Mengapa pencangkokan sumsum tulang ini dapat menolong?
Sumsum tulang penderita thalasemia tidak mampu membuat sejumlah sel sel darah merah yang normal. Jika sumsum tulang yang gagal berfungsi ini dapat diganti dengan sumsum tulang yang normal, masalah itu terpecahkan.
Siapa yang dapat memberikan sumsum tulang untuk penderita thalasemia?
Perlu mempunyai “donor yang sepenuhnya cocok” (“Fully compatible donor”), persis sesuai dengan jaringan tubuh si penderita thalasemia, sedemikian sehingga tubuh si penderita tidak akan menolaknya.
Kamu dapat menemukan jika seseorang adalah “donor yang sepenuhnya cocok” atau tidak, dengan uji darah yang khusus [Red. HLA typing]. Donor yang paling memungkinkan adalah saudara kandung dari si penderita itu sendiri. Rata-rata, satu dari empat saudara kandung si penderita adalah donor yang cocok. Bahkan anak yang masih kecil (kira kira berumur 2 tahun) dapat menjadi donor. Orang tua sangat jarang menjadi donor yang cocok, kecuali jika mereka adalah saudara sepupu yang pertama. Hingga kini orang orang yang tidak ada hubungan keluarga tidak pernah menjadi donor yang cocok untuk suatu pencangkokan sumsum yang aman, dan mereka tidak disarankan untk menjadi donor. [Red. Kini sulitnya memperoleh donor sumsum yang sepenuhnya cocok, bisa di ganti dengan stemcell (sel induk) yang diambil dari darah tali pusar. Dengan metoda stemcell ini, ada sebagian dokter yang berani melakukan transplant dengan 5 titik kecocokan HLA dari 6 titik yang sepenuhnya cocok!]
Apakah berbahaya bagi si pendonor untuk memberikan sumsum tulangnya?
Sumsum dihisap ke luar oleh suatu jarum khusus dari tulang panggul dan tulang dada (tulang pipih di depan dada). Si pendonor dibius terlebih dahulu dan tidak merasakan sakit apapun. Tidaklah berbahaya untuk memberikan sumsum, dan proses pengambilannya tidak lebih dari 30 menit saja. Jika si pendonor masih sangat kecil, tranfusi darah mungkin diberikan setelah proses tersebut. Si pendonor biasanya tetap tinggal di rumah sakit selama 24 jam. Resiko pengambilan sumsum tulang sama dengan resiko pembiusan oleh karena itu resikonya sangat kecil.
Bagaimana pencangkokan sumsum tulang itu dilakukan?
Untuk mencangkok sumsum tulang, tahap pertama adalah membuat ruang dalam tulang si penderita untuk sumsum tulang yang baru. Untuk melakukan ini, pasien diberi obat (disebut cyclo-phosphamide dan busulphan) untuk membunuh sumsum tulang si penderita itu sendiri. Obat obat itu dimasukkan melalui mulut dan dapat membuat pasien merasa sungguh sakit. Penghilangan sumsum tulang ini berlangsung sekitar 6 hari lamanya. Sekali ruang telah dibuat, sumsum diambil dari sipendonor dan dicangkokkan ke dalam si penerima. Hal ini dilaksanakan dengan memasukkan sumsum tersebut ke dalam kantong darah dan memberikannya melalui vena, sama seperti tranfusi darah.
Apakah pencangkokan sumsum tulang ini berbahaya?
Ya, hal ini berbahaya. Seperti yang telah dikatakan, pasien harus "dipersiapkan" dengan cara membuang sumsum tulang pasien itu sendiri. Oleh karena sel darah putih dan sel darah pembeku juga dibuat dalam sumsum tulang, jadi mereka dibuang juga. Akan tetapi sel darah putih merupakan bagian penting dari pertahanan kita terhadap infeksi, maka jika si pasien yang telah dipersiapkan untuk pencangkokan sumsum tulang mendapatkan suatu infeksi, mereka dapat mati karena infeksi itu. Ketika sumsum yang baru telah menetap, sumsum itu membuat sel darah putih baru juga membuat sel sel darah merah baru yang normal, sehingga bahaya infeksi berangsur menghilang.
Terkadang badan si pasien bereaksi terhadap sumsumyang dicangkokkan dan membunuhnya. Jika hal ini terjadi proses pencangkokannya gagal, thalasemianya kembali dan si pasien perlu tranfusi yang teratur lagi. Terkadang sumsum yang baru bereaksi terhadap badan si pasien. Inid apat membimbing ke arah suatu penyakit "graft-versus host", yang mana biasanya relatif ringan tetapi terkadang bisa sangat berat!
Oleh karena semua obat yang telah digunakan, sistem kekebalan tubuh tidak bisa bekerja sebaik biasanya untuk waktu sedikitnya 6 bulan setelah proses pencangkokan. Disarankan terutama untuk anak-anak untuk tidak sekolah sedikitnya 6 bulan setelah proses pencangkokan, untuk mengurangi keterbukaan (exposure) mereka terhadap infeksi.
Dapatkah kamu ringkaskan resiko dan hasil dari pencangkokan sumsum tulang?
Ya. Pertama-tama, Penting untuk disadari bahwa resiko dari pencangkokan sumsum tulang berbeda di setiap negara yang berbeda, dan juga berubah dengan waktu, karena kita menjadi lebih berpengalaman. Resiko pencangkokan-sumsum lebih sedikit tergantung pada umur si pasien, dibanding pada seberapa baik ia telah dirawat. Hasilnya paling mungkin menjadi baik jika si pasien telah teratur menggunakan desferal/feriiprox/exjade (tak ada kelebihan zat besi) dan tidak terdapat masalah hati (lever). Ada kesempatan bagus untuk berhasil pada pasien yang mempunyai hati(lever) yang baik, bahkan untuk pasien yang lebih tua sekalipun. Cirrhosis hati adalah suatu masalah serius, dan pencangkokan sumsum tulang tidaklah direkomendasikan untuk pasien seperti itu. Pada pasien yang terawat baik terdapat 90% tingkat penyembuhan. Namun terdapat lebih banyak masalah pada pasien yang kurang terawat dengan baik.
Bagaimana kamu dapat memutuskan apakah melakukan pencangkokan sumsum tulang atau tidak?
Pertama-tama, perlu mempunyai donor yang sepenuhnya cocok. Jadi si pasien harus mempunyai sedikitnya seorang saudara kandung yang sehat. Uji darah khusus (disebut “HLA tissue-typing”) akan menunjukan apakah mereka sepenuhnya cocok atau tidak. Untuk saat ini, jika sipasien tidak mempunyai saudara kandung, juga tidak mempunyai orang tua yang sesuai, maka sungguh tidak ada kemungkinan untuk pencangkokan sumsum tulang.
Kedua, kamu harus sudah mempertimbangkan pokok pokok untuk dan terhadap suatu pencangkokan dengan sangat hati hati, dalam diskusi dengan doktermu dan juga diskusi dengan ahli cangkok. Pencangkokan sumsum tulang merupakan suatu prosedur yang serius, kedua orangtua dan pasien harus mempertimbangkan semua kemungkinan sebelum menyusun pemikiran mereka.
Ketiga, pencangkokan sumsum tulang itu mahal. Pada kebanyakan rumah sakit, biaya pencangkokan sedikitnya £40,000. Di Amerika Serikat bisa diatas $ 100,000. [Red. data tahun 2009, biaya transplantasi berkisar 1.2 milyard rupiah di Singapura, Rp500 Juta rupiah di Kanton-China, dan sekitar Rp. 300 juta rupiah di India]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar