Kesehatan

Minggu, 14 Januari 2018

Kelelahan Mental: Gejala, Penyebab, dan Kiat Pemulihan.

Bagaimana mengenali dan terbebas dari kelelahan.
By: Mohan Garikiparithi



Kelelahan mental adalah kejadian yang umum dan merupakan akibat dari aktivitas otak yang berlebihan. Perasaan terbebani oleh tugas di tempat kerja atau tanggung jawab kepada anak-anak dan anggota keluarga dapat membuat kita merasa frustrasi dan resah. Kondisi ini juga memungkinkan timbul perasaan iri pada orang lain yang kita anggap lebih santai. Bahkan, tingkat stres mental yang tinggi berpotensi membuat kita membenci orang-orang yang tampaknya lebih memiliki kemudahan hidup.

Kelelahan mental dapat dengan mudah dikenali sebagai perasaan "terbakar habis" dari stres jangka panjang yang berlebihan. Gejala awalnya mungkin muncul secara halus, namun memburuk seiring berjalannya waktu.
Penting untuk dicatat bahwa kelelahan mental pada akhirnya dapat bermanifestasi menjadi gejala fisik, emosional dan perilaku. Karena semua atribut ini terhubung ke organ yang menerima beban tekanan tersebut, yakni otak.
- Gejala fisik yang paling kerap terasa adalah terlalu cepat lelah di kebanyakan waktu, cenderung meningkat menjadi sakit pada bagian kepala, punggung atau nyeri pada otot.
Kita juga mendapatkan ada perubahan pada selera makan dan kebiasaan tidur, dst.
- Emosional,.. ini dapat termanifestasi seperti perasaan tidak berdaya karena kita merasa terjebak dan kalah oleh perasaan mental tertekan yang luar biasa. Rasa keraguan dan kegagalan diri mungkin juga menyelimuti sebagian besar pemikiran kita sepanjang hari. Hal ini bisa membuat kita mengisolasi diri dan mengembangkan pandangan
pesimis tentang dunia dan kehidupan pada umumnya.
- Perilaku,.. kita mungkin menyadari bahwa sebenarnya kita kurang menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga karena merasa terlalu lelah untuk melakukannya.
Penundaan dan penarikan diri dari tanggung jawab sebelumnya juga bisa menjadi tanda kelelahan mental. Kebiasaan makan yang berubah; apakah menjadi lebih sering/sedikit atau bertambah/lebih banyak. Penggunaan alkohol atau obat-obatan untuk mengatasi stres juga bisa menjadi prediktor tekanan mental yang meningkat.

Kelelahan mental tidak selalu terjadi dalam satu gerakan. Namun sebaliknya, ia perlahan terakumulasi dari waktu ke waktu. Terlalu banyak bekerja, memiliki terlalu banyak tanggung jawab, atau terlalu banyak peristiwa pahit getir dalam hidup dapat menyebabkan kita mencapai titik didih_dimana pikiran dan tubuh kita sudah tidak dapat bertahan lagi. Inilah saat gejala mulai terwujud !!.

Ketika kapasitas kita dalam mengatasi stres menjadi berkurang, itu akan menyebabkan kita tetap berada dalam kelelahan mental yang terus menerus. Bahkan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang berpotensi serius seperti depresi, penyakit jantung, gangguan autoimun, dlsbg.
Kelelahan mental bisa mengurangi produkvitas aktivitas di hampir semua aspek kehidupan seseorang. Kinerja kerja yang buruk karena produktivitas yang menurun dapat menyebabkan konsekuensi negatif pada pekerjaan kita, seperti turun pangkat atau bahkan dipecat.
Keletihan dan suasana hati yang buruk dapat mempengaruhi orang-orang disekitar kita dan menyebabkan konflik dengan teman dan orang yang kita cintai. Tingkat kelelahan mental kita juga dapat mempengaruhi kemampuan kita dalam aktivitas fisik, karena mental yang tertekan akan menganggap tugas sederhana itu menjadi sulit dan melelahkan karena kurangnya motivasi diri.

Pikiran dan tubuh manusia sebenarnya cukup tangguh dan mampu dalam melakukan pemulihan hampir secara menyeluruh dari luka fisik yang paling berbahaya sekalipun. Hal ini juga berlaku bagi kelelahan mental. Tantangan terbesarnya adalah mengakui adanya perubahan yang perlu dilakukan agar bisa mengisi ulang mental dan tidak merasa bersalah karenanya, seperti;
~ Temukan/luangkan waktu untuk bersantai
Salah satu alasan terbesar akumulasi stres adalah kurangnya waktu yang dialokasikan untuk melepaskan lelah.
Jika kita tidak memiliki waktu untuk menghilangkan stres, maka ia akan terus menumpuk dan mulai mewujud menjadi gejala yang lebih destruktif. Berupaya meluangkan waktu di mana saja untuk memusatkan pikiran tanpa gangguan dapat membantu meringankan pikiran kita. Menghabiskan beberapa saat di tempat yang tenang setelah bekerja dapat membantu
menyeimbangkan tingkat stres sepanjang sisa hari tersebut.

~ Kurangi rangsangan sensorik
Berada di pusaran kebisingan dan cahaya yang berlebihan bisa membombardir indera dan juga mengakibatkan stres. Tubuh kita paling relaks saat duduk di ruangan remana-remang dan sepi dengan sedikit gangguan. Stimulasi sensoris konstan dari perangkat elektronik atau smartphone dapat menyebabkan kelelahan pada indera mata, menyebabkan sakit kepala dan insomnia.
Jika memungkinkan, pergilah ke taman lokal pada akhir pekan. Aktivitas tersebut bisa menyetel ulang sensorik.

Tidak semua hal layak dilakukan, beberapa aspek penting dalam hidup kita mungkin merupakan kontributor terbesar terhadap stres. Mengakui bahwa ada hal-hal yang pantas kita pegang erat dan sayangi serta ikhlas melepaskan beban tak perlu yang mungkin menyebabkan kelelahan mental tersebut, bisa menjadi pengalaman katarsis dan metode penyembuhan yang efektif dab optimal.

Artikel ini awalnya diterbitkan di BelMarraHealth.com.
https://www.belmarrahealth.com/mental-exhaustion-fatigue-symptoms-causes-recovery-tips/
Mohari Garikiparithi adalah seorang penulis komunikasi kesehatan dan mantan dokter. Dia sebelumnya menjabat sebagai Kepala Departemen Mikrobiologi di pusat diagnostic, India. Kini dia lebih menganjurkan penyembuhan kondisi medis yang berbeda tanpa menggunakan obat-obatan konvensional.

Asian Beauty Secret



Bagi Anda yang sering merasa lelah di pagi hari saat akan berangkat bekeraktivitas akibat kurang tidur dimalam hari, ada beberapa cara untuk mengatasi masalah tersebut, seperti; lari pagi, berjemur di bawah sinar matahari selama lebih kurang 15 menit, atau melompat-lompat. Namun, ada cara kuno yang cukup mudah untuk dilakukan agar dapat bisa terjaga sepanjang hari.

Titik pijat ke-1: Tekan titik pijat yang ada di pelipis (lihat gambar foto 1), dekat ujung alis. Pijat memutar searah jarum jam atau sebaliknya sebanyak masing-masing 5 kali selama 3 - 5 detik. Cara ini dapat mengatasi sakit kepala dan nyeri punggung secara umum.

Titik pijat ke-2: Tekan kedua titik pijat yang ada di belakang leher atas yang berbatasan dengan tulang tengkorak (lihat foto-2), dengan menggunakan kedua jari jempol, empat jari lainnya menempel dikepala. Pijat memutar searah jarum jam atau sebaliknya sebanyak masing-masing 5 kali selama 3 - 5 detik.

Titik pijat-3: Tekan titik pijat yang ada di bagian terendah dari telapak tangan (lihat foto-3), dengan menggunakan jari jempol, dan tekan titik yang berada tepat di belakangnya dengan menggunakan jari telunjuk (lihat foto-4). Pijat memutar searah jarum jam atau sebaliknya sebanyak masing-masing 5 kali selama 3 - 5 detik. Cara ini dapat mengatasi pusing dan nyeri pada jantung.

Titik pijat ke-4: Tekan titik pijat yang ada diantara jari telunjuk dan jempol (lihat foto-5), dengan menggunakan jari telunjuk, dan tekan titik yang berada tepat di belakangnya dengan menggunakan jari jempol (lihat foto-6), Pijat memutar searah jarum jam atau sebaliknya dengan cukup kuat sehingga dapat membuat kantuk Anda hilang.
Semoga Bermanfaat _/\_
Disadur dari channel youtube Asian Beauty Secret. Anda dapat menyaksikan videonya di:
https://www.youtube.com/watch?v=CodJwefDUSw

Sabtu, 13 Januari 2018

Berserah diri bukanlah sebuah strategi; ia ada tanpa kehadiran strategi.



Berserah diri sering di salah artikan_hingga ke beberapa penegasan tentang "melepas pergi" dan kemudian di salahgunakan sebagai instruksi untuk bersikap mandiri.
Pertama-tama, mungkin uraian ini bisa membantu untuk menentukan bahwa berserah diri itu bukanlah:
~ Kegagalan atau kekalahan
~ Hukuman
~ Tugas yang bisa kita lakukan atau capai dengan pikiran kita
~ Sebuah akhir

Berserah diri merupakan inti dari semua pelatihan rohani, tidak ada cara yang berdaya ampuh atau mendalam darinya. Namun, apakah arti sebenarnya dari berserah diri itu?

Pada beberapa titik dalam hidup kita, setiap orang akan menemui situasi yang akan mengguncangkan fondasi jati diri dan apa yang menurut kita mampu untuk mengembangkannya. Terkadang situasinya jangka panjang, dan terkadang kejadiannya mendadak dan membuat kewalahan hingga membuat kita
menciptakan strategi penanggulangan secara terburu-buru yang biasanya tidak berguna.
Meskipun rinciannya mungkin berbeda, namun apa yang dibagikan dari pengalaman ini adalah kekuatan untuk membawa kita bersimpuh, secara kiasan dan seringkali secara harfiah.
Mereka juga memiliki kekuatan untuk mengubah kita.

Pikiran kita terus mencoba untuk mengendalikan semua hal yang dihadapi, itulah sifat alamiahnya. Kita memiliki strategi yang tampaknya tak berujung untuk mencoba memastikan bahwa hidup kita terisi dengan pengalaman yang kita inginkan dan menyingkirkan pengalaman yang tidak kita inginkan. Pikiran kita terus melawan, menolak, mengabaikan, mendorong dan bermanuver untuk mengubah situasi yang tidak kita inginkan. Dan kemudian sampai tiba sampai suatu keadaan, kita baru menyadari bahwa kita tidak bisa terus berjuang, entah itu karena perjuangan itu terasa terlalu menyakitkan atau karena akhirnya kita mengerti bahwa usaha yang kita lakukan itu sia-sia.
Di saat inilah penyerahan diri dimulai, dimana semua stategi lainnya mencapai titik nadir.
Tetapi disini, berserah diri bukanlah sebuah strategi; ia ada tanpa kehadiran strategi.

Berserah diri terjadi saat kita tahu atau sadar bahwa kita sudah tidak mengetahui apa-apa lagi, dan tentunya tidak ada yang bisa membantu kita, ketika sudah mentok memikirkan jalan keluar dari lingkaran masalah yang kita hadapi. Dalam penyerahan diri yang sesungguhnya, kita tidak tahu apa yang akan terjadi, apakah akan menjadi lebih buruk atau lebih baik, lebih nyaman atau justru menyakitkan, dlsbg. Yang kita tahu adalah kita sudah tidak bisa lagi melakukan seperti yang selama ini kita lakukan. Tetapi yang menakjubkan adalah, di saat kita mampu untuk berserah diri, akan timbul perasaan damai yang luar biasa. Walau bukan lantas berarti situasi tersebut menjadi lebih baik atau lebih mudah, namun kita merasakan perasaan lebih baik saat kita sadar bahwa jauh di lubuk hati, kita sudah tidak dapat memperbaiki atau mengetahui lebih jauh lagi.
Anehnya, sesuatu di dalam diri kita merasa relaks saat kita mengetahui bahwa memang pada dasarnya kita tidak tahu jalan keluar yang sebenarnya, kita merasakan kelembutan di dalam diri kita ketika setuju untuk mengikhlaskan diri pada kekuatan yang lebih besar. Disaat bersimpuh, secara paradoks, kita merasakan adanya remisi dari penderitaan tersebut.

Saat kita berserah diri, kita ikhlas, tetapi tidak seperti pasrah atau menyerah seperti yang biasa kita pikirkan. Kita tidak menyerah pada situasi ini, namun kita melepaskan gagasan bahwa kita mampu mengendalikan situasinya seperti yang kita lakukan selama ini. Ketika sadar bahwa selama ini kita telah melakukan kesalahan pada keyakinan yang kita buat.

Berserah diri atau ikhlas adalah kemauan untuk memenuhi hidup seperti apa adanya dan berhenti berperang dengannya, atau mencoba mengubah apa adanya.
Sebenarnya, kita cukup berserah pada apa adanya saat ini. Kita menyelami ke dalam pengalaman nyata, apa yang kita rasakan, perasaan, dan hidup pada saat ini. Kita sependapat untuk merasakan hidup seperti itu, tanpa ide-ide dan gagasan-gagasan pikiran yang kita tambah-tambahkan,
menghilangkannya, memanipulasi, atau melakukan apa pun untuk itu.
Kita mencoba bertanya pada diri sendiri: "Seperti apa rasanya jika saya membiarkan
semuanya berjalan seperti apa adanya?, Jika saya tidak melakukan apapun, apa pengalaman sebenarnya saat ini?" rasakan ini, disini, sekarang !!.

Berserah diri, pada intinya, adalah kemauan untuk memenuhi kehidupan seperti apa adanya, berhenti berkelahi atau mencoba apa adanya dan sungguh-sungguh tidak perduli apa katalisnya, entah penyerahan itu sesaat atau akan berlangsung seumur hidup, hadiah yang dihasilkan tetap sama; perasaan lega, puji syukur, rahmat dan sukacita.
Berserah diri bukanlah sesuatu yang mudah dicapai oleh pikiran kita, tetapi kita dapat mengundangnya ke dalam  kehidupan kita dengan kesadaran. Dan syukurlah, ketika kita tidak memiliki pilihan selain menyerahkan kendali semu, kita kemudian bisa merasakan adanya kekuatan yang lebih besar dan tidak dapat diketahui.
Kita bisa mengalami diri kita mengalir di sungai kehidupan, sungai yang sebenarnya menjadi bagian dari kita.

Jumat, 05 Januari 2018

Resolusi Nurani di Tengah Paradoks Nilai



Resolusi Nurani di Tengah Paradoks Nilai

Selamat jalan tahun 2017. Selamat datang tahun 2018. Moment tahun baru bagi umat manusia dibumi selalu dimaknai dengan ekspresi dan pemaknaan yang berbeda-beda.
Ada yang menyambutnya dengan penuh gempita. Dirayakan dengan pesta kembang api, berwisata dan bersuka ria. Di tempat yang monumental mereka berkumpul, meniup keras sangkakala sehingga menggema sampai ke angkasa. Ekspresi kegembiraan muncul dimana-mana. Tradisi ini terjadi hampir di seluruh pelosok dunia dari gurun panas membakar hingga dinginnya Kutub Selatan dan Utara. Dari sisi ini, pergantian tahun dimaknai sebagai peristiwa budaya pesta dan peristiwa ekonomi yang sangat besar diseluruh dunia, yaitu pesta belanja.

Namun ada sebagian kecil yang berfikir jernih;
Apa artinya pergantian tahun?
Apakah ini tentang kembang api yang membahana di seluruh angkasa?
Apakah hanya tentang pesta?
Apakah tentang plesiran saja?
Apakah tentang belanja dan menghamburkan sumber daya?

Bukankah pergantian tahun sebenarnya hanya proses hitungan astronomi dan penanggalan belaka?
Ya,. !!
Ini hanya tentang pergantian dari durasi waktu yang satu ke durasi waktu yang lain sesuai kalender Masehi yang digunakan secara universal saat ini. Manusia hidup dalam suatu rentang ruang dan waktu, setiap manusia lahir ke dunia dengan kontrak durasi waktu dengan Alam Semesta.
Lahir, tua, sakit dan kematian adalah siklus yang terjadi bagi setiap kehidupan. Setiap orang memiliki durasi waktu yang berbeda-beda. Ini sudah ada dalam dokumentasi Langit sebelum proses kelahiran itu terjadi.

Lalu, apa makna waktu bagi kita?
Waktu sebenarnya mempunyai makna yang sangat penting bagi manusia menunaikan misi masing-masing sesuai prosesnya.
Tetapi, siapakah kita?
Dari manakah kita berasal?
Mengapa kita bisa berada disini?
Dan, kemanakah kita akan pergi?
Adalah pertanyaan ortodoks/murni di seluruh dunia. Pertanyaan filosofis ini, seiring orientasi pemikiran manusia yang semakin hari semakin materialistis menjadi terabaikan dan seperti lelucon saja.

Baru-baru ini kita dikagetkan dengan adanya temuan bahwa manusia bukan berasal dari dari bumi, tetapi datang dari suatu tempat yang sangat jauh_milyaran tahun cahaya. Barangkali berasal dari tempat yang belum kita bayangkan sebelumnya (neverland).
Sebuah riset para ahli astronomi yang dipublikasikan pada Juli 2017 pada Montly Notice of the Astronomical Society tentang Analisa Materi Galaksi menemukan bahwa 50% dari partikel atom yang ada di sistem Bima Sakti, di bumi dan pada manusia, bukan berasal dari tempat ini (bumi) melainkan berasal dari luar sistem tata surya nun jauh disana,..
http://epochtimes.id/2017/12/28/temuan-ilmiah-terbaru-2017-ubah-konsep-lama/

https://www.ancient-code.com/expert-claims-humans-are-aliens-and-we-were-brought-to-earth-hundreds-of-thousands-of-years-ago/




Mungkin temuan ilmiah diatas merupakan seruan terakhir bagi umat manusia untuk kembali menyadari tujuan dari keberadaannya. Sebuah peringatan yang begitu keras bagi seluruh ras untuk kembali ke jati diri kemanusiaannya..
13 November 2017 lalu, sebanyak 15.000 ilmuwan dari 184 Negara memberikan pernyataan bersama yang dipublikasikan pada majalah Bio Science bahwa "Apabila umat manusia tidak menghentikan perilaku tidak terpujinya terhadap bumi, maka bumi akan segera mengalami kehancuran."
Eksploitasi besar-besaran terhadap bumi, pembakaran bahan bakar fosil yang masif, penggundulan hutan, penangkapan organisme laut yang berlebihan, praktek pembuangan hasil limbah industri yang tidak didaur-ulang, perlombaan senjata nuklir dan perilaku tidak terpuji lainnya akan menyebabkan bumi semakin sakit dan menua lebih cepat dari sebelumnya. Dan bila bumi sudah tidak layak huni, bukankah itu sama artinya dengan kepunahan di muka bumi?

Kebanyakan orang di dunia menyongsong tahun baru dengan memahatkan sebuah resolusi. Resolusi adalah sebuah harapan yang ingin diwujudkan pada satu titik durasi waktu yang satu ke titik durasi waktu yang lain. Diawali tentang suatu intropeksi pada apa yang sudah tercapai dan belum diraih. Resolusi bisa diformulasikan sebagai hasil refleksi tahun lalu plus harapan di hari depan dan ditambah aksi untuk mewujudkan harapan tersebut.

Banyak pemberitaan media dalam dan luar negeri yang memetakan resolusi apa saja yang dibuat oleh manusia di seluruh belahan bumi. Akan tetapi, resolusi yang paling banyak dibuat seringkali berkisar tentang karier, kesuksesan, keluarga, hubungan dengan sesama, kesehatan dst,.
Jarang sekali dibuat sebuah resolusi yang mendasar yang mempertimbangkan segala faktor atau potensi yaitu bumi, manusia dan langit. Kebanyakan demi diri sendiri (egosentrisme) dan sangat jarang ditemukan demi kehidupan lain. Padahal bila temuan dan himbauan 15.000 ilmuwan itu benar yaitu ancaman kemusnahan bumi, walaupun resolusi egosentrisme itu tercapai, maka resolusi dan pencapaian itu semua tidak bernilai sama sekali. Diperlukan sebuah Resolusi Nurani bersama dari segenap ras manusia bahwa bumi ini ibarat sebuah bahtera besar yang menampung seluruh ras manusia. Komitmen bersama dari seluruh umat manusia untuk merawat bumi adalah sebuah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Bumi dan makhluk yang ada diatasnya ibarat ibu dan anaknya. Kebanyakan manusia memperlakukan bumi sebagai objek eksploitasi. Ini ibarat seorang anak yang durhaka pada ibunya.

Untuk membuat resolusi demi semua makhluk dan demi kesinambungan semua kehidupan, sejenak, manusia harus merenungkan eksistensinya. Inti dari eksisitensi jati dirinya yang murni adalah suara hatinya. Suara hati atau nurani adalah benang antara manusia dan yang menjadikannya berada dan seluruh kehidupan dalam semesta. Pada hakikatnya, bumi juga mengandung suatu sifat hakiki yang bisa menjadi penghubung keharmonisan antara manusia, bumi dan langit. Manusia perlu menemukan bahasa universal yang bisa menaharmonisasikan hubungan antara ketiganya sehinggga kesinambungan eksistensi bisa terwujud_karakter atau nilai. Bila orang berhasil mensinkronkan karakter diri, karakter bumi dan karakter langit, itu adalah sebuah kemajuan besar. Namun, ditengah karakter dan nilai yang saling paradoks satu sama lain akan sulit bagi manusia menemukan karakter apa yang merupakan "bahasa bersama" yang mengharmonisasikan tiga potensi (manusia, bumi dan langit).

Kita banyak menemukan manusia mempunyai karakter yang paradoks, misalnya: di satu sisi dia adalah pejuang HAM, tetapi di sisi lain, dia melanggar HAM demi tercapai tujuan perjuangan HAM nya. Di satu sisi, dia adalah pejuang anti-korupsi, namun di sisi lain, ia adalah bagian dari korupsi itu sendiri. Di satu sisi, dia adalah seorang Tokoh Agama dan Spiritual. Namun, disisi lain, dia melanggar nilai nilai Agama dan Spiritualitas. Fenomena inilah yang menunjukkan adanya paradoks nilai. Memperjuangkan kebenaran namun tidak tulus. Memperjuangkan eksistensi lingkungan tetapi sarat dengan muatan kepentingan. Memperjuangkan Agama dan Spiritual tetapi demi kekuasaan dan ketenaran.

Baik kerusakan dan kesinambungan, peperangan dan perdamaian, semuanya dimulai dari kepedulian dari individu ras manusia pada nuraninya. Tahun Baru 2018 ini, sejenak manusia seharusnya memprasastikan resolusi nurani ditengah segala macam paradox nilai yang seakan tak terbendung lagi. Cukup 3 karakter ajaib yang perlu disemaikan (dikultivasikan). Ketiga karakter ini bisa disebut karakter atau bahasa bersama yang bisa menghubungkan tiga potensi.
Tiga karakter ini adalah Sejati (Turthfulness), Baik (Benovelence) dan Sabar (Forbearence).
Hampir seluruh karakter positif yang tercatat dalam sejarah manusia bisa diringkas menjadi tiga karakter ini. Ia berada pada puncak hirarkis piramida dari karakter-karakter positif dunia.

Resolusi Nurani 2018

(Menjadi lebih sejati dan jujur)
Populasi orang jujur semakin langka keberadaannya. Banyak orang rela melakukan 1001 kebohongan dan konspirasi demi suatu kepentingan. Rela membuat pencitraan bermodal besar demi mendongkrak popularitas diri atau demi sebuah prestise, kekuasaan atau simpati publik.
Banyak orang yang ingin cepat kaya dengan jalan yang tidak lurus dengan menipu dan menyalah-gunakan wewenang dan kekuasaan. Ketidak-jujuran bisa melukai masyarakat dan alam.
Sebaliknya, orang jujur adalah orang yang punya kans lebih bahagia daripada orang yang tidak jujur. Dia tidak menentang suara hatinya. Walaupun kejujuran di tengah masyarakat yang tidak jujur terkadang pahit dan penuh derita, namun indah pada akhirnya. Seluruh kehidupan di langit menyambut dengan sukacita kepulangannya. Dalam dunia bisnis, sebenarnya kejujuran adalah intangible asset (aset tak berwujud) yang paling mahal.

Menjadi lebih baik dan berbelas kasih
Berbuat baik dan berbuat belas kasih sejati hanya bisa diwujudkan dengan melepas ego dan kepentingan pribadi. Berbuat baik dan berbelas kasih tanpa pamrih adalah perilaku orang suci dalam sejarah sehingga pengaruh dari kepemimpinan spiritualitas mereka tidak lekang oleh waktu.

Berikut ini kutipan dari kata-kata bijak Mother Theresa berkaitan dengan karakter baik;.
"Bila Anda jujur dan terbuka, mungkin orang lain akan menipumu, tetapi bagaimanapun juga, jujur dan terbukalah."
"Bila Anda baik hati bisa saja orang menuduhmu punya pamrih, tetapi bagaimanapun juga, berbaik hatilah."
"Bila Anda sukses, Anda akan mendapatkan beberapa teman palsu dan beberapa sahabat sejati. Tetapi bagaimanapun, sukseslah."
"Bila Anda mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan, boleh jadi orang menjadi iri. Tetapi bagaimanapun juga berbahagialah."
"Apa yang Anda bangun selama bertahun-tahun mungkin saja akan dihancurkan orang lain dalam semalam. Tetapi bagaimanapun juga tetaplah membangun."
"Kebaikan yang Anda lakukan sepanjang hari mungkin saja besok atau lusa sudah dilupakan orang lain. Tetapi walau bagaimanapun, berbuat-baiklah."
"Berikanlah yang terbaik dari dirimu, sampai pada akhirnya kamu akan tahu bahwa ini adalah urusan antara Anda dengan Tuhan, ini bukan urusan antara Anda dengan mereka."

Menjari sabar
Karakter ini adalah karakter yang terberat untuk diwujudkan pada setiap manusia.
Sampai-sampai aksara China menggambarkan kata sabar ( ren 忍 ) seperti jantung yang diatasnya tergantung sebilah pisau. Untuk mewujudkan ini, terkadang seseorang harus merasakan ketajaman tusukan. Ada pepatah mengatakan bahwa; "Sabar itu berat. Ujiannya sepanjang hayat dan datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu."

Dalam memperjuangkan nilai kebenaran dan kebaikan harus disempurnakan dengan kesabaran. Kalau tidak jadi tidak berarti apa-apa.
Kekuatan perjuangan dengan kesabaran ini dibuktikan oleh tokoh India, Mahatma Gandhi. Dengan perlawanan damai yang konsisten, kolonialisme Inggris di India bisa ditumbangkan. Walaupun pada akhirnya harus mengorbankan nyawa karena serangan extremis, Beliau sudah memaafkan pembunuhnya sebelum sang pelaku meminta maf.
Perjuangan penuh kesabaran ini juga dilakukan oleh kaum minoritas untuk menyadarkan rezim mayoritas yang menindas mereka.

Tiga karakter diatas apabila disemaikan disetiap pribadi dari ras manusia, maka bisa dipastikan dunia ini akan menjadi lebih baik lagi,.
Tentang tiga karakter manusia ini, kita bisa belajar pada bumi kita yang bijak.
Coba bayangkan apa yang terjadi apabila bumi tidak berkarakter sejati, tidak menurut orbit dan bergerak sesuai dengan ritme yang ditetapkan, satu tarian kecil saja bisa memusnahkan makhluk di atasnya. Bila bumi tidak berkarakter 'baik' bagaimana mungkin bumi selalu dengan tanpa ego nya memberikan apa yang dia punya untuk kesejahteraan kehidupan diatasnya.
Dan bagaimana bumi tidak berkarakter sabar, walau dieksploitasi dengan semena-mena, namun dia selalu berusaha memberikan yang terbaik. Seharusnya manusia berterima kasih pada bumi dan partikel dalam semesta, yang sejauh ini masih menjalankan fungsinya dengan cukup baik, Akan tetapi, sampai berapa lama? ?

Yang terakhir "Makhluk hidup diatas bumi mengikuti hukum bumi.
Bumi mengikuti galaksi bima sakti. Dan galaksi kita mengikuti hukum langit (Tao)."
Begitulah keterkaitan antara ketiga potensi (manusia, bumi dan langit), seperti yang diwejangkan para arif bijaksana.

Semoga tahun baru 2018 menjadi tonggak kemanusiaan kita dalam menjadikan bumi sebagai dunia baru yang lebih baik.

Salam Damai _/\_
Sumber : epochtimes.com