Kesehatan

Kamis, 08 Juni 2017

"Standard-of-Care Clinical Practice Guidelines (2012)"

4.3.3 Target Hemoglobin dan Frekuensi Transfusi

     Tujuan transfusi adalah menekan pembentukan sel darah merah (yang cacat) sebanyak mungkin. Transfusi umumnya diberikan pada interval tiga sampai empat minggu. (pada pasien usia lanjut, transfusi setiap dua minggu mungkin diperlukan). Transfusi harus dijadwalkan terlebih dahulu dan dipelihara pada jadwal yg tetap. Hal ini memungkinkan pasien dan keluarga untuk membangun rutinitas dan akan meningkatkan kualitas hidupnya.

Jumlah darah yang diterima pada hari transfusi ditentukan oleh kadar hemoglobin pra-transfusi. SASARANNYA ADALAH MEMPERTAHANKAN TINGKAT HEMOGLOBIN PRA-TRANFUSI ANTARA 9-10 g/dL. Upaya untuk mempertahankan hemoglobin pra-transfusi diatas 10 g/dL akan meningkatkan persyaratan transfusi dan laju pemuatan besi. Transfusi harus diberikan pada pasien secara rawat jalan dengan tim transfusi yang berpengalaman yang menggunakan tindakan pencegahan keamanan yang tepat (gelang identifikasi pasien / darah). Darah harus ditransfusikan pada 5 mL/kg per jam, dan hemoglobin pasca transfusi tidak boleh melebihi 14 g/dL.

Pada pasien dengan anemia berat (hemoglobin kurang dari 5 g/dL) atau kompromi jantung, laju transfusi harus dikurangi menjadi 2 mL/kg per jam untuk menghindari kelebihan cairan. Diuretik seperti furosemid (1 sampai 2 mg / kg) mungkin diperlukan untuk beberapa pasien.

Jika ada gangguan pada organ jantung, kadar hemoglobin pra-transfusi yang lebih tinggi (10-12 g/dL) harus dipertahankan dengan transfusi volume yang lebih kecil yang diberikan setiap satu sampai dua minggu. 

"Guidelines for the Clinical Care of Patients with Thalassemia in Canada", sumber disini: http://www.thalassemia.ca/.../Thalassemia-Guidelines_LR.pdf , halaman 19: 
Pasien yg berdasarkan status genetik dan klinisnya adalah thalasemia mayor, perlu menerima transfusi reguler untuk mempertahankan kadar hb pra-transfusi antara 90 - 100 g / l.

"Standards for the Clinical Care of Children and Adults with Thalassaemia in the UK", sumber disini: http://ukts.org/standards/Standards-2016final.pdf
.
halaman 48.. mempertahankan tingkat hemoglobin yang selalu di atas 90-105 g / l cukup untuk menghambat ekspansi sumsum tulang dan meminimalkan pemuatan besi transfusi pada kebanyakan pasien.

"Management transfusion dependent thalassaemia" dari mentri kesehatan malaysia, sumber disini: http://www.mpaweb.org.my/file.../20755646044c43fcce36af5.pdf

halaman 13.. < Hb pra-transfusi 9 - 10 g/dL akan memberikan cukup p
enekanan ekstramedullary, memungkinkan pengurangan konsumsi darah dan mengurangi penyerapan zat besi yang berlebihan dari usus. 
.
Hb pasca transfusi harus antara 13,5 - 15,5 g/dL. Harus Diambil setidaknya satu jam setelah penyelesaian transfusi.>
.
udah dulu yach.... ada banyak lagi yg bisa dicari dan ditelaah... saya cukupkan dulu sampai sini, untuk meyakinkan bahwa banyak negara yg standart penanganan thalasemia yg kini sudah ikut petunjuk TIF...


Andrianto Gandhi


"Standard-of-Care Clinical Practice Guidelines (2012)" dari "Noorthern california comprehensive thalassaemia center", ada di web ini: http://thalassemia.com/treatment-guidelines-4.aspx#gsc.tab=0

Tidak ada komentar: