Kesehatan

Kamis, 22 September 2016

IMPIAN TENTANG TAKDIR

"Seorang manusia yang konsisten percaya
kepada takdir, seorang manusia yang
berubah-ubah percaya pada kesempatan."
—BENJAMIN DISRAELI


Kita semua punya impian ...
Kita semua ingin percaya dengan kedalaman jiwa kita, bahwa kita punya karunia istimewa, bahwa kita bisa menghasilkan perbedaan, bahwa kita bisa menyentuh sesama dengan cara yang istimewa, dan bahwa kita bisa menjadikan dunia ini tempat yang lebih baik. Entah kapan dalam kehidupan kita, kita semua mempunyai visi tentang kualitas kehidupan yang kita inginkan dan yang pantas kita dapatkan. Akan tetapi, bagi banyak orang, impian tersebut telah demikian diwarnai oleh frustrasi dan rutinitas kehidupan seharihari sehingga bahkan tidak lagi berupaya mencapainya.
Untuk sebagian besar orang, impiannya telah hilang—bersamaan dengan kemauan untuk membentuk takdirnya. Banyak yang telah kehilangan kepastian yang menciptakan keunggulan sang pemenang. Upaya pencarian dalam kehidupan kita selama ini adalah untuk memulihkan impian itu dan menjadikannya kenyataan, untuk membuat setiap diri kita ingat dan menggunakan kuasa tak terbatas yang tidak aktif di dalam diri kita semua.

                                                        "Manusia dilahirkan untuk hidup
                                                        dan bukan mempersiapkan hidup."
                                                             —BORIS PASTERNAK

Apakah Anda ingat ketika Jimmy Carter masih menjadi Presiden Amerika Serikat, film "The Empire Strikes Back" sedang toptopnya, Yoda dan Pac Man sedang toptopnya, dan tidak ada yang dapat memisahkan Brooke Shields dari Calvinsnya?
Ayatollah Khomeini telah berkuasa di Iran dan menyandera warga Amerika. Di Polandia, seorang tukang listrik dari galangan kapal Gdansk bernama Lech Walesa melakukan hal yang tak terbayangkan: ia memutuskan untuk melawan pemerintahan Komunis. Ia memimpin rekanrekan
sekerjanya melakukan aksi mogok, dan ketika pemerintah berusaha menjauhkannya dari tempat kerjanya, ia memanjat temboknya. Banyak tembok yang roboh sejak saat itu, bukan?
Apakah Anda ingat, mendengar berita bahwa John Lennon dibunuh? Ingatkah Anda ketika Gunung Saint Helens meletus, meratakan 150 mil (240 km) persegi? Apakah Anda ingat ketika tim hoki Amerika Serikat yang tidak dijagokan itu mengalahkan tim Soviet, dan memenangkan medali emas
Olimpiade? Itu tahun 1980, lebih dari dua puluh tahun yang lalu.
Apakah Anda ingat lagulagu yang menjadi hit pada tahun 1990an, awal dekade ketika Saddam Hussein masih berkuasa di Irak dan menginvasi Kuwait.
Itu sudah lebih dari satu dekade yang lalu. Di manakah Anda waktu itu?
Apa yang Anda harapkan untuk masa depan Anda, sepuluh tahun atau lebih dari waktu itu?
saat sekarang ini?
Renungkanlah sejenak.
Di manakah Anda ketika itu?
Seperti apakah Anda ketika itu?
Siapa sajakah teman Anda ketika itu?
Apa sajakah pengharapan dan impian Anda ketika itu? Seandainya seseorang bertanya, "Di manakah Anda nantinya sepuluh atau lima belas tahun lagi atau dua puluh tahun lagi?" apakah yang akan Anda jawab? Apakah Anda sekarang ini berada di mana yang Anda cita-citakan ketika itu?
Dua dekade bisa berlalu dengan cepat bukan?

Yang lebih penting, mungkin seharusnya kita bertanya kepada diri sendiri,
"Bagaimanakah aku akan menjalani sepuluh tahun berikutnya dari kehidupanku?
Bagaimanakah aku akan hidup hari ini, untuk menciptakan hari esok yang menjadi komitmenku? Apakah yang akan kulakukan mulai dari sekarang? Apakah yang penting bagiku sekarang ini, dan apakah yang akan penting bagiku dalam jangka panjang? Tindakan apa sajakah yang bisa kuambil hari ini, yang akan membentuk takdirku yang paling hakiki?"

Sepuluh tahun lagi, Anda pasti tiba.
Pertanyaannya adalah: Di mana?
Akan menjadi siapakah Anda nanti?
Bagaimanakah Anda akan hidup nanti?
Apakah yang Anda kontribusikan nanti?
Sekaranglah saatnya untuk merancang sepuluh tahun berikutnya dari kehidupan Anda—bukan setelah semuanya itu berlalu. Kita harus memanfaatkan momen yang ada. Kita sudah memasuki
paruh awal dekade baru, tahuntahun awal abad kedua puluh satu! Kita telah memasuki milenium baru. Tahun 2015 sudah kita lewati, dan sepuluh tahun lagi, Anda akan menengok ke belakang dan mengingat hari ini seolah-olah baru kemarin.
Akankah Anda senang atau terganggu ketika menengok ke belakang nantinya?

Cara paling ampuh untuk membentuk kehidupan kita adalah dengan memastikan diri mengambil tindakan. Perbedaan hasil di antara orangorang itu pada akhirnya adalah karena perbedaan apa yang mereka lakukan dalam situasi yang sama.
Tindakan berbeda memberikan hasil berbeda.
Mengapa?
Sebab tindakan mana pun adalah penyebab yang menggerakkan, dan pengaruhnya akan berakumulasi
menggerakkan kita ke arah yang pasti. Setiap arah menuntun pada tujuan akhir: takdir kita.
Intinya, kalau kita mau mengarahkan kehidupan kita, kita harus mengendalikan tindakan konsisten kita. Bukan apa yang kita lakukan sesekali yang membentuk kehidupan kita, melainkan apa yang kita lakukan secara konsisten.

Jadi, pertanyaan kunci terpentingnya adalah:
Apakah yang mendahului tindakan-tindakan kita itu?
Apakah yang menentukan tindakan apa yang kita ambil, dan oleh karenanya, kita menjadi siapa, dan apa tujuan akhir kita dalam kehidupan ini?
Apakah yang menjadi induk dari tindakan itu?

Segalanya yang terjadi dalam kehidupan Anda—entah yang menggetarkan atau yang membuat Anda merasa tertantang—dimulai dengan suatu keputusan. Saya percaya bahwa di momen-momen Anda mengambil keputusan itulah takdir Anda dibentuk.
Keputusan-keputusan yang Anda ambil sekarang ini, setiap harinya, akan membentuk bagaimana perasaan Anda han ini dan akan menjadi siapa Anda nantinya.
Sementara Anda mengingat-ingat sepuluh tahun terakhir, adakah saat-saat ketika keputusan yang lain akan menjadikan kehidupan Anda sangat lain dari yang sekarang, entah lebih baik atau lebih buruk? Mungkin misalnya, Anda mengambil suatu keputusan karier yang mengubah kehidupan Anda.
Atau mungkin Anda tidak mengambil keputusan. Mungkin Anda memutuskan selama sepuluh tahun terakhir untuk menikah—atau bercerai. Mungkin Anda telah membeli sebuah kaset, sebuah buku, atau menghadiri sebuah seminar dan, akibatnya, mengubah anggapananggapan Anda serta tindakan2
Anda. Mungkin Anda memutuskan untuk mempunyai anak, atau menundanya demi karier. Mungkin Anda memutuskan untuk berinvestasi dalam rumah atau bisnis. Mungkin Anda memutuskan untuk mulai berolahraga, atau tidak lagi berolahraga. Mungkin Anda memutuskan untuk berhenti merokok.
Mungkin Anda memutuskan untuk pindah ke bagian lain di negara yang sama, atau berkeliling dunia. Bagaimanakah keputusankeputusan tersebut membawa Anda ke titik yang sekarang ini dalam kehidupan Anda?
Apakah Anda mengalami emosiemosi tragedi atau frustrasi, ketidakadilan atau ketidak-berpengharapan selama dekade terakhir kehidupan Anda?
Saya sendiri mengalaminya. Kalau ya, apakah yang Anda putuskan akan Anda lakukan tentang itu? Apakah Anda mendorong batasbatas Anda, atau apakah Anda menyerah saja?
Bagaimanakah keputusan-keputusan tersebut membentuk jalan kehidupan Anda yang sekarang?

"Manusia bukanlah ciptaan keadaan;
keadaan itulah ciptaan manusia."
—BENJAMIN DISRAELI


Lebih daripada apa pun juga, saya percaya bahwa keputusan-keputusan kitalah, bukan kondisi kehidupan kita, yang menentukan takdir kita. Kita sama-sama tahu bahwa ada orang yang dilahirkan unggul: entah unggul dalam genetika, lingkungan, keluarga, atau hubungan. Akan tetapi, kita juga sama-sama tahu bahwa kita terus saja berjumpa, membaca, dan mendengar tentang orang-orang yang secara tidak disangkasangka meledak melampaui keterbatasan kondisi mereka dengan mengambil keputusan-keputusan baru tentang apa yang harus mereka lakukan dengan kehidupan mereka. Mereka telah menjadi teladan kuasa tak terbatas dari semangat manusia.
Jika kita memutuskan, kita bisa menjadikan kehidupan kita juga salah satu dari teladan yang menginspirasikan itu.
Caranya?
Hanya dengan mengambil keputusan-keputusan hari ini tentang bagaimana kita akan hidup nantinya. Kalau Anda tidak mengambil keputusan tentang bagaimana Anda akan hidup, itu berarti Anda sudah mengambil keputusan bukan? Anda mengambil keputusan untuk diarahkan oleh lingkungan daripada membentuk takdir Anda sendiri.
Renungkanlah sejenak.
Adakah perbedaan antara tertarik kepada sesuatu, dengan berkomitmen terhadapnya?
Tentu saja, ada! Sering kali orang mengucapkan hal-hal seperti "Mau dong, mendapatkan penghasilan lebih besar," atau "Mau dong lebih dekat dengan anak-anak," atau "Mau dong, memberikan perbedaan di dunia." Akan tetapi, pernyataan seperti itu bukanlah komitmen sama sekali.
Itu hanyalah mengungkapkan pilihan, yang intinya mengatakan,
"Mau sib itu terjadi, selama aku tidak perlu melakukan apa pun."
Itu bukan kuasa!
Itu hanyalah doa yang lemah bahkan tanpa iman.
Bukan saja Anda perlu memutuskan hasil-hasil apa yang menjadi komitmen Anda, melainkan juga, menjadi orang seperti apa yang menjadi komitmen Anda. Anda harus menetapkan standar-standar untuk apa yang Anda anggap sebagai perilaku yang dapat diterima bagi diri sendiri, dan memutuskan apa yang seharusnya Anda harapkan dari orangorang yang Anda pedulikan. Kalau Anda tidak menetapkan standar minimal untuk apa yang akan Anda terima dalam kehidupan Anda, mudah sekali
Anda merosot ke perilaku dan sikap atau kualitas kehidupan yang jauh di bawah yang pantas Anda dapatkan.
Anda perlu menetapkan dan hidup menurut standar-standar ini apa pun yang terjadi dalam kehidupan Anda. Seandainya semuanya berjalan tidak sesuai rencana, seandainya hujan turun ketika Anda berparade, seandainya pasar saham anjlok, seandainya kekasih Anda meninggalkan Anda, seandainya tidak seorang pun mendukung Anda,
Anda harus tetap berkomitmen terhadap keputusan Anda bahwa Anda akan hidup pada tingkatan yang setinggi mungkin.

Sayangnya kebanyakan orang tidak pernah melakukannya karena terlalu sibuk mencari-cari alasan. Alasan mereka tidak mencapai sasaransasaran mereka atau tidak menjalani kehidupan yang mereka inginkan adalah karena cara orangtua mereka memperlakukan mereka, atau karena kurangnya kesempatan ketika masih muda, atau karena pendidikan yang tidak mereka nikmati, atau karena mereka terlalu tua, atau karena mereka terlalu muda. Semua alasan itu tidak lebih daripada anggapan! Dan bukan saja anggapananggapan itu membatasi, melainkan juga merusak.
Menggunakan kuasa keputusan memberi Anda kapasitas untuk melampaui alasan apa pun untuk mengubah bagian mana pun dari kehidupan Anda dalam seketika. Ini dapat mengubah hubungan-hubungan Anda, lingkungan kerja Anda, tingkat kebugaran fisik Anda, penghasilan Anda, dan kondisikondisi emosional Anda.
Ini bisa menentukan apakah Anda bahagia atau sedih, apakah Anda frustrasi atau gembira, diperbudak oleh keadaan atau mengungkapkan kemerdekaan Anda. Inilah sumber perubahan di dalam seorang individu, sebuah keluarga, sebuah komunitas, sebuah masyarakat, dunia kita.
Apakah yang telah mengubah segalanya di Eropa Timur selama beberapa tahun?
Orangorang di sana—orangorang seperti kita juga—telah mengambil keputusan-keputusan baru tentang apa yang akan mereka tegakkan, apa yang dapat dan tidak dapat diterima bagi mereka, dan apa yang tidak akan lagi mereka toleransi.
Tentunya, keputusan-keputusan Gorbachev membantu menyiapkan jalannya, tetapi tekad dan komitmen Lech Walesa terhadap standar yang lebih tinggilah yang membangun jalan menuju perubahan ekonomi dan politik besarbesaran.


"Mengapakah Anda berangkat kerja hari ini?"
Jawaban mereka biasanya adalah, "Karena itu harus."
Kita perlu mengingat satu hal: dapat dikatakan tidak ada apa pun yang harus kita kerjakan di sini. Tentunya, Anda tidak harus berangkat kerja.
Sama sekali tidak!
Dan tentunya Anda tidak harus bekerja di tempat tertentu pada hari tertentu.
Di Amerika tidak!
Anda tidak harus mengerjakan apa yang telah Anda kerjakan selama sepuluh tahun terakhir.
Anda bisa memutuskan untuk mengerjakan sesuatu yang lain, sesuatu yang baru, hari ini.
Sekarang juga Anda bisa mengambil keputusan: kembali sekolah, menguasai sesuatu, tari atau menyanyi, mengendalikan keuangan Anda, mengubah tubuh menjadi inspirasi, mulai bermeditasi, belajar dansa, mengikuti kegiatan ilmiah, belajar bahasa Prancis, membacakan cerita lebih banyak bagi anak-anak Anda, melewatkan waktu lebih banyak untuk berkebun dan menanam bunga, atau bahkan terbang ke Fiji dan tinggal di pulau, misalnya. Kalau Anda benar-benar memutuskan,
Anda hampir bisa melakukan apa pun.

Jadi, kalau Anda tidak suka hubungan Anda yang sekarang, ambillah keputusan sekarang untuk mengubahnya. Kalau Anda tidak suka pekerjaan Anda yang sekarang, gantilah. Kalau Anda tidak suka perasaan Anda tentang diri sendiri, ubahlah. Kalau tingkatan vitalitas dan kesehatan fisik lebih tinggi yang Anda inginkan, Anda bisa mengubahnya sekarang.
Dalam sesaat Anda dapat memanfaatkan kuasa yang sama yang telah membentuk sejarah.

"Tidak ada yang dapat menentang kemauan manusia yang
berani mempertaruhkan bahkan keberadaannya demi
maksud yang dinyatakannya."
—BENJAMIN DISRAELI

"Tidak ada fakta yang lebih membesarkan hati daripada
kemampuan mutlak seseorang untuk mengangkat
kehidupannya dengan upaya sadar."
— HENRY DAVID THOREAU
Terlalu banyak orang tidak mengambil sebagian besar keputusannya secara sadar, terutama ketiga keputusan yang mutlak penting tersebut; sehingga harga yang dibayar sangat mahal. Bahkan, kebanyakan orang mengalami apa yang saya sebut "Sindrom Niagara". Saya percaya bahwa kehidupan ini ibarat sungai, dan kebanyakan orang terjun ke sungai kehidupan tanpa benar2 sadar memutuskan ingin berakhir di mana.
Jadi, dalam waktu singkat, mereka terperangkap dalam arus: arus kejadian, arus ketakutan, dan arus tantangan.
Ketika sampai di persimpangan sungai, mereka tidak secara sadar memutuskan ke mana mereka ingin menuju, atau mana arah yang tepat bagi mereka. Mereka hanya ikut arus saja. Mereka menjadi bagian massa orang yang diarahkan oleh lingkungan dan bukannya oleh nilai2 mereka sendiri.
Akibatnya, mereka merasa lepas kendali. Mereka tetap berada dalam kondisi tidak sadar ini hingga suatu hari suara air yang deras membangunkan mereka, dan mereka mendapati ternyata mereka tinggal 1,5 m lagi dari Air Terjun Niagara, dalam sebuah perahu tanpa dayung.
Pada titik itu mereka mengatakan, "Astaga!" tetapi terlambat sudah. Mereka akan jatuh. Terkadang kejatuhan emosional. Terkadang kejatuhan fisik. Terkadang kejatuhan keuangan. Kemungkinan besar, apa pun yang menjadi tantangan Anda dalam kehidupan Anda sekarang ini seharusnya bisa dihindarkan oleh keputusan2 yang lebih baik di hulu sungai terlebih dahulu.
Bagaimanakah kita mengubah segalanya kalau terperangkap dalam momentum arus yang deras?
Entah mengambil keputusan untuk mendayung ke arah baru, atau memutuskan untuk merencanakan di depan. Tetapkanlah arah ke
mana Anda benar2 ingin menuju, dan buatlah rencana atau peta sehingga Anda bisa mengambil keputusan2 berkualitas dalam perjalanan Anda.
Walaupun mungkin Anda tidak pernah merenungkannya, otak Anda telah membangun sistem internal untuk mengambil keputusan.
Sistem ini berfungsi seperti daya yang tidak kelihatan, mengarahkan segala pikiran, tindakan, dan perasaan, baik ataupun buruk, setiap momennya dalam kehidupan Anda. Itu
mengendalikan bagaimana Anda mengevaluasikan segalanya dalam kehidupan Anda, dan terutama didorong oleh pikiran bawah sadar Anda.
Yang menakutkan adalah bahwa kebanyakan orang tidak pernah secara sadar mengatur sistem ini. Melainkan, sistem ini diatur selama bertahuntahun oleh sumber2 mulai dari orangtua, rekan sebaya, guru, televisi, iklan, dan kebudayaan pada umumnya. Sistem ini terdiri dari lima komponen:
1) keyakinan2 inti Anda dan aturan2 di bawah sadar Anda,
2) nilai2 kehidupan Anda,
3) acuan Anda,
4) pertanyaan2 kebiasaan yang Anda ajukan kepada diri sendiri, 5) kondisi2 emosional yang Anda alami setiap saatnya.
Hubungan sinergistik di antara kelima unsur ini menciptakan
daya yang bertanggung jawab mendorong Anda atau menghentikan Anda dari mengambil tindakan, membuat Anda mengharapkan atau mengkhawatirkan masa depan, membuat Anda merasa dikasihi atau ditolak, dan mendikte tingkatan sukses dan kebahagiaan Anda. Ini menentukan mengapa Anda melakukan apa yang Anda lakukan dan mengapa Anda tidak melakukan hal2 yang Anda tahu perlu Anda lakukan.
Dengan mengubah salah satu dari kelima unsur ini—entah keyakinan inti atau aturan, nilai, acuan, pertanyaan, atau kondisi emosional—Anda bisa seketika menghasilkan perubahan yang besar kuasanya dan terukur dalam kehidupan Anda.
Yang terpenting, Anda akan melawan penyebabnya daripada
efeknya.
Ingatlah, kalau Anda terus saja makan berlebih, penyebab sesungguhnya biasanya adalah masalah nilai2 atau masalah keyakinan dan bukannya masalah makanan itu sendiri.

Tidak ada komentar: