Kesehatan

Jumat, 24 November 2017

Banyak minum air, benarkah bermanfaat?



       70 % planet kita ini ditutupi oleh air, 80 % tubuh kita terdiri dari air.
       Berapa persenkah diit kita seharusnya mengandung air?
Kita disarankan untuk memastikan agar 70 % pola makan kita terdiri dari makanan yang kaya akan air. Itu berarti; buah2an, sayur2an segar, atau jus yang baru diperas.
Pernah dengar saran atau rekomendasi untuk minum 8 hingga 12 gelas air setiap harinya untuk "membersihkan sistem tubuh"?. kemudian diteruskan dengan; "Himbauan ini disampaikan oleh Dinas atau instansi yang bekerjasama dengan Perusahaan XXX dan disponsori oleh YYY?"
8 gelas atau liter hingga 12 gelas atau liter?
Tahukah saudara/i bahwa itu gila?
Terlalu banyak mengkonsumsi air belum tentu baik. Karena kemungkinan besar air yang kita minum mengandung klorofin, fluoride, mineral, dan zat2 beracun lainnya.
Minum air yang disuling mungkin lebih baik. Tetapi, apapun air yang kita minum, (jika tujuannya demi membersihkan sistem tubuh), tentu kita sangat paham bahwa kita tidak bisa membersihkan sistem kita dengan menenggelamkannya.
Jumlah air yang kita minum hendaknya di dikte oleh rasa dahaga !!
        Daripada mencoba membersihkan sistem tubuh kita dengan membanjirinya dengan air, kita tinggal makan makanan yang secara alami kaya akan air. Hanya ada tiga jenis di planet ini;
1. buah2an,
2. sayur2an dan
3. tunas.
Ketiganya akan memberi kita banyak air, substansi pembersih yang memberikan kehidupan. Ketika orang hidup dengan diit makanan yang rendah kandungan airnya, hampir pasti fungsi organ tubuhnya akan terganggu.
Seperti dikatakan Alexander Bryce, M.D. dalam The Laws of Life and Health, "Ketika tubuh kekurangan cairan, darah mempertahankan gravitasi spesifik yang lebih tinggi, dan produk2 sisa beracun seperti perubahan tissue atau sel dibuang dengan cara yang sangat tidak sempurna.
Oleh karenanya, tubuh diracuni oleh ekskresinya sendiri_dan dapatlah dikatakan bahwa alasan utamanya adalah karena tubuh kekurangan cairan untuk membuang limbah sel tubuh itu sendiri".
Diit kita hendaknya secara konsisten membantu tubuh kita dengan proses pembersihan, daripada membebaninya dengan bahan makanan yang tak dapat dicerna.
       Menumpuknya produk sisa di dalam tubuh berpotensi mendatangkan penyakit. Salah satu cara untuk sebisa mungkin membebaskan aliran darah dan tubuh dari sisa2 racun adalah membatasi makanan maupun yang bukan makanan yang berpotensi menekan organ2 pembuangan tubuh; cara lainnya adalah dengan memberikan air yang cukup kepada sistem untuk membantunya membuang sisa tersebut. "Tidak ada cairan yang dikenal ahli kimia, yang bisa melarutkan substansi padat sebanyak air, yang sungguh merupakan pelarut terbaik yang pernah ada. Oleh karenanya, kalau tubuh diberikan cukup air, keseluruhan proses nutrisinya distimulasikan karena efek produk2 sisa beracun yang melumpuhkan tersebut disingkirkan dengan cara dilarutkan lalu dibuang oleh ginjal, kulit, perut, atau paru-paru. Kalau sebaliknya, jika bahan2 beracun ini dibiarkan menumpuk dalam tubuh, muncullah segala jenis penyakit".
        Mengapa salah satu penyakit paling mematikan sat ini adalah penyakit jantung?
Mengapakah ada orang yang tumbang tewas di lapangan tennis di usia 40 tahun?
Salah satu alasannya adalah karena mereka telah seumur hidup menyumbat sistem mereka sendiri. Kualitas hidup kita, tergantung kepada kualitas kehidupan sel2 di seluruh tubuh kita. Kalau aliran darah kita penuh dengan produk sisa, lingkungan yang dihasilkannya tidaklah mempromosikan kehidupan sel yang sehat, kuat, hidup_atau pun biokimiawi yang mampu menciptakan kehidupan emosional yang seimbang bagi individu yang bersangkutan.
Dr. Alexis Carrel, seorang pemenang Hadiah Nobel pada tahun 1912 dan anggota Rockefeller Institute, berupaya membuktikan teori ini dengan mengambil tissue dari ayam (yang usia normalnya rata2 11 tahun) dan menjadikan sel2 tubuh ayam itu hidup tak terhingga hanya dengan membebaskannya dari produk2 sisa mereka sendiri dan dengan memberikan makanan yang mereka butuhkan. Sel2 ini dipelihara hidup selama 34 tahun, setelah Rockefeller Institute yakin bahwa mereka bisa memelihara sel2 tersebut hidup selamanya dan oleh karenanya memutuskan untuk mengakhiri eksperimen tersebut.

         Kembali ke topik utama; "Seberapa persenkah dari diit anda terdiri dari makanan yang kaya akan air?, seandainya kita buat daftar hal2 yang kita cerna minggu lalu, seberapa persenkah yang kaya akan air?, 70 % kah?, Rasanya tidak. Bagaimana dengan 50 %?, 25?, 15?....
Ketika pertanyaan seperti diatas ditanyakan dalam berbagai seminar kesehatan, kita akan menemukan bahwa kebanyakan orang hanya makan 15-20 % makanan yang mengandung air. Dan itu jelas lebih tinggi daripada populasi secara keseluruhan.
Izinkan saya mengatakan sesuatu; "15-20 % itu BUNUH DIRI !! "
Kalau tidak percaya, silahkan googling dan buka, kemudian periksa saja statistik kanker dan penyakit jantung dan evaluasikanlah jenis2 makanan yang hendaknya anda hindari menurut rekomendasi National Academy of Sciences, dan periksa jumlah kandungan airnya.

        Kalau kita memperhatikan alam dan kita lihat hewan2 yang paling besar, paling berkuasa, maka kita akan menemukan bahwa mereka itu herbivora; gorilla, gajah, badak, dan sebagainya itu semua makan makanan yang kaya akan air. Herbivora itu usianya lebih panjang daripada karnivora. Bayangkanlah burung pemakan bangkai. Mengapakah penampilannya mengerikan seperti itu?, karena ia tidak makan makanan yang kaya air.
Kalau kita makan sesuatu yang kering dan mati, terkalah seperti apa penampilan kita nanti. :)
Hanya separuh berchanda saja dalam hal ini. :)

Sebuah gedung itu hanya mungkin sekuat dan seindah bagian2nya.
Demikian pulalah halnya dengan tubuh kita.
Sesederhana itu saja.
Bagaimana kita bisa memastikan 70 % dari diit kita terdiri dari makanan yang kaya akan air?,
Juga Sederhana saja,..
Pastikan saja mulai dari sekarang, kita makan salad setiap kali makan.
Jadikanlah buah sebagai makanan ringan dan bukannya coklat. kemudian,
rasakan perbedaannya ketika tubuh kita lebih efisien dan oleh karena memungkinkan kita lebih energik.

Tidak ada komentar: