Kesehatan

Sabtu, 25 Februari 2017

Dampak samping Obat khelasi Zat besi



https://web.facebook.com/photo.php?fbid=10210204922387170&set=oa.10152931907176234&type=3&hc_location=ufi

Bagi thaller mayor yang rutin berkala tranfusi dan yang kadar serum ferritin-nya sudah mencapai sekitar 1000 ng/l-an (ini kira-kira, ingat hanya kira kira saja! Sekitar 10 x tranfusi). Maka perlu mulai mengkonsumsi obat khelasi zat besi seperti; (deferal suntik, ferriprox kaplet atau sirop, atau exjade) nyaris tiap harinya dengan dosis sesuai berat badannya masing-masing.
.
Apakah tak ada dampak samping dari mengkonsumsi obat khelasi zat besi tiap harinya itu (nyaris seumur hidupnya)?
.
Ijinkan saya menginfokan apa adanya.

Mana ada obat yang tidak ada dampak sampingnya, apalagi ini dikonsumsi tiap hari seumur hidupnya.
Jadi pasti ada dampak sampingnya.
.
Apa saja dampak sampingnya?
.
Sangat banyak, 

hanya saja, tidak setiap thaller akan terkena dampak samping yang sama dan serupa. 
Misal; 
~ Nyeri dan linu dipersendian, 
~ Muncul bercak-bercak merah di kulit, 
~ Mual-mual dan muntah, 
~ Pusing, dsb... 
Itu semua dikatagorikan dampak samping yang tidak fatal....
.
Dampak samping yang fatal.
.

Point-point yang bisa dikatagorikan fatal akibatnya

1. Menurunnya kadar neutrofil dalam darah. 

       Neutrofil adalah salah satu komponen sel-sel darah putih, merupakan tentara dalam tubuh kita (terhadap serangan penyakit dari luar).
Kalau tentaranya berkurang, kondisinya akan berbahaya, bukan? 

Itu akan menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit dari luar, dan bisa fatal karena perlawanan tubuh berkurang.
          Oleh karena itulah selama konsumsi obat khelasi oral, perlu berkala cek kadar neutrofilnya, disamakan ketika cek rutin hb. Jika mau lebih ngirit/hemat, cek leucositnya saja terlebih dulu. Jika ada penurunan kadar leucositnya, cek lanjut ukur kadar neutrofilnya.  Jika sudah kerendahan, mau nggak mau, harus stop dulu konsumsi obat khelasi zat besi oral-nya. (Dan jika tumpukan zat besinya sudah terlalu ketinggian, seharusnya dilanjut dengan obat suntik desferal saja. 
.
2. Bisa menggangu kinerja organ liver kita.

        Oleh karena itulah selama konsumsi obat khelasi oral, perlu cek rutin berkala kinerja organ livernya. Yang termudah adalah pantau kadar sgpt/ot-nya minimal setiap 3 bulan.
Jika ada peningkataan kadar sgpt/ot sampai sekirar dua kali batas atas normal, sebaiknya bantu dengan konsumsi "vitamin liver" seperti; (curcuma, lechitine, silimarin, atau liver protector sejenisnya). Jika kadar sgpt/ot-nya diatas 3x lipat batas atas normal, sebaiknya hentikan dulu obat khelasi zat besinya,  agar si organ liver berkesempatan untuk memperbaiki dirinya sendiri, dan dibantu konsumsi liver protector/vitamin liver akan lebih baik.
Jadi jika kita bisa rutin berkala cek sgpt/ot-nya, penggunaan obat khelasi zat besi, meski ada dampak fatalnya, bisa kita cegah dan kendalikan!
.
3. Khusus untuk yg mengkonsumsi exjade, perlu cek 3 bulan sekali kinerja organ ginjalnya, yang termudah cek kadar ureum kreatinin dalam darahnya.
      Semua itu wajib dilakukan selama konsumsi obat khelasi oral. 

Tujuannya agar kita bisa bergerak mengantisipasinya sebelum terjadi kerusakan organ tubuh yang permanen.
.
Nah pertanyaan selanjutnya?
1. Sudahkah mengontrol rutin dan mengamati kadar leucositnyaa sebulan sekali?
2. Sudahkah melakukan cek sgpt/ot 3 bulan sekali?
3. Sudahkah cek ureum kreatitin 3 bulan sekali?

.
Jika belum, lakukanlah. Jika dokter lupa untuk men cek-nya, ingatkanlah.
Obat khelasi zat besi itu bukan obat biasa, termasuk obat keras, yang penggunaannya memiliki konsekuensi dan kewajiban untuk memantau dampak-dampak sampingnya yang 
bisa berakibat fatal.
.
Selama kehamilan dan menyusui dilarang konsumsi obat khelasi zat besi...!!
.
Salam perjuangan. _/|\_
. Andrianto Gandhi
Sumber: https://www.facebook.com/groups/n.off.thalindo/permalink/10154024487676234

Tidak ada komentar: