Kesehatan

Sabtu, 28 Januari 2017

Perspektif ancaman yang di alami Bangsa Indonesia.

Diawali dengan peak oil theory, dimana produksi minyak bumi mulai menurun tahun 80an dan menyebabkan gaya hidup berubah secara drastis, bentuk bisnis berubah. 
Sekarang banyak tersedia aplikasi online, ojek online, belanja ke mall sekarang tidak perlu keluar rumah_cukup tekan tombol dari rumah saja, barang di antar dan bisa bayar di tempat lagi.
 Turunnya produksi minyak juga menyebabkan krisis ekonomi dan depresi ekonomi.
Depresi ekonomi pasti sebanding dengan meningkatnya tingkat kejahatan dan konflik dan bermuara kepada persaingan global. Hal ini di picu lagi hal2 lain, kita semua tahu sekarang_"Selamat datang 8 milyard penduduk dunia".
Teory populasi mengatakan bahwa daya tampung bumi ini hanya 3 - 4 milyard manusia. Apakah teory ini benar?
Setiap hari 41.095 anak meninggal dunia (15 juta setahun) karena kemiskinan, kelaparan dan kekurangan gizi, ini juga akibat dari menurunnya produksi minyak.
Para ahli memperkirakan bahwa pada tahun 2056 energi akan habis, tahun 2035 konsumen energi meningkat 45% karena jumlah penduduk yang banyak.
Kalau kita konversi, maka pada tahun 2043, jumlah penduduk saat itu (kalau benar setiap 6 tahun bertambah 1 milyard), berarti jumlah manusia bumi saat itu sudah 12,3 milyard jiwa, dan energy oil tidak terbarui_dari plankton 10 jutaan tahun_tetapi tergantikan dengan energy dari tumbuh2an (energi fosil tergantikan energy nabati/potensi vegetasi sepanjang tahun.
Berbicara tentang tumbuh2an, maka adanya adalah disekitar equator. Ada 3 kelompok besar; Asean, Afrika Tengah dan Amerika Latin.
Asean, yang paling besar adalah Negara Kepulauan Indonesia.
Habisnya oil, maka makanan dan sumber bahan bakar penggantinya ada di equator, dan Indonesia adalah Negara yang kaya akan semuanya. Bahkan, Presiden Soekarno pernah mengingatkan, suatu saat kelak Negara2 akan iri atas kekayaan
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan bukan sesuatu yang kebetulan, Presiden Jokowi pada saat disumpah, beliau mengatakan; "Kaya akan sumber daya alam, justru bisa menjadi malapetaka".
Kedua
~Darwin, jaraknya kurang lebih 479 km dengan Serwaru, disana ada pulau Marsela dan ada Blok Marsela.
 Di Darwin ada 1.250 - 2.500 di siagakan marinir Amerika.
Ada apa?
~Laut Cina Selatan, semua kapal2 yang ditangkap Angkatan Laut Republik Indonesia dalam 3 kejadian terakhir di kawal oleh Coast Guard Cina, seakan menyampaikan sinyal kepada penjaga pantai,
mereka mengklaim itu pantainya, padahal ada di lokasi Zona Ekonomi Exclusive (ZEE) Indonesia, ”
Ada apa?
Filipina, pada tanggal 12 Juli 2016 pernah mengajukan klaim kepada Pengadilan Internasional dan hasilnya Pengadilan Internasional menolak klaim Cina atas hak ekonomi di Laut Cina Selatan dan memberikan kedaulatan dan hak maritim kepada Filipina.
Tetapi 1 hari kemudian setelah keputusan Pengadilan International, Presiden Xi Jinping menyatakan dengan tegas bahwa "kedaulatan wilayah dan hak maritim" Cina atas Laut Cina Selatan tidak akan atau tidak bisa dipengaruhi oleh keputusan apapun dan dengan cara apapun. Laut Cina Selatan adalah milik Republik Rakyat Cina, siapapun yang melintas harus memberikan laporan.
Ada apa?
Potensi2 konflik di sekitar kita !!
Ketiga;
FPDA, Five Power Defence Arrangement (Negara2 Persemakmuran Inggris).
Selandia Baru, Australia, Singapura, Malaysia_Inggris, 3 dari 5 Negara tersebut pernah bermasalah dengan kita.
Australia, Singapura dan Malaysia.
Tanggal 14-21 Oktober 2016 Panglima TNI diundang untuk menyaksikan latihan besar2an FPDA,
Ada apa dengan Negara2 di sekitar kita ini?
Keempat;
Cina pernah kalah dengan Perancis dan Inggris walaupun tentaranya kuat, tetapi di dahului dengan Perang Candu.
Rakyat dan Tentara kecanduan, kalah dan terpaksa menggadaikan Hongkong dan Taiwan.
Di dalam Negeri, 2% atau 5 juta penduduk Indonesia terkena Narkoba dan itu adalah fenomena gunung es.
Setiap tahun 15.000 jiwa melayang, fenomena gunung es pasti di bawahnya lebih besar. Hampir setiap hari, sampai bosan kita mendengarkan berita dari Kepolisian ataupun dari BNN
menggagalkan atau menangkap bandar sekian kilo shabu, sekian juta pil ekstasi, dst,.
Dan itu transitnya di Malaysia yang sampai sekarang masih belum bisa di tembus pihak berwenang Republik Indonesia karena tidak diijinkan.
Kelima;
Terorist.
Kita semua tentu tahu bahwa banyak manusia di latih bahkan anak2 dilatih di Syria.
Bahrum Naim mengatakan apabila di Syria sudah tidak aman maka kembalilah kalian ke Negara atau daerah masing2 melakukan khilafah dan atau dengan cara apapun kamu melakukan. Karena adanya statement demikian, tidak lama kemudian di Perancis_menggunakan bus di tabrakkan, tidak lama kemudian dengan pisau Pendeta ditusuk.
Indonesia memang memiliki UU terorisme, tetapi lemah dalam tindakan pencegahan terorisme dan lemah menangkap terorist. Berbuat dahulu baru di tangkap.
Indonesia adalah tempat yang paling enjoy untuk terorist2 ini_tinggal tunggu tanggal mainnya.
Mengapa dikatakan demikian?
Lybia, Irak, Syria, semuanya di cap pertama kali_
hanya permasalahan di dalam negeri seperti yang sedang di alami Bangsa dan Negara ini_di cap terorist_pasukan International masuk kemudian bagi-bagi, karena kaya sumber daya alam.
Energy habis akan pindah ke Indonesia.
Basis terorist akan bermula dari Filipina Selatan (Zulu).
Mereka yang datang ke Zulu, bawa senjata tidak akan di apa-apain, mengibarkan bendera ISIS tidak akan di apa-apain.
Ke enam;
Persaingan ekonomi.
Sebagai Negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi sangat pesat, yang PDB nya memasuki urutan ke 8 dunia, Indonesia berpotensi untuk di goyang.
Transkrip pendapat Panglima TNI Gatot Nurmantyo di ILC

Tidak ada komentar: