Kesehatan

Sabtu, 25 Februari 2017

Sebab-sebab munculnya komplikasi



Pertanyaan: Mudahkah seorang yang terkena TB ( tuberkulosis ) untuk sembuh?
Jawab; Semestinya bisa disembuhkan.


Masalah mudah atau tidaknya itu sangat relatif, dibandingkan dengan apa dulu?
~ Kalau dibandingkan sakit kepala karena masuk angin atau dibandingkan batuk biasa aja, tentu pengobatan TB itu tidak semudah itu.
~ Kalau dibandingkan penyakit KRONIS lainnya, misal Hepatitis C, atau diabetes yang sudah parah, maka pengobatan TB itu lebih lebih mudah, tinggal "glek" aja obatnya setiap hari, 6-9 bulan kemudian sudah bisa sembuh.
.
Diawal dikatakan pake kata "semestinya", karena memang secara medis bisa disembuhkan total.


Faktanya bisa ada TB yang kambuhan. 
Kenapa? 
Itu masalah ketaatan atau kedisiplinan dalam mengkonsumsi obatnya. 
Perlu setiap hari selama 6-9 bulan, bahkan ada yang perlu sampai 12 bulan. 
Tetapi MESTINYA bisa sembuh total.
.
Fakta lainnya ada yang TB nya menyebar sampai ke tulang, jadi TB tulang, 

ada yang masuk peredaran darah dan jadi TB miliar.
.
Yang asalnya bisa disembuhkan total, namun bisa berkembang jadi kondisi yang sulit disembuhkan, bahkan sampai ada yang tidak mungkin disembuhkan lagi. 

Padahal penyakitnya TB juga, yang notabene bisa disembuhkan. 
ASALLLL,.. 
~ bisa telaten, 
~ bisa disiplin konsumsi obatnya, 
~ lebih dini diobati tentu akan lebih baik.
Jika terlanjur sudah parah (misal sudah jadi TB miliar), yaa jelas sudah tidak ada jaminan bisa disembuhkan lagi.
Jadi urusan sembuh atau tidak, bukan sebatas ada obatnya saja. 

Fakta menunjukkan, meski ada obatnya juga bisa tidak sembuh, karena tidak didukung suatu ketaatan dan kedisiplinan bukan?

Demikian pula dengan diabetes, 

Umumnya yang terkena diabetes itu yang sudah lewat remaja jarang (tetapi ada) yang masih kanak-kanak.
Apakah dengan bisa taat dan disiplin makan obat atau suntik insulin nya tiap hari dan kemudian sembuh?
Tujuannya bukan untuk menyembuhkan, tetapi mencegah dampak diabetesnya merusak ke banyak organ tubuh; ( mulai dari mata, ginjal, jantung, dsb )
.
Faktanya banyak penderita diabetes yang ujung-ujungnya kena komplikasi masalah mata, kena gagal ginjal, kena gangguan jantung, kena ini-itu, dst. 
Kenapa?...

Masalahnya bukan tidak bisa dicegah, tetapi masalah ketaatan dan kedisiplinannya yang tidak mendukung.
Toh jika mata sudah kena, ginjal sudah kena, mau nangis keluar darah juga tidak bisa serta merta sembuh lagi koq. Justru kondisi akan jadi tambah parah saja.
.
Nah,. itu dua contoh yang umumnya terjadi pada penyakit kronis, meski sudah dewasa sekalipun, meski sudah hidupnya mapan sekalipun, jika tidak ditunjang suatu ketelatenan dan kedisiplinan, yang semestinya bisa sembuh, malah tidak sembuh. Yang semestinya bisa dicegah dampak sampingnya, malah tidak mampu mencegahnya.
.
Jadi ada dua point yang saya kupas:
- meski sudah dewasa
- meski hidupnya sudah mapan.
.
Bagaimana dengan thalasemia mayor?
.
Menurut saya tuntutannya jauuuhhhbh perlu lebih ketat lagi.
.
Kenapa?
.
- umumnya muncul sejak masih kanak-kanak.
- umumnya kena pada keluarga baru, yang belum mapan.
.
Dan dalam dua contoh diatas, thaller mayor yang lalai dan hidupnya sembrono, 

~ punya potensi kena TB juga, 
~ punya potensi kena diabetes juga, 
~ punya potensi kena hepatitis juga, 
~ punya potensi kena gagal jantung, 
~ gagal ginjal, 
~ dan BLA BLA BLA yang tak mungkin disebutkan satu persatu...
.

Paham akan hal ini, seyogyanya ortu thaller menerapkan dan mendidik dengan KETAT, agar anaknya bisa taat dan disiplin dalam terapi tranfusi, dan terapi obat khelasi zat besinya, karena itu akan berlangsung seumur hidupnya.

Cegahlah komplikasi yang tak bisa disebutkan satu persatu itu, karena memungkinkan dicegah.

.

Salam perjuangan

Tien En (Andrianto Gandhi)

Tidak ada komentar: