Kesehatan

Kamis, 24 Mei 2018

PENJELASAN TENTANG "TUHAN" PARA SAINTIS DAN MATEMATIKAWAN.

          Para saintis dan matematikawan sering menggunakn metafor TUHAN dalam mendeskripsikan pandangan mereka. Apa artinya?
Memang ada metafor Tuhan dalam filsafat Spinoza, yang kemarin di bahas dalam artikel Panteisme di bawah ini. Tetapi untuk Sains dan Matematik, terutama bukan melulu pandangan seperti itu ketika mereka menggunakan metafor "Tuhan".

Beberapa saat lalu, saya juga membuat tulisan tentang PENJELASAN TENTANG ATHEISM dan APA ITU PANTEISME. Untuk yang belum membaca, bagusnya dibaca dulu, karena antara Panteisme dan Atheisme ini ada hubungannya dengan artikel kita kali ini.
Mari kita bedah,..

PENJELASAN TENTANG ATHEISM.



      THEISM adalah kepercayaan terhadap Tuhan. Tuhan Theist bisa bermacam-macam. Karena itulah seorang Theist pasti menganut satu ideologi yang menjelaskan Tuhannya seperti apa. Ideologi itu namanya kepercayaan atau Agama.
ATHEISM itu adalah A-THEISM. A disini artinya NEGASI atau BUKAN.
Jadi, Atheism itu artinya BUKAN THEISM. Atheism cuma satu kondisi dimana seseorang TIDAK PERCAYA AKAN ADANYA SATU SOSOK TUHAN PENCIPTA ALAM. Atheism bukan ideologi, bukan faham, bukan kepercayaan.

Lalu ada yang bertanya, "lalu Atheism mau percaya apa dong?"
Jawabannya, yaa,.. terserah masing-masing atheist tersebut laa. Itu urusan mereka. Atheism sendiri tidak memiliki kepercayaan alternatif. Atheist berarti orang yang tidak percaya sama theism, itu saja!.

Kemudian ada pertanyaan-pertanyaan seperti: "Lalu bagaimana pendapat atheist tentang X? (x isi sendiri saja).
Jawabnya, tidak ada !!. 
Atheism tidak punya pendapat apapun. Yang berpendapat seperti itu masing-masing Atheist, sekelompok kecil saja. Walaupun mungkin banyak dari mereka yang pendapatnya mirip atau hampir serupa.

Apakah Atheist bisa percaya tahyul?  
Jawabnya, BISA.
Walaupun umumnya atheist itu rasional, logis, berbasis fakta, semua itu bukan prasyarat jadi atheist. Atheist bisa juga bodoh, bisa percaya tahyul, bisa jahat. Dia atheist karena TIDAK PERCAYA ALAM DICIPTAKAN TUHAN.

Lalu bagaimana terjadinya alam menurut atheist?
Sudah dibilang berkali-kali, atheism itu tidak punya pendapat! Walaupun begitu, UMUMNYA atheist menyerahkan pada Sains untuk menjawab semua hal yang berhubungan dengan eksistensi di alam raya. Umumnya atheist berpegang pada Sains (tapi gak harus) !! titit.

Apakah atheism itu PILIHAN?
Bukan, seseorang tidak memilih jadi atheist !!. 
Pada saat dia tidak percaya pada adanya Sosok Personal Tuhan Pencipta otomatis dia atheist. Pada saat dia percaya lagi, otomatis bukan atheist !!.

Apakah ada ILMU Atheist?
Ampun beribu ampun !! 
Ga ada !!. 
Atheism itu bukan ilmu, bukan faham, bukan ideologi seperti dijelaskan diatas. Tidak ada yang bisa dipelajari dari atheism. Sekali lagi saya tegaskan, A-theism hanyalah kondisi disaat ketika orang tidak percaya pada adanya Tuhan Pencipta.

Lalu darimana sumber moral seorang Atheist?
Moral manusia berasal dari genetiknya yang melahirkan hati nurani dan empati. Kemudian juga dari akal budi yang membuatnya bisa menimbang2 akibat2 perbuatannya, dari interaksi-interaksi sosialnya, dari lingkungan tempatnya bersosialisasi, dlsbg.

Apakah atheist merasa diri sebagai atheist?
TIDAK SELALU! 
Tergantung lingkungannya. 
Kalo dia berada di lingkungan orang-orang fanatik agama, dia merasa bahwa dia berbeda. Selain itu, umumnya atheist bahkan tidak pernah berpikir bahwa dia atheist. Dia bisa seorang pencinta alam, tukang makan, dsb.

Apa beda Freethinker dan Atheist?
Freethinker itu seseorang yang berpikir independen, menolak dogma atau doktrin. Karena itu bisa dipastikan freethinker tidak percaya pada agama yang terinstitusi. Umumnya freethinker itu juga atheist.

Gimana belajar jadi atheist?
Tidak ada orang yang belajar jadi atheist, tetapi keatheisannya otomatis terbentuk ketika dia tidak percaya adanya Tuhan Pencipta. Tapi kalau Anda sudah tidak percaya, mau diobati dengan apapun kamu tetap atheist.

Gimana kalo saya percaya pada Tuhan yang tidak menciptakan alam raya, gak ngurusin alam raya?
Helloww.. kayaknya kamu  sudah atheist. 
Atheist cuma tidak percaya ada Oknum Tuhan yang punya kecerdasan, yang menciptakan alam raya, dan berkuasa merubah-rubah hal-hal di alam ini.

Jadi percaya pada Tuhan yang pasif bisa jadi atheist?
Yap... Lagipula, apaan tuh Tuhan yang pasif, sudah tidak mencipta, gak ngapa2in, tidak bisa didoain (karena gak berkuasa). Banyak yang percaya gitu untuk kebutuhan spiritualitas aja.

Kenapa atheist selalu merasa perlu untuk berdakwah? 
Umumnya atheist mengeluarkan pendapat KETIKA ada kaum beragama yang dianggap sudah keterlaluan ingin memaksakan keinginannya dalam masyarakat. Selain itu, umumnya atheist tidak mau ambil pusing.

Kenapa atheist dianggap keras berdakwah?
Jelas, yang beranggapan demikian adalah dari masyarakat agamis. 
Di Amrik, atheist terlihat aktif, karena ada fihak Kristen fundamentalis yang berusaha merusak sekularitas Amerika. Tetapi di negara-negara lain yang tidak punya masalah soal agama, atheist adem2 saja.

Kenapa masih ada aja herd behavior pada kelompok atheist?
Atheist adalah kelompok yang paling minim herd behaviornya. Atheist itu diibaratkan sebagai kawanan kucing. Berbeda dengan herd behavior kaum agamis ngikut pemukanya, tidak ada pemuka agama atheist. 
Jadi siapa yang herding siapa?

Apakah atheist ingin menghancurkan agama?
Umumnya atheist justru lebih menghargai kebebasan beragama dan beribadah. Atheist menyuarakan suara rasionalitas, dan sering ditanggapi dengan antipati oleh kaum beragama. Pertanyaan diatas muncul hanya karena kemunculan masalah persepsi sepihak aja.

Apa yang akan terjadi jika suatu saat nanti sains membuktikan bahwa Sosok Tuhan itu ada?
Yaa,.. gak gimana2. 
Semua yang berhasil dibuktikan sains menjadi bagian Sains. Dan kalau Tuhan sudah menjadi sains, kita tidak perlu iman lagi. Agamapun otomatis tidak diperlukan juga, karena Sains lebih mengerti apa itu Tuhan.

Menurut loe, apa yang akan terjadi bila semua manusia menjadi atheist?
Itu gak mungkin terjadi, karena selalu ada manusia yang berdelusi dan membutuhkan dukungan dari "atas". Kalo itu benar-benar terjadi, itu berarti manusia jauh lebih rasional daripada saat ini, kemungkinan-kemungkinan baru terbuka.

Kembali keatas (masih penasaran) di poin 6, atheist kok bisa percaya tahyul?
Kenapa tidak ?. 
Bisa saja seorang tidak percaya adanya Tuhan Pencipta dan Pengontrol alam, tetapi percaya tahyul-tahyul lain seperti roh-roh halus.
Saya tidak percaya tahyul, tetapi tidak berarti semua atheist harus seperti saya dong. Terserah mereka masing-masing laa.
Di artikel ini, saya memberikan pandangan yang general tentang atheism, merangkul sebanyak mungkin jenis atheism, dan memberikan batasan minim. Tidak ada maksud membuat definisi atheism menurut pandangan sebagian atheist. Karena batasan itu sering disalah-artikan seakan meng-exclude yang lain. Kalo atheist mau dikategorikan menurut pemikirannya masing-masing, waduh,.. banyak sekali. Richard Dawkins pernah bilang, mengumpulkan atheist itu seperti mengumpulkan kucing liar. Masing-masing ada maunya sendiri.
Karena itu, saya tempatkan definisi pada titik yang paling merangkul semua jenis atheist.
Menurut saya, lebih baik kita fokus pada apa yang kita rangkul sebagai apa yang kita benar-benar percaya. Jangan pusingin penggolongan.
Artikel ini dibuat karena saya suka ditanya. Tetapi the best, sekali lagi; "jangan memusingkan kamu masuk golongn apa, tetapi bagaimana spiritualitas kamu bisa membuat kamu dan orang banyak memperoleh manfaat dari yang kamu contohkan dengan keatheisanmu dan mereka, kamu dan saya sama-sama merasa sejuk dan aman, bahagia dan damai.
Lanjut,......

APA ITU PANTEISME?
        Karena terlalu sering kata ini disebut dalam berbagai diskusi, ada baiknya kita bahas sedikit tentang "apa itu panteisme" 'secara kritis'. Juga dibahas bagaimana pandangan saintis dalam sejarah tentang hal ini.

Artikel ini akan membahas Panteisme terutama perkembangnnya dari sudut pandang sejarah pemikiran Eropa sesudah era Pencerahan  Akal Budi (Aufklarung). Eropa, pada Abad Pertengahan sampai Aufklarung adalah Era Agama Kristen. Artinya setiap manusia Eropa dinilai dari seberapa Kristennya seseorang. Jika seseorang berbuat baik, dia akan bilang dia berbuat sebagai seorang Kristen yang baik.

      Dan dalam era itu, terdapat juga sekelompok kecil warga Yahudi, walaupun jumlahnya kecil, mereka cukup menentukan sejarah Eropa, terutama sejarah perkembangan Sains. Pada dasarnya terjadi saling pengaruh Yahudi dan Kristen, sehingga inti kepercayaan mereka rata-rata mirip. Perlu diingat, kepercayaan Yahudi pada era itu BERBEDA dengan kepercayaan Yahudi era sebelum Masehi, apalagi Era sebelum dibangunnya Bait Allah Kedua (Second Temple). Ini perlu diingatkan, supaya tidak rancu, menganggap Yahudi itu sama sepanjang sejarah.
Peran agama Kristen pada Abad Pertengahan sampai Aufklarung di Eropa sangat besar, walaupun mereka bukan teokrasi. Pemerintahan di Eropa waktu itu umumnya pemerintahan para feodal, para Raja-raja dan Bangsawan. Para pimpinan gereja merupakan salah satu dari sistem feodal itu.
Walaupun kekuasaan eksekutif tidak berada pada Gereja, untuk urusan agama, Gereja memegang peranan kunci. Walaupun pada era-era terakhir, sudah tidak ada lagi pengadilan Inkuisisi ala Spanyol dulu, Gereja masih punya satu hak, yaitu MENG-EKSKOMUNIKASI-KAN penganut yang dianggap salah. Ekskomunikasi berarti orang-orang beriman dilarang untuk melakukan semua komunikasi dengan orang yang sudah dikenakan hukuman tersebut. Maka, tamatlah karier orang tersebut, karena dia harus keluar dari segala institusi yang mendukungnya, bahkan teman-temannya juga tidak boleh berhubungan dengannya. Berat kan !?
Ide-ide penting yang dishare oleh Kristen dan Yahudi adalah:
Pertama, Ada satu Oknum Pencipta yang terpisah dari dunia, Transenden. Oknum ini personal, punya kecerdasan, punya kehendak. Dia bisa menjawab doa, dia bisa marah dan menghukum. Dia selalu ikut campur dalam urusan dunia.

Kedua,
Oknum Super itu bukan hanya menciptakan segala sesuatu, tetapi juga memberikan hukum=hukum, bukan hanya hukum alam yang rasional, tetapi juga hukum yang menentukan perbuatan mana yang baik dan buruk. Oknum itu membuat standard moralitas untuk manusia.
Supaya manusia taat hukum itu, maka ada HUKUMAN kalau melanggar. Untuk itu harus dibuat ide tentang AKHERAT. Karena dengan ide tersebut, maka hukuman terhadap manusia dilakukan sesudah mati, di dunia akherat.

Jadi Ketiga,
Percaya adanya hidup setelah mati, akherat.
Inti-inti kepercayaan ini yang melahirkan Theisme Eropa waktu itu, yaitu theisme yang berpusat pada kepercayaan adanya Oknum Tuhan Personal, yang punya kehendak, yang bisa menjawab doa, yang bisa menghukum, dlsb.

Bagaimana posisi saintis di Eropa pada saat itu? Mau percaya theisme atau tidak, mereka pasti tidak akan keluar dari jalur, karena tekanan agama yang kuat waktu itu. "Religion was the only game in town", tidak ada orang waras yang mau melanggar. Langgar sedikit, habis semua.
Tetapi perkembangan pemikiran terus ada (walaupun pelan), kepercayaan agama, lama-kelamaan terasa semakin tidak cocok dengan perkembangan jaman.
Nah, tugas para pemikir, dan saintis waktu itu adalah menyelaraskannya. Mereka mengadopsi ide-ide dari filsafat Yunani, dan berkembanglah TEOLOGI yang semakin lama semakin rumit.
Kalau ide-ide Yunani sudah mentok, maka pemikir mulai melahirkan ide-ide baru untuk menyelaraskannya. Misalnya Rene Descartes, filsuf dan matematikawan dan Katolik yang baik, membuat ide metafisika bahwa Tubuh dan Mental itu berbeda. Ahh,.. itu mendukung kepercayaan soal jiwa, bagus.

Tetapi perkembangan sains semakin kencang, keanehan kepercayaan agama semakin sukar dipertahankan. Dilain pihak masih ada ikatan kuat sekali dari akar rumput tentang kepercayaan adanya Tuhan.
Lalu, Bagaimana cara menyelesaikan persoalan ini?
Baruch Spinoza, asalnya Yahudi dari Portugis, membuat pemikiran baru.
Dengan gaya seperti matematikawan (umumnya pemikir waktu itu mengerti matematika, gak kayak saat ini), dia mencoba membuktikan bahwa TUHAN ITU ALAM RAYA.
Cara dia membuktikan adalah dengan menggunakan gaya matematika. Dia membuat definisi terlebih dahulu, lalu dia membuat aksioma-aksioma. Aksioma adalah pernyataan kebenaran yang menurutnya seharusnya bisa dimengerti kebenarannya secara intuitif.  Lalu kemudian baru membuat Teorema-teorema. Jadi persis seperti yang kita dapatkan pada buku math.
Semua kerumitan analisis Spinoza itu cuma berakar dari satu masalah. Pengetahuan Sains yang berkembang mulai membuat manusia mengerti dunia tanpa agama, tetapi pada saat yang sama, saintis tersebut tidak bisa lepas dari agama, entah oleh budaya, atau tekanan masyarakat, dlsbg.
Cara pandang Spinoza kemudian dinamakan dengan PANTEISME. Tuhannya Spinoza adalah Alam ini. Tuhannya bukan tuhan yang personal. Kalau Tuhan tidak personal, tidak ada jati diri. maka tidak ada gunanya seseorang memanggil dia, wong dia bukan Oknum kok. Berdoa juga percuma. Ga ada akherat juga.
Panteisme sebenarnya hanyalah ATEISME TERSELUBUNG. Tuhan nun jauh disana diADAkan karena faktor budaya saja, karena umumnya orang menganut kepercayaan beragama, jadi sekalian meminjam kata TUHAN untuk alam raya ini. Beres toh, bisa klaim bertuhan tapi ga perlu percaya pernak-pernik tahyul Agama.

Steven Weinberg, pemenang Nobel Fisika 1979, menulis dalam bukunya Dreams of a Final Theory, soal Tuhan Penteisme ini. Dia memang menyindir teman-temannya yang mengklaim diri sebagai panteist, walaupun itu cuma selubung dari ateisme. Menjadi ateis di Amerika sangat tidak menyenangkan waktu itu.
Dengan cara yang sama, sebenarnya saya juga munafik sedikit di bio saya, mengklaim diri post-theist. Sama seperti panteist, itu sebenarnya ateist. Saya klaim post-theist karena saya menitik- beratkan diri pada pertanyaan: "sesudah tidak percaya Agama, lalu apa?" Supaya saya tidak terlalu munafik, jadi, saya selalu klaim atheist di TL. :)

Richard Dawkins, dalam "The God Delusion", menggambarkan Panteisme sebagai: PANTHEISM IS SEXED-UP ATHEISM. Panteisme adalah Ateisme yang dipoles gincu.
Dalam masyarakat agamis, atheisme terasa antagonistik, maka bagaimana kalau dikasih pakaian sexy, dibedak, digincu, lalu dinamakan panteisme. Pelopor komunitas World Pantheism, menerima klaim Richard Dawkins, bahwa Panteisme sebenarnya sexed-up atheism. Cuma dia lanjutkan dengan sedikit tambahan;, walaupun atheist, pantheist memfokuskan hubungan emosional dengan Alam dan Bumi, sehingga memberikan efek psikologi yang menyenangkan.




Jika kita kategorikan Saintist era modern, kita coba kategorikan jadi 3 menurut era waktunya.

1) Sblm Spinoza;
2) Sesdh Spinoza;
3) Kontemporer.

Sebelum Spinoza, umumnya orang tidak berani bilang bahwa Tuhan bukan Oknum. Jadi mereka tidak mau mengaku atheist, atau agnostik, ..
Keberanian Spinoza itu mirip keberanian Galileo Galilei.
Dia bilang Tuhan bukan Oknum, Tuhan ya alam ini.
Seperti nasib Galileo Galilei dihukum oleh Gereja Katolik, Spinoza di-ekskomunikasi oleh Dewan Pemuka Agama Yahudi karena dianggap bidaah.
Spinoza ? cuek, antepin aja..
Keberanian Spinoza mengilhami banyak saintis ikut-ikutan, bilang: "Ya... okay saya bertuhan, tapi Tuhannya Spinoza.." Karya-karya Spinoza yang diakui bagus, dijadikan landasan bagi orang yang tidak lagi menganut kepercayaan agama, tapi belum mau dicap atheist karena mereka masih beranggapan kalau akibatnya akan kurang baik.
Albert Einstein juga dikenal pernah bilang begitu: "Tuhan saya itu universe, bukan Tuhan personal." Jelas dia sedang ber-spinoza-ria juga.
Ini bagus juga, jadi alasan atheist di Indonesia kalo ditanya bertuhan kagak, bilang saja "iya", Tuhannya Spinoza. Orang-orang akan angguk-angguk kayak ngerti...

Last:
PENJELASAN TENTANG "TUHAN" PARA SAINTIS DAN MATEMATIKAWAN.




         Ada perbedaan cara pandang Matematikawan dan Saintis. Matematika itu sebenarnya bukan Sains. Yang kita maksud dengan Sains adalah ilmu pengetahuan alam. Dengan demikian Sains adalah ilmu yang bersifat induktif, sedangkan matematika adalah ilmu yang bersifat deduktif.
Ilmu deduktif adalah ilmu yang didapat dari pemikiran semata. Dari postulate-postulate dasar, kemudian dibangun kerangka ilmu yang semakin kompleks dari postulat-postulat itu.
Pembuktian ilmu deduktif adalah pembuktian logis, dan rasional. Matematika tidak membutuhkan pembuktian dengan fakta lapangan
Ilmu induktif seperti Sains, selain harus logis, juga membutuhkan bukti-bukti lapangan. Karena itu Sains juga bersifat empiris, artinya berdasarkan pengalamanan manusia. Selogis apapun sebuah hipotesis, tidak bisa diterima penuh jika belum ketemu bukti pengamatan di alam.
Kita mulai dengan Matematika dan hubungannya dengan Tuhan.

        Sejak dulu manusia suka berpikir-pikir soal matematik, lalu terkesima dengan hasil pemikirannya sendiri, dan kemudian memujanya. Angka-angka diciptakan manusia sendiri, lalu kemudian dianggap sakral, dan angka-angka itupun dianggap mistik.

Di Yunani kuno, konon ada seorang (entah benar ada atau tidak, kita ga jelas) yang bernama Pytagoras. Kita kenal dia terutama dari Rumus Pytagoras untuk segitiga siku. Dia dikenal dari Agama mistik Pytagoras yang mengagungkan matematika. Alam raya pada dasarnya tersusun dari angka katanya.
Ok, kita tidak perlu memusingkan matematikawan dan saintis era kuno, karena mereka sudah kurang/tidak relevan untuk pembahasan kita kali ini. Kita fast-forward ke era sesudah Spinoza, era sains modern karena itulah yang menarik yang ingin kita bahas.
Berlainan dengan Sains yang sudah jelas soal mekanisme alam yang juga dinamakan hukum-hukum alam, matematikawan tidak begitu jelas. Toh matematika tidak berdasarkan alam, tetapi berdasarkan hasil pemikiran logika.

Pertanyaannya adalah: "Apakah matematika itu diciptakan, atau ditemukan manusia?"

Kalau matematika sebenarnya sudah ada di alam sedari dahulu, maka manusia tinggal menemukannya. Tetapi jika matematika itu memang hanya hasil ciptaan manusia, berarti matematika itu cuma konstruksi sosial belaka. Ini sering jadi bahan perdebatan sengit.
Sekarang kira-kira secara umum disetujui, bahwa matematika tidak bisa dikembangkan melawan pemikiran logis.
Misalnya, dalam desimal angka 2 itu lebih banyak daripada angka 1.
Dua apel itu lebih banyak daripada satu apel. Jadi yang logis saja.
Konsep-konsep matematika itu hanya MODEL ciptaan manusia, terkadang ada yang menyebutnya sebagai bahasa. Model itu tidak boleh bertentangan dengan arah keberaturan logika yang eksis tanpa adanya manusia bahkan eksis tanpa adanya alam.
Konsep seperti 2 lebih besar daripada 1 itu seharusnya diterima dimana-mana.

Saya berikan analogi sederhana: 
Misalnya matematika itu model rumah jaman dulu yang dibangun dibumi, misalnya rumah Inca, Mesopotamia, Jawa & China. Boleh beda-beda gayanya, tetapi semua harus tunduk pada hukum gravitasi bumi untuk bisa jadi. Gravitasi mendikte bentuk rumah tidak boleh terlalu aneh.
Nah, terkadang dalam tulisan atau pembicaraan lisan, matematikawan membuat metafor Tuhan untuk melambangkan arah logika yang mendasari semua matematika, dan tanpa itu matematika tidak bisa eksis.

Mari kita lihat beberapa contoh penggunaan metafor yang terkenal ini dalam sejarah math.

          Perkenalkan GEORG CANTOR, matematikawan besar abad 19 yang membuat TEORI HIMPUNAN (Set Theory) yang menjadi landasan fundamental matematika modern.
Dia juga yang pertama mencoba mengkalkukasi INFINITY. Dia menemukan set infinity satu bisa lebih besar daripada set infinity lain.


Matematika Cantor memperkenalkan himpunan tak berhingga yang terdiri dari himpunan-himpunan yang tak berhingga. Wah,.. yang begini nih yang bikin orang sewot.


Teolog konservatif menuduhnya ateis atau panteis. Moso mau menantang Tuhan yang tak berhingga? Emang ada Tuhannya para Tuhan-Tuhan?


Beberapa matematikawan yang gak kalah marahnya, salah satunya lagi adalah LEOPOLD KRONECKER, bangsawannya matematikawan Jerman waktu itu. dia bilang: "Die ganzen Zahlen hat der liebe Gott gemacht, alles andere ist Menschenwerk."
Tuhan menciptakan bilangan bulat, yang lain buatan manusia !! wkwkwkwkwk 

Perlu diketahui, pada jaman Yunani kuno, Geometri adalah rajanya matematika, pada waktu era awal modern itu, Teori Bilangan adalah burung meraknya matematika. Dan teori bilangan berkutat mendalami bilangan bulat (Zahlen). Mereka menganggap pemikiran Cantor adalah bidaah. 
Baper amat sehh ?.

Saking kesal, Kronecker membuat metafor GOTT (Tuhan). Ya dia salah. Tetapi artinya adalah, Cantor melanggar azas logika yang mendasari perkembangan matematika.


Karena ungkapan Kronecker lucu, ateis Hawking menjadikannya judul buku ketika dia kumpulkan tulisan-tulisan terbaik dalam math.


Contoh matematikawan nyentrik kedua yang ingin saya share disini: PAUL ERDOS dari Hungaria. Dia dikenal sebagai matematikawan yang paling produktif dalam abad ke-20.


Dia terkenal eksentrik tidak mau punya rumah, menghabiskan hidupnya berkelana dengan koper kecil, dari kampus yang satu ke kampus yang lainnya untuk kolaborasi.


Saking populernya Paul Erdos di kalangan matematikawan dunia, setiap matematikawan bisa mengklaim NOMOR ERDOS. Jika kamu pernah menulis bareng dengan Erdos, nomor kamu 1. Lalu kalau kamu pernah menulis dengan matematikawan nomor erdos 1, nomor kamu 2.
Walau Paul Erdos bukan orang beriman, dia tidak mau pusing soal Agama, dan mengklaim agnostik, tetapi dia suka sekali membuat metafor menggunakan Tuhan. Artinya juga bisa bermacam-macam, jangan anggap dia bilang itu Tuhan benaran.
Contohnya. 
Ini perlu dijelaskan dulu. 
Pekerjaan matematikawan pada dasarnya adalah: 
1) Membuat konjektur (kalau saintis membuat hipotesis, matematikawan membuat konjektur). 
2) Membuktikan kebenaran atau kesalahan konjektur tersebut secara matematis.
Kalau konjektur sudah dibuktikan, boleh dijadikan teorema (di sains, teori). 
Membuktikan konjektur atau teorema itu bisa dengan berbagai cara.

Para matematikawan berlomba untuk membuat pembuktian paling SEDERHANA, paling CANTIK. Pembuktian tercantik akan membuat decak kagum.
Paul Erdos bilang, Tuhan itu punya buku besar namanya THE BOOK. Buku itu memuat semua bukti-bukti matematis PALING CANTIK.
Nah, kalo kamu sudah menemukan bukti, kamu pikir-pikir dulu, apakah bukti kamu sama dengan yang termuat dalam THE BOOK?
Tidak ada kriteria yang baku tentang bagaimana cara menilai apakah sebuah bukti itu paling cantik. Sederhana itu biasanya kriteria yang paling sering disebut. Lalu bukti tidak dipotong-potong jadi banyak kasus. Pokoknya harus terlihat elegant. 
Matematika itu selain logika, juga seni.
Karena itulah, Paul Erdos mengklaim ada SANG KITAB, yang memuat bukti-bukti tercantik. 
Kalau bukti-bukti kamu seperti bukti-bukti yang termuat dalam Sang Kitab, kamu ada pada track yang benar.
Pertanyaannya adalah, "Apakah ada Kitab seperti itu?" 
GAK ADA laa,.. kitab seperti itu cuma metafor belaka dari Erdos. :P




Ada matematikawan yang terinspirasi oleh THE BOOK nya Erdos, dia mencoba mengumpulkan pembuktian-pembuktian teorema yang secara umum dianggap tercantik, dan diterbitkan. 
Tahu apa judulnya? 
Proofs from THE BOOK!

Itu hit lho, dalam waktu singkat sudah diperbaharui dengan edisi-edisi baru. 








Karena dia Jahudi Hungarian, bahasa Inggrisnya agak nyeleneh. Salah satunya, nama Tuhan orang Jahudi, yang berarti Tuhannya orang Kristen dan Islam, bagi Erdos bukan Yahweh atau Allah, tetapi THE SUPREME FASCIST.



Paul Erdos sebagai Yahudi mengalami masa fascis Eropa waktu Perang Dunia II. Karena itu dia melihat sebenarnya Tuhan yang dipercaya banyak orang itu itu wajah dari Fascis. 

Jadi ingat seorang ulama sufi yang sering berkunjung ke Jakarta yang juga pernah berkata "bahasa tuhan adalah bahasa matematika",.. 
Jadi, bilangin sama dia,.. daripada baca-baca Kitab Suci, mendingan baca buku matematika. 
Daripada berdoa, mendingan duduk memikirkan pemecahan masalah-masalah matematika.

Sekian
Sumber: Kultwit Daemoen@Mentimoen

Rabu, 16 Mei 2018

SEJARAH SINGKAT PERBATASAN ISRAEL - GAZA.



Mungkin banyak yang belum tahu, Gaza adalah wilayah yang dikelola oleh pemerintahan Palestina Gaza secara mandiri, saat ini oleh Hamas. Wilayah itu bukan wilayah Israel, makanya ada garis batas dengan pagar kawat, dijaga oleh tentara Israel. Gaza adalah tempat strategis di Palestina, menghadap Laut Mediterania, dari jaman dulu sudah menjadi kota ramai. Sesudah Perang Dunia II, wilayah itu diserahkan oleh Inggris untuk diadministrasi oleh Mesir. Gaza menjadi bagian dari Mesir sampai tahun 1967, waktu Israel mengalahkan Mesir.


Dibawah Israel, Palestina bergolak, dibawah pimpinan Yasser Arafat sampai akhirnya tercapai perdamaian 1993 antara Yidzak Rabin & Yasser Arafat, bahwa PLO diberi kekuasaan mengadministrasi wilayah-wilayahnya sendiri, tetapi jangan menyerang2 Israel dan orang-orang Yahudi lagi.
PLO (Organisasi Pembebasan Palestina), walaupun setelah sekian lama menghimbau warga Palestina untuk tidak menyerang Israel tetapi tidak bisa mengendalikan warga-warga Palestina. Negara-negara Arab dan Iran juga terus menghasut, seakan-akan menyerang itu perbuatan mulia.
Di Gaza, pemukiman Yahudi diserang terus oleh warga Palestina.
Antara waktu itu sampai 2005, Israel melakukan banyak kebijakan. 
Pertama, Israel menyerahkan hak untuk mengurus perbatasan Gaza - Mesir kepada pasukan Mesir. Dengan demikian, tentara Israel ditarik dari Perbatasan Gaza - Mesir.
Walaupun administrasi Gaza sudah diberikan pada PLO Al Fatah, tetap saja serangan-serangan warga Palestina dilancarkan pada pemukiman-pemukiman Yahudi di Gaza, sehingga tentara Israel bertahan disana, untuk menjaga keamanan.

Sementara itu, Israel membangun pagar kawat di perbatasan Israel Gaza untuk mencegah serangan-serangan orang Gaza pada penduduk di wilayah Israel.
Tetapi terjadi Intifada pada tahun 2000, orang-orang Palestina menghancurkan pagar2 itu dan kembali menyerang, lalu bentrok dengan IDF. 





Tahun 2005, Israel memutuskan tidak mampu lagi melindungi pemukim Yahudi di Gaza. Lalu memaksa pemukim Yahudi itu meninggalkan rumah-rumah dan tanah-tanah mereka di Gaza. Terjadi protes besar-besaran orang Yahudi terhadap negara Israel. Tentara Israel melawan pemukim-pemukim Yahudi, menarik mereka keluar dengan paksa. 


Dunia Internasional hanya menonton saja, mungkin karena yang diusir itu orang Yahudi, jadi dirasa tidak perlu dibela. Pengusiran paksa melibatkan ribuan tentara Israel, sering mereka terlihat menangis setelah dengan terpaksa, bertentangan dengan hati-nurani mereka harus menarik sesama orang Yahudi dari tanah mereka sendiri.




Ada 21 pemukiman Yahudi yang dikosongkan oleh tentara Israel. Setelah tidak ada lagi orang Yahudi yang bermukim di Gaza, tentara Israel keluar dari Gaza, menyerahkan administrasi dan pengaturan keamanan Gaza sepenuhnya pada pemerintahan Palestina.












Dengan keluarnya tentara Israel dari Gaza, mereka memperkuat pertahanan di perbatasan Gaza-Israel. Gaza diperlakukan sepenuhnya seperti negara lain. Walaupun supply dari Israel terus dilakukan, demi kemanusiaan. Sesudah tentara Israel keluar dari Gaza, ternyata menciptakan vakum, yang kemudian dipergunakan oleh kelompok garis keras Hamas, yang dianggap terroris oleh Amerika dan Israel.
Hebatnya, warga Gaza mendukung Hamas, mendepak kelompok Al-Fatah keluar.
Hanya dalam waktu singkat setelah tentara Israel ditarik dari Gaza, Hamas berhasil menguasai pemerintahan Gaza.
Israel menanggapi perkembangan ini dengan menutup perbatasan dengan Gaza, yang dinamakan blokade. Tapi Gaza masih ada perbatasan lain, yaitu dengan Mesir.
Ternyata Mesir juga menutup perbatasannya dengan Gaza. 
Ini hebat,.. padahal dulunya Gaza itu wilayah Mesir. Tetapi Mesir sudah tahu kelakukan orang Gaza, mereka tidak mau negaranya kacau, jadi menutup perbatasannya adalah tindakan yang tepat.

Dimulut dibilang mendukung Gaza & Palestina, tetapi perbuatan beda.
Gaza waktu itu berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa, sudah padat untuk wilayah sekecil itu. Tetapi mereka tidak memiliki sumber ekonomi lainnya. Dunia internasional merasa kasihan, dan mengalirlah bantuan ke Gaza. Iran & negara Arab yang mendukung Hamas juga memberikan bantuan... bahkan senjata.
Sepertinya penguasa Gaza memerlukan banyak manusia. Gaza sudah padat, bukannya menerapkan  keluarga berencana, tapi malah beranak gak kenal musim seperti tikus. Akhirnya saat ini penduduk Gaza sudah mencapai 2 juta jiwa. OMG,.. Gila banget.. 

Nah, anak-anak yang merasa tidak punya harapan dan masa depan itu berani mati melakukan apapun.
Saat ini Gaza adalah sumber penyakit. Tidak ada negara Arab yang mau ikut campur kecuali memberikan dana keuangan hanya untuk pencitraan. Siapa yang mau menanggung Gaza dengan 2 juta jiwa dan terus bertambah karena mereka tidak mampu menahan syahwat dan sengaja memproduksi anak-anak yang harapan dan masa depannya tidak jelas?
Jelas Mesir ketakutan, perbatasan di tutup rapat2.
Siapa yang bisa menyalahkan Israel yang mencoba melindungi negaranya dari invasi jutaan orang-orang Gaza?

Israel pasti berusaha dengan segala daya upaya untuk mempertahankan pagar batas Gaza - Israel. Kalau kelompok Hamas masuk Israel, ya kacau deh. Jadi jangan harap Israel akan diam saja.
Masalah Gaza adalah bom waktu bagi wilayah itu. Itu adalah hasil kebodohan dan kemunafikan orang-orang Timur Tengah waktu itu. Jika waktu itu PLO tidak minta otoritas sendiri di wilayah itu, mereka tentu masih termasuk warga Israel, masih enak tuh jadi penduduk Israel.
Ancaman instabilitas Gaza itu mengancam Israel dan Mesir. Jika tidak hati-hati, Mesir bisa diinvasi orang-orang Gaza. Mereka sudah puluhan tahun hidup dalam cara pikir dan cara pandang Hamas, pasti akan bentrok dengan tentara Mesir.
Jika pun warga Gaza minta perbatasan dicabut dan wilayahnya diambil kembali menjadi wilayah Israel, pemerintah Israel pasti tidak akan mau.

Jadi Gaza adalah sisa masalah yang tidak terselesaikan, entah bagaimana jadinya dimasa akan datang.
Pertanyaan di benak semua pihak. Hamas jelas-jelas tahu pertahanan Israel di balik perbatasan Gaza-Israel kuat sekali. Kalau berusaha menjebol pertahanan itu pasti gagal dan akan mengakibatkan banyak korban pihak warga Gaza.
Pertanyaannya adalah: Lalu mengapa mereka mendorong-dorong warga Gaza membobol batas?
Mungkin jawabannya untuk pertanyaan diatas sederhana. Gaza tidak berhasil menciptakan aktifitas ekonomi yang benar. Penduduk Gaza bertahan hidup dari bantuan Internasional.
Kalau situasi damai-damai saja, dunia internasional akan lupa akan adanya Gaza, termasuk lupa mengirim bantuan. Jadi diperlukan menciptakan skenario seperti Hollywood untuk memenuhi media-media dunia, dan bantuanpun mengalir masuk. Dari dunia Barat karena rasa kemanusiaan, dari dunia Arab karena rasa ukhuwah islamiyah.. 

Mau rasa apa kek, yang penting kirim duit dan bantuan. Itulah target Hamas.
Jadi, semua urusan ini kembali lagi ke masalah mendasar, UJUNG2NYA DUIT. 
Soal duit ini berimbas luas. Dunia luar cuma tahu bahwa warga Gaza marah ke Israel dan mau menjebol pagar perbatasan Israel.
Yang umumnya orang tidak tahu dibalik semua itu adalah kemunafikan negara-negara Arab, bahkan sesama rekan orang Palestina sendiri. 
Mari kita periksa.
Warga Gaza selalu protes Israel menutup pintu keluar Gaza ketika ada masalah. Padahal pintu keluar masuk Gaza banyak, dan beberapa diantaranya sering dibuka Israel. Yang sering ditutup justru pintu keluar masuk bagian Mesir. Tetapi Mesir tidak mau pusing, pintu Rafah Crossing ditutup aja.



Lalu kenapa tidak ada warga Gaza yang protes ke Mesir? 
Ya,. karena kalau mereka lakukan, tidak akan mengundang perhatian media internasional.

Kemunafikan lain dibalik semua kecamuk ini adalah Pemerintah Palestina dibawah Mahmoud Abbas. Masalah dengan pemerintah pusat Palestina ini masalah persaingan politik antara Hamas dengan Al Fatah. Sesudah Israel menarik diri dari Gaza, Hamas mengisi kekosongan, dan menjadi penguasa Gaza, mendepak Al-Fatah jauh-jauh.

Pemerintah Palestina membalas dengan memboikot Gaza.
Pemerintah Palestina di Ramallah sering menolak bayar gaji pegawai negeri di Gaza. Padahal uang pegawai negeri ini adalah pemasukan cukup besar untuk Gaza.

Bulan lalu kembali lagi, Pemerintah Palestina menolak bayar gaji pegawai Gaza, dan ini bikin warga Gaza marah. Padahal ini pegawai sdh dikurangi banyak. Pemerintah Palestina memecat banyak pegawai di Gaza tahun lalu, mengurangi anggaran kesehatan dan mengurangi daya listrik yg masuk wilayah Gaza.














Anda tahu apa yang terjadi waktu listrik dikurangi di Gaza?
Pusat water treatment air-air buangan tidak jalan karena listrik tidak cukup. Akhirnya kotoran buangan 2 juta warga Gaza bau tidak terurus, terpaksa dibuang langsung. Air buangan masuk laut mengotori pantai Gaza, masuk ke pantai-pantai Israel. Israel dibuat pusing dengan banyaknya najis yang terapung dipantai.
97% air "bersih" di Gaza tercemar oleh buangan kotoran manusia. Itu sangat membuat stress, warga terkena kolera dlsb.
Tetapi herannya, yang penyebab semua itu adalah persaingan dengan Pemerintah Palestina di Ramallah, tetapi yang diserang malah Israel. Bagaimana urusannya mau selesai ?.

Karena masalah kotornya Gaza bisa membuat penyakit berjangkit, dan pantai2 kotor juga masuk ke wilayah Israel, akhirnya Israel berinisiatif mensupply listrik untuk menjalankan water treatment di Gaza.

Pemerintah Palestina di Ramallah pura abai, pura tuli dan tidak mau tahu, pura-pura tidak tahu.

Gaji pegawai Gaza bulan April 2018 lagi-lagi dipotong 20% oleh Pemerintah Palestina, dan selalu terlambat lagi bayarnya. 
Kemarahan warga Gaza memuncak..

Jadi mari serbu.... Israel !!

wkwkwkwkw ..........


Setelah kejadian penyerbuan pagar batas Senin yang berakibat lusinan nyawa tewas, pemimpin Palestina Mahmoud Abbas mengecam Israel, dan dia menerima belasungkawa dari banyak negara2 lain, termasuk tilpon2an dengan Erdogan.

Weleh, padahal dia sendiri salah satu faktor dari masalah! Yang paling miris adalah ketika pimpinan Hamas Ismail Haniya mengunjungi para "protester" di dekat pagar perbatasan. Dia senyum-senyum sambil melambai-lambaikan, tangan padahal korban sudah banyak sekali. Pengikutnya juga senang dengan senyumannya.
Bagi politisi seperti ini, nyawa anak-anak muda tidak ada artinya..

Sebagai kepala pemerintah Gaza, dengan 60 orang mati dalam sehari, bukankah dia sehrusnya datang dengan prihatin mendesak agar anak2 muda tidak mati konyol seperti itu? 
Bukankah sebaiknya mengunjungi rumah sakit?

Pimpinan Hamas ini memainkan kartu politiknya, dia malah memberikan semangat!

Padahal sebelum tragedi Senin itu, Haniya dipanggil menghadap pimpinan intelligence Mesir. Mesir meminta Hamas jangan melakukan rencananya hari Senin.

Sesudah kejadian, Hamas dengan enteng bilang: "Anak-anak muda yang sedang panas tidak bisa dikendalikan.. " hickss ......

Hal lain yang berkontribusi pada tingginya angka kematian warga Palestina, dan antusiasme warga Palestina untuk menjadi syahid adalah DANA SYAHID.

Dana ratusan juta dollar disumbang oleh negara-negara kaya minyak sudah menjadi pendorong bagi berkembangnya ekonomi syahid.

Karena sebagian besar warga Gaza menganggur, cara aneh untuk dapat penghasilan adalah membuat banyak anak. Lalu anaknya didorong untuk mati syahid. Orang tua kemudian mendapat dana besar sekali untuk setiap anak yang mati. 




Foto disamping ini adalah orang tua Moh. Tarayrah, seorang remaja yang membunuh gadis kecil Yahudi bernama Hallel. Tarayrah ditembak mati, dan karena itu perbuatah syahid menurut orang Palestina, orangtuanya mendapat santunan $350/bulan. Kalo ada 4 anak saja yang syahid, kaya laa orang tua itu.




Dibawah adalah Foto: Hallel, gadis kecil Yahudi.

Karena banyaknya warga Palestina yang mencoba mati syahid, tahun 2016, ada 35 ribu keluarga yang mendapat santunan, dengan anggaran tahun itu $170 juta. Inilah ekonomi syahid, peredaran duit yang eksis karena menciptakan syahid terus menerus.

Kalau mau berbakti pada orang tua, maka syahid lah. Kalau seseorang tidak berhasil syahid, tapi ditangkap tentara Israel dan dipenjara. Dia juga dapat gaji bulanan. Ini daftar gajinya, gede lho.




Pemerintah Palestina semena-mena tidak membayar, atau potong gaji pegawai, tetapi mereka konsisten membayar santunan syahid seperti ini.

Sewaktu pimpinan Palestina Moh. Abbas ditanya soal hal ini, dia bilang pembayaran uang syahid dan santunan gaji tersebut adalah tanggung jawab sosial, tidak boleh diberhentikan.
Jadi, tidak heran jika banyak anak-anak dilahirkan untuk diindoktrinasi supaya mati syahid.
Pemerintah Palestina pelit dengan masalah kesejahteraan umum, listrik, air bersih, kesehatan dsb. Duitnya cekak melulu, bayar gaji pegawai di Gaza telat, dipotong seenaknya.
Tapi kalo bayar uang santunan syahid, tidak pernah lupa. Ini menciptakan situasi yang gila di sana.
Soal Dana Syahid ini sudah dikenal lama, sejak berpuluh2 tahun silam. Pemerintah Israel berusaha menekan pemerintah Palestina untuk menghentikannya. Karena akibatnya kekerasan dan mati konyol tidak akan ada habis-habisnya. 


Selama bertahun-tahun beberapa pihak selalu mencoba memperingatkan Palestina agar jangan bertindak segila itu. Tetapi tidak pernah digubris. Salah satu sebabnya mungkin, adalah gampang cari sponsor dari dana tersebut. Dana itu juga masuk ikut menggairahkan ekonomi Palestina. 
Lha orangnya nganggurkoq !

Terakhir,..
Ini sehendaknya menjadi pelajaran bagi Bangsa Indonesia. 
Hindarilah kata martir atau syahid. Dan kalo ada INSENTIF MONETER untuk MATI SYAHID, habislah Negeri Kesatuan Republik Indonesia milik kita.


MENGENAL PETA ISRAEL
( Mengenal Israel dan permasalahannya dalam sejarah dari segi geografi politik )

Perhatikan wilayah2 yang pernah/sedang dipersengketakan terlampir di foto di bawah postingan ini. Gaza ada di Selatan tepi pantai, Tepi Barat (West Bank) ada di tengah, berbatasan dengan Yordania.
Lalu, dimanakah letak Israel dalam benak orang-orang Yahudi sebagai tempat sakral mereka?, Tanah Perjanjian yang konon diberikan Tuhan?



Luas total Israel sekitar 20 ribu km2, lebih besar sedikit daripada Timor Timur.

Ada 2 tempat yang dianggap Yahudi tempat sakral moyang mereka, yaitu:
1. Lokasi Kerajaan Israel (Samaria) dan
2. Kerajaan Judah (Judea).
Jika dipetakan, Samaria ada disekitar WestBank bagian Utara, lalu Judea ada di WestBank bagian Selatan dan sekitarnya. Gaza sebenarnya termasuk ke dalam bagian Judea. Letaknya di Jerusalem selatan_meliputi Gaza, tetapi tidak sampai ke bagian paling selatan. Samaria terletak di tengah. Sedangkan di kota Nazareth, termasuk dalam wilayah Galilea. Galilea adalah wilayah yang bagi orang Kristen punya arti besar, tetapi tidak begitu dipedulikan oleh Yahudi.




Karena Gaza adalah bagian dari Judea, Perdana Menteri Israel pernah mengusulkan pemisahan Gaza dari Israel. Rencana tersebut ditanggapi dengan penolakan keras sebagian pimpinan Israel, sehingga perlu diadakan Referendum. Referendum menyetujui.
Artinya, mereka lebih memilih mengorbankan Gaza untuk ketentraman wilayah2 lain.
Ini terbukti. Kerusuhan Gaza tidak nyebar.
Westbank,.. walaupun sampai saat ini sebagian ada dalam kendali Palestina, sebagian warga Israel sulit melepaskannya, karena itu masih termasuk bagian dari Samaria dan Judea.

Sejarah belum berakhir, lihat saja perkembangannya.
Tempat paling nyaman buat penduduk Israel keturunan Arab mungkin adalah di Galilea, sebelah utara Israel. Tensi politik lebih kurang terasa disana, dan mereka ( warga Israel - Arab Kristen ) bisa santai pelihara babi untuk dikonsumsi tanpa diresehin oleh pemerintah lokal Israel yang terkadang suka anti babi. :D
Daerah yang nanti akan paling parah sengketanya adalah Hebron, kota dimana penduduk Arab muslimnya fundamentalis, ditambah dengan pemukim Yahudi fundamentalis yang tinggal disana. Ibarat bom waktu, sudah tinggal menunggu waktu meledak kapan saja.

Pemukim Yahudi di Hebron terkenal sadis2 tetapi payah. :(
Wanita Israel Arab yang lain banyak yang amit2 kalau harus kawin dengan pria Hebron. Ibarat cewek urban di Indonesia disuruh kawin dengan cowok propinsi Shariah yang masih suka maksa2 cewek "ga boleh ini itu."
Beda dengan Ramallah, ibukota Palestina, orang2nya lumayan baik, lebih liberal..

Kalau mau Israel - Palestina yang damai, seharusnya Negara itu dikelola oleh warga liberal dari Tel-Aviv dan Ramallah.
Arab dan Yahudi liberal jauh lebih gampang duduk berdialog dan bekerja sama dengan baik dibandingkan dengan para fundamentalis muslim & fundamentalis Yahudi.

Di bawah ini ada foto kota Nazareth, tempat yang dianggap tempat orang tua Jesus berasal dan tinggal. Karena itulah Jesus lebih sering berkelana di Galilea.




MELAWAN ISLAMISME (ISLAM POLITIK RADIKAL).. KENAPA BARAT GAGAL?
Islamisme adalah ideologi yang memaksakan penerapan Islam dalam politik. Tujuan akhir membentuk Khilafah, dengan cara pandang sempit aliran tertentu "yang dipaksakan."

Kegagalan Barat sesudah Perang Dunia II dalam membendung Islamisme bersumber dari 2 faktor.
a. Perasaan bersalah karena telah melakukan kolonialisme sebelumnya.
b. Fokus pada keuntungan jangka pendek dan menganggap remeh ancaman Islamisme.
Perasaan bersalah kolonialisme sudah terjadi sejak awal abad ke-20. Belanda dulu melaksanakan kebijakan balas-budi karena merasa bersalah sudah mengkoloni Nusantara. Perasaan bersalah inilah yang melancarkan proses dekolonialisasi sesudah Perang Dunia II.
Tetapi perasaan berasalah tidak berhenti sampai disana. Di Eropa, secara umum kelompok liberal dengan cepat akan mengkritik kebijakan-kebijakan yang bersifat mengekang kebebasan manusia. Tetapi ketika berhadapan dengan kebijakan serupa dari praktek Islam, mereka berubah menjadi sangat lembut.

Perasaan bersalah ini juga yang membuat mereka tidak bisa menolak banyak sekali serbuan immigran dari Timur Tengah. Mereka akan dengan cepat mengkritik jika warganya sendiri melakukan hal-hal yang dianggap melanggar hak manusia. Tetapi ketika imigran muslim yang melakukan, mereka pura2 tidak mendengar atau melihat.
Hal ini bukan hanya bermasalah bagi warga lain, termasuk beban bagi generasi muda immigran tersebut. Generasi muda menjadi betah dalam ghetto masing2, dan menjadi seperti ikan air tawar di laut dalam masyarakat tsb.
Akhirnya banyak yang kemudian menjadi kelompok islamist garis keras.

Faktor kedua, terlalu fokus pada keuntungan jangka pendek, seperti yang dilakukan superpower Amerika.
Demi pergulatan melawan Soviet dalam Perang Dingin, mereka malah membesarkan kelompok2 mujahid di Afghan melawan Soviet. Memang sukses, sampai akhirnya mujahid itu jadi Taliban.
Artinya, demi keuntungan jangka pendek, mereka membesarkan permasalahan lebih besar lagi dalam jangka panjang. Dan yang terkena imbasnya juga negara2 muslim itu sendiri, karena banyak unsur2 Islamis Radikal Transnasional yang berkeliaran di-mana2 yang bermasalah, ikut berulah.

Sistem politik dimana setiap presiden harus menghadapi pemilu selama 4 tahun sekali, membuat cara pikir demi keuntungan jangka pendek menjadi dominan.
Setiap presiden ingin kesuksesan terjadi dengan cepat, mereka gagal fokus pada tujuan jangka panjang.
Tetapi kelompok radikal dan konservatif Islamis panjang pemikirannya. Ini bukan hanya tentang ISIS, tetapi secara umum yang mau mendirikan Negara Islam atau Khilafah. Umumnya mereka itu sabar, sedikit demi sedikit melakukan proses islamisasi sosial politik. Ini terjadi di-mana2 !!. Kelompok Islamist tidak ragu2 bekerja-sama dengan yang lain, asal nanti bisa mendapat keuntungan. Sekali menjabat sesuatu, cepat sekali ekosistem habitat tempatnya bercokol berubah. Orang2 diganti, budaya diubah, dst.
Ini sangat terasa di Indonesia, lama2 makin agamis toh !?

Cara untuk melawan Islamisme itu sehendaknya menggunakan cara pergulatan jangka panjang, strategis untuk bukan hanya defensif tetapi offensif. Cara menyodorkan pandangan keagamaan yang lebih lembut tidak akan sukses, karena sebenarnya Islamisme jauh lebih canggih cara kerjanya. Salah Satu cara yang sukses adalah mencontoh Negara lain dalam menghadapi penguasa2 Agama tempo dulu, yaitu dengan menciptakan masyarakat sekular.
Dalam masyarakat sekular, beragama itu urusan pribadi. Dan ini harus diterapkan SECARA KERAS !!.

Kelompok Agama yang inklusif, ketika bersanding dengan kelompok yang ekslusif seperti Islamis, pasti yang Islamist akan menang dalam jangka panjang. Karena ideologi mereka lebih aggresif, lebih praktis dalam menyingkirkan musuh, dan lebih indoktrinatif. Pemahaman Agama yang lebih lembut akan gagal.

Saat ini, negara2 yang cukup sukses, setidaknya bisa menskak kelompok Radikal Islamist pada tempatnya adalah negara2 seperti China, Russia, Israel. Sementara Eropa makin lemas dilanda Islamisme, ..
Kenapa mereka sukses?
Karena mereka tidak menggunakan tipu2 diri sendiri. Kalau terlihat ada yang tidak benar, langsung bilang "itu tidak benar!", ga pake baper...
Anda tidak akan bisa menghadapi kelompok Islamis radikal kalau selalu merasa tidak enak hati. Mau bilang bahwa negara harus sekular, tapi rasa ga enak? Yaa,.. gak bakal sukses laa.

Mungkin ada yang bilang, "waduh, di China Agama dikesampingkan.."
Iya benar. Tetapi masyarakat bukan atau tidak dilarang untuk beragama.
Orang boleh bebas beragama, tetapi kegiatannya diminimalisasi.
Tapi apakah hal itu berdampak buruk atau sebaliknya bagi mereka?
Kenyataannya, China mampu melonjak maju gila2an karena tidak ada hambatan fundamentalisme Agama.
Agama hanya bisa menjadi Agama damai secara benar jika DIBATASI ruang lingkupnya. Bahkan Agama Buddha yang termasuk paling damai, ternyata kalau tidak dibatasi juga akan bermasalah, seperti yang terjadi di Burma/Myanmar.

Tantangannya adalah: "Apakah NKRI berani mengambil langkah strategis jangka panjang dengan membatasi ruang lingkup Agama?"
Memang, Negara menjamin kebebasan dalam banyak hal seperti yang tercantum dalam Pasal 28E ayat (1) Undang-Undang Dasar Tahun 1945 (“UUD 1945”), "Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, dlsbg. Tetapi bukan berarti bebas semau gue. Itu bukan lagi kebebasan melainkan kebablasan.
Demi kemajuan sebagai bangsa, mungkin hal ini patut menjadi bahan pertimbangan. Agama harus dibatasi hanya di lingkup personal, tidak boleh keluar dari lingkup itu. Kalau tidak, nasib NKRI sudah tertakar.
Dengan membatasi Agama apapun dalam politik dan kehidupan berbangsa dan bernegara, Agama akan kembali ke fungsi sebenarnya, yaitu fungsi budaya.
Keluarkan Agama dari seluruh sistem atau urusan Negara, biarkan Institusi Agama yang mengurus umat dan ritual Agama mereka masing-masing.

Terus bersambung,...