingat, mendengar berita bahwa John Lennon dibunuh?
Ingatkah Anda ketika Gunung Saint Helens meletus, meratakan 150 mil (240 km) persegi?
Apakah Anda ingat ketika tim hoki Amerika Serikat yang tidak dijagokan itu mengalahkan tim Soviet, dan memenangkan medali emas Olimpiade?
Itu tahun 1980, lebih dari dua puluh tahun yang lalu.
Apakah Anda ingat lagu-lagu yang menjadi hit pada tahun 1990an, awal dekade ketika Saddam Hussein masih berkuasa di Irak dan menginvasi Kuwait.
Itu sudah lebih dari satu dekade yang lalu.
Di manakah Anda waktu itu?
Apa yang Anda harapkan untuk masa depan Anda, sepuluh tahun atau lebih dari waktu itu?
saat sekarang ini?
Renungkanlah sejenak.
Di manakah Anda ketika itu?
Seperti apakah Anda ketika itu?
Siapa sajakah teman Anda ketika itu?
Apa sajakah pengharapan dan impian Anda ketika itu?
Seandainya seseorang bertanya, "Di manakah Anda nantinya sepuluh atau lima belas tahun lagi atau dua puluh tahun lagi?"
Apakah yang akan Anda jawab?
Apakah Anda sekarang ini berada di mana yang Anda cita-citakan ketika itu?
Dua dekade bisa berlalu dengan cepat bukan?
Yang lebih penting, mungkin seharusnya kita bertanya kepada diri sendiri;
"Bagaimanakah aku akan menjalani sepuluh tahun berikutnya dari kehidupanku? Bagaimanakah aku akan hidup hari ini, untuk menciptakan hari esok yang menjadi komitmenku? 
Apakah yang akan kulakukan mulai dari sekarang? 
Apakah yang penting bagiku sekarang ini, dan apakah yang akan penting bagiku dalam jangka panjang? 
Tindakan apa sajakah yang bisa kuambil hari ini, yang akan membentuk takdirku yang paling hakiki?"

Sepuluh tahun lagi, waktu itu pasti akan tiba.
Pertanyaannya adalah:
Di mana? Akan menjadi siapakah Anda nanti? Bagaimanakah Anda akan hidup nanti? Apakah
yang Anda kontribusikan nanti? Sekaranglah saatnya untuk merancang sepuluh tahun berikutnya dari kehidupan Anda—bukan setelah semuanya itu berlalu. Kita harus memanfaatkan momen yang ada. Kita sudah memasuki paruh awal dekade baru, tahun-tahun awal abad kedua puluh satu!
Kita telah memasuki milenium baru. Tahun 2015 sudah kita lewati, dan sepuluh tahun lagi, Anda akan menengok ke belakang dan mengingat hari ini seolah-olah baru kemarin.
Akankah Anda senang atau terganggu ketika menengok ke belakang nantinya?

Cara paling ampuh untuk membentuk kehidupan kita adalah dengan memastikan diri membuat suatu keputusan dan kemudian mengambil tindakan. 
Perbedaan hasil di antara orangorang itu pada akhirnya adalah karena perbedaan apa yang mereka lakukan dalam situasi yang sama.
Tindakan berbeda memberikan hasil berbeda.
Mengapa?
Sebab tindakan mana pun adalah penyebab yang menggerakkan, dan pengaruhnya akan berakumulasi
menggerakkan kita ke arah yang pasti. Setiap arah menuntun pada tujuan akhir: takdir kita.
Intinya, kalau kita mau mengarahkan kehidupan kita, kita harus mengendalikan tindakan konsisten kita. Bukan apa yang kita lakukan sesekali yang membentuk kehidupan kita, melainkan apa yang kita lakukan secara konsisten. Jadi, pertanyaan kunci terpentingnya adalah: Apakah yang mendahului
tindakan-tindakan kita itu?
Apakah yang menentukan tindakan apa yang kita ambil, dan oleh karenanya, kita menjadi siapa, dan apa tujuan akhir kita dalam kehidupan ini?
Apakah yang menjadi induk dari tindakan itu?
Jawabannya, tentunya, adalah: kuasa keputusan.

Segalanya yang terjadi dalam kehidupan Anda—entah yang menggetarkan atau yang membuat Anda merasa tertantang—dimulai dengan suatu keputusan. Di momen-momen Anda mengambil keputusan itulah takdir Anda dibentuk. Keputusan-keputusan yang Anda ambil sekarang ini, setiap harinya, akan membentuk bagaimana perasaan Anda han ini dan akan menjadi siapa Anda nantinya.
Sementara Anda mengingatingat sepuluh tahun terakhir, adakah saat-saat ketika keputusan yang lain akan menjadikan kehidupan Anda sangat lain dari yang sekarang, entah lebih baik atau lebih buruk? Mungkin misalnya, Anda mengambil suatu keputusan karier yang mengubah kehidupan Anda.
Atau mungkin Anda tidak mengambil keputusan.
Mungkin Anda memutuskan selama sepuluh tahun terakhir untuk menikah—atau bercerai.
Mungkin Anda telah membeli sebuah kaset, sebuah buku, atau menghadiri sebuah seminar dan, akibatnya, mengubah anggapan-anggapan Anda serta tindakan-tindakan Anda.
Mungkin Anda memutuskan untuk mempunyai anak, atau menundanya demi karier.
Mungkin Anda memutuskan untuk berinvestasi dalam rumah atau bisnis.
Mungkin Anda memutuskan untuk mulai berolahraga, atau tidak lagi berolahraga.
Mungkin Anda memutuskan untuk berhenti merokok.
Mungkin Anda memutuskan untuk pindah ke bagian lain di negara yang sama, atau berkeliling dunia. Bagaimanakah keputusan-keputusan tersebut membawa Anda ke titik yang sekarang ini dalam kehidupan Anda?
Apakah Anda mengalami emosi-emosi tragedi atau frustrasi, ketidak-adilan atau ketidak-berpengharapan selama dekade terakhir kehidupan Anda?
Kalau ya, apakah yang Anda putuskan akan Anda lakukan tentang itu?
Apakah Anda mendorong batas-batas Anda, atau apakah Anda menyerah saja?
Bagaimanakah keputusan-keputusan tersebut membentuk jalan kehidupan Anda yang sekarang?

"Manusia bukanlah ciptaan keadaan;
keadaan itulah ciptaan manusia."
—BENJAMIN DISRAELI

Lebih daripada apa pun juga, keputusan-keputusan kitalah, bukan kondisi kehidupan kita, yang menentukan takdir kita. Kita sama-sama tahu bahwa ada orang yang dilahirkan unggul: entah unggul dalam genetika, lingkungan, keluarga, atau hubungan. Akan tetapi, kita juga sama-sama tahu bahwa kita terus saja berjumpa, membaca, dan mendengar tentang orang-orang yang secara tidak disangka-sangka meledak melampaui keterbatasan kondisi mereka dengan mengambil keputusan-keputusan
baru tentang apa yang harus mereka lakukan dengan kehidupan mereka.
Mereka telah menjadi teladan kuasa tak terbatas dari semangat manusia.
Jika kita memutuskan, kita bisa menjadikan kehidupan kita juga salah satu dari teladan yang menginspirasikan itu.
Caranya?
Hanya dengan mengambil keputusan-keputusan hari ini tentang bagaimana kita akan hidup nantinya. Kalau Anda tidak mengambil keputusan tentang bagaimana Anda akan hidup, itu berarti Anda sudah mengambil keputusan bukan? Anda mengambil keputusan untuk diarahkan oleh lingkungan daripada membentuk takdir Anda sendiri.
Seluruh kehidupan kita akan berubah hanya dalam satu hari_hari ketika kita menentukan bukan saja apa yang ingin kita punyai dalam kehidupan kita atau kita ingin menjadi apa, melainkan juga ketika kita memutuskan kita berkomitmen untuk mempunyai apa dan menjadi siapa.
Itu pembedaan yang sederhana, tetapi sangat penting.!!

Renungkanlah sejenak.
Adakah perbedaan antara tertarik kepada sesuatu, dengan berkomitmen terhadapnya?
Tentu saja, ada!
Sering kali orang mengucapkan hal-hal seperti "Mau dong, mendapatkan penghasilan lebih besar," atau "Mau dong lebih dekat dengan anak-anak," atau "Mau dong, memberikan perbedaan di dunia." Akan tetapi, pernyataan seperti itu bukanlah komitmen sama sekali.!!
Itu hanyalah mengungkapkan pilihan, yang intinya mengatakan; "Mau sib itu terjadi, selama aku tidak perlu melakukan apa pun." Itu bukan kuasa! Itu hanyalah doa yang lemah bahkan tanpa iman.
Bukan saja Anda perlu memutuskan hasil-hasil apa yang menjadi komitmen Anda, melainkan juga, menjadi orang seperti apa yang menjadi komitmen Anda.
Anda harus menetapkan standar-standar untuk apa yang Anda anggap sebagai perilaku yang dapat diterima bagi diri sendiri, dan memutuskan apa yang seharusnya Anda harapkan dari orang-orang
yang Anda pedulikan. Kalau Anda tidak menetapkan standar minimal untuk apa yang akan Anda terima dalam kehidupan Anda, mudah sekali Anda merosot ke perilaku dan sikap atau kualitas kehidupan yang jauh di bawah yang pantas Anda dapatkan.
Anda perlu menetapkan dan hidup menurut standar-standar ini apa pun yang terjadi dalam kehidupan Anda. Seandainya semuanya berjalan tidak sesuai rencana, seandainya hujan turun ketika Anda berparade, seandainya pasar saham anjlok, seandainya kekasih Anda meninggalkan Anda, seandainya tidak seorang pun mendukung Anda, Anda harus tetap berkomitmen terhadap keputusan Anda bahwa Anda akan hidup pada tingkatan yang setinggi mungkin.

Sayangnya kebanyakan orang tidak pernah melakukannya karena terlalu sibuk mencari-cari
alasan. Alasan mereka tidak mencapai sasaran-sasaran mereka atau tidak menjalani kehidupan yang mereka inginkan adalah karena cara orangtua mereka memperlakukan mereka, atau karena kurangnya kesempatan ketika masih muda, atau karena pendidikan yang tidak mereka nikmati, atau karena mereka terlalu tua, atau karena mereka terlalu muda.
Semua alasan itu tidak lebih daripada anggapan!
Dan bukan saja anggapan-anggapan itu membatasi, melainkan juga merusak !!.

*********

Tidak ada komentar: