Kitab Suci bisa salah.
Bukan hanya terjemahannya yang bisa salah melainkan naskah aslinya juga. Sama saja seperti tulisan saya dan tulisan Anda yang bisa salah.
Semua tulisan manusia bisa salah.
Termasuk yang disucikan oleh sesamamu manusia dan Anda kenal sebagai Kitab Suci.
Dianggap bukan buatan manusia melainkan jatuh dari atas langit. Tiba-tiba muncul berbentuk bohlam menyala di dalam kepala, atau terasa seolah arang panas di lidah. Begitu terangnya atau begitu panasnya sehingga anda dipaksa untuk mengeluarkannya lewat ucapan atau tulisan.
Mulut yang terbuka atau jari yang bergerak. Melahirkan kata-kata yang dipercaya berasal dari Allah, Krishna, Kristus, Sabdo Palon, dlsbg,.. Bisa saja salah. Mungkin separuhnya salah, atau bahkan seluruhnya.
Yang tidak bisa salah cuma batu sepotong.
Benda mati. Tidak menghasilkan apapun sehingga tidak bisa salah. Makanya di semua peradaban ada batunya. Inilah yang abadi. Tidak pernah salah, kekal selamanya. Walaupun bisa dirusak kalau sudah berbentuk patung atau masih polos. Berhala dalam agama anda.
Jadi jangan salah kaprah lagi. Semua kitab baik yang disucikan maupun tidak adalah produk peradaban. Hasil budaya manusia. Olah budi dan olah daya. Olah pikir dan olah raga. Tidak ada yang sempurna, selalu ada cacatnya. Cacat bawaan tidak harus membuat anda rendah diri. Cukup rendah hati saja, mengakui keterbatasan anda menciptakan kitab suci.
Yesus sebagai Allah juga cuma pemanis bibir.
Simbolik.
Tidak perlu menjadikan anda nyengar-nyengir tidak jelas ketika berhadapan dengan orang Kristen. Saya kasih tahu, Yesus adalah manusia, sama seperti Anda. Allah adalah keabadian, yang juga ada di dalam Anda, dan Anda di dalam keabadian.
Ingat hukum kekekalan energi yang sudah terbuktikan. Dan hukum kekekalan kesadaran yang belum terbuktikan. Mungkin tidak bisa dibuktikan karena Anda tidak bisa bersaksi sudah pernah mati dan sekarang jadi orang lain. Kalau tidak mau dianggap gila,.. jangan lakukan itu !!.
Walaupun saya juga tahu banyak dari Anda yang mengaku reinkarnasi dari tokoh masa lalu.
Kalau Anda percaya reinkarnasi, artinya Anda abadi.
Ada Allah di dalam anda, dan anda di dalam Allah. Allah cuma kata bantu.
Konsep.
Yang ada cuma Anda. Yesus sebagai Allah juga begitu.
Tujuannya adalah untuk mengingatkan Anda bahwa Yesus adalah simbol manusia, simbol Anda. Yang merupakan bagian dari Allah. Bagian dari keabadian.
Begitu pengertian saya. Tentu saja tidak ada sembah-menyembah disini.
Yang Anda namakan menyembah cuma action doang. Yang penting adalah kelakuan Anda tertib.
Anda bisa melihat siapa yang sudah makrifat dan siapa yang masih syariat. Tidak perlu disalahkan, karena tiap orang menapaki jalan spiritualnya sendiri.
Saya hanya merasa perlu membuka jalan bagi anda yang sudah sampai agar tidak dilecehkan oleh mereka. Dengan berbagai bahasa cuma begini saja pokok spiritualitas, ujungnya berbuat baik kepada diri sendiri dan sesama. Itu kalau anda mau jujur dan tanpa pamrih. Kalau mau dibisniskan juga bisa, tapi saya pikir kita disini sudah muak dengan yang begituan. Tidak bermanfaat lagi. Jebakan Batman yang dipasang juga ada, yaitu memberikan anda teka teki. Supaya pikiran anda kacau dan tidak bisa fokus. Sehingga bisa dikendalikan lagi dan masuk perangkap. Makanya saya bilang fokus. Fokus di kepala Anda sehingga Allah atau apapun namanya bisa tetap ada.
Allah tempatnya di kepala, simbol dari Niat. Keinginan.
Makanya ada mantera yang berbunyi kun fayakun. Amin, jadilah.
Semuanya berasal dari kepala anda yang menggunakan kata Allah.
Saya buka seperti ini saja sudah membuat mereka gatal-gatal, dipikirnya saya ingin menjadi Nabi baru. Padahal saya tidak mau. Tidak mau menjadi nabi baru ataupun nabi lama. Karena saya tahu setiap orang dari Anda adalah Nabi atau Nabiah.
Anda mampu bernubuwwah.
Gunakan kepala anda, rasakan, lalu ucapkan.
Itulah nubuwwah.
Anda bernubuwwah. Gunanya bagi hidup anda sendiri dan orang lain. Bukan untuk dijual dan dijadikan dagangan baru, aliran baru dari agama lama. Kita tidak begitu. Tidak memaksa orang untuk masuk kotak dan menjadi zombie di dalam kotak agamanya masing-masing.
Anda semua manusia bebas. Bisa menentukan apa yang terbaik bagi diri anda sendiri. Menurut saya itulah kemauan Allah yang menciptakan Anda serupa dengan dirinya. Manusia diciptakan sesuai dengan citra Allah. Punya sifat seperti Allah, yaitu kesadaran Anda yang bisa berpikir.
Diciptakan dengan cara dicampur dengan tanah, yang tidak abadi karena setelah jadi tubuh, Anda akan bisa membusuk, kering dan jadi tanah lagi. Itulah asal-muasalnya, kisah penciptaannya.
Memang pemikiran. Tertulis di kitab suci Yahudi yang tertua. Orang-orang Yahudi sudah tahu makanya mereka cerdas. Kenapa Anda harus kalah dari orang Yahudi?
Kita belajar spiritualitas umum tanpa perlu saling mengkafirkan. Tanpa perlu debat yang bisa dilakukan di banyak group debat agama. Disini cukup tahu fakta, debatnya di tempat lain. Seperti fakta tentang banyaknya gedung gereja yang membuat anda heran. Orang Kristen sendiri tidak heran karena setiap organisasi gereja punya gedung sendiri-sendiri. Di satu wilayah kecil bisa ada gedung Gereja Batak, Gereja Jawa, Gereja Katolik, Gereja Pentakosta. Dan banyak lagi. Masing-masing punya jemaat sendiri yg tidak bisa dicampurkan. Ibadah sendiri-sendiri dan tidak seperti umat Islam yang bisa masuk masjid apa saja.
Bukan dilarang !!, tetapi umatnya sendiri yang tidak mau.
Masing-masing punya komunitas.
Tidak mau bercampur kecuali khusus dalam ibadah bersama.
Seperti ibadah hari raya Paskah dan Natal yang diadakan di gedung-gedung olahraga berkapasitas puluhan ribu orang. Tradisinya seperti itu sejak ratusan tahun lalu. Sejak berakhirnya perang agama antara sesama orang Kristen. Dulu maunya cuma ada satu gereja, tetapi ribut. Sekarang banyak gereja dan bisa damai. Mungkin Islam bisa meniru yang seperti itu, dan bukan menghancurkan masjid-masjid Ahmadiyah yang memang eksklusif. Hanya untuk orang Ahmadiyah saja, walaupun anda juga bisa masuk dan ikut kalau mau. Sama seperti anda bisa masuk ke gedung gereja dari aliran Kristen yang mana saja.
Tidak pernah dilarang !!.
Intinya, setiap orang bebas beribadah dengan gayanya sendiri.
Tanpa pemaksaan.
Termasuk memaksa orang untuk beribadah di satu masjid saja. Atau beribadah di satu gereja saja. Beribadah di satu masjid mungkin bisa. Beribadah di satu gereja tidak bisa. Komunitasnya berlainan. Cara ibadahnya berbeda-beda. Kristen Batak tidak bisa dicampur dengan Kristen Jawa. Katolik tidak bisa dicampur dengan Protestan. Pentakosta yang berisik itu tidak bisa dicampur dengan aliran lainnya. Ada lagi gereja Mormon, Saksi Yehuwa dan Christian Science yang statusnya Kristen remang-remang. Semua eksis, tanpa ribut. Orang-orang Yahudi juga begitu. Punya tempat ibadah sendiri untuk masing-masing aliran. Mungkin cuma Islam yang memaksakan satu tempat ibadah. Dikiranya semua agama seperti itu. Sebagian besar tidak. Sebagian besar agama di dunia terdiri dari banyak aliran yang tidak saling mengganggu.
Intinya cuma kesadaran dan kelakuan.
Suwung itu kesadaran.
Yang sadar thok itu.
Sadar bahwa Anda sadar.
Cukup rasakan saja bahwa Anda sadar.
Dan itulah meditasi, bisa dilakukan setiap saat.
Dengan fokus di bagian kepala. Jadi memang bukan menyembah apapun. Tidak ada sembah-menyembah dalam spiritualitas yang asli. Menyembah cuma ada dalam spiritualitas palsu. Karena Anda tidak menyembah apapun. Anda cuma merasakan kesadaran anda. Pakai gaya menyembah versi apapun tetap saja kesadaran anda sama. Seperti pakai baju dengan bermacam gaya. Bisa ganti baju tapi anda tetap orang yang sama. Cuma begini saja inti spiritualitas manusia sebelum ditambah dengan berbagai lagu. Lagu minta rezeki, minta anak, minta pasangan seksual, minta ganti kelamin, minta naik jabatan, minta menang pilkada. Yang tentu saja tidak dilarang asal dilakukan dengan baik dan benar. Dimulai dari niat di kepala anda.
Bahkan anda bisa tarik manteranya.
Mantera suwung adalah suku kata ung. Ung atau hung. Terkadang menjadi hong. Di Hindu Buddha ini suku kata om. Di Timur Tengah menjadi am.
Semua tentang kepala anda yang hening dan bisa meniatkan sesuatu.
Mensuwungkan. Mengomkan. Mengamkan. Atau mengaminkan.
Pengucapan dilakukan oleh mulut Anda, didengar oleh telinga, masuk kembali ke kepala, dan berputar terus. Suwung. Anda bisa suwung dan bertanya. Dengarkan jawabannya.
Jangan duduk membungkuk dan kepala miring-miring ketika anda melakukan ritual keagamaan yang sama saja nilainya dengan meditasi. Fokus bukan di amalannya, bukan di dada, melainkan di kepala. Cukup rasakan kesadaran anda yang adanya di kepala setiap kali berdoa, meditasi, wirid, novena.
Ketahuilah bahwa amalan, doa, mantera, Allah dan Dewa Dewi cuma alat bantu agar anda bisa fokus di kepala. Tapi anda selalu dijatuhkan, disuruh menunduk dan fokus di dada. Makanya anda terpuruk sampai sekarang.
Jangan lagi !!.
Mulailah duduk dengan punggung tegak, kepala lurus menghadap ke depan. Rasakan bagian kepala Anda. Bisa di dahi atau di puncak kepala. Dan itulah yang saya maksudkan dengan Meditasi Mata Ketiga. Bisa pakai pembungkus dari agama apapun. Tidak masalah asal anda tetap fokus di bagian kepala.
Tidak akan ada yang berani bilang Anda sesat kalau soal teknik olah spiritual.
Sesat itu soal politik.
Kenapa Ahmadiyah dan Gafatar dianggap sesat?
Oh, karena pendiri aliran-aliran ini mengaku sebagai Imam Mahdi, yaitu Al Masih yang datang kembali ke bumi sesuai janjinya 2000 tahun lalu kepada murid-muridnya di Yerusalem. Isa Al Masih atau Yesus Kristus naik ke atas langit di hadapan murid-muridnya. Sambil terangkat ke atas dia memberkati mereka. Murid-muridnya memandang terus, seperti domba kehilangan induknya, sampai tiba-tiba muncul Malaikat yang berkata: "Wahai manusia, mengapa engkau bersedih hati? Ketahuilah, Yesus yang terangkat naik ke langit akan datang kembali ke bumi seperti engkau melihatNya naik." Dengan kata lain, kedatangan Isa Al Masih akan tiba-tiba.
Tidak disangka.
Muncul tanpa anda perkirakan, dan selalu dari atas. Atau dari bagian kepala.
Dan mengingat Yesus Kristus hidup di dalam murid-muridnya, termasuk Anda dan saya, maka kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya berarti terSADARnya Anda bahwa Yesus sudah datang sebagai Anda. Sebagai tetangga anda. Sebagai musuh anda. Semuanya Yesus.
Semuanya Imam Mahdi.
Semuanya berhak memerintah diri sendiri dengan cara yang baik dan benar.
Semuanya berhak membuang syariat, seperti Yesus yang membuang syariat Yahudi. Kalau tidak pas tinggal buang. Tanpa merasa takut kepada Allah karena Yesus sudah mengajarkan bahwa Allah adalah Bapamu. Atau yang menjadikanmu ada. Lebih tepatnya melahirkan kesadaranmu. Kesadaranmu selalu ada karena bapamu selalu ada besertamu.
Demikianlah pengertian spiritualnya yang secara implisit dimengerti oleh orang Kristen kecuali oleh mereka yang terlalu bebal. Atau menjadi korban hipnotis para pendeta yang ingin memperkaya diri sendiri mengkhotbahkan tentang Yesus tanpa mau kasih tahu bahwa Yesus bisa datang setiap saat menjadi Anda. Dan Yesus inilah yang perannya begitu penting di dalam Islam.
Selalu dijadikan alasan munculnya mereka yang mengaku sebagai Imam Mahdi.
Imam Mahdi di dalam Islam adalah Yesus Kristus yang datang untuk kedua kalinya. Karena Islam memang mengharapkan kembalinya Yesus. Jadi jangan salah kaprah mengira Islam anti Yesus. Kepercayaan dalam Islam mengharapkan datangnya kembali Yesus. Sayangnya tidak pernah mengajarkan bahwa Yesus cuma simbol dari tiap orang yang percaya.
Sudah datang kembali. Imam Mahdi atau Yesus Kristus yang datang kedua kalinya adalah setiap orang. Bukan hanya pendiri Ahmadiyah dan Gafatar. Kalau Anda sudah sadar, Andalah Al Masih itu. Sederhana dan tidak menghebohkan.
Biasa saja, sangat umum, terjadi dimana-mana.
Anda juga bisa mengubah konsep Allah kalau mau.
God is Dead dari Friedrich Nietzsche bukan Tuhan Telah Mati seperti terjemahan di bahasa Indonesia, melainkan Allah Telah Mati.
Maksudnya, "konsep" Allah telah mati.
Begitu pengertiannya.
Bisa mati karena bisa lahir.
Konsep Allah dilahirkan oleh orang Yahudi yang kita duga pelarian dari India. Membawa Dewa Brahma dan Dewi Saraswati di dalam otak mereka, karena terjadi ribuan tahun sebelum konsep Wisnu diformulasikan. Apalagi konsep Siwa. Yang pertama muncul itu konsep Brahma. Yang menjadi Abram atau Abraham di kepercayaan Yahudi. Simbol dari naluri anda. Sex, makan minum dan bertahan hidup. Bukan tentang welas asih atau Wisnu yang baru muncul kemudian. Nenek moyang Yahudi sudah keluar dari India ketika konsep Wisnu dikembangkan. Makanya mereka mengembangkan konsep kasih sayang dengan gaya mereka sendiri. Gaya Timur Tengah. Dikembangkan oleh nabi-nabi Yahudi, dan bukan oleh para pujangga seperti di India. Sampai kepada Yesus masih berada di cakra jantung atau Wisnu. Tapi Yesus berjanji untuk datang kembali ke dunia untuk membawa kesadaran diri. Ego yang sudah terasah sehingga tidak suka membedakan orang. Tobat diskriminasi SARA dan LGBT. Ego seperti itulah yang dinamakan Siwa. Baru muncul di abad ke 20, bergerak perlahan sampai mencapai anda yang semula ragu-ragu, mengira itu Setan. Karena konsep Allah memang sudah mati. Allah yang naluriah dan lebay sudah mati. Digantikan oleh Allah yang sadar. Punya tanggung-jawab bahwa hidup ini bukan hanya sex dan makan minum. Bukan hanya mencintai dan dicintai. Tapi lebih dari itu. Yang belum bisa kita lihat jelas sekarang. Harus dilihat satu persatu, orang per orang.
Ketika anda menyadari bahwa andalah itu, tat tvam asi, Yesus yg datang kembali ke dunia,
Imam Mahdi atau Al Masih sebagai anda sendiri, barulah akan anda lihat jelas.
Sejelas-jelasnya anda mau bikin apa. Asal jangan bikin agama baru saja. Kita tidak perlu yang itu.
Orang spiritual yang kena delusi juga banyak. Buat saya tidak masalah asal tidak mendiskriminasi. Membedakan perlakuan terhadap SARA dan LGBT. Kalau mendiskriminasi artinya tingkatnya terlalu rendah untuk bergabung disini. Sebagian sudah didepak keluar supaya belajar di tempat yang sesuai dengan tingkatnya. Sampai sadar dan tobat sendiri. Mereka masuk kategori pemosting video dan gambar porno. Tidak Pancasilais. Jarang saya bicara seperti ini, mengakui terus terang bahwa tingkatan spiritual memang ada. Orang yang suka meninggikan diri itu pejalan spiritual kelas bawah. Merasa sangat spiritual padahal pemula. Bukan di group kita saja, tetapi di banyak group di facebook. Mereka terjebak di cakra jantung. Mulut manis tapi hati busuk. Dan energinya terasa sekali. Yang juga jarang saya ungkapkan.
Ya, saya bisa deteksi energi anda.
Tapi saya harapkan agar anda berubah, bertransformasi, mengubah kebusukan hati anda menjadi keharuman.
Harum namanya. sayangnya tidak bisa instant.
Perlu waktu sampai anda terbanting berkali-kali. Sampai jiwa kotor anda yang tinggi hati itu mati. Sehingga lahir yang bersih, dengan nama Imam Mahdi.
Yang tak lain dan tak bukan cuma anda sendiri.
Sadar bahwa anda manusia biasa walaupun secara spiritual sudah berstatus Imam Mahdi.
Setiap orang dari anda bisa.
Saya harapkan langsung bisa.
Saya percaya bisa. Jadi jangan ngeyel lagi.
Akhir perjalanan spiritual adalah merasa biasa saja.
Rasanya biasa saja, tidak spesial.
Akhir Perjalanan Spiritual
Ditulis oleh: LEONARDO RIMBA
3 FEBRUARI 2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar