Kesehatan

Sabtu, 25 Februari 2017

Petunjuk (jumlah) transfusi darah



Petunjuk Jumlah darah yang ditranfusikan, adalah:

Jumlah darah (ml) = 3/(Nilai hematokrit_labu_darah) x (Hb akhir - Hb awal g/dl) x Berat badan Kg

untuk daerah jkt dan sekitarnya, nilai hematokrit dalam labu darah, hasil pengolahan pmi-nya berkisar 50-75%...

Jadi nilai indexnya [=3/(Nilai hematokrit_labu_darah)] berkisar 6-4...
.
dari sisi prakteknya penggunaan index nilai 4 sudah cukup memadai, bagi thaller yg limpanya masih tidak besar..
.
jadi rumus perkiraan yg bisa digunakan menjadi:

Jumlah darah (ml) = 4 x (Hb setelah tranfusi - Hb sebelum tranfusi g/dl) x kg Berat badan


Bagaimana menghitung jumlah darah untuk tranfusi sel darah merah?
.
       Ada banyak cara pedekatan untuk menghitung jumlah darah untuk tranfusi, mulai dari yang paling rumit yaitu:
~ yang mengikut-sertakan argumen 
a. tinggi badan, 
b. berat badan, 
c. jenis kelamin, 
d. kenaikan hb, 
e. hematokrit, ..
sampai yang paling sederhana yaitu:  
~ yang menggunakan satu angka per kg berat badan saja, tanpa melibatkan berapa kenaikan hb yang diharapkan.
Dizaman kini kita bisa googling misal dengan kata kunci "blood calculation", akan muncul banyak pilihan.
.
Cara manakah yang cocok untuk thaller?
.
         Sebaiknya kita ikuti petunjuk TIF saja deh, karena itu sudah cukup memadai. Bukan suatu yang terlalu rumit, juga bukan suatu yang terlalu disederhanakan.
Faktor faktor yang diambil sebagai argumen adalah:
1. Hematokrit dalam labu darah.
Ini bisa sangat berbeda dari satu Negara dengan negara yang lainnya. Tergantung kebijakan dalam menentukan "cairan anti beku" yang dipergunakan oleh palang merah setempat. Nilainya bisa berkisar antara 50% sampai 80% ( yang tertinggi sekitar 86%, tidak mungkin ada yang 100% ! )
.
          Mari kita bicarakan yang ada di PMI. 
Ketika seseorang mendonorkan darahnya, sebenarnya PMI sudah menyiapkan beberapa ukuran kantong darah. Setiap ukuran kantong darah itu didalamnya sudah terdapat "cairan anti beku" yang jumlahnya sudah fixed dan steril !
Jadi, kantong itu diperuntukan pengambilan darah yang sudah tertentu jumlahnya, tidak bisa sembarangan jumlahnya!

Misal; 
- Kantong ukuran yang kecil untuk pengambilan darah 250 cc darah pendonor, tidak bisa lebih. Kalau lebih dari 250 cc, resikonya akan ada sebagian darah yang bisa membeku, tidak akan kuat lama disimpan.
- Kantong ukuran besar untuk pengambilan darah 500 cc darah pendonor, kalau diisi 400 cc, maka resikonya hematokrit prcnya bisa rendah karena jumlah "cairan anti beku" didalam kantong itu untuk 500 cc darah.
.
inilah kenapa PMI kita hanya bisa menjamin nilai hematokrit produk prc-nya berkisar 50-75% saja.
.
2. Target peningkatan Hb.
Semakin besar kenaikan hb yang dibutuhkan semakin tinggi jumlah darah yang dibutuhkan.
.
3. Kg berat badan.
.
          Inilah tiga hal yang dipergunakan untuk memperkirakan jumlah darah yang ditranfusikan untuk thaller.
.
Adapun rumus pendekatannya sbb:
----------------------------------------------------------------
Jumlah PRC [ml] = 3 / (hematokrit dalam labu darah [%]) x ( hb setelah tranfusi yang diharapkan - hb sebelum tranfusi [g/dl]) x kg berat badan.
.
atau
prc [ml} = Index x kenaikan hb [g/dl] x kg bb.
.
dimana index = 3 dibagi hematokrit dalam labu darah.
------------------------------------------------------------------
.
Oleh karena nilai hematokrit produk prc PMI berkisar dari 50% - 75%, maka nilai indexnya bisa berkisar dari 4 sampai 6, (tidak mungkin indexnya 3, karena tak ada produk prc yang nilai hematokritnya 100%!)
.
        Untuk kepentingan praktis yang diterapkan di sekitar jkt diambil nilai index 4 yang diperoleh dari 3 dibagi 75%. 
Ingat !!; (nilai index sangat ditentukan oleh nilai hematokrit dalam labu darah dan itu tergantung dari teknik pengolahan masing masing PMI setempat!)
index ini biasa dikatakan FAKTOR LOKAL.
.
Jadi rumus pendekatannya menjadi:
.
PRC [ml] = 4 x kenaikan hb [g/dl] x kg berat badan.
.
untuk mudahnya, kita bisa mengubah rumus itu ke bentuk yang lebih mudah dihafalkan, yaitu untuk menaikkan hb 1 point, dibutuhkan darah prc kira kira 4 x kg berat badannya.
.
misalnya;..
1. thaller yang berat badannya 60 kg. 
Maka untuk menaikkan hb 1 point dibutuhkan 4 x 60 kg = 240 ml, (kira-kira satu kantong darah prc @250 ml).
.
2. Thaller yang berat badannya 25 kg, maka untuk menaikkan hb 1 point perlu 100 ml.
.
Jadi, masing-masing thaller yang sudah tahu berat badannya, bisa tahu berapa kebutuhan darahnya untuk menaikkan hb 1 point.. yaitu 4 kali berat badannya.
Kalau untuk menaikkan hb 3 point, tinggal kali 3 saja
Lebih mudah bukan?
.
Kenapa sih kita perlu tahu tentang hal ini?
Oleh karena fakta dilapangan, kita butuh paham akan hal ini.
Terkadang dokter sudah menuliskan di form darah butuh misal 500 ml, eh,... tahunya dapat darah cuman 278 ml... Bahaya khan?
          Jika kita paham perhitungan kira kiranya, maka kita mudah tahu berapa kenaikan hb dengan 278 ml itu. Kemudian diimbangi pengetahuan kita tentang turunnya hb per minggu dari anak kita masing masing, kita mudah memperkirakan berapa minggu kedepan kita harus sudah tranfusi lagi.
.
salam perjuangan. _/|\_

Tidak ada komentar: